Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu, Urutan & Artinya

bacaan dzikir setelah sholat fardhu

Setelah menunaikan sholat fardhu, sebaiknya kita luangkan waktu untuk berdzikir. Yuk, simak bacaan dzikir setelah sholat berikut agar hati tetap tenang dan kita senantiasa mengingat Allah SWT.

—

 

Dzikir merupakan amalan ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat keimanan. Setelah sholat fardhu, umat Muslim disunnahkan untuk membaca dzikir sebagai bentuk syukur dan pengingat kepada-Nya.

Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai macam-macam bacaan dzikir setelah sholat fardhu, urutan bacaannya, manfaat, serta keutamaan yang dapat kita peroleh dari amalan ini. Langsung saja yuk, kita mulai!

 

Memahami Pengertian Dzikir

Secara bahasa, kata dzikir berasal dari bahasa Arab, yaitu dzakara yang berarti mengingat, menyebut, atau mengucapkan. Dalam konteks Islam, dzikir merupakan aktivitas mengingat dan menyebut nama Allah SWT, baik melalui hati maupun lisan.

Dzikir juga menjadi salah satu cara seorang Muslim untuk menghadirkan kesadaran akan Allah dalam setiap aktivitas, dan mendorong diri untuk senantiasa menjalankan ketaatan kepada-Nya.

Baca Juga: Bacaan Dzikir Pagi dan Petang serta Keutamaannya

 

Manfaat dan Keutamaan Dzikir

Dzikir bukan hanya amalan untuk mengingat dan menyebut nama Allah SWT, tetapi juga memiliki banyak keutamaan bagi kehidupan seorang Muslim. Berikut beberapa manfaat dan keutamaan dzikir yang penting untuk diketahui:

 

1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Salah satu keutamaan dzikir adalah membantu seorang Muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Ketika hati dan lisan terbiasa berdzikir, hubungan seorang hamba dengan Allah pun dapat semakin dekat.

 

2. Menguatkan Iman dan Keyakinan

Ketika mengucapkan kalimat-kalimat dzikir yang mengandung pujian dan pengagungan kepada Allah, seorang Muslim kembali mengingat kebesaran, kekuasaan, dan kasih sayang-Nya. Hal ini dapat membantu menumbuhkan keyakinan bahwa Allah senantiasa mengetahui dan mengatur kehidupan hamba-Nya.

 

3. Menenangkan Hati

Di tengah kesibukan, kekhawatiran, atau berbagai persoalan yang sedang dihadapi, meluangkan waktu untuk mengingat Allah dapat membantu seseorang menenangkan diri dan mengembalikan fokus kepada-Nya. Oleh karena itu, dzikir dapat menjadi salah satu amalan yang dilakukan ketika hati sedang gelisah atau membutuhkan ketenangan.

 

4. Mendapatkan Ampunan Allah

Dzikir termasuk amalan yang memiliki keutamaan besar dan dapat menjadi salah satu sebab seorang Muslim memperoleh ampunan dari Allah SWT.

 

5. Pengingat Diri untuk Menjauhi Perbuatan Buruk

Kebiasaan berdzikir membuat seseorang lebih sering mengingat Allah SWT. Kesadaran tersebut dapat membantu menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik karena seseorang kembali mengingat bahwa setiap perkataan dan perbuatannya berada dalam pengetahuan Allah.

 

6. Mendapatkan Pahala

Dzikir merupakan salah satu amalan yang dapat dilakukan dengan mudah dalam berbagai kesempatan, tetapi memiliki keutamaan dan pahala di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, seorang Muslim dapat membiasakan diri berdzikir tanpa harus menunggu waktu tertentu, selama dilakukan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan dalam Islam.

Baca Juga: 15 Manfaat Dzikir bagi Umat Islam beserta Makna dan Caranya

—

Kamu punya PR, belum paham materi, atau mau latihan soal? AiRIS siap bantu menjawab pertanyaan, menjelaskan konsep, dan memberikan latihan soal kapan saja. Belajar jadi lebih praktis, interaktif, dan sesuai kebutuhanmu. Cobain sekarang, yuk!

CTA AiRIS

 

Macam-Macam Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Dalam praktiknya, dzikir sering dikaitkan dengan melafalkan kalimat-kalimat yang mengandung pujian, pengagungan, dan pengingat kepada Allah SWT.

Beberapa lafal yang umum diucapkan antara lain subhanallah (Maha Suci Allah), alhamdulillah (segala puji bagi Allah), laa ilaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

Namun, ada juga bacaan dzikir lain yang bisa kamu amalkan, di antaranya:

 

1. Istighfar (Memohon Ampun)

Bacaan Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Bacaan Latin: Astaghfirullahal ‘azhim.

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.

Istighfar merupakan bacaan yang berisi permohonan ampun kepada Allah SWT. Dengan membaca istighfar, seorang Muslim mengakui kekurangan dan kesalahannya serta memohon agar Allah memberikan ampunan.

Bacaan ini juga menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba di hadapan keagungan Allah SWT.

 

2. Tahmid (Memuji Allah)

Bacaan Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ

Bacaan Latin: Alhamdulillah.

Artinya: Segala puji bagi Allah.

Tahmid merupakan ungkapan pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan. Dengan mengucapkan alhamdulillah, seorang Muslim mengingat bahwa segala bentuk kebaikan dan nikmat pada hakikatnya berasal dari Allah SWT.

 

3. Takbir (Mengagungkan Allah)

Bacaan Arab: اللَّهُ أَكْبَرُ

Bacaan Latin: Allahu Akbar.

Artinya: Allah Maha Besar.

Takbir merupakan ungkapan untuk mengagungkan Allah SWT. Kalimat ini mengingatkan seorang Muslim bahwa kebesaran dan kekuasaan Allah melampaui segala sesuatu. Dengan membaca takbir, kita kembali menyadari bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Agung dan tidak ada yang menyamai-Nya.

 

4. Tasbih (Menyucikan Allah)

Bacaan Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ

Bacaan Latin: Subhanallah.

Artinya: Maha Suci Allah.

Tasbih merupakan ungkapan untuk menyucikan Allah SWT dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya. Dengan membaca subhanallah, seorang Muslim mengakui kesempurnaan dan kesucian Allah SWT.

 

5. Tahlil (Mengucapkan Kalimat Tauhid)

Bacaan Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Bacaan Latin: La ilaha illallah.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.

Bacaan ini mengandung keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan tidak ada Tuhan selain-Nya. Oleh karena itu, tahlil menjadi salah satu bentuk dzikir yang mengingatkan seorang Muslim pada dasar keimanannya kepada Allah SWT.

 

6. Doa Memohon Perlindungan

Bacaan Arab: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bacaan Latin: A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Bacaan ini merupakan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan dan gangguan setan. Dengan membacanya, seorang Muslim memohon agar Allah senantiasa memberikan perlindungan dan menjauhkan dirinya dari berbagai keburukan.

 

7. Doa Kebaikan di Dunia dan Akhirat

Bacaan Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Bacaan Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina ‘adzaban-nar.

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.

Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan dalam kehidupan dunia sekaligus kehidupan akhirat.

Baca Juga: Kumpulan Doa Selamat Dunia & Akhirat, Bacaan Arab, Latin, Artinya

Selain bacaan-bacaan di atas, bacaan dzikir sesudah sholat juga bisa menggunakan berbagai doa maupun ayat-ayat dari Al-Qur’an.

 

Urutan Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Sebenarnya, tidak ada urutan mutlak dalam membaca dzikir setelah sholat. Namun, salah satu susunan yang umum diamalkan adalah membaca istighfar, dilanjutkan dengan doa memohon keselamatan, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, Ayat Kursi, serta surah-surah pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Nah, berikut urutan bacaan yang bisa kamu jadikan panduan:

 

1. Membaca Istighfar Sebanyak Tiga Kali

Setelah salam, Rasulullah terbiasa memohon ampun kepada Allah SWT sebanyak tiga kali. Hal ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim.

Bacaan Arab:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

 

Bacaan Latin:

Astaghfirullah.
Astaghfirullah.
Astaghfirullah.

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah.

Istighfar setelah sholat menjadi bentuk pengakuan bahwa sebagai manusia, kita tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, bahkan ketika baru selesai melaksanakan ibadah. Oleh karena itu, kita memohon ampun kepada Allah SWT sekaligus berharap agar ibadah yang telah dilakukan diterima oleh-Nya.

 

2. Membaca Doa Memohon Keselamatan

Setelah beristighfar, Rasulullah juga membaca doa yang berisi pujian kepada Allah SWT dan memohon keberkahan.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

 

Bacaan Latin: Allahumma antas-salaamu wa minkas-salaamu, tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam.

Artinya: Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.

Selain doa tersebut, terdapat pula riwayat tentang bacaan yang lebih panjang setelah sholat, yakni:

Bacaan Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

 

Bacaan Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal-jaddi minkal-jaddu. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu, lahun-ni’mah wa lahul-fadhlu wa lahuts-tsanaa’ul-hasan. Laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud-diina wa lau karihal-kaafiruun.

Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi. Tidak berguna kekayaan seseorang untuk menyelamatkannya dari azab-Mu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Milik-Nya segala nikmat, karunia, dan pujian yang baik. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kami memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.

—

Kamu butuh pendampingan belajar yang lebih personal? Yuk, pilih guru berkualitas, jadwal, dan materi sesuai kebutuhanmu di Ruangguru Privat!

CTA Ruangguru Privat

 

3. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Selanjutnya, salah satu dzikir yang sangat dikenal setelah sholat adalah membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali. Dalam salah satu riwayat Shahih Muslim, Rasulullah mengajarkan membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca kalimat tauhid.

 

  • Tasbih

Bacaan Arab:

سُبْحَانَ اللَّهِ

 

Bacaan Latin: Subhanallah.

Artinya: Maha Suci Allah.

 

  • Tahmid

Bacaan Arab:

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Bacaan Latin: Alhamdulillah.

Artinya: Segala puji bagi Allah.

 

  • Takbir

Bacaan Arab:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Bacaan Latin: Allahu Akbar.

Artinya: Allah Maha Besar.

Namun, terdapat pula riwayat shahih lain yang menyebutkan susunan 33 tasbih, 33 tahmid, dan 34 takbir setelah setiap sholat. Artinya, tidak perlu menganggap hanya ada satu cara yang paling benar. Keduanya memiliki dasarnya dalam riwayat.

 

4. Membaca Kalimat Tauhid sebagai Penyempurna Dzikir

Jika menggunakan susunan 33 kali untuk masing-masing tasbih, tahmid, dan takbir, bacaan berikut dapat digunakan untuk menyempurnakan jumlahnya menjadi 100.

Bacaan Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Bacaan Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Bacaan ini menjadi penyempurna dari 99 hitungan tasbih, tahmid, dan takbir sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 100. Keutamaan bacaan ini setelah sholat juga disebutkan dalam Shahih Muslim.

 

5. Membaca Ayat Kursi

Setelah berdzikir, seorang Muslim juga dapat membaca Ayat Kursi, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 255. Terdapat riwayat yang menganjurkan membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat wajib.

Bacaan Arab:

اللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ إِلَّا بِإِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ إِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

 

Bacaan Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwa, al-hayyul-qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya’uuduhuu hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘azhiim.

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak dilanda kantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Baca Juga: Bacaan Ayat Kursi, Arti, dan Keutamaannya dalam Kehidupan

 

6. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Setelah membaca Ayat Kursi, dzikir dapat dilanjutkan dengan membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Ketiganya dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat dan memiliki keutamaan sebagai bacaan perlindungan.

 

  • Surah Al-Ikhlas

Bacaan Arab:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝١
اللَّهُ الصَّمَدُ ۝٢
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝٣
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ۝٤

 

Bacaan Latin:

Qul huwallaahu ahad.
Allaahush-shamad.
Lam yalid wa lam yuulad.
Wa lam yakul-lahuu kufuwan ahad.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’

 

  • Surah Al-Falaq

Bacaan Arab:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝١
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝٢
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝٣
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝٤
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۝٥

 

Bacaan Latin:

Qul a’uudzu birabbil-falaq.
Min syarri maa khalaq.
Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin-naffaatsaati fil-‘uqad.
Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

Artinya: Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.’

 

  • Surah An-Nas

Bacaan Arab:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝١
مَلِكِ النَّاسِ ۝٢
إِلَهِ النَّاسِ ۝٣
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝٤
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝٥
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۝٦

 

Bacaan Latin:

Qul a’uudzu birabbin-naas.
Malikin-naas.
Ilaahin-naas.
Min syarril-waswaasil-khannaas.
Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas.
Minal-jinnati wan-naas.

Artinya: Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’

 

7. Doa dan Dzikir Lainnya

Setelah rangkaian dzikir tersebut, seorang Muslim masih dapat melanjutkannya dengan doa sesuai kebutuhan. Misalnya, memohon ampunan, kesehatan, keberkahan, kemudahan dalam menjalani aktivitas, serta kebaikan di dunia dan akhirat.

Baca Juga: Bacaan Niat dan Doa Setelah Sholat Fardhu disertai Makna & Keutamaannya

—

Dengan rutin mengamalkan dzikir sesudah sholat fardhu, kita tidak hanya bisa memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga memperoleh ketenangan hati dan keteguhan iman. Bacaan dzikir setelah sholat ini dapat menjadi langkah kecil, namun bermakna untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap waktu yang bergulir di kehidupan kita. 

Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam memperbaiki dan memperkuat amalan dzikir sehari-hari, sehingga keberkahan selalu menyertai setiap langkahmu, ya! Jangan lupa juga untuk selalu belajar bersama ruangbelajar agar belajarmu semakin seru!

CTA ruangbelajar

Referensi:

https://www.detik.com/jateng/berita/d-7289798/urutan-dzikir-setelah-sholat-5-waktu-arab-latin-dan-artinya (Diakses pada 29 Oktober 2024)

https://lpsi.uad.ac.id/wp-content/uploads/Buku-Saku-Tuntunan-Doa-dan-Dzikir.pdf (Diakses pada 29 Oktober 2024)

https://www.gramedia.com/literasi/doa-setelah-sholat-fardhu/?srsltid=AfmBOop9zoR7Ypc_xjf-S3jFe5eAWNtbarYKALn6ZGKJ_BwuG-T-mf4O (Diakses pada 29 Oktober 2024)

Kenya Swawikanti

Turning random thoughts and endless curiosity into things worth reading. Hope you enjoy it!