{"id":10141,"date":"2018-04-13T12:45:00","date_gmt":"2018-04-13T05:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10141"},"modified":"2023-12-13T07:53:05","modified_gmt":"2023-12-13T00:53:05","slug":"faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia","title":{"rendered":"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20(2).jpg\" alt=\"Geografi_11 (2)\" style=\"width: 821px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"821\" height=\"410\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu tahu <em>nggak<\/em> sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai? Jadi, kalau kata ahli geografi, tempat tinggal itu dapat memengaruhi kebiasaan suatu masyarakat, hal ini dinamakan dengan faktor geografis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/keragaman-1.jpg\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" alt=\"keragaman budaya Indonesia\" width=\"600\" height=\"320\">Ilustrasi Keragaman Budaya Indonesia (sumber: goodnewsfromindonesia.id)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Indonesia dengan kondisi geografis yang berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke, tentu saja memiliki bermacam-macam suku bangsa serta kebudayaannya masing-masing. Tapi, ngomong-ngomong kamu tahu nggak sih apa itu suku bangsa dan kebudayaan?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gini ya, suku bangsa itu adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan budaya dan terikat dengan identitas tersebut. Sedangkan kalau kebudayaan itu adalah, suatu hasil cipta rasa karsa manusia yang tertuang dalam bentuk ide, perilaku, maupun benda-benda perlengkapan hidup. Nah inilah yang dipengaruhi oleh faktor geografis dan menjadikan orang yang tinggal di pantai dan gunung berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Indonesia sendiri mempunyai 1.340 suku bangsa, banyak ya? Iya <em>dong<\/em>, kan luas wilayah Indonesia 5 juta km<sup>2<\/sup> lebih dan penduduknya lebih dari 160 juta, terlebih bentangan alam yang berbeda dari Sabang sampai Merauke membuat ke-1.340 suku bangsa ini memiliki kekhasan masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/mengenal-aktivitas-penduduk-di-dataran-rendah-dan-pegunungan\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">Mengenal Aktivitas Penduduk di Dataran Rendah dan Pegunungan<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jadi faktor-faktor geografis yang memengaruhi dan menentukan keberagaman budaya di Indonesia adalah berikut ini!<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong><span style=\"color: #000000; background-color: #00ffff;\">Letak Geografis<\/span><\/strong><\/li>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Letak atau lokasi suatu tempat sangat berpengaruh pada kebiasaan hidup suatu masyarakat. Masyarakat yang tinggal di pegunungan seperti Bromo misalnya, mereka akan cenderung bermata pencaharian sebagai petani. Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di daerah pantai seperti Pangandaran biasanya berprofesi sebagai nelayan.<\/span><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Contoh lainnya misalnya tempat tinggal masyarakat tersebut. Masyarakat yang tinggal di gunung, untuk membuat rumah mereka hangat, maka mereka membuat atap yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di pantai, mereka membuat atap setinggi mungkin untuk mencegah kegerahan disiang hari yang panas.<\/span><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hot%20sweat%20GIF-downsized_large.gif\" alt=\"Panas dan gerah\" style=\"width: 375px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"375\" height=\"375\">Gerah cuy (sumber: Giphy.com)<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong><span style=\"color: #000000; background-color: #00ffff;\">Posisi Strategis<\/span><\/strong><\/li>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Posisi Indonesia yang dilalui oleh Selat Malaka dan menjadi jalur perdagangan internasional sejak zaman dahulu, juga memengaruhi kebudayaan masyarakat Indonesia. Dengan datangnya bangsa asing dan bertemu dengan penduduk lokal, memungkinkan adanya penggabungan kebudayaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"background-color: #00ffff;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kondisi Ekologis<\/span><\/strong><\/span><\/li>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ekologi dalam hal ini menitikberatkan pada hubungan antara manusia dan lingkungan, dalam kaitannya dengan keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia. Faktor ekologis memiliki pengaruh penting. Misalnya suku Baduy yang membangun rumah secara berhadapan dan hanya menghadap ke arah Utara dan Selatan saja. Hal ini dilakukan dengan maksud supaya sinar matahari dapat menyinari seluruh ruangan melalui jendela samping rumah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rangkuman%20faktor.jpg\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" alt=\"faktor penyebab keragaman budaya\" width=\"600\" height=\"514\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Pengaruh Kondisi Geografis terhadap Keberagaman Budaya<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Nah<\/em>, berikut ini adalah beberapa contoh pengaruh kondisi geografis terhadap kebudayaan suatu masyarakat.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"background-color: #00ffff;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Rumah Honai, Papua<\/span><\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"background-color: #00ffff;\"><strong><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumah%20Honai.jpg\" alt=\"Rumah Honai\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"600\" height=\"450\"><\/span><\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumah Honai (sumber: olivershenon.blogspot.com)<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Suku-suku yang mendiami kawasan pegunungan papua mempunyai rumah tradisional yang bernama rumah honai. Rumah honai ini dibuat tanpa jendela, dan atap yang rendah. Selain itu, atap rumah honai dibuat dari jerami atau ilalang. Tujuannya adalah untuk menjaga dan memerangkap panas agar penghuni rumah tidak kedinginan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"background-color: #00ffff;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Perkampunga Nelayan Suku Bajo<\/span><\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: #00ffff;\"><strong><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumah%20Suku%20Bajo%20Wakatobi.jpg\" alt=\"Rumah Suku Bajo Wakatobi\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\"><br \/><\/span><\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Perkampungan Suku Bajo (sumber:osc.medcom.id)<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Suku Bajo, yang mendiami kawasan pesisir Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang bermata pencaharian sebagai nelayan membangun rumah mereka di kawasan pesisir. Mereka membangun rumah mereka berupa rumah panggung terapung. Hal ini bertujuan agar mereka dekat dengan tempat mereka bekerja dan memudahkan akses menuju ke perahu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekarang, kita lihat contoh soal dulu <em>yuk<\/em>!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Contoh pengaruh letak geografis terhadap keragaman budaya di wilayah pegunungan yaitu &#8230;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">A. Pembuatan rumah bercorak panggung untuk menghindari banjir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">B. Masyarakat Suku Jawa menggunakan penanda musim untuk menentukan masa tanam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">C. Sebagian besar masyarakat Suku Bajo bermata pencaharian sebagai nelayan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">D. Atap bangunan dibuat rendah untuk menyekap panas di dalam rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">E. Bangunan rumah Suku Baduy menghadap ke utara dan selatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban : D<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan : <\/strong>Atap bangunan yang dibuat rendah bertujuan untuk menyekap panas di dalam rumah. Tipe rumah yang beratap pendek ini banyak dibangun di wilayah pegunungan sebagai bentuk adaptasi terhadap udara dingin pegunungan. Fenomena tersebut merupakan salah satu contoh bentuk keragaman budaya sebagai bentuk adaptasi terhadap letak geografis berupa area pegunungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gimana Squad, kamu sudah tahu <em>kan<\/em> kenapa Indonesia memiliki beragam budaya?&nbsp;<em>Nah<\/em> biar kamu lebih lihai lagi jika nanti bertemu dengan soal yang berhubungan dengan keragaman budaya, kamu bisa mempelajari materi dengan contoh yang lebih banyak serta belajar bersama tentor yang asyik di <a href=\"http:\/\/bit.ly\/rg_app\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">ruangbelajar<\/a>. Jangan lupa <em>download<\/em> aplikasinya ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Endarto, Danang, Dkk, 2009. <em>Geografi 2 Untuk SMA\/MA Kelas XI<\/em>, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sumber Gambar:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rumah Honai, <a href=\"http:\/\/olivershenon.blogspot.com\/2012\/04\/honai-house-of-papuans-tribe.html\">http:\/\/olivershenon.blogspot.com\/2012\/04\/honai-house-of-papuans-tribe.html<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkampungan Suku Bajo, <a href=\"https:\/\/osc.medcom.id\/community\/mengenal-suku-bajo-di-perkampungan-bajo-mola-wakatobi-958\">https:\/\/osc.medcom.id\/community\/mengenal-suku-bajo-di-perkampungan-bajo-mola-wakatobi-958<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Artikel ini diperbaharui pada 7 Desember 2020<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu tahu nggak sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai? Jadi, kalau kata ahli geografi, tempat tinggal itu dapat memengaruhi kebiasaan suatu masyarakat, hal ini dinamakan dengan faktor geografis.<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20%282%29.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702428785:1"]},"categories":[527,532],"tags":[250,31,10,37],"class_list":["post-10141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geografi","category-geografi-sma-kelas-11","tag-geografi-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kamu tahu nggak sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu tahu nggak sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-13T05:45:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-13T00:53:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Seno Aji\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Seno Aji\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia\",\"name\":\"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20%282%29.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-13T05:45:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-13T00:53:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5\"},\"description\":\"Kamu tahu nggak sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20%282%29.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20%282%29.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5\",\"name\":\"Seno Aji\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Seno Aji\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/seno-aji\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11","description":"Kamu tahu nggak sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11","og_description":"Kamu tahu nggak sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2018-04-13T05:45:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-13T00:53:05+00:00","author":"Seno Aji","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Seno Aji","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia","name":"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20%282%29.jpg","datePublished":"2018-04-13T05:45:00+00:00","dateModified":"2023-12-13T00:53:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5"},"description":"Kamu tahu nggak sih Squad, kalau orang yang tinggal di gunung, cenderung punya atap rumah yang lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20%282%29.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Geografi_11%20%282%29.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/faktor-geografis-terhadap-keragaman-budaya-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya Indonesia | Geografi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/32cd593ab9730b0359256db53a47dda5","name":"Seno Aji","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Seno Aji"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/seno-aji"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10141"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16113,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10141\/revisions\/16113"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}