{"id":1075,"date":"2022-11-10T06:00:00","date_gmt":"2022-11-09T23:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1075"},"modified":"2024-10-13T15:45:08","modified_gmt":"2024-10-13T08:45:08","slug":"ultraviolet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet","title":{"rendered":"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang? | Fisika Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg\" alt=\"jenis-jenis sinar uv dan manfaat serta kerugiannya\" width=\"820\" height=\"410\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa saja jenis-jenis sinar ultraviolet beserta manfaat dan kerugiannya? Apa hubungannya dengan orang yang kulitnya menjadi belang setelah berjemur di pantai? Temukan jawabannya di sini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em style=\"font-family: 'Source Sans Pro'; font-size: 16px; text-align: center;\">&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><em style=\"font-family: 'Source Sans Pro'; font-size: 16px; text-align: center;\"><!--more--><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu suka pergi ke pantai? Ada banyak lho, hal-hal yang bisa dilakukan di pantai. Bisa berenang, main voli pantai, berjemur, bisa juga naik perahu sama temanmu, lalu memparodikan <em>pose<\/em> Jack dan Rose di film Titanic.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Main di pantai emang seru banget, saking serunya, nggak sadar pas pulang terus ngaca, kok kayaknya kulit rada kebakar <em>trus<\/em> agak belang? Kok bisa gitu ya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu semua karena sinar matahari, atau lebih tepatnya kandungan yang terdapat dalam sinar matahari, yaitu <strong>sinar ultraviolet (UV)<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinar UV merupakan salah satu dari <a href=\"\/blog\/konsep-gelombang-elektromagnetik\" rel=\"noopener\"><strong>gelombang elektromagnetik<\/strong><\/a> yang berasal dari sinar matahari. Saat memasuki bumi, sebagian besar sinar UV akan diserap oleh lapisan ozon, uap air, dan gas lainnya yang ada di atmosfer. Terus, yang sampai di permukaan bumi itu hanyalah sinar UV A (sekitar 90-99%) dan UV B (&lt; 10%) aja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, <strong>sinar UV B <\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">inilah yang<\/span><strong> menyebabkan kulit kita terbakar<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span>\u00a0<em>Eits<\/em>, mentang-mentang namanya UV B, jangan kira huruf B-nya itu kepanjangan dari Bakar, ya! Emangnya bakso?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hmm<\/em>, ngomong-ngomong, sinar UV itu terdiri dari berapa jenis, sih? Kok ada yang A dan yang B segala? bedanya apa nih, antara sinar UV A dan UV B?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\">Jenis-Jenis Sinar UV<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, Sinar UV itu terdiri atas 3 macam, <em>guys<\/em>! Ada <span style=\"font-weight: bold;\">UV A<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">UV B<\/span>, dan<span style=\"font-weight: bold;\"> UV C<\/span>. Perbedaannya bisa kamu lihat pada pembahasan berikut, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/macam-macam-model-atom\" rel=\"noopener\">Apa Sih, Perbedaan Model Atom Dalton, Thomson, Rutherford, dan Bohr?<\/a><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Sinar UV A<\/h3>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">90-99%<\/span> sampai ke permukaan bumi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Panjang gelombang<span style=\"font-weight: bold;\"> 315-400 nm<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dapat <span style=\"font-weight: bold;\">menembus jendela<\/span> dan dapat membuat<span style=\"font-weight: bold;\"> warna memudar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Sinar UV B<\/h3>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">&lt;10%<\/span> sampai ke permukaan bumi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Panjang gelombang <span style=\"font-weight: bold;\">280-325 nm<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Tidak dapat<\/span> menembus jendela<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\">Sinar UV C<\/h3>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Tidak<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">sampai<\/span> ke permukaan <span style=\"font-weight: bold;\">bumi<\/span> karena <span style=\"font-weight: bold;\">terserap lapisan ozon<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Panjang gelombang <span style=\"font-weight: bold;\">100-280 nm<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv.jpg\" alt=\"jenis-jenis sinar uv\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sekarang kamu udah tahu, ya, bedanya sinar UV A, UV B, dan UV C. Nah, selanjutnya kita akan membahas tentang manfaat, kerugian, dan cara melindungi diri dari sinar UV.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\">Manfaat Sinar UV<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinar UV yang terkandung dalam sinar matahari ternyata memiliki manfaat, lho! Apa saja manfaatnya?<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Membantu pembentukan vitamin D pada tubuh manusia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paparan sinar matahari dalam jumlah yang tepat dapat membuat tubuh memproduksi <span style=\"font-weight: bold;\">vitamin D<\/span> dengan cara <span style=\"font-weight: bold;\">membakar kolesterol<\/span> yang ada di sel kulit. Vitamin D ini akan membantu <span style=\"font-weight: bold;\">memperkuat tulang, otot, dan imun<\/span> manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/postulat-einstein-dalam-teori-relativitas-khusus\" rel=\"noopener\">Postulat Relativitas Khusus Einstein<\/a><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Mensterilkan alat-alat kesehatan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dunia medis, sinar UV banyak digunakan untuk <span style=\"font-weight: bold;\">mensterilkan alat-alat kesehatan dan ruang operasi<\/span>. Karena sinar UV dianggap efektif untuk membunuh mikroorganisme seperti virus dan bakteri.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. <em>Bug zapper<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa itu <em>bug zapper<\/em>? <em>Bug zapper\u00a0<\/em>adalah <span style=\"font-weight: bold;\">alat perangkap serangga<\/span> yang bentuknya kayak gini, nih:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 500px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/bug%20zapper.gif\" alt=\"bug zapper adalah contoh manfaat dari sinar UV\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Bug Zapper yang mematikan lalat (Sumber: giphy.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lampu LED yang terdapat pada <em>bug zapper<\/em> menggunakan sinar UV, namun<span style=\"font-weight: bold;\"> bebas dari radiasi sinar UV yang berbahaya<\/span>, sehingga aman digunakan. Alat ini juga dilengkapi dengan lapisan yang menghasilkan karbondioksida, yang membuatnya mirip dengan suhu manusia yang disukai nyamuk. Oleh karena itu, alat ini bisa <span style=\"font-weight: bold;\">menangkap nyamuk penyebar virus malaria<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">demam berdarah<\/span> secara <span style=\"font-weight: bold;\">lebih efektif<\/span> dibandingkan produk pembasmi serangga lainnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Membantu serangga<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buah dan bunga yang disinari oleh sinar UV, terlihat berbeda di mata hewan dan manusia. Sehingga dapat <strong>membantu sebagian hewan<\/strong> seperti serangga, burung, dan reptil <strong>untuk menemukan buah<\/strong> yang sudah matang, bunga, atau biji-bijian untuk mereka konsumsi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\">Kerugian Sinar UV<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain manfaat, sinar UV ternyata juga bisa menimbulkan kerugian, nih! Apa saja kerugian yang diakibatkan sinar UV?<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. <em>Sunburn<\/em> (terbakar matahari)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu pulang dari pantai lalu merasa kulit kamu perih dan jadi merah seperti terbakar, itu tandanya kamu terkena <em>sunburn<\/em>. Tapi kok bisa ya? Ternyata, sinar UV bisa <span style=\"font-weight: bold;\">menembus ke dalam kulit<\/span> kamu <em>lho<\/em>. Karena bisa masuk sampai ke dalam lapisan kulit, dia dapat <span style=\"font-weight: bold;\">merusak sel dan membuat DNA kulit rusak<\/span>. Hal inilah yang suka kamu bilang dengan &#8220;<i>Duh, kulit gue belang nih abis dari pantai?!&#8221;<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fakta%20tentang%20sinar%20uv.jpg\" alt=\"fakta tentang sinar uv\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Kerusakan mata<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila kamu melihat ke arah matahari langsung tanpa mengenakan pelindung apapun, mata kamu bisa terkena sinar UV. Jika hal ini berlangsung lama, sinar UV-nya dapat <strong>membuat mata kamu\u00a0katarak<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> lho. Hii. Serem banget, kan? WHO aja menyatakan kalau 20% sumber dari katarak adalah sinar UV. Makanya, kalo lagi marah, jangan suka melototin matahari! (Siapa juga, ya?)<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Penuaan dini pada kulit<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlalu sering terpapar sinar UV, bisa menyebabkan kulit kamu jadi <span style=\"font-weight: bold;\">tebal<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">berkerut<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">kasar<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/pengertian-hukum-coulomb\" rel=\"noopener\">Belajar Hukum Coulomb, Yuk!<\/a><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Kanker kulit<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinar UV mampu menembus jaringan kulit manusia, sehingga mampu <span style=\"font-weight: bold;\">merusak DNA pada sel-sel kulit<\/span> yang memicu sel-sel tersebut menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">sel kanker kulit<\/span>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Warna memudar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nggak kok. Ini bukan maksudnya warna tubuh kamu dari yang semula coklat, bisa memudar jadi transparan. Maksud dari memudarnya warna ini adalah <span style=\"font-weight: bold;\">warna dari benda-benda<\/span> yang kamu punya. <span style=\"font-weight: bold;\">Baju<\/span>, misalnya. Selain karena salah nyuci, sinar UV juga bisa bikin warna baju kamu memudar, lho. Contoh lainnya yakni <span style=\"font-weight: bold;\">tembok bagian luar bangunan<\/span> yang warnanya memudar jauh lebih cepat daripada tembok bagian dalam bangunan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\">Cara Melindungi Diri dari Sinar UV<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinar UV memang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, sehingga secara tidak sadar kita sering terpapar sinar UV. Tapi, ada, kok, beberapa cara untuk melindungi diri dari sinar UV!<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>1. Gunakan tabir surya (<em>sunscreen<\/em>)<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tabir surya atau <em>sunscreen<\/em> yang dianjurkan untuk dipakai adalah yang mengandung <span style=\"font-weight: bold;\">SPF minimal 15<\/span>. Meskipun nggak keluar rumah, jangan lupa untuk tetap pakai <em>sunscreen<\/em>, ya!<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>2. Gunakan pakaian tertutup<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biarpun pakaian kamu tertutup, tapi kalau baju kamu <span style=\"font-weight: bold;\">tipis<\/span> dan masih <span style=\"font-weight: bold;\">tembus pandang<\/span>, tandanya <span style=\"font-weight: bold;\">sinar UV masih bisa menembusnya<\/span>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>3. Gunakan topi dan kacamata hitam<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Topi dan kacamata hitam berfungsi untuk <span style=\"font-weight: bold;\">melindungi wajah<\/span> kamu, <span style=\"font-weight: bold;\">terutama mata<\/span> agar tidak terkena langsung dengan sinar UV.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara%20melindungi%20diri%20dari%20sinar%20uv.jpg\" alt=\"cara melindungi diri dari sinar uv\" width=\"600\" height=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal;\"><strong>Baca juga: <a href=\"\/wakanda\" rel=\"noopener\">Apakah Teknologi Wakanda dapat Ditemui di Dunia Nyata?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi sekarang kamu udah tahu ya, apa saja jenis-jenis sinar UV beserta manfaat dan kerugiannya. Salah satu kerugian yang bisa ditimbulkan adalah kulit kita yang menjadi belang setelah ber<span style=\"font-weight: normal;\">main dan berjemur di pantai.<\/span> Nah, kalau kamu ada PR di rumah tentang materi ini, kamu bisa banget lho, nanya ke tutor kece di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/fisika\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Ruangguru Privat Fisika<\/strong><\/a>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\" https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 10 November 2022.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja jenis-jenis sinar ultraviolet beserta manfaat dan kerugiannya? Apa hubungannya dengan orang yang kulitnya menjadi belang setelah berjemur di pantai? Temukan jawabannya di sini! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":124,"featured_media":1075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1728808967:1"],"_aioseo_title":["Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?"],"_aioseo_description":["Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!"]},"categories":[513,519],"tags":[241,76,10,37],"class_list":["post-1075","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-12","tag-fisika-xii","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-09T23:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-13T08:45:08+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Syifa Chaerunnisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Syifa Chaerunnisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet\",\"name\":\"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-09T23:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-13T08:45:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/4bea58ff07d9127a9758d896ab765e1b\"},\"description\":\"Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang? | Fisika Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/4bea58ff07d9127a9758d896ab765e1b\",\"name\":\"Syifa Chaerunnisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Syifa Chaerunnisa\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/syifa-chaerunnisa\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?","description":"Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?","og_description":"Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-11-09T23:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-10-13T08:45:08+00:00","author":"Syifa Chaerunnisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Syifa Chaerunnisa","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet","name":"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg","datePublished":"2022-11-09T23:00:00+00:00","dateModified":"2024-10-13T08:45:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/4bea58ff07d9127a9758d896ab765e1b"},"description":"Artikel ini membahas tentang jenis-jenis sinar ultraviolet (UV) beserta manfaat, kerugian, dan cara menghindarinya. Penasaran? Yuk, baca artikelnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jenis-jenis%20sinar%20uv%20dan%20manfaat%20serta%20kerugiannya.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ultraviolet#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenapa Pulang dari Pantai Kulit Menjadi Belang? | Fisika Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/4bea58ff07d9127a9758d896ab765e1b","name":"Syifa Chaerunnisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Syifa Chaerunnisa"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/syifa-chaerunnisa"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/124"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1075"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20424,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions\/20424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}