{"id":10597,"date":"2025-03-06T09:24:25","date_gmt":"2025-03-06T02:24:25","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10597"},"modified":"2025-03-11T01:54:16","modified_gmt":"2025-03-10T18:54:16","slug":"mengenal-gerakan-lempeng-tektonik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik","title":{"rendered":"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &#038; Dampaknya | Geografi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png\" alt=\"Tektonisme\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/geografi\/geografi-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Artikel Geografi kelas 10<\/strong><\/a> ini membahas tentang tektonisme mulai dari pengertian, jenis gerakan, bentuk lempeng dan dampaknya bagi masyarakat.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa di sini yang sudah mengenal istilah pergerakan? Biasanya, istilah pergerakan sering kita temui di mata pelajaran Sejarah, ya. Tapi tahukah kamu, kalau ternyata lempeng bumi selalu melakukan pergerakan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, ternyata, lempeng bumi yang berada di bawah kita, senantiasa melakukan pergerakan. Pergerakan oleh lempeng bumi bisa dikategorikan menjadi 2, yaitu aktivitas tektonisme dan aktivitas vulkanisme. Wah, apa bedanya, ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau aktivitas tektonisme berkaitan dengan pergerakan lempeng, sedangkan aktivitas vulkanisme mengindikasikan adanya aktivitas gunung berapi. Kali ini, kita akan membahas mengenai lempeng dan gerakan tektonik terlebih dulu, ya! Oiya, tektonisme ini merupakan salah satu jenis dari tenaga endogen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-dan-gejala-vulkanisme\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Vulkanisme: Pengertian, Gejala, Erupsi &amp; Bentuk Gunung Api<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" title=\"Mengenal Gerakan Lempeng Tektonik\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/1200px-Plates_tect2_id.svg.png\" alt=\"Lempeng di dunia\" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/>Lempeng di dunia (Sumber: wikimedia.org)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Tektonisme<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa itu tektonisme? <strong>Tektonisme adalah\u00a0pergerakan horizontal dan vertikal\u00a0yang menyebabkan perubahan bentuk permukaan bumi<\/strong>. Gerakan pada tektonisme disebut gerakan tektonik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan tektonik bisa mempengaruhi permukaan bumi karena gerakan tersebut <strong>menimbulkan retakan, lipatan, lekukan, dan patahan<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis Gerakan Tektonisme<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata gerakan tektonik ada 2 jenis, lho! Kedua jenis gerakan tektonik itu disebut <strong>gerakan epirogenetik dan gerakan orogenetik<\/strong>. Yuk kita bahas satu per satu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Gerak Epirogenetik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guys, gerak epirogenetik adalah <strong>gerakan naik turunnya kulit bumi dengan tenaga yang lambat dan meliputi daerah yang luas<\/strong>. Nah, ternyata gerak epirogenetik dibagi lagi menjadi 2, lho! Dibagi menjadi apa saja, ya?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Gerakan epirogenesa positif<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan epirogenesa positif <strong>mengarah ke bawah<\/strong>, sehingga menyebabkan daratan turun. Oleh karena itu, permukaan laut seolah-olah naik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/227609bf-1e42-4c97-a989-1b046c3160e5.jpeg\" alt=\"Epirogenesa Positif\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Epirogenesa Positif (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Gerakan epirogenesa negatif<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan gerakan epirogenesa negatif membuat <strong>daratan naik<\/strong> karena gerakan tersebut mengarah ke atas. Hal tersebut menyebabkan permukaan laut seolah-olah turun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4c5d5918-d6bf-4cc4-a029-e80e1955584a.jpeg\" alt=\"Epirogenesa Negatif\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Epirogenesa Negatif (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Gerak Orogenetik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerak orogenetik garis besarnya hampir sama kayak gerak epirogenetik, yaitu <strong>gerakan naik turunnya kulit bumi<\/strong>. Bedanya, gerakan orogenetik\u00a0<strong>terjadi relatif cepat\u00a0dan memiliki\u00a0daerah lingkup yang sempit<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Anyway<\/em>, gerakan orogenetik ini menyebabkan terbentuknya gunung dan pegunungan, lho. Bentuk gerakan orogenetik antara lain lipatan dan patahan atau retakan. Yok, kita coba bahas satu per satu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Lipatan (fold)<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lipatan adalah <strong>bentukan yang terjadi akibat adanya tekanan pada lapisan batuan yang elastis<\/strong>. Lipatan ini punya puncak (antiklin) yang memiliki pusat lipatan\u00a0paling tua, dan lembah (sinklin) yang memiliki pusat lipatan batuan paling muda. Antiklinal dan sinklinal ini bisa terjadi karena adanya kompresi lempeng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/59c54642-1b4e-4503-a595-3b7d64316001.jpeg\" alt=\"Lipatan\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Lipatan (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5c1c3a39-0da6-494c-9109-5d386fe59e9f.jpeg\" alt=\"Ilustrasi Antiklin &amp; Sinklin\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ilustrasi Antiklin dan Sinklin (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lipatan ini ada 6 jenis,\u00a0guys. Ada:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Lipatan tegak<\/li>\n<li>Lipatan miring<\/li>\n<li>Lipatan menggantung<\/li>\n<li>Lipatan isoklinal<\/li>\n<li>Lipatan rebah<\/li>\n<li>Lipatan rebah berpindah menjadi sesar sungkup<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/03dc84fc-8944-4bbb-a64c-1f3294b1903a.jpeg\" alt=\"Macam-Macam Lipatan\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Macam-Macam Lipatan (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Patahan (fault)<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjut, sekarang kita bahas patahan yaaa. Patahan ini bisa terjadi karena <strong>adanya gerakan horizontal dan vertikal\u00a0pada lapisan batuan yang keras<\/strong>. Ada 3 bagian patahan:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Graben\/slenk yaitu bagian lembah patahan.<\/li>\n<li>Horst yaitu bagian\u00a0tinggi patahan.<\/li>\n<li>Fault scrap\/escarpment yaitu bagian\u00a0lereng patahan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0a887c1f-3c8b-4c38-9f6b-fae91197f482.jpeg\" alt=\"Bagian-Bagian Patahan (Graben\/Slenk, Horst, Fault Scrap\/Escarpment)\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Bagian Patahan (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ada dua bentuk blok patahan atau sesar, yaitu\u00a0 footwall dan hanging wall.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b101864b-fece-414d-b3e9-6c7f76b2af79.jpeg\" alt=\"Footwall &amp; Hangingwall\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Footwall dan Hangingwall (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eits, masih ada lagi nih. Tadi kamu udah tau ya bentuk dan blok patahan. Sekarang kita bahas jenis-jenis patahan. Patahan ada 3 jenis, yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. <strong>Sesar vertikal<\/strong>, yaitu bentuk patahan yang <strong>bergeser secara vertikal<\/strong>. Sesar ini ditunjukkan dengan naiknya\u00a0hanging wall. Kalau sesar turun, ditandai dengan turunnya\u00a0hanging wall\u00a0terhadap\u00a0foot wall.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/82c33598-12c0-40f7-bc08-d5b0da116420.jpeg\" alt=\"Sesar vertikal\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sesar vertikal (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. <strong>Sesar Mendatar\/Horizontal<\/strong>, yaitu bentuk patahan yang <strong>bergerak secara horizontal<\/strong>. Sesar mendatar ada 2 jenis,\u00a0dekstral\u00a0dan\u00a0sinistral.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/353d89e5-461a-4f89-9927-191a6728394c.jpeg\" alt=\"dekstral dan sinistral\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dekstral dan Sinistral\u00a0(Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.\u00a0<strong>Sesar Vertikal Horizontal atau Sesar Oblique<\/strong>, yaitu patahan yang <strong>pergerakannya tidak hanya vertikal, tapi juga dikombinasikan dengan gerakan horizontal<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cfdd0c3-205e-4d10-9e8e-fb016900c222.jpeg\" alt=\"Oblique\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Oblique\u00a0(Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-lapisan-litosfer-bumi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Litosfer: Pengertian, Struktur, Batuan Penyusun, dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Bentuk Lempeng Tektonik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guys, gerakan lempeng juga membentuk bagian yang disebut batas lempeng. Batas lempeng atau bentuk gerakan lempeng tersebut dibagi menjadi 3, yaitu <strong>batas Lempeng Divergen, batas Lempeng Konvergen, dan batas Lempeng Sesar<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Batas Lempeng Divergen<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Batas lempeng divergen <strong>terbentuk akibat pergerakan lempeng kulit bumi yang saling berlawanan atau saling menjauh<\/strong>. Hal tersebut menyebabkan magma naik ke permukaan dan mendesak permukaan bumi, sehingga menyebabkan terbentuknya lapisan permukaan bumi yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/db9dbfff-6af8-4aab-9be5-2d2067c0b4ca.jpeg\" alt=\"Divergen\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ilustrasi Divergen (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Batas Lempeng Konvergen<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Batas lempeng konvergen <strong>terjadi akibat pergerakan lempeng kulit bumi yang saling bertumbukan<\/strong>.\u00a0Oleh karena itu, salah satu lempeng akan tertekuk dan masuk ke bawah bagian lempeng lainnya. Gerakan ini dapat menimbulkan getaran yang kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh bencana alam akibat pergerakan lempeng konvergen adalah gempa bumi yang mengakibatkan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam pada 26 Desember 2004 lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f48fa05c-361e-4ea5-8a2e-e1c413631317.jpeg\" alt=\"Ilustrasi Konvergen\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ilustrasi Konvergen (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Batas lempeng konvergen ini ada 3 jenis:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Subduksi<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Subduksi adalah penunjaman, di mana <strong>salah satu lempeng menunjam ke bawah membentuk slab<\/strong>. Biasanya, subduksi terbentuk saat pertemuan lempeng benua di atas lempeng samudra atau penunjaman lempeng samudra dengan lempeng samudra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, zona subduksi lempeng benya dan samudra ini\u00a0menghasilkan jalur gunung api aktif.\u00a0Sementara, subduksi lempeng samudra dengan lempeng samudra akan membentuk\u00a0busur kepulauan\u00a0(island arches) dan palung laut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Kolisi<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolisi adalah<strong> tumbukan antara lempeng benua dan lempeng benua<\/strong>. Misalnya seperti Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Ural.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h4>Obduksi<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Obduksi merupakan <strong>penunjaman antara lempeng benua dengan lempeng samudera<\/strong>, dengan lempeng benua menunjam di bawah lempeng samudra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Batas Lempeng Sesar atau Transform<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Batas lempeng sesar atau transform adalah <strong>batas lempeng yang menyebabkan terjadinya gerakan lempeng kulit bumi yang sejajar<\/strong>. Hal ini terjadi apabila lempengan bumi bergesek dalam posisi yang sama datar, sejajar, dan selalu bergerak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fddd175c-5776-4157-9e28-3b056dfbd11f.jpeg\" alt=\"Transform\/Sesar\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ilustrasi Lempeng Sesar\/Transform (Sumber: Dok. Ruangguru)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-seisme-dan-klasifikasinya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Seisme dan Klasifikasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Dampak Tektonisme<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau dilihat secara gamblang, tektonisme ini seperti &#8216;otomastis&#8217; memiliki dampak negatif. Tapi ternyata, tektonisme punya dampak positif juga\u00a0lho. Mari kita bahas satu per satu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Dampak Negatif Tektonisme<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampak negatif tektonisme biasanya berupa munculnya bencana alam seperti <strong>erosi, gempa bumi, dan tanah longsor<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Dampak Positif Tektonisme<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kalau dampak positif tektonisme ada beberapa nih. Diantaranya:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">1. Bentuk bumi yang beragam<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan tektonik dapat menyebabkan pembentukan pegunugan, sungai, danau, palung, dan daratan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">2. Kemunculan logam berharga<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan tektonik secara gak langsung membuat mineral bumi keluar ke permukaan karena adanya tekanan suhu yang sangat tinggi. Mineral berupa logam berharga ini bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">3. Pembentukan pegunungan dan lembah<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba kamu bayangin, saat pergi ke Puncak, Bogor atau Gunung Semeru, indah banget kan? Kemunculan pegunungan tersebut merupakan hasil dari aktivitas tektonik, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata dengan pemandangan alam yang mantep banget!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/eksogen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tenaga Eksogen: Pelapukan, Erosi, Sedimentasi, dan Mass Wasting<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guys, setelah berkenalan dengan lempeng tektonik, kamu tentu bisa lebih paham, dong? Nah, buat kamu yang mau belajar lebih seru lagi, yuk belajar bersama\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar?utm_medium=referral&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=mengenal-gerakan-lempeng-tektonik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>. Kamu bisa nonton video belajar beranimasi dan latihan soal dengan berbagai tingkat kesulitan. Ada rangkumannya juga, lho! Yuk,\u00a0download sekarang dan buat Belajar Jadi Mudah!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.ruangguru.livestudents&amp;hl=id\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Wardiyatmoko. 2006. Geografi untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sindhu P. Yasinto. 2016. Geografi untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Artikel terakhir diperbarui pada 6 Maret 2025 oleh Laras Sekar Seruni.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Geografi kelas 10 ini membahas tentang tektonisme mulai dari pengertian, jenis gerakan, bentuk lempeng dan dampaknya bagi masyarakat. &#8212; &nbsp; Siapa di sini yang sudah mengenal istilah pergerakan? Biasanya, istilah pergerakan sering kita temui di mata pelajaran Sejarah, ya. Tapi tahukah kamu, kalau ternyata lempeng bumi selalu melakukan pergerakan? Nah, ternyata, lempeng bumi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":10597,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1741632715:1"],"_aioseo_title":["Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &amp; Dampaknya"],"_aioseo_description":["Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Tektonisme"],"_wp_old_date":["2018-01-16"],"_yoast_wpseo_title":["Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk & Dampaknya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!"]},"categories":[527,531],"tags":[115,52,10,37],"class_list":["post-10597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geografi","category-geografi-sma-kelas-10","tag-geografi-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &amp; Dampaknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &amp; Dampaknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-06T02:24:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-10T18:54:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Embun Bening Diniari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Embun Bening Diniari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik\",\"name\":\"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk & Dampaknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png\",\"datePublished\":\"2025-03-06T02:24:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-10T18:54:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418\"},\"description\":\"Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &#038; Dampaknya | Geografi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418\",\"name\":\"Embun Bening Diniari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Embun Bening Diniari\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/embun-bening-diniari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk & Dampaknya","description":"Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk & Dampaknya","og_description":"Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-03-06T02:24:25+00:00","article_modified_time":"2025-03-10T18:54:16+00:00","author":"Embun Bening Diniari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Embun Bening Diniari","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik","name":"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk & Dampaknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png","datePublished":"2025-03-06T02:24:25+00:00","dateModified":"2025-03-10T18:54:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418"},"description":"Yuk kenalan dengan Lempeng Tektonik! Ternyata, pergerakan lempeng tektonik bisa mengubah bentuk bumi, lho. Mari kita belajar gerakan lempeng tektonik!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/60c6e0a8-8b18-45ee-b883-a06a576ed169.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-gerakan-lempeng-tektonik#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &#038; Dampaknya | Geografi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/251008c4d9cd68437391ed27cd2c7418","name":"Embun Bening Diniari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Embun Bening Diniari"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/embun-bening-diniari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10597"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22439,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10597\/revisions\/22439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}