{"id":10819,"date":"2025-01-20T11:00:41","date_gmt":"2025-01-20T04:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10819"},"modified":"2025-01-20T16:01:18","modified_gmt":"2025-01-20T09:01:18","slug":"macam-macam-ekosistem-di-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi","title":{"rendered":"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &#038; Contoh | Biologi Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png\" alt=\"macam-macam ekosistem di bumi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasannya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/biologi\/biologi-smp-kelas-7\">artikel Biologi kelas 7<\/a><\/strong> ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika belajar tentang makhluk hidup, tentunya kita juga akan banyak mempelajari tentang tempat tinggal atau habitat dari makhluk hidup tersebut. Nah, habitat dari makhluk hidup sangat erat kaitannya dengan suatu istilah yang disebut <strong>ekosistem<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu mendengar tentang ekosistem? Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan ekosistem? Yuk, kita pahami bersama!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa itu Ekosistem?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani, yaitu dari kata <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201coikos\u201d <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang berarti rumah atau tempat dimana organisme hidup, dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201csystem\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti cara atau susunan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika disimpulkan, <strong>arti ekosistem adalah<\/strong> sebuah <strong>sistem ekologi<\/strong> yang terbentuk dari <strong>hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya<\/strong>.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, <strong>suatu proses ekosistem melibatkan komponen <\/strong><\/span><strong>biotik (makhluk hidup) dan abiotik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong> (tidak hidup)<\/strong>. \u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ekosistem, terdapat tatanan kesatuan yang utuh dan menyeluruh, dimana unsur-unsur lingkungan hidup saling mempengaruhi satu sama lain. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Interaksi ini menciptakan keseimbangan yang mendukung keberlangsungan hidup berbagai organisme. Salah satu contoh ekosistem yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari kita adalah ekosistem sawah. Gambar ekosistem sawah dan komponennya dapat kamu lihat pada infografis berikut:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c6cd0575-2ca0-401e-b104-dbfa9ae67f18.png\" alt=\"komponen biotik dan abiotik\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem bersifat dinamis, yang berarti dapat bergerak atau menyesuaikan diri terhadap perubahan. Ada loh cabang ilmu yang khusus mempelajari tentang ekosistem, yaitu <strong>Ekologi<\/strong>. Ilmu ini mempelajari lebih jauh mengenai interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/karakteristik-makhluk-hidup\">Mengenal 8 Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Contohnya, Yuk!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Komponen Ekosistem <\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem, baik yang bersifat terestrial (daratan) maupun akuatik (perairan), terdiri atas berbagai komponen. Komponen-komponen ini dikelompokkan berdasarkan segi trofik (nutrisi) serta struktur dasar ekosistem. Namun secara umum, komponen ekosistem terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu<strong> komponen biotik dan komponen abiotik<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Komponen Biotik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen biotik <strong>mencakup semua makhluk hidup atau organisme yang ada di permukaan bumi<\/strong>, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <strong>ukurannya<\/strong>, komponen biotik dapat dibagi menjadi <strong>makroorganisme dan mikroorganisme<\/strong>. Selain itu, berdasarkan <strong>perannya<\/strong> dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga kelompok utama, yaitu <strong>produsen, konsumen, dan dekomposer<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>a. Produsen (Penghasil)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Produsen adalah <strong>makhluk hidup autotrof yang mampu menghasilkan karbohidrat sederhana<\/strong>, seperti glukosa dari karbondioksida melalui proses fotosintesis. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain berperan penting dalam menyerap karbondioksida untuk menjaga keseimbangan suhu dan curah hujan, produsen juga menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan, yang dibutuhkan oleh organisme lain untuk metabolisme energi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Produsen berada di tingkat trofik pertama<\/strong> dan merupakan dasar dari semua piramida energi. Contoh produsen meliputi alga, lumut, dan tumbuhan hijau seperti beringin, mahoni, dan tanaman lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>b. Konsumen (Pemakai)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumen adalah <strong>organisme heterotrof yang tidak mampu menghasilkan makanan sendiri<\/strong>, sehingga bergantung pada organisme lain untuk memperoleh energi. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: <\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Karnivora<\/strong> (pemakan daging), contohnya singa, harimau, buaya, ular, serigala, dsb. <\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Herbivora<\/strong> (pemakan tumbuhan), contohnya kambing, sapi, kerbau, kelinci, belalang, dsb.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>O<\/strong><strong style=\"font-weight: 400;\">mnivora<\/strong> (pemakan segala, baik daging maupun tumbuhan), contohnya manusia, ayam, bebek, cacing, tupai, dsb.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>c. Dekomposer (Pengurai)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dekomposer atau pengurai adalah <strong>organisme yang mampu menguraikan sisa makhluk hidup<\/strong>, baik heterotrof maupun autotrof, yang telah mati. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dekomposer memainkan peran penting dalam mengembalikan zat-zat organik dari konsumen ke produsen melalui proses pembusukan. Proses ini menghasilkan zat anorganik sederhana yang diperlukan oleh produsen untuk membuat makanan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh dekomposer meliputi ganggang, cacing, jamur, bakteri, dan mikroorganisme lain yang ditemukan di berbagai lingkungan seperti darat, air, maupun udara.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/benarkah-penyumbang-oksigen-terbesar-kita-berasal-dari-pohon\">Benarkah Penyumbang Oksigen Terbesar Bumi Berasal dari Pohon?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Komponen Abiotik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen abiotik <strong>mencakup unsur-unsur tidak hidup yang terdapat di lingkungan<\/strong> dan sangat mempengaruhi keberlangsungan hidup makhluk hidup. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen ini meliputi faktor kimiawi, seperti <strong>senyawa anorganik<\/strong> (H2O, N2, O2, CO2, mineral) dan <strong>senyawa organik<\/strong> (karbohidrat, protein), serta <strong>faktor fisik<\/strong> seperti suhu, sinar matahari, angin, air, udara, kelembapan, cahaya, pH, salinitas, dan topografi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi untuk menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan dalam ekosistem.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Ekosistem<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri ekosistem secara umum adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Memiliki Komponen Abiotik dan Biotik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem terdiri dari komponen biotik (organisme hidup) dan komponen abiotik (faktor non-hidup). Komponen abiotik meliputi iklim, suhu, tanah, air, sinar matahari, dan elemen fisik lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Aliran Energi dan Siklus Materi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem melibatkan aliran energi melalui rantai makanan dan siklus materi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Keseimbangan Ekologis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem cenderung menuju keseimbangan ekologis, di mana populasi organisme dapat berfluktuasi tetapi tetap relatif stabil.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Interaksi Antar Organisme<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, misalnya melalui hubungan predator-mangsa, simbiosis, atau kompetisi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Keanekaragaman Hayati<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem memiliki beragam spesies organisme, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Peran Lingkungan Fisik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor-faktor lingkungan fisik seperti iklim, tanah, dan air sangat mempengaruhi ekosistem.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-jenis-interaksi-dalam-sebuah-ekosistem\"><b>Apa Saja Jenis-Jenis Interaksi dalam Ekosistem?<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Ekosistem untuk Makhluk Hidup dan Lingkungan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem memainkan peran penting dalam kehidupan dan membawa berbagai manfaat untuk kita. Manfaat ekosistem untuk makhluk hidup dan lingkungan, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Mendukung Kehidupan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Ekosistem menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan udara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Pengatur Iklim<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Ekosistem seperti hutan hujan tropis berfungsi sebagai penyerap karbondioksida.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Pengelola Limbah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 Dekomposer dalam ekosistem menguraikan limbah organik menjadi bahan yang bermanfaat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Konservasi Keanekaragaman Hayati<\/strong> \u2192 Ekosistem menjaga keberlanjutan berbagai spesies makhluk hidup.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Ekosistem \u00a0\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, ekosistem dibagi menjadi dua jenis, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Berikut penjelasan dan contohnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>A. Ekosistem Alami<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem alami adalah ekosistem yang <strong>terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia<\/strong>. Ekosistem alami terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu <strong>ekosistem akuatik (air) dan ekosistem terestrial (darat)<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Ekosistem Akuatik (Air)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem akuatik merupakan ekosistem yang <strong>didominasi oleh air sebagai komponen abiotiknya<\/strong>. Macam-macam ekosistem akuatik adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Air Tawar<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya, ekosistem air tawar merupakan ekosistem yang didominasi oleh air tawar seperti sungai dan danau. Ekosistem ini cenderung memiliki variasi suhu yang kecil, penetrasi cahaya yang rendah, konsentrasi garam yang rendah atau kurang dari 1%, dan dipengaruhi oleh iklim serta cuaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Bioma air tawar meliputi <\/strong><\/span><strong>danau, sungai, dan rawa-rawa (<i>wetland<\/i>)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Danau atau kolam merupakan perairan tawar yang memiliki luasan tertentu. Sementara sungai adalah badan air yang mengalir dari hulu ke hilir. Kemudian, rawa-rawa sendiri merupakan genangan air yang mendukung kehidupan tanaman-tanaman air. \u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Air Laut<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air laut mendominasi permukaan bumi hingga 75%. <strong>Sumber air yang ada di bumi 97% berasal dari laut<\/strong>. Ekosistem ini memiliki kadar garam (salinitas) tinggi dengan ion klorida mencapai 55%. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Bioma air laut terdiri dari <\/strong><\/span><strong>lautan dan estuari<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Lautan adalah ekosistem terbesar yang ada dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Bioma estuari merupakan perairan payau yang terbentuk akibat percampuran air laut dan air tawar. \u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Lamun<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lamun atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>seagrass<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan satu\u2011satunya <strong>kelompok tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut<\/strong>. Tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti hal\u00adnya rumput di darat, lamun memiliki tunas berdaun yang tegak dan tangkai\u2011tangkai merayap yang efektif untuk berkembang biak. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), tumbuhan lamun dapat berbunga, berbuah, serta meng\u00adhasilkan biji. Lamun juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat hara.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/84de4647-e51d-4831-9f7a-c2c6c21f1e2e.jpg\" alt=\"ekosistem lamun\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar Ekosistem Lamun. (Sumber: lcdi-indonesia.id)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Muara<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muara merupakan <strong>pertemuan antara sungai dan laut<\/strong>. Ekosistem ini kaya akan nutrisi dan sangat produktif. Tumbuhan seperti rumput rawa garam dan fitoplankton, serta hewan seperti kepiting dan ikan hidup di ekosistem ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Pantai<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem pantai <strong>didominasi oleh tumbuhan seperti <\/strong><\/span><strong><em>mangrove<\/em> <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>atau bakau<\/strong> yang tahan terhadap angin dan ombak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Sungai<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem sungai memiliki <strong>air yang mengalir, dingin, dan jernih, dengan kadar oksigen tinggi<\/strong> akibat aliran konstan. Hewan yang ditemukan meliputi ikan, kura-kura, ular, dan buaya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Terumbu Karang<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem ini <strong>terletak di dekat pantai<\/strong>, kaya akan invertebrata, mikroorganisme, dan ikan. Terumbu karang berperan penting dalam ekosistem pantai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Ekosistem Laut Dalam<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem ini <strong>berada di kedalaman lebih dari 6.000 meter<\/strong>, dihuni oleh organisme seperti ikan laut bercahaya dan bakteri yang bersimbiosis dengan karang.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/potensi-sumber-daya-alam\">Jenis-Jenis Sumber Daya Alam, Potensi &amp; Persebarannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>2. Ekosistem Terestrial (Darat)<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem terestrial merupakan<strong> ekosistem yang bergantung pada suhu dan curah hujan suatu wilayah<\/strong>. Pola ekosistem ini dapat berubah akibat aktivitas manusia, terjadinya kebakaran, atau terjadinya petir. Macam-macam ekosistem terestrial antara lain:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Gurun<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem gurun merupakan <strong>daerah kering dengan curah hujan rendah<\/strong> dan <strong>perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam<\/strong>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi gurun yang cukup ekstrim membuatnya hanya dapat ditempati oleh beberapa jenis makhluk hidup saja. Contohnya adalah kaktus, unta, ular, dan lain-lain. \u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 600px;\" title=\"macam-macam ekosistem\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cicilan%20rgdb.png\" alt=\"macam-macam ekosistem\" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gurun Danakil, Ethiopia. (sumber: africa-discovery.com)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Hutan Gugur<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem hutan gugur merupakan <strong>ekosistem yang terdapat di iklim sedang<\/strong>, dengan <strong>curah hujan merata sepanjang tahun<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Taiga<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem taiga adalah ekosistem yang <strong>berada di wilayah utara bumi<\/strong> atau pegunungan tropis. Bioma taiga <strong>beriklim dingin<\/strong> yang <strong>didominasi oleh jenis tumbuhan konifer<\/strong> (pohon) sehingga dapat disebut hutan boreal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"macam-macam ekosistem\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ruanglesonline-1.png\" alt=\"macam-macam ekosistem\" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar Bioma Taiga. (sumber: nomadictrails.com)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Hutan Sabana<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem hutan sabana adalah<strong> ekosistem padang rumput<\/strong> dengan beberapa pohon, ditemukan di wilayah dengan curah hujan sedang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Padang Rumput<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem padang rumput merupakan ekosistem yang <strong>terbentang dari daerah tropis ke subtropis<\/strong>, memiliki <strong>curah hujan rendah<\/strong> dan <strong>drainase cepat<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Tundra<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem tundra adalah ekosistem yang <strong>berada di lingkaran kutub utara atau puncak gunung tinggi<\/strong>, dengan tumbuhan seperti lumut kerak dan rumput alang-alang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Karst<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem karst merupakan <strong>kawasan batu gamping dengan tanah yang kurang subur dan rentan erosi<\/strong>, memiliki keanekaragaman hayati yang unik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>Hutan Hujan Tropis<\/b><\/span><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem hutan hujan tropis merupakan ekosistem yang memiliki <strong>curah hujan tinggi dan biodiversitas yang kaya<\/strong>, dihuni oleh berbagai spesies tumbuhan dan hewan. <strong>Indonesia<\/strong><strong> memiliki banyak bioma hutan tropis<\/strong> di setiap pulaunya. Hal itulah yang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan biodiversitas tertinggi di dunia.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-bioma\">Macam-Macam Bioma di Dunia Beserta Ciri dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>B. Ekosistem Buatan\u00a0\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem buatan adalah <strong>ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan tertentu<\/strong>. Keanekaragaman hayatinya cenderung rendah karena didominasi oleh campur tangan manusia. Contoh ekosistem buatan di antaranya yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hutan produksi, seperti hutan jati dan hutan pinus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bendungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agroekosistem (sawah tadah hujan atau irigasi).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkebunan sawit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekosistem permukiman (kota atau desa), dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana nih gengs? Udah paham mengenai pengertian ekosistem, ciri-ciri, hingga macam-macam ekosistem dan contohnya. Semoga paham ya dengan penjelasan di atas. Tapi, k<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">alo memang masih ada yang bingung, yuk kita belajar lebih lanjut di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\">aplikasi Ruangguru<\/a><\/strong>! <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Download <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">aplikasinya sekarang, ya!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg\" alt=\"CTA ruangbelajar\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/ekosistem\/ (Diakses pada 26 November 2024)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">https:\/\/lindungihutan.com\/blog\/ekosistem\/ (Diakses pada 26 November 2024)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasannya di artikel Biologi kelas 7 ini! &#8212; &nbsp; Ketika belajar tentang makhluk hidup, tentunya kita juga akan banyak mempelajari tentang tempat tinggal atau habitat dari makhluk hidup tersebut. Nah, habitat dari makhluk hidup sangat erat kaitannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":10819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1737363536:1"],"_wp_old_date":["2017-12-05","2024-01-20"],"_aioseo_title":["Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &amp; Contohnya"],"_aioseo_description":["Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis & Contohnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!"]},"categories":[506,507],"tags":[166,7,10,16],"class_list":["post-10819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-smp-kelas-7","tag-biologi-vii","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-20T04:00:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-20T09:01:18+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi\",\"name\":\"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png\",\"datePublished\":\"2025-01-20T04:00:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-20T09:01:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &#038; Contoh | Biologi Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis & Contohnya","description":"Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis & Contohnya","og_description":"Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-01-20T04:00:41+00:00","article_modified_time":"2025-01-20T09:01:18+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi","name":"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png","datePublished":"2025-01-20T04:00:41+00:00","dateModified":"2025-01-20T09:01:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Ekosistem ternyata memiliki banyak macam, lho! Apa aja sih jenis-jenis ekosistem yang ada di kehidupan kita? Yuk, simak penjelasan beserta contohnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3267117d-7338-48ff-b067-b1604b243563.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/macam-macam-ekosistem-di-bumi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &#038; Contoh | Biologi Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10819"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21901,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10819\/revisions\/21901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}