{"id":10144,"date":"2018-04-13T11:10:00","date_gmt":"2018-04-13T04:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10144"},"modified":"2023-10-28T14:57:40","modified_gmt":"2023-10-28T07:57:40","slug":"motor-jokowi-dan-dilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan","title":{"rendered":"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\" alt=\"Fisika_10\" width=\"821\" height=\"410\" style=\"width: 821px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling menyebalkan adalah mereka yang suka kebut-kebutan. Kita semua tahu ciri-cirinya: saat berkendara, kepalanya menunduk sampai menghantam <em>speedometer.<\/em> Setiap kali belok, lututnya menyeret ke aspal. Fenomena &#8220;motor&#8221; ini merebak sejak film Dilan. Apalagi beberapa waktu lalu muncul foto viral mengenai motor Jokowi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/motor%20jokowi%20dan%20dilan.jpg\" alt=\"motor jokowi dan dilan\" width=\"600\" height=\"214\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Motor Jokowi dan Dilan (sumber: kaskus.com &amp; bbc.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau kita lihat secara sekilas, sepertinya tidak ada yang aneh dari kedua foto tersebut. Baik motor Dilan dan Jokowi, sama-sama rodanya dua. Di pinggirnya pun tidak ada anak kecil yang teriak, \u201cBang! Bannya tuh!\u201d lalu pas dijawab \u201cKenapa?\u201d dibalas sama dia \u201cMuter, Bang! Hahahaha!\u201d Anak kecil seperti itu memang pantas diajarkan <span style=\"font-weight: normal;\">caranya berbahasa indonesia.<\/span> Hmmmm.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tapi kalau kita perhatian baik-baik, akan ada beberapa pertanyaan yang muncul.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/MEME%20ROY%20KIYOSHI.jpg\" alt=\"MEME ROY KIYOSHI\" width=\"526\" height=\"393\" style=\"width: 526px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Betul. Kalau kita telisik lebih jauh, kedua foto tersebut seolah membuat kita bertanya: kenapa ya saat kita membelokkan sepeda motor, kita harus memiringkan badan? Kenapa bukan bagian <em>stang-<\/em>nya saja yang kita belokkan? Kenapa juga kita merasa lebih seimbang ketika motor sedang berjalan dengan kecepatan sedang dibandingkan \u201cpelan\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jokowi%20naik%20motor.jpg\" alt=\"jokowi naik motor\" width=\"600\" height=\"338\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Jokowi memiringkan badan saat belok. Kenapa ya? Hmmmm (sumber: liputan6.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mungkin bukan cuma kamu yang diam-diam punya pertanyaan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dan semua pertanyaan ini, bisa kita jawab dengan ilmu fisika.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekarang, mari kita bedah satu per satu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mari kita mulai dari pertanyaan paling mendasar. Kenapa kalau motor kita d<em>iemin<\/em> aja, dia bakal jatuh. Kenapa <em>nggak<\/em> berdiri seimbang dan harus di-<em>standar?<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jawabannya, gravitasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau kita menganalisis motor yang sedang diam, maka <strong>satu-satunya gaya yang ada adalah gaya berat dari motor.<\/strong> Ingat, kita sedang membayangkan motor yang diam tanpa di-<em>standar. <\/em>Tanpa disangga apapun. Tanpa ada Dilan di atasnya duduk-duduk nunggu Milea keluar rumah. Tanpa ada Abang Parkir yang tiba-tiba muncul dan teriak \u2018ROOS! ROOOOSS!\u2019<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pokoknya, motor aja. Satu. Diam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/motor%20melawan%20gravitasi.gif\" alt=\"motor melawan gravitasi\" width=\"400\" height=\"533\" style=\"width: 400px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Ya kalau begini pasti <em>nggak<\/em> jatuh (sumber: giphy.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ingat <em>&#8216;kan<\/em> bagaimana rumus dari <span style=\"background-color: #ffffff;\">gaya berat:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>W = m x g<\/strong><\/p>\n<p>W = berat (N)<\/p>\n<p>M = Massa (kg)<\/p>\n<p>g = Gravitasi (m\/g<sup>2<\/sup>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gaya berat ini timbul karena <strong>adanya gaya gravitasi yang \u201cmenarik\u201d massa benda menuju pusat bumi<\/strong>. <em>Nah, <\/em>gaya gravitasi inilah yang membuat motor kita jatuh apabila tidak di-<em>standar.<\/em> Motor kita \u201ctertarik\u201d oleh gaya gravitasi menuju pusat bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Lalu, kenapa motor kita bisa berjalan maju? Ya, selain karena ada bensinnya dan kamu <em>narik<\/em> gas, sepeda motor bisa berjalan karena adanya hukum Newton III<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u201cAksi = reaksi\u201d<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Supaya lebih mudah membayangkannya, kita ubah sebentar contoh motor Jokowi dan motor Dilan ini dengan bola basket. Ketika kamu menjatuhkan bola basket ke lantai, bola basket tersebut akan memantul kembali ke atas.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%20newton%20ketiga.gif\" alt=\"hukum newton ketiga\" width=\"600\" height=\"338\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Hukum Newton III (sumber: Ted-Ed via Youtube.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hubungan tersebut dinamakan hukum aksi-reaksi. Di mana bagian &#8220;aksi&#8221; adalah saat kamu menjatuhkan bola ke lantai, dan bagian &#8220;reaksi&#8221; adalah saat lantai memantulkan bola kembali ke atas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Saat terjadi di sepeda motor, ini memang akan jadi sedikit lebih kompleks. Sesaat setelah kamu menarik tuas gas, mesin akan menggerakkan rantai dan membuat roda berputar. <em>Nah<\/em>, bagian roda yang menyentuh tanah akan memberikan gaya ke belakang tanah. Bagian ini disebut <strong>aksi. <\/strong>Sebaliknya, tanah memberikan gaya dorong ke depan (<strong>reaksi<\/strong>).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berhubung motor Jokowi dan Dilan rodanya ada dua, setiap roda ini mengerjakan hubungan aksi-reaksi tadi dengan permukaan tanah. Dan karena tanah kita, bumi kita, besar banget kalau dibandingkan sama motornya Dilan. Hal ini membuat gaya yang diberikan oleh roda ke arah belakang, menjadi gerakan sepeda motornya bergerak maju.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/teori%20hukum%20newton%20ketiga.gif\" alt=\"teori hukum newton ketiga\" width=\"600\" height=\"338\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Hukum Newton III (sumber: Ted-ed via Youtube)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pertanyaan selanjutnya: Kenapa saat kita menarik tuas gas sedikit, motor akan sulit dikendalikan dibanding saat kecepatan sedang?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini ada kaitannya dengan <span style=\"color: #339966;\"><strong><a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/pengertian-gaya-sentripetal-dan-sentrifugal\" style=\"color: #339966;\">gaya sentrifugal.<\/a><\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pengertian%20gaya%20sentrifugal-1.jpg\" alt=\"pengertian gaya sentrifugal-1\" width=\"600\" height=\"348\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dengan menarik tuas gas, artinya kita meningkatkan &#8220;kecepatan&#8221; motor. Hal ini membuat gaya yang muncul bukan hanya gravitasi yang \u201cmenarik\u201d motor ke bawah, tetapi juga gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal ini lah yang merupakan gaya penyeimbang yang mampu mengimbangi berat badan pengendara dan motor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%20gaya%20sentrifugal.jpg\" alt=\"rumus gaya sentrifugal\" width=\"600\" height=\"348\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang kita lihat pada rumus, <strong>apabila kecepatan (v) dari motor pelan, gaya sentrifugal yang timbul juga akan menjadi kecil.<\/strong> Di sisi lain, ada gaya berat motor dan penumpang yang muncul oleh gravitasi ke pusat bumi (jatuh). Hal ini membuat gaya \u201cpenyeimbang\u201d-nya kalah dari gaya gravitasi. Hasilnya, motor akan susah diseimbangkan jika dibandingkan saat kecepatan kita kencang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gaya sentrifugal ini sejatinya akan sangat terasa saat kita berbelok. Coba perhatikan para pengendara motor yang suka kebut-kebutan tadi. Saat mereka berbelok dengan kecepatan tinggi, pasti tubuhnya akan merasa terlempar ke arah yang berlawanan dari belokannya. Oke, kalau bertanya terlalu susah, kita lihat animasi berikut:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh-gaya-sentrifugal.gif\" alt=\"contoh-gaya-sentrifugal\" width=\"600\" height=\"338\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Nah<\/em>, si pengendara yang berbelok ke kanan dengan kecepatan tinggi akan mendapatkan gaya sentrifugal (penyeimbang) ke arah kiri yang besar. Itu lah kenapa, apabila dia tidak mampu menyeimbangkan diri, dia akan terlempar ke kiri (menjauhi pusat lingkaran\/belokan).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Mulai paham? Sekarang kita main kuis: Kalau Dilan dan Pak Jokowi naik motor dengan merk yang sama dengan kecepatan 2 km\/jam, kira-kira siapa yang membutuhkan usaha lebih keras untuk menyeimbangkan motornya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kunci: Cari tahu berat Dilan dan pak Jokowi. :p<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gimana, Squad. Ternyata banyak sekali hal-hal kecil yang berkaitan erat dengan ilmu fisika ya. Siapa bilang fisika itu susah kalau ternyata <em>nyambung <\/em>dengan motor Jokowi dan motor Dilan. Kalau kamu ingin memelajari materi fisika lainnya seperti ini sambil menonton video seru, cobain aja langsung di <span style=\"color: #339966;\"><strong><a href=\"http:\/\/bit.ly\/rg_app\" style=\"color: #339966;\">ruangbelajar!<\/a><\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #339966;\"><strong><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/strong><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling menyebalkan adalah mereka yang suka kebut-kebutan. Kita semua tahu ciri-cirinya: saat berkendara, kepalanya menunduk sampai menghantam speedometer. Setiap kali belok, lututnya menyeret ke aspal. Fenomena &#8220;motor&#8221; ini merebak sejak film Dilan. Apalagi beberapa waktu lalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":10144,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1698479860:1"]},"categories":[513,517],"tags":[286,52,10,37],"class_list":["post-10144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-10","tag-fisika-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-13T04:10:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-28T07:57:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan\",\"name\":\"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-13T04:10:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-28T07:57:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"description\":\"Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan","description":"Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan","og_description":"Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2018-04-13T04:10:00+00:00","article_modified_time":"2023-10-28T07:57:40+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan","name":"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg","datePublished":"2018-04-13T04:10:00+00:00","dateModified":"2023-10-28T07:57:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"description":"Kita semua tahu bahwa semakin lama, jumlah pengendara motor di jalanan semakin banyak dan semakin menyebalkan,&nbsp;Salah satu jenis pengendara paling","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/motor-jokowi-dan-dilan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fisika Kelas 10 | Membedah Berbagai Gaya Fisika di Motor Jokowi dan Dilan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10144"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15064,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10144\/revisions\/15064"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}