Pengertian Kata Serapan, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya

Pernah sadar nggak, kalau banyak kata yang kita gunakan sehari-hari ternyata berasal dari bahasa lain? Kata-kata hasil penyerapan tersebut dikenal sebagai kata serapan. Yuk, kita belajar di artikel ini!
—
Coba perhatikan deh kata-kata yang kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, komputer, informasi, permen, jendela, dan bendera. Ternyata, ada banyak kata yang sudah begitu akrab di telinga, tetapi sebenarnya berasal dari bahasa lain, lho. Kita bisa menyebutnya sebagai kata serapan.
Menariknya, walaupun kita sering menggunakan kata-kata tersebut, kebanyakan dari kita, nggak tau dari mana asalnya atau bagaimana kata itu bisa menjadi bagian dari Bahasa Indonesia. Nah, supaya makin paham, yuk, kenali lebih jauh pengertian kata serapan, ciri-ciri, jenis, hingga contoh yang sering kita gunakan sehari-hari.
Apa itu Kata Serapan?
Secara sederhana, kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa lain dan kemudian digunakan dalam suatu bahasa. Proses ini disebut penyerapan bahasa. Kata yang diserap bisa berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah, lalu bentuk, ejaan, pelafalan, atau maknanya dapat mengalami penyesuaian agar sesuai dengan penggunaan dalam Bahasa Indonesia.
Baca Juga: Pengertian Kata Benda, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya
Kenapa Bahasa Indonesia Memiliki Banyak Kata Serapan?
Kehadiran kata serapan nggak bisa dilepaskan dari interaksi antarmasyarakat yang menggunakan bahasa berbeda. Sejak dulu, masyarakat di berbagai wilayah saling berhubungan melalui perdagangan, pendidikan, perpindahan penduduk, penyebaran agama, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga pertukaran budaya dan teknologi.
Ketika terjadi interaksi tersebut, muncul berbagai benda, konsep, kebiasaan, atau pengetahuan baru yang perlu disebut dengan sebuah istilah. Dari sinilah kosakata baru dapat masuk dan digunakan dalam bahasa masyarakat yang menerimanya.
Sebagai contoh, taukah kamu orang Sumatra, tepatnya daerah pesisir utara seperti Medan, menyebut kendaraan roda dua dengan sebutan “kereta”? Sedangkan di Pulau Jawa, benda yang sama disebut “sepeda motor” atau “motor”. Kata “kereta” untuk menyebut sepeda motor berasal dari Bahasa Melayu. Sedangkan, kata “motor” adalah kata serapan dari bahasa Belanda, yaitu “motorfiets“.

Hal tersebut terjadi karena mereka hidup di dekat selat yang menjadi jalur perdagangan tersibuk di dunia pada masa kerajaan Hindu-Budha sampai Islam. Lokasi geografis tersebut membuat mereka lebih dulu terpapar dengan informasi dan teknologi, yang salah satunya adalah motor. Ketika melihat motor, mereka membuat istilah sendiri untuk alat transportasi yang tidak digerakkan oleh tenaga manusia dengan sebutan kereta.
Sedangkan di Pulau Jawa, benda yang sama atau mirip, baru ada belakangan dan diperkenalkan oleh Bangsa Belanda. Dan masyarakat Jawa tidak membuat istilah sendiri, melainkan langsung menyerap dari Bahasa Belanda.
Contoh tersebut membantu kita melihat bahwa kosakata yang digunakan sehari-hari dapat memiliki latar belakang yang beragam. Ada kata yang diserap dari bahasa lain, ada pula istilah yang berkembang melalui penggunaan masyarakat setempat.
Ciri-Ciri Kata Serapan
Berikut beberapa ciri kata serapan yang perlu kamu pahami:
1. Berasal dari Bahasa atau Dialek Lain
Kata serapan pada dasarnya berasal dari bahasa lain yang kemudian digunakan dalam Bahasa Indonesia. Sumbernya bisa berupa bahasa asing maupun bahasa daerah. Hal ini terjadi karena adanya interaksi antara masyarakat yang menggunakan bahasa berbeda.
2. Mengalami Penyesuaian Bentuk atau Ejaan
Saat sebuah kata dari bahasa lain masuk ke dalam Bahasa Indonesia, bentuknya tidak selalu dipertahankan persis seperti bahasa asalnya. Kata tersebut dapat mengalami penyesuaian ejaan, pelafalan, maupun bentuk agar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Misalnya, kata activity dalam bahasa Inggris diserap menjadi aktivitas dalam Bahasa Indonesia.
Baca Juga: Kenapa Ya Ada Banyak Macam Bahasa di Dunia?
3. Maknanya Digunakan dalam Bahasa Indonesia
Kata yang diserap dari bahasa lain digunakan untuk menyampaikan makna atau konsep tertentu dalam Bahasa Indonesia. Makna tersebut bisa tetap sama dengan bahasa asalnya, atau mengalami perubahan/perluasan dengan perkembangan penggunaannya.
Misalnya, kata “informasi” berasal dari bahasa asing dan digunakan dalam Bahasa Indonesia untuk menyebut keterangan atau pemberitahuan mengenai sesuatu. Kata tersebut kini digunakan secara luas dalam berbagai konteks, mulai dari percakapan sehari-hari hingga bidang pendidikan, teknologi, dan media.
4. Sudah Menjadi Bagian dari Kosakata Bahasa Indonesia
Kata serapan yang sudah diterima dalam Bahasa Indonesia bukan lagi sekadar kata asing yang sesekali digunakan. Kata tersebut telah digunakan dalam komunikasi sehari-hari maupun berbagai jenis teks.
—
Sudah sejauh apa kesiapanmu menghadapi ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA)? Yuk, ikuti tryout TKA di ruanguji! Kamu juga bisa gunakan hasil analisisnya untuk menyusun strategi belajar berikutnya, loh.
Jenis-Jenis Kata Serapan
Kata serapan tidak selalu masuk ke dalam Bahasa Indonesia dengan cara yang sama. Ada kata yang digunakan hampir tanpa perubahan, ada yang mengalami penyesuaian ejaan dan pelafalan, serta ada pula istilah yang diterjemahkan atau dibuatkan padanan berdasarkan maknanya.
Berdasarkan cara penyerapannya, kata serapan dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu adopsi, adaptasi, terjemahan, dan kreasi. Yuk, pahami perbedaannya satu per satu!
Baca Juga: Pengertian Kata Sifat, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya
1. Adopsi
Adopsi adalah proses penyerapan dengan mengambil bentuk kata dari bahasa asal secara utuh atau hampir tanpa perubahan. Dengan kata lain, kata tersebut digunakan dalam Bahasa Indonesia dengan bentuk yang masih sama atau sangat mirip dengan bentuk aslinya.
Proses ini biasanya terjadi ketika sebuah kata dari bahasa lain sudah cukup dikenal dan dapat digunakan dalam Bahasa Indonesia tanpa perlu banyak penyesuaian.
Contohnya:
- internet, yang berasal dari bahasa Inggris internet;
- supermarket, yang berasal dari bahasa Inggris supermarket;
- minimarket, yang berasal dari bahasa Inggris minimarket;
- kitab, yang berasal dari bahasa Arab kitāb;
- guru dan raja, yang berasal dari bahasa Sanskerta;
- notaris, yang berasal dari bahasa Belanda notaris.
Dari contoh tersebut, kamu bisa melihat bahwa bentuk kata yang diserap masih sangat dekat dengan bentuk dalam bahasa asalnya.
2. Adaptasi
Berbeda dengan adopsi, adaptasi merupakan proses penyerapan kata dengan menyesuaikan bentuk, ejaan, atau pelafalannya agar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Artinya, kata dari bahasa asalnya, nggak langsung digunakan begitu saja. Bentuknya dapat berubah supaya lebih sesuai dengan sistem bahasa Indonesia.
Contohnya:
- computer → komputer
- calculator → kalkulator
- international → internasional
- kantoor → kantor
- politie → polisi
- benzine → bensin
- sapato → sepatu
- djanela → jendela
- mesa → meja
- nagara → negara
- pandita → pendeta
- svarga → surga
- svāmin → suami
- strī → istri
Perhatikan bahwa bentuk kata di atas, berubah setelah diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Perubahan ini dapat berupa perubahan huruf, susunan kata, maupun penyesuaian bunyi atau pelafalan.
3. Terjemahan
Terjemahan merupakan proses penyerapan dengan mengambil konsep atau makna dari istilah dalam bahasa lain, kemudian menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia.
Jadi, yang dipindahkan bukan bentuk katanya, melainkan makna atau konsep yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, hasilnya bisa memiliki bentuk yang sangat berbeda dari istilah dalam bahasa asal.
Contohnya:
- keyboard → papan ketik
- mouse → tetikus
- timeline → linimasa
4. Kreasi
Kalau pada jenis terjemahan hasilnya masih berusaha mengikuti makna atau unsur istilah asal secara langsung, pada kreasi, padanan yang dibuat tidak harus menerjemahkan kata asal secara harfiah.
Dalam proses ini, istilah dalam Bahasa Indonesia dibuat berdasarkan konsep atau makna yang ingin disampaikan, tetapi bentuk katanya dapat berbeda dari istilah dalam bahasa asal.
Contohnya:
- download → unduh
- upload → unggah
- spare parts → suku cadang
- shuttle → ulang-alik dalam konteks tertentu.
Kata unduh dan unggah, merupakan contoh yang menarik. Keduanya bukan terjemahan harfiah dari download dan upload. Istilah tersebut menggunakan kata yang sudah dikenal dalam bahasa daerah, kemudian diberi makna baru yang sesuai dengan konteks teknologi.
Dalam bahasa Jawa, unduh berkaitan dengan kegiatan memetik atau mengambil hasil tanaman, sedangkan unggah berkaitan dengan menaikkan atau membawa sesuatu ke tempat yang lebih tinggi. Ketika digunakan dalam istilah teknologi, keduanya menjadi padanan untuk kegiatan download dan upload.
Nah, dari dua contoh tersebut, menunjukkan bahwa penciptaan istilah dalam Bahasa Indonesia nggak selalu dilakukan dengan menerjemahkan kata asing secara langsung. Suatu kata yang sudah ada dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah dapat digunakan untuk mewakili konsep baru selama maknanya sesuai dengan istilah yang ingin disampaikan.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kata Baku dan Tidak Baku, Apa Bedanya?
—
Sudah tau belum, para pengajar di Ruangguru Privat sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik banner berikut!
Contoh Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia
Setelah kamu memahami pengertian, ciri-ciri, dan jenis kata serapan, biar nggak cuma tahu teorinya, yuk, lihat berbagai contoh kata serapan beserta bahasa asalnya!
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Arab
| No. | Kata Serapan | Kata Asal |
| 1 | Aba/Abah | Abun |
| 2 | Abadi | Abadiyyun |
| 3 | Abdi | ‘Abdun |
| 4 | Adab | Adabun |
| 5 | Adat | ‘Aadatun |
| 6 | Ajaib | ‘Ajaaibun |
| 7 | Ajal | ‘Ajalun |
| 8 | Adil | ‘Adlun |
| 9 | Afdal | Afdalun |
| 10 | Ahli | Ahlun |
| 11 | Akbar | Akbarun |
| 12 | Akhir | Akhiirun |
| 13 | Akhirat | Akhiiratun |
| 14 | Akhlak | Akhlaaqun |
| 15 | Akibat | ‘Aaqibatun |
| 16 | Akidah | ‘Aqiidatun |
| 17 | Akikah | ‘Aqiiqatun |
| 18 | Akrab | Aqrabun |
| 19 | Alam | ‘Aalamun |
| 20 | Alami | ‘Aalamiyyun |
| 21 | Azab | ‘Azaabun |
| 22 | Azan | Aazanun |
| 23 | Balig | Baliigun |
| 24 | Daftar | Daftarun |
| 25 | Dakwa | Da’waa |
| 26 | Dakwah | Da’watun |
| 27 | Dalil | Daliilun |
| 28 | Darurat | Daruuratun |
| 29 | Derajat | Darajatun |
| 30 | Dunia | Dunyaa |
| 31 | Duniawi | Dunyawiyyun |
| 32 | Fajar | Fajrun |
| 33 | Fikih | Faqiihun |
| 34 | Fitnah | Fitnatun |
| 35 | Fitrah | Fitratun |
| 36 | Gaib | Gaaibun |
| 37 | Gibah | Giibatun |
| 38 | Hadir | Haadirun |
| 39 | Hafiz | Haafizun |
| 40 | Haid | Haaidun |
| 41 | Hajat | Haajatun |
| 42 | Haji | Hajjun |
| 43 | Hak | Haqqun |
| 44 | Hakikat | Haqiiqatun |
| 45 | Hakim | Hakiimun |
| 46 | Hal | Haalun |
| 47 | Halal | Halaalun |
| 48 | Haram | Haramun |
| 49 | Hewan | Hayawaanun |
| 50 | Hidayah | Hidaayatun |
| 51 | Hijab | Hijaabun |
| 52 | Hijrah | Hijrun |
| 53 | Hikmah | Hikmatun |
| 54 | Ibadah | Ibaadatun |
| 55 | Iduladha | ‘Iidu al-adhaa |
| 56 | Idulfitri | ‘Iidu al-fitri |
| 57 | Ijazah | Ijaazatun |
| 58 | Ikhlas | Ikhlaasun |
| 59 | Ikhtiar | Ikhtiyaarun |
| 60 | Imiah | ‘Ilmiyyatun |
| 61 | Ilmu | ‘Ilmun |
| 62 | Imam | Imaamun |
| 63 | Iman | Iimaanun |
| 64 | Islam | Islaamun |
| 65 | Jadwal | Jadwalun |
| 66 | Jamaah | Jamaa’atun |
| 67 | Jasad | Jasadun |
| 68 | Jawab | Jawaabun |
| 69 | Jenazah | Janaazatun |
| 70 | Jiarah/Ziarah | Ziyaaratun |
| 71 | Kakbah | Ka’batun |
| 72 | Kalbu | Qalbun |
| 73 | Karib | Qariibun |
| 74 | Kerabat | Qaraabatun |
| 75 | Khusus | Khusuusun |
| 76 | Khusyuk | Khusyuu’un |
| 77 | Kiamat | Qiyaamatun |
| 78 | Kiblat | Qiblatun |
| 79 | Kimia | Kiimiyaau |
| 80 | Kisah | Qissatun |
| 81 | Kitab | Kitaabun |
| 82 | Kodrat | Qudratun |
| 83 | Lezat | Lazzatun |
| 84 | Logat | Lugatun |
| 85 | Majelis | Majilisun |
| 86 | Makalah | Maqaalatun |
| 87 | Makhluk | Makhluuqun |
| 88 | Makmum | Ma’muumun |
| 89 | Maut | Mautun |
| 90 | Nafkah | Nafaqatun |
| 91 | Nafsu | Nafsun |
| 92 | Najis | Najisun |
| 93 | Nasihat | Nasiihatun |
| 94 | Nikah | Nikaahun |
| 95 | Paham | Fahmun |
| 96 | Pasal | Faslun |
| 97 | Pikir | Fikrun |
| 98 | Rakyat | Ra’iyyatun |
| 99 | Ramadan | Ramadaanu |
| 100 | Rejeki | Rizqun |
| 101 | Riba | Ribaa |
| 102 | Riwayat | Riwaayatun |
| 103 | Roh | Ruuhun |
| 104 | Sabar | Sabrun |
| 105 | Sah | Sahhun |
| 106 | Sahabat | Sahaabatun |
| 107 | Sifat | Sifatun |
| 108 | Silaturahmi | Sillatu ar-rahmi |
| 109 | Silsilah | Silsilatun |
| 110 | Taat | Taa’atun |
| 111 | Takdir | Taqdiirun |
| 112 | Takjub | Ta’ajjubun |
| 113 | Takwa | Taqwaa |
| 114 | Taufik | Taufiqun |
| 115 | Tauhid | Tauhiidun |
| 116 | Ulama | ‘Ulamaa’u |
| 117 | Wajah | Wajhun |
| 118 | Wajib | Wajiibun |
| 119 | Wakil | Wakiilun |
| 120 | Waktu | Waqt |
| 121 | Wujud | Wujuudun |
| 122 | Yakin | Yaqin |
| 123 | Yakni | Ya’ni |
| 124 | Zakat | Zakaatun |
| 125 | Zaman | Zamanun |
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kalimat Fakta & Opini beserta Pengertian, Ciri, Perbedaan
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Belanda
| No. | Kata Serapan | Kata Asal |
| 1 | Absen | Absent |
| 2 | Administrasi | Administratie |
| 3 | Advokat | Advocaat |
| 4 | Akrobat | Acrobaat |
| 5 | Aksi | Aktie |
| 6 | Akta | Akte |
| 7 | Alarm | Alarm |
| 8 | Amatir | Amateur |
| 9 | Analisis | Analyse |
| 10 | Anekdot | Anekdote |
| 11 | Antena | Antenne |
| 12 | Apel | Appel |
| 13 | Artikel | Artikel |
| 14 | Aspirasi | Aspiratie |
| 15 | Asuransi | Assurantie |
| 16 | Bank | Bank |
| 17 | Barak | Barak |
| 18 | Bayar | Betaal |
| 19 | Bagasi | Bagage |
| 20 | Bangkrut | Bangkroet |
| 21 | Baterai | Batterij |
| 22 | Baut | Bout |
| 23 | Bensin | Benzine |
| 24 | Bioskop | Bioscoop |
| 25 | Biro | Biro |
| 26 | Biskuit | Beschuit |
| 27 | Blok | Blok |
| 28 | Buncis | Boontjes |
| 29 | Buku | Boek |
| 30 | Bus | Bus |
| 31 | Butik | Boetiek |
| 32 | Cek | Cheque |
| 33 | Cokelat | Chocolade |
| 34 | Debit | Debet |
| 35 | Delman | Delman |
| 36 | Dinamika | Dynamiek |
| 37 | Diploma | Diploma |
| 38 | Direktur | Directeur |
| 39 | Distribusi | Distributie |
| 40 | Divisi | Divisie |
| 41 | Dokter | Dokter |
| 42 | Dokumen | Document |
| 43 | Dosen | Docent |
| 44 | Engsel | Hengsel |
| 45 | Edisi | Editie |
| 46 | Ekspor | Export |
| 47 | Emisi | Emissie |
| 48 | Emosi | Emotie |
| 49 | Farmasi | Farmacie |
| 50 | Fasinasi | Fascinatie |
| 51 | Figurasi | Figuratie |
| 52 | Formasi | Formatie |
| 53 | Fotografi | Fotografie |
| 54 | Fraksi | Fractie |
| 55 | Garansi | Garantie |
| 56 | Gas | Gas |
| 57 | Gelas | Glas |
| 58 | Generasi | Generatie |
| 59 | Gorden | Gordijn |
| 60 | Gula | Goela |
| 61 | Handuk | Handdoek |
| 62 | Helikopter | Helikopter |
| 63 | Hipotek | Hypotheek |
| 64 | Identifikasi | Identificatie |
| 65 | Impor | Import |
| 66 | Indeks | Index |
| 67 | Industri | Industrie |
| 68 | Inflasi | Inflatie |
| 69 | Inspeksi | Inspectie |
| 70 | Instalasi | Installatie |
| 71 | Institut | Instituut |
| 72 | Instruksi | Instructie |
| 73 | Instrumen | Instrument |
| 74 | Jenderal | Generaal |
| 75 | Jurnal | Journaal |
| 76 | Kalender | Kalender |
| 77 | Kalkulasi | Calculatie |
| 78 | Kantor | Kantoor |
| 79 | Kapitulasi | Capitulatie |
| 80 | Kapten | Kapitein |
| 81 | Kategori | Categorie |
| 82 | Karakter | Karakter |
| 83 | Kelas | Klas |
| 84 | Kilometer | Kilometer |
| 85 | Klakson | Claxon |
| 86 | Koloni | Kolonie |
| 87 | Komisi | Commissie |
| 88 | Kompas | Kompas |
| 89 | Kompor | Komfoor |
| 90 | Kontrak | Contract |
| 91 | Kontrol | Controle |
| 92 | Koper | Koffer |
| 93 | Koperasi | Koöperatie |
| 94 | Kopi | Koffie |
| 95 | Kopling | Koppeling |
| 96 | Korespondensi | Correspondentie |
| 97 | Kostum | Kostuum |
| 98 | Kredit | Krediet |
| 99 | Kulkas | Koelkast |
| 100 | Kursus | Cursus |
| 101 | Laboratorium | Laboratorium |
| 102 | Laci | Ladjie |
| 103 | Lisensi | Licentie |
| 104 | Mandat | Mandaat |
| 105 | Material | Materiaal |
| 106 | Mesin | Machine |
| 107 | Mobil | Mobiel |
| 108 | Museum | Museum |
| 109 | Notaris | Notaris |
| 110 | Organ | Orgaan |
| 111 | Orkes | Orkest |
| 112 | Pabrik | Fabriek |
| 113 | Paket | Pakket |
| 114 | Pelat | Plaat |
| 115 | Pensiun | Pensioen |
| 116 | Piket | Piket |
| 117 | Pionir | Pionier |
| 118 | Pistol | Pistool |
| 119 | Plafon | Plafond |
| 120 | Polisi | Politie |
| 121 | Pos | Post |
| 122 | Premi | Premie |
| 123 | Presiden | President |
| 124 | Proses | Proces |
| 125 | Produk | Product |
| 126 | Profit | Profijt |
| 127 | Provinsi | Provincie |
| 128 | Pulpen | Vulpen |
| 129 | Publikasi | Publicatie |
| 130 | Radio | Radio |
| 131 | Rekening | Rekening |
| 132 | Rekrut | Rekrut |
| 133 | Reklame | Reklame |
| 134 | Relasi | Relatie |
| 135 | Rem | Rem |
| 136 | Reputasi | Reputatie |
| 137 | Resolusi | Resolutie |
| 138 | Saldo | Saldo |
| 139 | Salon | Salon |
| 140 | Sekretariat | Secretariaat |
| 141 | Sanksi | Sanctie |
| 142 | Selang | Slang |
| 143 | Sentral | Centraal |
| 144 | Sertifikat | Certificaat |
| 145 | Silinder | Cilinder |
| 146 | Sinyal | Signaal |
| 147 | Sirup | Siroop |
| 148 | Situasi | Situatie |
| 149 | Skorsing | Schorsing |
| 150 | Slogan | Slogan |
| 151 | Sosial | Sociaal |
| 152 | Spesial | Speciaal |
| 153 | Stasiun | Station |
| 154 | Stempel | Stempel |
| 155 | Struktur | Structuur |
| 156 | Studi | Studie |
| 157 | Substansi | Substantie |
| 158 | Syal | Sjaal |
| 159 | Tangki | Tank |
| 160 | Telepon | Telefoon |
| 161 | Tekstil | Textiel |
| 162 | Tiket | Ticket |
| 163 | Tipe | Type |
| 164 | Tipografi | Typografie |
| 165 | Transfer | Transfer |
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kalimat Persuasif beserta Pengertian, Ciri-Ciri & Jenis
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Inggris
| No. | Kata Serapan | Kata Asal |
| 1 | Abstrak | Abstract |
| 2 | Aerobik | Aerobic |
| 3 | Agronomi | Agronomy |
| 4 | Akomodasi | Accommodation |
| 5 | Akses | Access |
| 6 | Aksesori | Accessory |
| 7 | Akting | Acting |
| 8 | Aktor | Actor |
| 9 | Aktris | Actress |
| 10 | Akuarium | Aquarium |
| 11 | Akun | Account |
| 12 | Album | Album |
| 13 | Alergi | Allergy |
| 14 | Analisis | Analysis |
| 15 | Apartemen | Apartment |
| 16 | Artis | Artist |
| 17 | Atmosfer | Atmosphere |
| 18 | Balon | Balloon |
| 19 | Biologi | Biology |
| 20 | Bisnis | Business |
| 21 | Blender | Blender |
| 22 | Blok | Block |
| 23 | Bos | Boss |
| 24 | Dekade | Decade |
| 25 | Demokrasi | Democracy |
| 26 | Deodoran | Deodorant |
| 27 | Departemen | Department |
| 28 | Detektif | Detective |
| 29 | Deterjen | Detergent |
| 30 | Desain | Design |
| 31 | Diskon | Discount |
| 32 | Dokter | Doctor |
| 33 | Domestik | Domestic |
| 34 | Domisili | Domicile |
| 35 | Dobel | Double |
| 36 | Draf | Draft |
| 37 | Eksis | Exist |
| 38 | Eksperimen | Experiment |
| 39 | Ekstrem | Extreme |
| 40 | Elastis | Elastic |
| 41 | Es | Ice |
| 42 | Esai | Essay |
| 43 | Fail | File |
| 44 | Faksimili | Facsimile |
| 45 | Fesyen | Fashion |
| 46 | Feminin | Feminine |
| 47 | Figur | Figure |
| 48 | Film | Film |
| 49 | Fotokopi | Photocopy |
| 50 | Fotografi | Photography |
| 51 | Galeri | Gallery |
| 52 | Gelas | Glass |
| 53 | Genetik | Genetic |
| 54 | Gim | Game |
| 55 | Histori | History |
| 56 | Hoaks | Hoax |
| 57 | Homofon | Homophone |
| 58 | Homograf | Homograph |
| 59 | Hotel | Hotel |
| 60 | Ideologi | Ideology |
| 61 | Informasi | Information |
| 62 | Internet | Internet |
| 63 | Jus | Juice |
| 64 | Kafe | Cafe |
| 65 | Kamera | Camera |
| 66 | Karaoke | Karaoke |
| 67 | Katalog | Catalog |
| 68 | Kategori | Category |
| 69 | Kiper | Keeper |
| 70 | Klasik | Classic |
| 71 | Konsentrasi | Concentration |
| 72 | Konsep | Concept |
| 73 | Kontras | Contrast |
| 74 | Kreatif | Creative |
| 75 | Kritik | Critique |
| 76 | Lampu | Lamp |
| 77 | Laminasi | Lamination |
| 78 | Lanskap | Landscape |
| 79 | Laptop | Laptop |
| 80 | Lokasi | Location |
| 81 | Manajemen | Management |
| 82 | Manajer | Manager |
| 83 | Museum | Museum |
| 84 | Nasional | National |
| 85 | Negosiasi | Negotiation |
| 86 | Nuansa | Nuance |
| 87 | Nuklir | Nuclear |
| 88 | Oase | Oasis |
| 89 | Optimisme | Optimism |
| 90 | Panelis | Panelist |
| 91 | Parkir | Parking |
| 92 | Paradoks | Paradox |
| 93 | Pilot | Pilot |
| 94 | Radio | Radio |
| 95 | Rasio | Ratio |
| 96 | Rasional | Rational |
| 97 | Resor | Resort |
| 98 | Restoran | Restaurant |
| 99 | Sampel | Sample |
| 100 | Satelit | Satellite |
| 101 | Saksofon | Saxophone |
| 102 | Sains | Science |
| 103 | Skema | Scheme |
| 104 | Taksi | Taxi |
| 105 | Teknologi | Technology |
| 106 | Telefon | Telephone |
| 107 | Televisi | Television |
| 108 | Unik | Unique |
| 109 | Vakum | Vaccum |
| 110 | Verifikasi | Verification |
| 111 | Vila | Villa |
| 112 | Vitamin | Vitamin |
| 113 | Vulkanik | Volcanic |
| 114 | Voli | Volley |
| 115 | Zona | Zone |
Baca Juga: Contoh Kalimat Simpleks & Kompleks beserta Pengertian, Ciri-Ciri, Jenisnya
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Portugis
| No. | Kata Serapan | Kata Asal |
| 1 | Album | Álbum |
| 2 | Alarm | Alarme |
| 3 | Area | Área |
| 4 | Asisten | Assistente |
| 5 | Asma | Asma |
| 6 | Akta | Acta |
| 7 | Armada | Armada |
| 8 | Bangku | Banco |
| 9 | Batako | Bataco |
| 10 | Bendera | Bandeira |
| 11 | Bola | Bola |
| 12 | Boneka | Boneca |
| 13 | Bambu | Bambu |
| 14 | Badminton | Badminton |
| 15 | Dadu | Dado |
| 16 | Dansa | Danca |
| 17 | Foto | Foto |
| 18 | Final | Final |
| 19 | Garpu | Garfo |
| 20 | Golf | Golfe |
| 21 | Jendela | Janela |
| 22 | Kaldu | Caldo |
| 23 | Keju | Queijo |
| 24 | Kereta | Carreta |
| 25 | Kursus | Cursos |
| 26 | Kamar | Camara |
| 27 | Kapital | Capital |
| 28 | Kilo | Quilo |
| 29 | Klip | Clipe |
| 30 | Mentega | Manteiga |
| 31 | Palsu | Falso |
| 32 | Pesta | Festa |
| 33 | Pigura | Figura |
| 34 | Pita | Fita |
| 35 | Puisi | Poesia |
| 36 | Roda | Roda |
| 37 | Sekolah | Escola |
| 38 | Sepatu | Sapato |
| 39 | Silet | Gilete |
| 40 | Sereal | Cereal |
| 41 | Terigu | Trigo |
| 42 | Terompet | Trompete |
| 43 | Traktor | Tractor |
| 44 | Tomat | Tomate |
| 45 | Terapi | Terapia |
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Sansekerta
| No. | Kata Serapan | Kata Asal |
| 1 | Aksara | Acara |
| 2 | Anugerah | Anugraha |
| 3 | Asoka | Acoka |
| 4 | Asmara | Smarga |
| 5 | Bahagia | Bagya |
| 6 | Belia | Bálya |
| 7 | Benda | Banda |
| 8 | Bendahara | Bandagara |
| 9 | Catur | Caturangga |
| 10 | Curiga | Curika |
| 11 | Dewa | Deva |
| 12 | Dewi | Devi |
| 13 | Gembira | Gambira |
| 14 | Harga | Arga |
| 15 | Harta | Arta |
| 16 | Indera | Indra |
| 17 | Jiwa | Jiva |
| 18 | Juwita | Juvita |
| 19 | Kota | Kuta |
| 20 | Laksana | Lacana |
| 21 | Mahkota | Makuta |
| 22 | Negeri | Nagara |
| 23 | Peribahasa | Paribása |
| 24 | Peristiwa | Prastáwa |
| 25 | Perwira | Pravira |
| 26 | Pujangga | Bujangga |
| 27 | Suara | Svara |
| 28 | Sukma | Sucma |
| 29 | Udara | Adara |
| 30 | Usaha | Utsaha |
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kata Kerja Berdasarkan Jenis-Jenisnya
Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu kata serapan, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, proses penyerapan, hingga contoh-contohnya. Ternyata, banyak kata yang kita gunakan sehari-hari berasal dari bahasa lain dan sudah menjadi bagian dari Bahasa Indonesia, ya!
Kalau kamu mau memahami materi Bahasa Indonesia lainnya dengan cara yang lebih seru dan mudah dipahami? Yuk, lanjut belajar bareng ruangbelajar dari Ruangguru. Ada berbagai video belajar, rangkuman materi, dan latihan soal yang bisa membantu kamu makin siap menghadapi pelajaran dan ujian.
Referensi:
https://news.detik.com/berita/d-5363903/mengungkap-alasan-sepeda-motor-disebut-kereta-di-medan (Diakses pada 29 Agustus 2024)
https://www.kompas.com/skola/read/2022/05/19/160000369/jenis-jenis-kata-serapan-dan-contohnya (Diakses pada 29 Agustus 2024)
https://repositori.kemendikdasmen.go.id/17073/1/kata%20serapan%20bahasa%20arab.pdf (Diakses pada 28 September 2026)
https://www.scribd.com/document/373546673/Kata-Serapan-Bahasa-Sanskerta-Dalam-Bahasa-Indonesia (Diakses pada 28 September 2026)
https://penerbitdeepublish.com/panduan-menulis/kata-serapan-dari-bahasa-portugis/ (Diakses pada 28 September 2026)
https://www.english-academy.id/blog/kata-serapan-indonesia-inggris (Diakses pada 28 September 2026)
https://penerbitdeepublish.com/panduan-menulis/kata-serapan-dari-bahasa-belanda/ (Diakses pada 28 September 2026)
Artikel ini telah disadur oleh Hani Ammariah.




