{"id":10780,"date":"2017-12-21T10:57:57","date_gmt":"2017-12-21T03:57:57","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10780"},"modified":"2023-12-19T08:30:07","modified_gmt":"2023-12-19T01:30:07","slug":"rangkaian-sel-volta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta","title":{"rendered":"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\" alt=\"Kimia Kelas 12 : Rangkaian Sel Volta\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya RG Squad sudah tahu <em>kan<\/em> <strong><a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/mengenal-sel-volta-penghasil-energi-listrik\">pengertian dari sel volta<\/a><\/strong>? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat menghasilkan kerja. Agar terjadi seperti itu, maka reaksi oksidasinya harus dipisahkan dari reaksi reduksinya, sehingga membentuk sel seperti tampak pada gambar di bawah. Supaya lebih paham coba perhatikan&nbsp;<\/span><strong>gambar sel volta<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di bawah ini ya.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/reaksi%20sel%20volta.png\" alt=\"penerapan rangkaian sel volta\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Rangkaian Sel Volta: Kedua larutan dihubungkan oleh jembatan garam yang berisi KCl.<br \/>Elektron mengalir dari elektroda Zn (sebagai anoda) ke elektroda Cu (sebagai katoda) melalui kawat eksternal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setengah sel yang satu terdiri dari logam seng <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(zinc)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dicelupkan ke dalam larutan&nbsp;<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/WDW.png\" alt=\"WDW.png\" style=\"width: 60px;\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan setengah sel yang lainnya terdiri atas logam tembaga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(copper)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dicelupkan ke dalam larutan <\/span><strong><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/FDF.png\" alt=\"FDF.png\"><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika kedua elektrodanya dihubungkan dengan rangkaian luar (misalnya kabel, kawat) maka akan dihasilkan arus listrik, yang dapat dibuktikan dengan bergeraknya jarum galvanometer yang dipasang pada rangkaian luar dari sel tersebut, ataupun dengan lampu. Sel yang tampak di&nbsp;<\/span><strong>gambar sel volta<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;di atas, sesuai dengan nama orang yang mengembangkan alat tersebut. Ketika sel volta digunakan sebagai sumber listrik, terjadi perubahan dari Zn menjadi <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/DDV.png\" alt=\"DDV.png\" style=\"width: 57px;\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sifatnya dapat larut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/4.png\" alt=\"4.png\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\">Hal ini dapat diketahui dari semakin berkurangnya massa logam Zn. Di sisi lain, elektroda Cu semakin bertambah massanya karena terjadi pengendapan Cu dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GN.png\" alt=\"GN.png\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam larutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/5.png\" alt=\"5.png\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\">Pada sel tersebut, elektroda Zn bertindak sebagai anoda dan elektroda Cu sebagai katoda. Pada sel elektrokimia, baik sel volta maupun sel elektrolisis, anoda adalah elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi dan katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi. Untuk memudahkan mengingat perhatikan huruf pertama dari kata katoda dan kata reduksi. Huruf&nbsp;<\/span><strong>k<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;dan&nbsp;<\/span><strong>r<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;sama-sama merupakan huruf konsonan. Sementara huruf pertama dari kata anoda dan oksidasi adalah&nbsp;<\/span><strong>a<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;dan&nbsp;<\/span><strong>o<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sama-sama merupakan huruf vokal. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar lebih mudah dalam mengingatnya, bisa dengan menyingkatnya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>KRAO<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>K<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;=Katoda,&nbsp;<\/span><strong>R<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">= Reduksi,&nbsp;<\/span><strong>A<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">= Anoda,<\/span><strong>&nbsp;O<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">= Oksidasi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sel volta digunakan, terjadi arus elektron dari elektroda seng (Zn) ke elektroda tembaga (Cu) pada rangkaian luar. Bisa kita ketahui bahwa dalam fisika ada konvensi yang menyatakan bahwa pada sumber arus, arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif pada rangkaian luar, atau elektron mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Oleh karena itu, logam seng bertindak sebagai kutub negatif dan logam tembaga sebagai kitub positif. Bersamaan dengan itu pula, pada larutan dalam sel tersebut terjadi perpindahan sebagian ion&nbsp;<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/DDV-1.png\" alt=\"DDV-1.png\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kiri ke kanan. Hal ini terjadi karena dalam larutan sebelah kiri terjadi kelebihan ion <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/DDV-2.png\" alt=\"DDV-2.png\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dibandingkan dengan ion&nbsp;<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GDM.png\" alt=\"GDM.png\" style=\"width: 57px;\" title=\"GDM.png\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" width=\"57\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ada. Sementara itu, ion&nbsp;<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GDM.png\" alt=\"GDM.png\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mengalir dari kanan ke kiri karena di sisi kanan kelebihan ion <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GDM.png\" alt=\"GDM.png\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dibandingkan dengan ion <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GN-1.png\" alt=\"GN-1.png\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reaksi total yang terjadi pada sel volta adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/6.png\" alt=\"6.png\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rangkuman%20penjelasan%20materi%20sel%20volta%20kimia%20kelas%2012.png\" alt=\"reaksi rangkaian sel volta\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\"><\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu dia rangkaian sel volta Squad. Sudah paham sekarang kan seperti apa dan bagaimana cara kerja rangkaian sel volta. Jika kalian masih penasaran dan belum paham, bisa banget baca rangkuman dan kerjakan latihan soal di aplikasi <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar?utm_medium=referral&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rangkaian-sel-volta\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">ruangbelajar<\/a><\/strong>. Selamat belajar!<br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/onelink.to\/v3ws6m?utm_source=apps&#038;utm_medium=email&#038;utm_campaign=ruangbelajar&#038;utm_term=ruangbelajar&#038;utm_content=landingpageB\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/bb91f0e9-da22-4348-8080-c21fb33b9e89.jpeg\" width=\"540\" height=\"190\" alt=\"RB app B\" \/><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelumnya RG Squad sudah tahu kan pengertian dari sel volta? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat menghasilkan kerja. Agar terjadi seperti itu, maka reaksi oksidasinya harus dipisahkan dari reaksi reduksinya, sehingga membentuk sel seperti tampak pada gambar di bawah. Supaya lebih paham coba perhatikan&nbsp;gambar sel volta di bawah ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":10780,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702949407:1"]},"categories":[548,551],"tags":[76,262,10,37],"class_list":["post-10780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-12","tag-kelas-12","tag-kimia-xii","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebelumnya RG Squad sudah tahu kan pengertian dari sel volta? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebelumnya RG Squad sudah tahu kan pengertian dari sel volta? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-12-21T03:57:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-19T01:30:07+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta\",\"name\":\"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\",\"datePublished\":\"2017-12-21T03:57:57+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T01:30:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"description\":\"Sebelumnya RG Squad sudah tahu kan pengertian dari sel volta? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12","description":"Sebelumnya RG Squad sudah tahu kan pengertian dari sel volta? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12","og_description":"Sebelumnya RG Squad sudah tahu kan pengertian dari sel volta? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2017-12-21T03:57:57+00:00","article_modified_time":"2023-12-19T01:30:07+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta","name":"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg","datePublished":"2017-12-21T03:57:57+00:00","dateModified":"2023-12-19T01:30:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"description":"Sebelumnya RG Squad sudah tahu kan pengertian dari sel volta? Pada sel volta, elektron dirancang untuk mengalir pada rangkaian luar, sehingga dapat","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rangkaian-sel-volta#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rangkaian Sel Volta | Kimia Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10780"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16393,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10780\/revisions\/16393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}