{"id":10804,"date":"2017-12-21T07:40:32","date_gmt":"2017-12-21T00:40:32","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10804"},"modified":"2023-12-13T08:13:56","modified_gmt":"2023-12-13T01:13:56","slug":"bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial","title":{"rendered":"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg\" alt=\"sosiologi_11.jpg\" width=\"821\" height=\"411\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini menyebabkan kita rawan terpengaruh oleh pihak-pihak luar yang dapat memicu terjadinya bentuk permasalahan sosial pada generasi milenial, yaitu kenakalan remaja.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kartono, seorang ahli sosiologi, menyatakan bahwa \u201ckenakalan Remaja atau <em>juvenile delinquency<\/em> adalah gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang\u201d. Kurang lebihnya, ini, tuh perilaku yang tidak bisa diterima secara sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Jenis-jenis kenakalan remaja pada umumnya digolongkan sebagai penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan tawuran antar pelajar. Penyebab munculnya kenakalan remaja tersebut dapat digolongkan menjadi dua faktor, yakni faktor dari remaja itu sendiri (internal) dan faktor dari luar \/ lingkungan remaja (eksternal).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/obat-obatan%20terlarang.jpg\" alt=\"bentuk kenakalan remaja\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 600px;\" title=\"bentuk kenakalan remaja\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" width=\"600\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Generasi milenial menghadapi salah satu bahaya untuk masa depannya, yaitu darurat obat-obatan terlarang.<\/em> <em>(<\/em>Sumber: https:\/\/www.wnmufm.org\/<em>)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Faktor Internal:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Krisis identitas akibat perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. <em>Nah<\/em>, kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kontrol diri yang lemah juga menyebabkan remaja sulit membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku menyimpang. Meskipun sudah tahu pun, ada beberapa remaja yang sulit mengontrol keinginannya untuk melakukan hal-hal menyimpang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Faktor Eksternal:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga yang bermasalah, perceraian orangtua, dan kurangnya komunikasi antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pola didikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap jati diri anak juga bisa menjadi penyebab. Selain itu, teman sebaya dan komunitas atau lingkungan tempat tinggal yang kurang baik juga berpengaruh jika si anak terus menerus berinteraksi dengan kelompok tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara Mengatasi Kenakalan Remaja:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegagalan mencapai identitas peran yang matang dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja sebaiknya memang mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang matang sehingga ia bisa mencontoh perilaku dan pola pikir yang matang pula. Hal tersebut bisa dibantu dengan cara-cara berikut ini:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Dukungan dari keluarga, guru, dan teman sebaya untuk memperbaiki diri<\/li>\n<li>Orangtua berusaha menciptakan suasana yang kondusif, harmonis, dan memperbanyak komunikasi terhadap remaja.<\/li>\n<li>Arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul, dan seperti apa yang baik dan ideal.<\/li>\n<li>Membentuk pengontrolan diri supaya tidak mudah terpengaruh oleh kebiasaan negatif dari teman sebaya.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/bentuk-diskriminasi-di-masyarakat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"color: #008000;\">Bentuk Diskriminasi di Masyarakat<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/funfact%20-%20kenakalan%20remaja%20merokok.png\" alt=\"bentuk kenakalan remaja\" style=\"width: 640px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"640\" title=\"bentuk kenakalan remaja\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\"><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em> Squad, sebagai generasi milenial yang terdidik, kita harus pandai-pandai menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam bentuk kenakalan remaja ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Squad ingin belajar dengan menggunakan video belajar animasi? Daftar <em>yuk<\/em> di <a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar?utm_medium=referral&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=bentuk-kenakalan-remaja-pada generasi-milenial\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>. Kamu bisa menonton video belajar animasi, latihan soal, dan juga mendapat rangkuman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/1f6a4f8b-0326-42d1-bc9c-111ebb100e56.jpeg\" width=\"650\" height=\"228\" alt=\"ruangbelajar\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Bynum, Jack E. &amp; William E. Thomson. (2007). Juvenile Delinquency: a sociological approach<br \/>(7thed.). Pearson Education Inc: USA. (Chapter 1, p. 3- 24)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span>Suhardi dan Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 2: Untuk SMA\/MA Kelas XI Program IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Ilustrasi Obat-obatan&#8217; [daring] Tautan: https:\/\/www.wnmufm.org\/post\/bill-okd-offer-immunity-reporting-drug-overdose#stream\/0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Artikel ini diperbarui pada 24 November 2020.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini menyebabkan kita rawan terpengaruh oleh pihak-pihak luar yang dapat memicu terjadinya bentuk permasalahan sosial pada generasi milenial, yaitu kenakalan remaja.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":10804,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702430036:1"]},"categories":[534,539],"tags":[10,37,94],"class_list":["post-10804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","category-sosiologi-sma-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma","tag-sosiologi-xi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-12-21T00:40:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-13T01:13:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial\",\"name\":\"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg\",\"datePublished\":\"2017-12-21T00:40:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-13T01:13:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\"},\"description\":\"RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\",\"name\":\"Fahri Abdillah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fahri Abdillah\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11","description":"RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11","og_description":"RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2017-12-21T00:40:32+00:00","article_modified_time":"2023-12-13T01:13:56+00:00","author":"Fahri Abdillah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Fahri Abdillah","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial","name":"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg","datePublished":"2017-12-21T00:40:32+00:00","dateModified":"2023-12-13T01:13:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9"},"description":"RG Squad tentu ikut merasakan kalau usia saat SMP dan SMA adalah usia di mana diri kita sedang mencari identitas yang paling sesuai dengan kita. Hal ini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/sosiologi_11.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bentuk-kenakalan-remaja-pada-generasi-milenial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bentuk Kenakalan Remaja pada Generasi Milenial | Sosiologi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9","name":"Fahri Abdillah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fahri Abdillah"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16185,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10804\/revisions\/16185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}