{"id":10438,"date":"2024-09-13T12:00:00","date_gmt":"2024-09-13T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10438"},"modified":"2024-09-13T13:52:54","modified_gmt":"2024-09-13T06:52:54","slug":"penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff","title":{"rendered":"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus &#038; Penerapannya | Fisika Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png\" alt=\"Hukum I dan II Kirchhoff\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-sma-kelas-12\">Artikel Fisika kelas 12<\/a><\/strong> ini menjelaskan tentang bunyi Hukum 1 dan 2 Kirchhoff, rumus, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di antara kamu pasti sudah pernah mendengar nama <strong>Kirchhoff<\/strong> dong, ya? Yup, Kirchhoff merupakan salah satu <strong>fisikawan<\/strong> yang berjasa dalam <strong>ilmu kelistrikan<\/strong>, nih. Hukumnya yang terkenal yaitu <strong>Hukum I dan II Kirchhoff<\/strong>. Bagaimana penjelasan kedua hukum tersebut? Yuk, kita simak pembahasan berikut!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hukum Kirchhoff ditemukan oleh Gustav Robert Kirchhoff<\/strong> yang merupakan ahli fisika asal Jerman. Kirchhoff menjelaskan hukumnya tentang kelistrikan ke dalam dua bagian, yaitu Hukum I Kirchhoff dan Hukum II Kirchhoff.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bunyi Hukum I Kirchhoff<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hukum ini merupakan hukum kekekalan muatan listrik yang menyatakan bahwa jumlah muatan listrik yang mengalir tidaklah berubah. Jadi, pada suatu percabangan, laju muatan listrik yang menuju titik cabang sama besarnya dengan laju muatan yang meninggalkan titik cabang itu. Nah, di fisika, laju muatan listrik adalah kuat arus listrik. Oleh karena itu, bunyi Hukum I Kirchhoff lebih umum ditulis:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Hukum I Kirchhoff<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hukum I Kirchhoff biasa disebut Hukum Arus Kirchhoff atau <em>Kirchhoff&#8217;s Current Law<\/em> (KCL).<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%201%20kirchhoff.jpg\" alt=\"hukum 1 kirchhoff\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan gambar di atas, besar kuat arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan <span style=\"background-color: #ffff00;\">\u03a3 I<sub>masuk<\/sub> = \u03a3 I<sub>keluar<\/sub><\/span> yang besarnya adalah I<sub>1<\/sub> = I<sub>2<\/sub> + I<sub>3<\/sub>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bunyi Hukum II Kirchhoff<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hukum ini berlaku pada rangkaian yang tidak bercabang yang digunakan untuk menganalisis beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup. Hukum II Kirchhoff biasa disebut Hukum Tegangan Kirchhoff atau <em>Kirchhoff\u2019s Voltage Law<\/em> (KVL). Bunyi Hukum II Kirchhoff adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Hukum II Kirchhoff<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Versi lain Hukum II Kirchhoff, yaitu pada rangkaian tertutup, berbunyi: jumlah aljabar GGL (\u03b5) dan jumlah penurunan tegangan (IR) sama dengan nol. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai: <span style=\"background-color: #ffff00;\">\u03a3 \u03b5+\u03a3 IR <\/span>= 0.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%202%20kirchhoff%201.jpg\" alt=\"hukum 2 kirchhoff 1\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan gambar di atas, total tegangan pada rangkaian adalah V<sub>ab<\/sub> + V<sub>bc<\/sub> + V<sub>cd<\/sub> + V<sub>da<\/sub> = 0. Hukum II Kirchhoff ini menjelaskan bahwa jumlah penurunan beda potensial sama dengan nol artinya tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian atau semua energi listrik diserap dan digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menganalisis suatu rangkaian listrik menggunakan Hukum II Kirchhoff diperlukan <strong>beberapa aturan atau perjanjian<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Pilih loop untuk masing-masing lintasan tertutup dengan arah tertentu. Pada dasarnya pemilihan arah loop bebas namun jika memungkinkan usahakan searah dengan arah arus. Maksudnya bebas disini bebas yah arahnya mau searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%201%20dan%202%20kirchoff%202.jpg\" alt=\"hukum 1 dan 2 kirchoff 2\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Pada suatu cabang, jika arah loop sama dengan arah arus maka penurunan tegangan (IR) bertanda positif, jika berlawanan arah maka penurunan tegangan (IR)\u00a0 bertanda negatif. Contohnya gini. Kalo misalkan arah loop searah jarum jam terus arah arusnya juga searah jarum jam, maka nanti penurunan tegangan (IR) positif karena sama-sama searah jarum jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 200px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%201%20dan%202%20kirchoff%203.jpg\" alt=\"hukum 1 dan 2 kirchoff 3\" width=\"200\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalo misalkan nanti loopnya berlawanan arah jarum jam tapi arusnya searah jarum jam maka IR-nya bertanda negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 200px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%201%20dan%202%20kirchoff%204.jpg\" alt=\"hukum 1 dan 2 kirchoff 4\" width=\"200\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Jika saat mengikuti arah loop, kutub sumber tegangan yang lebih dulu dijumpai adalah kutub positif maka GGL bertanda positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 200px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%201%20dan%202%20kirchoff.jpg\" alt=\"hukum 1 dan 2 kirchoff\" width=\"200\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, jika kutub yang lebih dahulu dijumpai adalah kutub negatif maka GGL bertanda negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 200px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%201%20dan%202%20kirchoff%201.jpg\" alt=\"hukum 1 dan 2 kirchoff 1\" width=\"200\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergeseran-wien-pada-radiasi-benda-hitam\">Pergeseran Wien pada Radiasi Benda Hitam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Penerapan Hukum Kirchhoff dalam Kehidupan Sehari-hari<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hukum I dan II Kirchhoff sangat berguna dalam memahami bagaimana arus listrik dan tegangan bekerja dalam rangkaian listrik. Berikut penerapan Hukum I dan II Kirchhoff dalam kehidupan sehari-hari:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Penerapan Hukum I Kirchhoff<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>Sistem Listrik Rumah Tangga<\/strong><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada panel listrik rumah, arus listrik yang masuk ke berbagai perangkat (seperti lampu, kipas, atau AC) mengikuti Hukum I Kirchhoff. Di dalam kotak panel, setiap percabangan arus yang mengalir ke setiap sirkuit harus seimbang sehingga arus yang masuk dan keluar sesuai.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>Sistem Kendaraan Bermotor<\/strong><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sistem kelistrikan kendaraan seperti mobil, arus yang masuk ke berbagai komponen listrik seperti lampu depan, klakson, dan sistem audio didistribusikan sesuai dengan Hukum I Kirchhoff.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Penerapan Hukum II Kirchhoff<\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Rangkaian Listrik di Perangkat Elektronik<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perangkat seperti ponsel, laptop, atau komputer, Hukum II Kirchhoff memastikan bahwa tegangan yang dipasok oleh baterai atau adaptor daya didistribusikan dengan benar ke komponen-komponen seperti CPU, memori, dan layar. Setiap komponen menggunakan tegangan yang tepat agar perangkat dapat berfungsi dengan benar.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Pengisian Baterai<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat mengisi baterai, Hukum II Kirchhoff berlaku di dalam rangkaian pengisi daya. Tegangan dari sumber listrik perlu seimbang dengan tegangan di dalam rangkaian pengisian agar baterai tidak terlalu panas atau rusak.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Sistem Pembangkit Listrik<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di pembangkit listrik dan distribusi listrik, Hukum II Kirchhoff digunakan untuk memastikan bahwa tegangan di setiap bagian sistem sesuai dengan yang diharapkan sehingga listrik bisa didistribusikan secara efisien ke rumah dan bisnis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal Hukum Kirchhoff<\/span><\/h2>\n<p>Supaya kamu lebih paham, ayo coba kerjakan <strong>contoh soal<\/strong> di bawah ini!<\/p>\n<p>1. Suatu rangkaian listrik ditunjukkan seperti gambar berikut ini.<br \/>\n<img decoding=\"async\" style=\"width: 282px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/soal%20kirchoff.png\" alt=\"soal kirchoff\" width=\"282\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan menggunakan hukum II Kirchhoff, besar kuat arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian tersebut adalah&#8230;<\/p>\n<p><strong>Diketahui:<\/strong><\/p>\n<p>\u03b51 = 6 V<\/p>\n<p>\u03b52 = 12 V<\/p>\n<p>R1 = 2 \u03a9<\/p>\n<p>R2 = 6 \u03a9<\/p>\n<p>R3 = 4 \u03a9<\/p>\n<p><strong>Ditanya:<\/strong> I ?<\/p>\n<p><strong>Jawab:<\/strong><\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 246px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20hukum%20ii%20kirchoff.png\" alt=\"contoh hukum ii kirchoff\" width=\"246\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. Perhatikan gambar rangkaian listrik dibawah ini!<br \/>\n<img decoding=\"async\" style=\"width: 349px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20soal%20kirchoff.png\" alt=\"contoh soal kirchoff\" width=\"349\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika diketahui \u03b51 = 16 V; \u03b52 = 8 V; \u03b53 = 10 V; R1 = 12 ohm; R2 = 6 ohm; dan R3 = 6 ohm. Besar kuat arus lisrik I adalah&#8230;<\/p>\n<p><strong>Jawab:<\/strong><\/p>\n<p>Hukum I Kirchhoff:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 134px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%20i%20kirchoff.png\" alt=\"hukum i kirchoff\" width=\"134\" \/><\/p>\n<p>Loop I (atas):<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 209px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20hukum%20i%20kirchoff%201%20-%20Copy.png\" alt=\"contoh hukum i kirchoff 1 - Copy\" width=\"209\" \/><\/p>\n<p>Loop II (bawah):<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 211px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20hukum%20i%20kirchoff%202.png\" alt=\"contoh hukum i kirchoff 2\" width=\"211\" \/><\/p>\n<p>Substitusikan persamaan (1) ke persamaan (3):<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 143px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%20i%20kirchoff%202%20-%20Copy.png\" alt=\"hukum i kirchoff 2 - Copy\" width=\"143\" \/><\/p>\n<p>Eliminasi persamaan (2) dan persamaan (4):<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 119px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hukum%20i%20kirchoff%203.png\" alt=\"hukum i kirchoff 3\" width=\"119\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sekarang kamu sudah mengerti belum dengan penjelasan <strong>Hukum I dan II Kirchhoff<\/strong>? Ingat, jangan sampai salah dalam menentukan arah loop, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu masih punya pertanyaan dan contoh soal lain tentang materi ini? Langsung saja tanyakan ke Tutor terbaik melalui <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/fisika\"><strong>Ruangguru Privat Fisika<\/strong><\/a>. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa panggil guru pilihanmu dan belajar di tempat yang kamu sukai, seru kan? Ayo gunakan sekarang!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94e6e69e-708c-48fc-b4e9-d277c9405371.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Fisika kelas 12 ini menjelaskan tentang bunyi Hukum 1 dan 2 Kirchhoff, rumus, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak! &#8212; &nbsp; Di antara kamu pasti sudah pernah mendengar nama Kirchhoff dong, ya? Yup, Kirchhoff merupakan salah satu fisikawan yang berjasa dalam ilmu kelistrikan, nih. Hukumnya yang terkenal yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":79,"featured_media":10438,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1726210233:1"],"_wp_old_date":["2018-02-20"],"_aioseo_title":["Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus &amp; Penerapannya"],"_aioseo_description":["Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus & Penerapannya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!"]},"categories":[513,519],"tags":[241,76,10,37],"class_list":["post-10438","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-12","tag-fisika-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus &amp; Penerapannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus &amp; Penerapannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-13T05:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-13T06:52:54+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Karina Dwi Adistiana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Karina Dwi Adistiana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff\",\"name\":\"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus & Penerapannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png\",\"datePublished\":\"2024-09-13T05:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-13T06:52:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbb994500f3fdab3dc0733faa2e966ea\"},\"description\":\"Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus &#038; Penerapannya | Fisika Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbb994500f3fdab3dc0733faa2e966ea\",\"name\":\"Karina Dwi Adistiana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Karina Dwi Adistiana\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/karina-dwi-adistiana\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus & Penerapannya","description":"Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus & Penerapannya","og_description":"Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-09-13T05:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-09-13T06:52:54+00:00","author":"Karina Dwi Adistiana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Karina Dwi Adistiana","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff","name":"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus & Penerapannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png","datePublished":"2024-09-13T05:00:00+00:00","dateModified":"2024-09-13T06:52:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbb994500f3fdab3dc0733faa2e966ea"},"description":"Terdapat dua Hukum Kirchoff dalam listrik arus searah, yaitu Hukum I dan II Kirchhoff. Yuk, simak bunyi Hukum I dan II Kirchoff, rumus, dan penerapannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a0ff923d-cafc-421e-8e93-2053b8b1513c.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penjelasan-hukum-i-dan-ii-kirchoff#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bunyi Hukum I dan II Kirchhoff, Rumus &#038; Penerapannya | Fisika Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/cbb994500f3fdab3dc0733faa2e966ea","name":"Karina Dwi Adistiana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Karina Dwi Adistiana"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/karina-dwi-adistiana"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/79"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10438"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10438\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19967,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10438\/revisions\/19967"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}