Contoh Daftar Pustaka & Cara Menulisnya Berdasarkan Sumber

Ada berbagai gaya atau cara penulisan daftar pustaka, dan setiap jenisnya memiliki karakteristiknya masing-masing. Yuk, simak masing-masing contoh daftar pustaka berikut!
—
Pernah mengambil referensi dari internet untuk mengerjakan tugas? Boleh banget, kok! Kamu bisa menggunakan informasi dari berbagai sumber, mulai dari buku, jurnal, hingga artikel di internet.
Namun, jangan lupa mencantumkan sumber yang kamu gunakan ke dalam daftar pustaka, ya. Lewat daftar pustaka, kita bisa menghargai penulis dari sumber informasi yang kita ambil.

Gambar: Buku (sumber: britannica.com)
Nah, penulisan daftar pustaka juga nggak bisa asal, lho. Ada beberapa gaya penulisan dengan aturan yang berbeda, tergantung jenis sumber dan ketentuan yang digunakan. Yuk, simak contoh daftar pustaka dari berbagai sumber sekaligus cara menulisnya dengan benar!
Apa itu Daftar Pustaka?
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisikan berbagai sumber bacaan untuk dijadikan dasar informasi dalam mengerjakan tugasmu. Sumber informasi yang kamu gunakan bisa berasal dari berbagai media. Contohnya buku, jurnal, website, karya ilmiah, majalah, maupun hasil wawancara, bisa kamu jadikan rujukan dalam membuat tugas.
Fungsi Daftar Pustaka
Fungsi daftar pustaka adalah untuk menginformasikan kepada pembaca, dasar dari tulisan yang kamu buat. Jadi, para pembaca dapat percaya terkait kebenaran tulisan yang kamu buat. Selain itu, daftar pustaka juga sebagai sarana menghargai penyedia informasi rujukan, sehingga tulisanmu tidak terindikasi plagiat.
Baca Juga: Daftar Pustaka: Pengertian, Cara Menulis, dan Contohnya
—
Sudah tahu belum, di Aplikasi belajar Ruangguru, ada fitur Drill Soal yang berisi kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya, loh. Pas banget kan buat mempersiapkan diri kamu dalam menghadapi ujian nanti. Yuk, klik banner di bawah ini untuk coba fitur Drill Soal!
Apa Saja Isi Daftar Pustaka?
Daftar pustaka berisi beberapa keterangan mengenai sumber rujukan yang kita gunakan. Banyaknya keterangan di daftar pustaka bertujuan agar pembaca bisa mengetahui dasar penulisan dan dari mana sumber itu bisa diakses. Berikut beberapa unsur yang umum ditemukan dalam daftar pustaka:
| Unsur | Keterangan |
| Nama Penulis | Nama pihak yang menulis, menyusun, atau bertanggung jawab atas sumber yang digunakan. |
| Tahun/Tanggal Terbit | Waktu ketika sumber diterbitkan atau dipublikasikan. Untuk sumber online, tanggal publikasi dapat berupa tanggal, bulan, dan tahun, tergantung gaya sitasi yang digunakan. |
| Judul Sumber | Judul buku, artikel, jurnal, skripsi, berita, video, atau karya lain yang dijadikan referensi. |
| Nama Penerbit | Nama pihak yang menerbitkan sumber, terutama untuk buku atau karya terbitan lainnya. |
| Kota Terbit | Kota tempat penerbit berada. Unsur ini digunakan dalam beberapa gaya sitasi tertentu, tetapi tidak selalu diperlukan dalam gaya sitasi modern. |
| Nama Jurnal/Website | Nama jurnal yang memuat artikel ilmiah atau nama website tempat artikel dipublikasikan. |
| Volume, Nomor, dan Halaman | Informasi yang biasanya diperlukan untuk sumber jurnal, seperti volume jurnal, nomor edisi, dan halaman artikel. |
| DOI atau URL | Tautan atau DOI yang dapat digunakan untuk mengakses sumber secara online, sesuai dengan ketentuan gaya sitasi yang digunakan. |
Nah, apakah semua unsur daftar pustaka harus dicantumkan? Jawabannya tidak, gais. Unsur yang dicantumkan dalam daftar pustaka bergantung pada jenis sumber dan gaya sitasi yang digunakan.
Oleh karena itu, sebelum menyusun daftar pustaka, pastikan kamu mengetahui gaya sitasi yang diminta oleh sekolah, kampus, guru, dosen, atau penerbit, ya.
Macam-Macam Gaya Penulisan Daftar Pustaka
Ada berbagai gaya penulisan daftar pustaka yang umum digunakan, seperti APA, MLA, Chicago, Vancouver, dan IEEE. Masing-masing memiliki aturan penulisan yang berbeda. Penggunaan gaya sitasi biasanya disesuaikan dengan bidang ilmu, jenis karya, ketentuan sekolah, perguruan tinggi, jurnal, atau institusi.
Biar kamu makin paham, yuk simak tabel di bawah ini!
| Gaya Penulisan | Umumnya Digunakan untuk | Contoh Sederhana |
| APA (American Psychological Association) | Psikologi, pendidikan, ilmu sosial, dan berbagai bidang penelitian lainnya. | Nanda, G. K. (2025). Judul buku. Nama Penerbit. |
| MLA (Modern Language Association) | Bahasa, sastra, dan bidang humaniora. | Nanda, Galang Kris. Judul Buku. Nama Penerbit, 2025. |
| CMOS (Chicago Manual of Style) | Sejarah, humaniora, dan beberapa bidang sosial. | Nanda, Galang Kris. Judul Buku. Nama Penerbit, 2025. |
| Vancouver | Kedokteran dan ilmu biomedis. | Nanda GK. Judul buku. Nama Penerbit; 2025. |
| IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) | Teknik, informatika, dan teknologi. | G. K. Nanda, Judul Buku. Nama Penerbit, 2025. |
Tapi, gaya penulisan di atas tuh sifatnya nggak saklek ya, gais. Artinya, bisa aja guru atau dosen memintamu untuk menulis jurnal dalam format APA, sementara jurnal tertentu menetapkan format Vancouver atau IEEE. Jadi, tetap perhatikan panduan resmi yang digunakan agar format daftar pustakamu sesuai.
Baca Juga: Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap!
Cara Menulis Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumbernya
Nah, selanjutnya, kita akan membahas cara menulis daftar pustaka berdasarkan Chicago Manual of Style (CMOS) 18th Edition (2024) sebagai acuan utama, lengkap dengan contoh berdasarkan jenis sumber yang digunakan. Yuk, simak panduan selengkapnya!
1. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku
-
Jika pengarang berjumlah satu orang
Jika kamu menggunakan referensi dalam bentuk buku, format daftar pustaka yang harus disusun adalah:
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. Judul Buku. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Tibi, Bassam. The Challenge of Fundamentalism. University Of California Press, 1998.
-
Jika pengarang berjumlah dua orang
Jika nama penulis ada dua orang, tulis nama penulis kedua tanpa terbalik dan dihubungkan dengan kata “dan”.
Format:
Nama Belakang Penulis Pertama, Nama Depan Penulis Pertama, dan Nama Depan Nama Belakang Penulis Kedua. Judul Buku. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Dwipayana, Ari, dan Suroto Eko. Membangun Good Governance di Desa. IRE Press, 2003.
-
Jika pengarang berjumlah tiga orang
Jika nama penulis ada tiga orang, penulis kedua dan ketiga tidak dibalik, dan dihubungkan dengan kata “dan” pada penulis kedua dan ketiga.
Format:
Nama Belakang Penulis Pertama, Nama Depan Penulis Pertama, Nama Depan Nama Belakang Penulis Kedua, dan Nama Depan Nama Belakang Penulis Ketiga. Judul Buku. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Seruni, Laras Sekar, Imam Budiman, dan Fena Basafiana. Ensiklopedia Sastra Indonesia. Rusabesi, 2018.
-
Jika pengarang berjumlah banyak
Jika sumber memiliki lebih dari enam penulis, tuliskan tiga penulis pertama, lalu et al..
Format:
Nama Penulis 1, Nama Penulis 2, dan Nama Penulis 3, et al. Judul Buku. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Pratama, Andi, Budi Santoso, Citra Lestari, Dimas Wijaya, Eka Putri, dan Fajar Nugroho. Pengantar Ilmu Pendidikan. Gramedia, 2025.
-
Jika pengarang tidak diketahui atau anonim
Ketika penulis tidak diketahui atau anonim, maka penulisan dapat diawali dengan judul bukunya.
Format:
Judul Buku (ditulis miring). Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Sejarah Peminatan Kelas XII untuk SMA dan MA. Erlangga, 2013.
-
Jika buku memiliki banyak volume
Kalau satu karya terdiri dari beberapa volume, formatnya bisa disesuaikan dengan informasi yang ingin ditunjukkan.
Kalau yang dirujuk adalah keseluruhan seri, maka:
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. Judul Buku. Jumlah vol. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Durant, Will, and Ariel Durant. The Story of Civilization. 11 vols. Simon & Schuster, 1968–1975.
Jadi, 11 vols. menunjukkan bahwa karya tersebut terdiri dari 11 volume.
Kalau hanya merujuk satu volume tertentu, maka:
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. Judul Buku. Vol. X. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Durant, Will, and Ariel Durant. The Story of Civilization. Vol. 1, Our Oriental Heritage. Simon & Schuster, 1935.
-
Jika buku diproduksi oleh editor
Untuk buku yang tidak ditulis oleh satu penulis, tetapi disusun atau diedit oleh editor, nama editor bisa ditempatkan di posisi penulis, kemudian diberi keterangan ed. (satu editor) atau eds. (banyak editor).
Format satu editor:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis, ed. Judul Buku. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Lestari, Citra, ed. Pendidikan di Era Digital. Gramedia, 2025.
Format lebih dari satu editor:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis, dan Nama Depan Nama Belakang Penulis, eds. Judul Buku. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Lestari, Citra, and Budi Santoso, eds. Pendidikan di Era Digital. Gramedia, 2025.
-
Jika buku editor berisi bab dari penulis yang berbeda
Nah, kalau kamu sebenarnya ingin mengutip satu bab tertentu dari buku yang diedit, yang ditulis pertama adalah penulis babnya, bukan editornya.
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Bab.” Dalam Judul Buku, edited by Nama Editor. Penerbit, Tahun Terbit.
Contoh:
Pratama, Andi. “Literasi Digital bagi Pelajar.” Dalam Pendidikan di Era Digital, edited by Citra Lestari and Budi Santoso. Gramedia, 2025.
—
Biar belajar kamu nggak terasa monoton, coba pahami materi ini lewat video interaktif di AdaptoX, yuk!
2. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal
Jika kamu menggunakan jurnal sebagai sumber rujukan materi susunan penulisan daftar pustakanya adalah:
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Artikel.” Nama Jurnal Volume, no. Nomor (Tahun): Halaman.
Contoh:
Sulismadi. “Model Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa.” Jurnal Sosial Politik dan Humaniora 5, no. 2 (2017): 217–30.
Baca Juga: Pengertian, Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat & Contoh
3. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Website atau Internet
-
Jika mengambil artikel dari website
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Halaman/Artikel.” Nama Website, Tanggal Publikasi atau Pembaruan. URL.
Contoh:
Nanda, Galang Kris. “Cara Menulis Daftar Pustaka dan Contohnya.” Ruangguru, Januari 5, 2024. https://www.ruangguru.com/blog/cara-menulis-daftar-pustaka-dan-contohnya.
Kalau tidak ada nama penulis, nama website bisa digunakan sebagai pengganti. Contoh:
Ruangguru. “Cara Menulis Daftar Pustaka dan Contohnya.” Januari 5, 2024. https://www.ruangguru.com/blog/cara-menulis-daftar-pustaka-dan-contohnya.
-
Jika mengambil sumber dari e-book
Kalau e-book merupakan versi digital dari buku yang juga tersedia dalam format cetak, Chicago memperbolehkan buku tersebut dikutip seperti buku cetak, terutama jika format digitalnya memiliki halaman yang tetap dan sesuai dengan versi cetak.
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. Judul Buku. Penerbit, Tahun Terbit. URL atau DOI.
Contoh:
Pratama, Andi. Pengantar Ilmu Pendidikan. Gramedia, 2025. https://doi.org/xxxxx.
-
Jika mengambil sumber dari e-journal
Untuk artikel jurnal yang diakses secara online, maka penulisannya:
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Artikel.” Nama Jurnal Volume, no. Nomor (Tahun): Halaman. DOI/URL.
Contoh:
Lestari, Citra. “Digital Learning and Student Engagement.” Journal of Educational Research 15, no. 2 (2025): 120–135. https://doi.org/xxxxx.
Kalau e-journal tidak punya nomor halaman, maka kamu bisa menggunakan nomor artikel atau eLocator sebagai pengganti halaman. Gunakan nomor artikel tersebut sesuai informasi yang diberikan jurnal.
Contoh:
Lestari, Citra. “Digital Learning and Student Engagement.” Journal of Educational Research 15, no. 2 (2025): Article 105. https://doi.org/xxxxx.
4. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah Lain
Jika kamu menggunakan skripsi, tesis, disertasi, atau karya ilmiah lainnya sebagai bahan rujukan, kamu bisa menulis daftar pustakanya dengan:
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Skripsi.” Skripsi, Nama Universitas, Tahun Terbit.
Contoh:
Nanda, Galang Kris. “Strategi Pemenangan Sigit Pujiono dalam Pemilihan Kepala Desa Bulakan Tahun 2018.” Skripsi, Universitas Jenderal Soedirman, 2021.
5. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Koran atau Majalah
Jika kamu menggunakan referensi tulisan yang bersumber dari koran atau majalah, kamu bisa menuliskan daftar pustakanya dengan format sebagai berikut:
Format:
Nama Belakang Penulis, Nama Depan Penulis. “Judul Artikel.” Nama Publikasi, Tanggal Publikasi. URL/database jika ada.
Contoh:
Wahyudi, Johan. “Protes Cerdas Pendidik.” Suara Merdeka, 3 Oktober 2013.https://url.com/xxxxx.
—
Kamu butuh pendampingan belajar yang lebih personal? Yuk, pilih guru berkualitas, jadwal, dan materi sesuai kebutuhanmu di Ruangguru Privat!
6. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Hasil Wawancara
Jika wawancara dilakukan secara langsung untuk keperluan penelitian, tugas, atau penulisan dan hasilnya tidak diterbitkan, sumber tersebut biasanya cukup dicantumkan dalam teks atau catatan kaki. Wawancara seperti ini tidak selalu harus dimasukkan ke dalam daftar pustaka.
Berbeda dengan wawancara pribadi, wawancara yang dipublikasikan melalui koran, majalah, buku, podcast, program televisi, atau media online dapat diperlakukan sebagai sumber yang memiliki media publikasi.
Format:
Nama Narasumber. “Judul Wawancara.” Diwawancarai oleh Nama Pewawancara. Nama Media/Program, Tanggal Publikasi. URL.
Contoh:
Pratama, Andi. “Masa Depan Pendidikan Digital.” Diwawancarai oleh Citra Lestari. Ruang Edukasi, 10 Januari 2025. URL.
Kalau wawancaranya berupa video:
Pratama, Andi. “Masa Depan Pendidikan Digital.” Diwawancarai oleh Citra Lestari. Ruang Edukasi, 10 Januari 2025. Video, YouTube. URL.
Baca Juga: 655 Contoh Kata Baku dan Tidak Baku, Apa Bedanya?
7. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Musik
-
Musik dalam bentuk partitur
Format:
Nama Komposer. Judul Karya. Nama Editor/Penyusun, jika ada. Edisi, jika ada. Penerbit, Tahun.
Contoh:
Mozart, Wolfgang Amadeus. Sonatas and Fantasies for the Piano. Prepared from the autographs and earliest printed sources by Nathan Broder. Rev. ed. Theodore Presser, 1960.
-
Rekaman musik
Jika sumber yang digunakan adalah rekaman musik, formatnya berbeda karena yang menjadi sumber bukan buku atau partitur, melainkan rekaman.
Format:
Nama Artis/Komposer. “Judul Lagu.” Judul Album, Label/Penerbit, Tahun. Format atau Platform jika relevan. URL jika tersedia.
Contoh:
Coldplay. “Viva la Vida.” Viva la Vida or Death and All His Friends. Parlophone, 2008. URL.
8. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Video
Nggak cuman musik, kamu juga bisa menjadikan video yang sudah dipublikasikan sebagai sumber penulisan.
Format:
Nama Pembuat/Kreator. “Judul Video.” Nama Platform, Tanggal Publikasi. URL.
Contoh:
Satu Persen. “Kenapa Orang Sukses Selalu Punya Ritual.” YouTube, 31 Agustus 2022. URL.
Kalau nama kreator tidak tersedia, gunakan pihak yang paling bertanggung jawab atas video tersebut, misalnya organisasi atau kanal.
Contoh:
Ruangguru. “Tips Belajar Efektif untuk UTBK.” YouTube, 10 Januari 2025. URL.
9. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Audio
-
Podcast
Untuk podcast, informasi yang relevan biasanya mencakup pembawa acara, judul episode, nama podcast, tanggal publikasi, dan URL.
Format:
Nama Pembuat/Host. “Judul Episode.” Nama Podcast. Tanggal publikasi. URL.
Contoh:
Lestari, Citra. “Cara Belajar yang Efektif.” Belajar Bareng. 15 Januari 2025. URL.
-
Audiobook
Jika sumbernya berupa audiobook, informasi buku tetap menjadi bagian utama, tetapi format atau media digital dapat ditambahkan jika diperlukan.
Format:
Nama Penulis. Judul Buku. Nama Narator, nar. Penerbit/Platform, Tahun. URL.
Contoh:
Pratama, Andi. Pengantar Ilmu Pendidikan. Narrated by Citra Lestari. Gramedia Digital, 2025. URL.
Baca Juga: Pahami Pengertian, Jenis, dan Contoh Karya Tulis Ilmiah, Yuk!
—
Secara garis besar, begitulah cara dan contoh penulisan daftar pustaka yang benar berdasarkan gaya Chicago Manual of Style (CMOS). Kalau kamu ingin tau penulisan daftar pustaka berdasarkan gaya APA, kamu bisa baca di artikel Contoh dan Cara Penulisan Daftar Pustaka Menurut APA Style, ya!
Yuk, berlatih cara buat daftar pustaka sesuai dengan rujukan dari tugas yang sedang kamu kerjakan! Selain menghargai penulis sumber rujukan, daftar pustaka membuat tulisanmu layak sebagai bahan bacaan yang memiliki dasar yang kredibel, juga kuat.
Ingin mengetahui lebih banyak tentang cara menulis dan mengerjakan tugas dengan baik? Yuk, belajar bersama dengan para Master Teacher di ruangbelajar. Tentunya akan dipandu dengan para guru yang asik, agar belajarmu tidak membosankan.
Referensi:
Sabine Fasawwa, Syaima. “Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal, Buku, Website, Skripsi” Tirto.id. Diakses pada 4 Desember 2021. https://tirto.id/contoh-penulisan-daftar-pustaka-dari-jurnal-buku-website-skripsi-glTb.
Ahmad. “Cara menulis daftar pustaka daru buku, jurnal, skripsi, artikel, website”. gramedia.com. Diakses pada 17 Oktober 2022. https://www.gramedia.com/best-seller/cara-menulis-daftar-pustaka/
“Cara menulis daftar pustaka dari jurnal hingga hasil wawancara”. kumparan.com. Diakses pada 17 oktober 2022. https://kumparan.com/kabar-harian/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-jurnal-hingga-hasil-wawancara-1xkeROW794C/full
Sumber Foto:
Chmielewski, Kenny. Editions of The Encyclopedia Britannica. [online] https://www.britannica.com/topic/Encyclopaedia-Britannica-English-language-reference-work. (Diakses 4 Desember 2021)





