{"id":10777,"date":"2017-12-21T13:03:00","date_gmt":"2017-12-21T06:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10777"},"modified":"2023-12-12T12:08:45","modified_gmt":"2023-12-12T05:08:45","slug":"bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi","title":{"rendered":"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg\" alt=\"Fisika Kelas 11 : Pemuaian Volume\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 821px;\" title=\"pemuaian volume\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" width=\"821\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian volume atau pertambahan ukuran. <em>Wah<\/em>, apa itu? Mari kita simak penjelasannya di artikel ini ya!<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertambahan ukuran dapat berupa pertambahan panjang, luas, dan juga volume. Pertambahan ukuran bisa terjadi saat suatu benda dipanaskan. Mengapa bisa bertambah ukurannya? Coba simak ilustrasi berikut ini.<\/p>\n<div><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/ArUO6InUpFWmE-4vgJPctey2fFO9cn0W3CFeAN2p2L_c-BjNksYAIhRn2XkMX5iKapkY7dMcRLfYQMipTjjgmlFbead3OY1ae1-9CUYpSWePPb-irHvYK-A-EY1Fa5BKJ6NWY8edqeTuYTCUxA\" style=\"width: 400px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" alt=\"gambar pemuaian volume pada benda padat\" title=\"pemuaian volume\" width=\"400\"><\/div>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&nbsp;<span style=\"background-color: transparent;\">Gambar 1. Ilustrasi molekul pada benda padat.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap benda terdiri dari beberapa molekul seperti ilustrasi di atas. Pada benda padat, molekul bisa bergetar. Ketika benda padat dipanaskan, getaran molekul akan semakin cepat. Molekul-molekul tersebut bergerak sedikit demi sedikit menjauh satu sama lain. Dari luar, benda tersebut <strong>akan terlihat seperti bertambah ukurannya karena <a href=\"\/mengenal-massa-molekul-relatif\">molekul-molekul<\/a> yang semakin menjauh tadi<\/strong>. <strong>Hal inilah yang disebut sebagai pemuaian.<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/molekul%20benda%20cair.png\" style=\"width: 400px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" alt=\"gambar pemuaian volume pada benda cair\" title=\"pemuaian volume\" width=\"400\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gambar 2. Ilustrasi molekul pada benda cair.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">RG Squad<em>, <\/em>perhatikan ilustrasi di atas. <strong>Pada zat cair, jarak antar molekul lebih renggang dari molekul zat padat.<\/strong> Namun, molekul akan bergerak lebih cepat dan menjauh satu sama lain jika dipanaskan. Maka, zat cair pun juga memuai ketika dipanaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah, <\/em><strong>pemuaian yang terjadi pada kasus tersebut adalah pemuaian volume<\/strong>. Jadi, zat cair dan zat padat dapat mengalami pemuaian volume. Pemuaian tersebut bisa kita hitung, <em>lho <\/em>dengan rumus berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus-12.jpg\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" alt=\"rumus pemuaian volume\" title=\"pemuaian volume\" width=\"600\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh pemuaian terjadi pada pengemasan minuman kaleng. <strong>Pada minuman kaleng, minuman tidak pernah diisi sampai penuh. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang jika memuai<\/strong> saat terkena panas. Biasanya, koefisien muai minuman lebih tinggi dari koefisien muai kaleng. Simak contoh di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Sebuah kaleng dengan volume 330 ml berisi minuman yang diisi penuh. Saat dibawa bepergian, minuman kaleng mengalami perubahan suhu dari 20 \u00baC hingga 40 <sup>o<\/sup>C. Jika kaleng terbuat dari aluminium dengan koefisien muai volume 7,5 x 10<sup>-5<\/sup>\/ <sup>o<\/sup>C dan air minuman memiliki koefisien muai volume air 4,4 x 10<sup>-4<\/sup>\/ oC, apakah kaleng mampu menampung pemuaian air?<\/em><\/span><\/p>\n<p><strong>Pembahasan :<\/strong><\/p>\n<p>Volume awal kaleng adalah 330 ml. Maka, volume kaleng ketika memuai adalah :<\/p>\n<p>V<sub>t kaleng&nbsp;<\/sub>= V<sub>0<\/sub> (1+\u03b3.\u2206T)<\/p>\n<p>V<sub>t kaleng&nbsp;<\/sub>=330 (1+7,5.10<sup>-5<\/sup>.(40-20))<\/p>\n<p>V<sub>t kaleng<\/sub> =330 (1+0,0015)<\/p>\n<p>V<sub>t kaleng<\/sub> =330 (1,0015)=330,495 ml<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Volume awal air sama dengan kaleng, yaitu 330 ml. Maka, volume air ketika memuai adalah:<\/strong><\/span><\/p>\n<p>V<sub>t air<\/sub> = V<sub>0<\/sub> (1+\u03b3.\u2206T)<\/p>\n<p>V<sub>t air&nbsp;<\/sub>= 330 (1+4,4.10<sup>-4<\/sup>.(40-20))<\/p>\n<p>V<sub>t air<\/sub> = 330 (1+0,0088)<\/p>\n<p>V<sub>t air<\/sub> = 330 (1,0088)=332,904 ml<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kita bisa melihat perbedaan volume akhir air yang lebih besar daripada volume akhir kaleng, yaitu sekitar 2,5 ml.<\/strong> Maka, kaleng tidak dapat menampung air yang memuai. <em>Nah<\/em>, kaleng tidak dapat diisi penuh dengan minuman supaya ada ruang pemuaian untuk minuman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Okay<\/em> sekarang RG Squad <strong>sudah tahu <em>kan<\/em> mengapa minuman kaleng tidak pernah terisi penuh? Hal ini disebabkan pemuaian volume air dalam kaleng.<\/strong> Ingat ya, yang mengalami pemuaian ialah air dan kalengnya. <em>Nah<\/em>, mau tahu penerapan ilmu fisika lainnya dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih menyenangkan? Yuk, langsung tonton berbagai video pelajaran animasi untuk menambah pengetahuanmu di&nbsp;<a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong>ruangbelajar!<\/strong><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian volume atau pertambahan ukuran. Wah, apa itu? Mari kita simak penjelasannya di artikel ini ya!<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":10777,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702357725:1"]},"categories":[513,518],"tags":[127,31,10,37],"class_list":["post-10777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-11","tag-fisika-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-12-21T06:03:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-12T05:08:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi\",\"name\":\"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg\",\"datePublished\":\"2017-12-21T06:03:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-12T05:08:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"description\":\"Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11","description":"Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11","og_description":"Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2017-12-21T06:03:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-12T05:08:45+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi","name":"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg","datePublished":"2017-12-21T06:03:00+00:00","dateModified":"2023-12-12T05:08:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"description":"Mengapa minuman dalam kemasan kaleng tidak pernah diisi penuh? Apakah supaya lebih hemat? Tentu saja bukan.&nbsp; Hal ini disebabkan adanya pemuaian","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_11.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-pemuaian-volume-bisa-terjadi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Pemuaian Volume Bisa Terjadi? | Fisika Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10777"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16019,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10777\/revisions\/16019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}