Memahami Pembangunan dan Pengembangan Wilayah | Geografi Kelas 12

Pembangunan dan Pengembangan Wilayah

Pada mapel geografi, kamu akan menerima materi tentang pembangunan dan pengembangan wilayah. Apa sih, pembangunan dan pengembangan wilayah itu? Yuk, baca artikel Geografi kelas 12 ini supaya paham!

 

Teman-teman, sudah tahu belum? Pembangunan itu haruslah merata, baik di pusat pertumbuhan, maupun daerah sekitarnya. Tujuannya, agar kedua wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang bersama sehingga saling menguntungkan.

Eits, tapi kamu paham nggak sih, maksud dari pembangunan?

“Kayak membangun rumah gitu bukan, sih?”

Hehe.. bukan pembangunan yang seperti itu ya, teman-teman! Nah, daripada bingung, coba simak penjelasan berikut, yuk!

 

Pengertian Pembangunan

Pembangunan adalah upaya secara sadar dari manusia untuk memanfaatkan lingkungan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan adanya pembangunan, kehidupan dan kesejahteraan manusia dapat meningkat.

Tujuan pembangunan dapat tercapai dengan memperhatikan berbagai permasalahan, di antaranya:

  1. Pengendalian pertumbuhan penduduk dan kualitas sumber daya manusia.
  2. Pemeliharaan daya dukung lingkungan.
  3. Pengendalian ekosisitem dan jenis spesies sebagai sumber daya bagi pembangunan.
  4. Pengembangan industri.
  5. Mengantisipasi krisis energi sebagai penopang utama industrialisasi.

 

Baca Juga: Pengindraan Jauh Terkait Tata Guna Lahan

 

Pendekatan Pembangunan

Pendekatan Latar Belakang Dampak  Implementasi
Pembangunan Berwawasan Kependudukan (Population Based Development) Permasalahan  kependudukan yang terjadi di negara berkembang sangat kompleks dan multidimensional. Pertumbuhan penduduk lebih teratur. Mengaktifkan berbagai program seperti:

– Keluarga Berencana (KB).

– Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

– Kesehatan reproduksi remaja.

– Ketahanan dan pemberdayaan keluarga.

Pembangunan Berwawasan Lingkungan (Environmental Based Development) Degradasi dan kerusakan lingkungan pasca revolusi industri dan kemajuan teknologi. – Mencegah kerusakan lingkungan yang besar.

– Memulihkan sumber daya alam terutama udara, air, dan tanah.

– Mengingkatkan kualitas lingkungan.

– Reboisasi.

– Membiasakan gerakan bersih lingkungan.

Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) Mencegah kerusakan hutan dan eksploitasi berlebihan akibat pembangunan. Menciptakan ketahanan lingkungan. Membentuk keseimbangan antara lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Pembangunan Berpusat pada Manusia (People Center Development) Munculnya pemahaman tentang ekologi manusia. Peran dan perilaku manusia sebagai bagian dari makhluk hidup dipelajari secara khusus dalam ekologi manusia. Memandang manusia sebagai fokus utama dan sumber utama pembangunan
di segala bidang.
Melakukan empowerment atau pemberdayaan kepada manusia.

 

Masih belum benar-benar paham materi ini? Yuk, pelajari konsepnya lewat video belajar adaptif, rangkuman, dan latihan soal di ruangbelajar!

CTA Ruangguru

 

Paradigma Pembangunan

Paradigma pembangunan adalah kepercayaan dasar yang perlu diambil untuk mengarahkan sebuah tindakan untuk ilmu pengetahuan. Dalam pembangunan, paradigma memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. kerangka pikir,
  2. tolok ukur,
  3. acuan,
  4. parameter,
  5. arah, dan
  6. tujuan pembangunan.

 

Dalam pembangunan, ada dua paradigma yang biasanya digunakan oleh pemerintah. Ada apa saja ya?

1. Paradigma pendekatan dari atas (top-down)

Paradigma ini menghasilkan program-program yang memiliki tanggung jawab sosial yang hanya berfokus pada pelaksana, biasanya pemerintah dan lembaga terkait, serta kelompok tertentu.

Meskipun program yang dilaksanakan berdasarkan ‘analisis kebutuhan’ masyarakat, tapi penilaiannya hanya berdasarkan survei dan penelitian yang tidak melibatkan masyarakat.

Maka dari itu, biasanya muncul ketidakcocokan antara peneliti dengan pelaksana. Selain itu, biasanya ketidakberhasilan program terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan kebutuhan masyarakat lokal.

 

2. Paradigma pendekatan dari bawah (bottom-top)

Paradigma ini kebalikan dari pendekatan dari atas, karena pelaksana melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Maka dari itu, saat ini pendekatan bottom-top mulai banyak digunakan.

Paradigma ini membuka peluang yang luas bagi pemerintah dan masyarakat untuk terlibat bersama-sama dalam proses pembangunan. Dampak baiknya, ‘komunikasi pembangunan’ dinilai lebih efektif dan memposisikan masyarakat sebagai subjek daripada sebagai target pembangunan atau objek.

Baca Juga: Strategi Pembangunan Nasional untuk Menjadi Negara Maju

 

Indikator Keberhasilan Pembangunan

Kalau kamu bertanya-tanya, sebenarnya pembangunan ini berhasil atau tidak sih? Cara taunya gimana tuh? Nah, keberhasilan pembangunan dapat diukur menjadi beberapa indikator. Yuk kita simak!

 

1. Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Fitriyani dan Rasaili, jika pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara dapat dikatakan maju atau meningkat, pembangunan yang dilakukan oleh negara tersebut dapat dikatakan berhasil.

Nah, aspek yang diukur dalam pertumbuhan ekonomi adalah produktivitas masyarakat atau produktivitas negara yang setiap tahunnya diukur dengan besarnya Gross National Product (GNP).

 

2. Pemerataan Distribusi Pendapatan (Rasio Gini)

Menurut Todaro, rasio Gini adalah sebuah ukuran ketimpangan pendapatan atau kesejahteraan yang angkanya berkisar nol (pemerataan sempurna) sampai satu (ketimpangan sempurna. Jika rasio Gini melampaui angka 0,5, artinya ketimpangan pendapatan atau kesejahteraan sudah masuk kategori buruk dan mudah menimbulkan masalah sosial.

Maka dari itu, pemerataan rasio pendapatan menjadi salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan.

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Maret 2022

Perkembangan Rasio Gini Indonesia Periode Maret 2019 – Maret 2022
Sumber: Publikasi Badan Pusat Statistik 15 Juli 2022

 

3. Indeks Kualitas Hidup (IKH) 

Indeks Kualitas Hidup atau physical quality of life index adalah satu indikator alternatif untuk mengukur kinerja pembangunan suatu negara. Ada tiga indikator yang jadi acuan IKH, yaitu:

  1. Tingkat harapan hidup pada usia satu tahun (life expectancy at age)
  2. Tingkat kematian bayu
  3. Tingkat melek huruf (literacy)

 

Dari ketiga indikator acuan IKH tersebut mengukur kinerja pembangunan suatu negara berdasarkan skala 1 sampai 100. Angka 1 artinya kinerja pembangunan terburuk dan angka 100 artinya kinerja pembangunan terbaik.

Baca Juga: Wilayah dan Perwilayahan: Pengertian, Pembagian, dan Manfaatnya

Jalan Tol Bali Mandara

 

Pembagian Pembangunan Wilayah di Indonesia

Pembagian wilayah ditujukan untuk pemantapan dalam perumusan dan pengarahan kegiatan pembangunan. Hal tersebut bertujuan agar pelaksanaan pembangunan bisa berjalan merata, baik di dalam wilayah pembangunan maupun antarwilayah pembangunan di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Faktor dan Zona Interaksi Desa-Kota

Ada empat wilayah utama dalam pembagian wilayah pembangunan di Indonesia menurut REPELITA II , seperti tergambar pada peta berikut:

peta pembangunan dan pengembangan wilayah

Peta pembangunan dan pengembangan wilayah Indonesia menurut REPELITA II (Sumber: ssbelajar.net)

 

pembangunan dan pengembangan wilayah

Keterangan peta (Sumber: ssbelajar.net)

 

Namun, wilayah pembangunan utama Indonesia telah mengalami pembaharuan pada REPELITA IV, menjadi seperti berikut.

Peta Pembangunan Wilayah Indonesia

Tujuan akhir pembagian wilayah pembangunan ini adalah pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

 

Pengembangan Wilayah

Pengembangan wilayah merupakan salah satu cara untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018, maka pengembangan wilayah akan ditujukan pada pertumbuhan dan pemerataan pembangunan.

Pertumbuhan pembangunan daerah pada tahun 2018 akan didorong melalui pertumbuhan peranan sektor jasa-jasa, sektor industri pengolahan, dan sektor pertanian.

Peningkatan kontribusi sektor-sektor tersebut dilakukan seiring dengan terus dikembangkannya kawasan-kawasan strategis di wilayah yang menjadi main prime mover (pendorong pertumbuhan utama), antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, Kawasan Perkotaan (megapolitan dan metropolitan), Kawasan Pariwisata serta kawasan yang berbasis pertanian dan potensi wilayah seperti agropolitan dan minapolitan.

 

Latihan Soal

1. Istilah yang digunakan untuk menyebut upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di suatu wilayah disebut ….

a. pembangunan
b. urbanisasi
c. migrasi
d. industrialisasi

 

 

Jawaban: a. 

Pembangunan merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan dapat dilakukan dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

 

2. Pemerintah membangun infrastruktur berupa jalan, jembatan, dan fasilitas umum di berbagai daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan konsep pembangunan, tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah ….

a. meningkatkan kesejahteraan manusia melalui pemanfaatan lingkungan
b. meningkatkan jumlah penduduk di setiap wilayah
c. memusatkan kegiatan ekonomi hanya di wilayah perkotaan
d. mengurangi aktivitas ekonomi di daerah yang belum berkembang

 

 

Jawaban: a. 

Pembangunan merupakan upaya sadar manusia untuk memanfaatkan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu tujuan pembangunan adalah meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan

Nah, itu tadi penjelasan tentang pembangunan dan pengembangan wilayah. Kamu bisa baca artikel Geografi Kelas 12 lainnya, ya! Mau belajar geografi bareng kakak tutor yang andal? Yuk gabung di Ruangguru Privat Geografi!

Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!

CTA Ruangguru Privat

Referensi:

Endarto, Danang, Dkk. (2009). Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Handoyo, Budi. (2022). Geografi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kenya Swawikanti