{"id":1090,"date":"2024-10-01T09:00:00","date_gmt":"2024-10-01T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=1090"},"modified":"2024-10-01T15:49:21","modified_gmt":"2024-10-01T08:49:21","slug":"analisis-unsur-intrinsik-cerpen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen","title":{"rendered":"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg\" alt=\"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Yuk, belajar <strong>cara menganalisis unsur intrinsik<\/strong> dari suatu <strong>cerpen<\/strong>. Simak selengkapnya di artikel <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia-sma-kelas-11\" rel=\"noopener\">Bahasa Indonesia Kelas 11<\/a><\/strong> berikut ini.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Guys<\/em>, ingat nggak di kelas 9 dulu kamu pernah belajar tentang pengertian cerpen beserta unsur intrinsiknya? Sedikit berbeda dari pelajaran kamu di SMP dulu, kali ini, kamu akan mencoba langsung menganalisis unsur intrinsik yang ada dalam sebuah cerpen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum itu, ingat kah kamu, apa yang dimaksud unsur intrinsik pada cerpen? Unsur intrinsik cerpen adalah unsur-unsur pembentuk yang terdapat dalam cerita pendek itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Ada tujuh unsur intrinsik cerpen yang harus kamu ketahui, yaitu tema, alur dan plot, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, amanat, dan gaya penceritaan<\/span>. Yuk, kita bahas satu per satu beserta dengan analisisnya ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-03.jpg\" alt=\"ciri-ciri cerpen - unsur intrinsik cerpen\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Tema<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tema <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">adalah<\/span> <strong>gagasan utama yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam cerita.<\/strong> Sekarang coba kamu baca potongan cerpen berjudul \u201cTiga Butir Kurma per Kepala\u201d karangan Yusrizal K. W. berikut ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cJangan ditanya rantau jauh saja. Tapi, pandanglah saya dari kecintaan pada orang dan kampung ini. Walau cuma bisa kasih kurma, itu indah sekali \u2026\u201d begitu kilahnya, seraya berkata lagi sambil menunjuk dadanya, \u201cSemua tergantung di sini. Rantau yang jauh tiada taranya, di dalam dada. Begitu juga sebaliknya, di dada. Rasakan makna niatnya\u2026\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Di setiap bulan suci Ramadan, biasanya pak Ayub tiba-tiba muncul. Ia mendatangi setiap rumah dengan sepeda tuanya. Setiap rumah ia beri kurma. Kalau jumlah kurma itu dalam kantung plastik ada 15 buah, berarti penghuni rumah ada lima orang. Seandainya ada 21 buah, berarti penghuni rumah yang didatanginya ada tujuh orang. Ia mengatakan bahwa setiap orang atau per kepala di dalam sebuah rumah atau keluarga, mendapat tiga buah kurma.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari potongan cerpen di atas, apakah kamu sudah bisa menebak temanya? Yap, tema dari cerpen di atas adalah <strong>kesetiakawanan sosial<\/strong> yang dibuktikan dengan pemberian kurma kepada masyarakat sekitar atau tetangga.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/apa-itu-cerpen\" rel=\"noopener\">Mengupas Cerpen: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Struktur, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Alur<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita dalam cerpen<\/span>. Alur cerpen terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-size: 16px;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Alur Maju (<em>P<\/em><\/strong><em><strong>rogressive<\/strong><\/em><strong>)<\/strong><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Rangkaian peristiwa bergerak maju berdasarkan urutan waktu.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-size: 16px;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Alur Mundur (<\/strong><strong><em>Regressive<\/em><\/strong><strong>)<\/strong><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Rangkaian peristiwa bergerak mundur. Ditandai dengan adanya kilas balik cerita (<em style=\"font-size: 16px; background-color: transparent;\">flashback)<\/em><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-size: 16px;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Alur Campuran (<\/strong><strong><em>Compound<\/em><\/strong><strong>)<\/strong><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rangkaian peristiwa bergerak maju dan mundur. Dalam hal ini, alur cerita dibuat lebih kompleks.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #434343;\">Sekarang coba kita analisis alur dari cerpen <\/span>\u201cTiga Butir Kurma per Kepala\u201d karangan Yusrizal K. W. berdasarkan ringkasannya berikut ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Cerpen ini dibuka dengan cerita tentang Pak Ayub. Ia digambarkan sebagai orang yang suka merantau, tapi warga kampung tidak tahu ia merantau kemana. Bisa ke banyak tempat dan berpindah-pindah. Kemudian, diceritakan kembali bahwa pada setiap bulan suci Ramadan Pak Ayub datang untuk membagi-bagikan kurma sejumlah tiga buah per orang. Tapi, sudah dua kali Ramadan Pak Ayub tidak pulang kampung. Keluarga dan warga kampungnya tidak tahu keberadaannya karena tidak pernah berkirim surat.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Namun, saat bulan puasa sudah berjalan 20 hari, ada seseorang yang datang ke kampung dan melakukan kebiasaan seperti yang dilakukan oleh Pak Ayub yaitu membagi-bagikan kurma. Dari cerita pemuda yang datang, warga mengetahui bahwa Pak Ayub telah meninggal dan kembali mengenang kebaikannya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, dari hasil analisis dan <strong>kronologi cerita<\/strong> yang disajikan dalam cerpen di atas, kamu bisa mengetahui bahwa cerita ini memiliki alur <strong>maju<\/strong>. Jadi, dari suatu peristiwa ke peristiwa lainnya berjalan maju.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai sini, sudah mulai paham belum dengan materi cara menganalisis unsur intrinsik cerpen? Kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/bahasa-indonesia\"><strong>Ruangguru Privat Bahasa Indonesia<\/strong><\/a>\u00a0misalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94e6e69e-708c-48fc-b4e9-d277c9405371.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Tokoh dan Penokohan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Ada yang tahu, apa bedanya tokoh dengan penokohan? <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">Tokoh adalah<\/span> <strong>pelaku<\/strong> <span style=\"font-weight: bold;\">yang ada di dalam cerpen<\/span>. Sementara itu, <strong>penokohan <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">adalah<\/span> <strong>gambaran watak, sifat, atau karakter <\/strong>setiap tokoh dalam cerita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa contoh analisis tokoh dan penokohan dari cerpen \u201cTiga Butir Kurma per Kepala\u201d.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><em>Kami akrab mengenal Pak Ayub sebagai tuan kurma yang bijaksana.<\/em> <strong>(watak tokoh digambarkan bijaksana secara langsung)<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><em>\u201cSaya Zamzami. Anak angkat Pak Ayub\u201d<\/em> <strong>(karakter tokoh dijelaskan melalui dialog)<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><em>Ia berpeci, dagunya berjanggut, kumisnya tipis, wajahnya bersih.<\/em> <strong>(deskripsi fisik tokoh menggambarkan ia orang yang religius)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Latar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Setting <\/em>atau <strong>latar <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">adalah gambaran mengenai<\/span> <strong>tempat, waktu dan suasana<\/strong> cerpen. Langsung saja kita analisis ketiga latar tadi pada kutipan cerpen \u201cTiga Butir Kurma per Kepala\u201d berikut ini.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><em>Dan di saat puasa berjalan dua puluh hari, seseorang tak dikenal mendatangi <\/em><strong><em>rumah-rumah warga kampung<\/em><\/strong><em>. <\/em><strong>(latar tempat)<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><em>Tak lama bedug berbuka puasa berdentam. Kami terbayang kurma dari Allah, begitu tutur Pak Ayub dulu tentang keikhlasannya, yang <\/em><strong><em>tadi sore<\/em><\/strong><em> di antara Zamzami.<\/em> <strong>(latar waktu)<\/strong><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><em>Sementara perantau yang dulu pulang bawa dan nyumbang macam-macam untuk surau, masjid, jalan, tugu, dan balai pemuda, kini bertambah banyak. Bingkisan Ramadan dan lebaran pun silih berganti diterima warga kampung.<\/em> <strong>(latar suasana)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/unsur-unsur-intrinsik-cerita-pendek\" rel=\"noopener\">Apa Saja Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen? Cari Tahu Yuk!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">5. Sudut Pandang<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sudut pandang<\/strong> <span style=\"font-weight: bold;\">adalah<\/span> <strong>cara bercerita atau cara pandang seorang pengarang <\/strong>pada suatu peristiwa dalam cerpen. Sudut pandang cerpen juga terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya sebagai berikut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudut pandang ini umumnya menggunakan kata ganti seperti &#8220;aku&#8221; atau &#8220;saya&#8221; pada tokoh utama cerita, &#8220;kami&#8221; sebagai bentuk jamak. Dalam sudut pandang ini penulis atau pembuat cerita seolah-olah terlibat dalam ceritanya dan dia sendiri sebagai tokoh utama dalam cerita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudut pandang ini seolah-olah si tokoh utama yang bercerita, akan tetapi posisinya dalam cerita bukanlah sebagai tokoh utama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Sudut pandang orang ketiga serba tahu<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sudut pandang ini umumnya menggunakan kata ganti seperti ia, dia atau nama dari pelaku yang ada dalam cerita yang dibuat oleh penulis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Sudut pandang orang ketiga pengamat<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sudut pandang ini maksudnya kata \u201cdia\u201d sangat terbatas. Penulis cerita menggambarkan apa yang dilihat, didengar, yang dialami dan yang dirasakan oleh tokoh utama dalam cerita, akan tetapi hal tersebut sangat terbatas hanya pada seorang tokoh saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba kita lihat contoh analisis unsur intrinsik sudut pandang, masih dalam cerpen \u201cTiga Butir Kurma per Kepala\u201d berikut ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Di antara sejumlah perantau asal kampung <\/em><strong><em>kami <\/em><\/strong><em>yang mendampek itu, ada satu nama yang paling berkesan, yaitu Pak Ayub.<\/em> <strong>(sudut pandang orang pertama pelaku sampingan)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">6. Amanat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Amanat <\/strong>adalah sebuah <strong>pesan atau harapan seorang penulis<\/strong> cerita kepada pembaca agar pembaca mau bertindak atau melakukan sesuatu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti apa sih amanat yang ingin disampaikan dalam cerpen \u201cTiga Butir Kurma per Kepala\u201d? Coba kita analisis berdasarkan potongan-potongan berikut ini.<\/p>\n<ul>\n<li><em>Saat menerima kurma, pemilik rumah hanya mengucap terima kasih. Setelah orang itu pergi, bibir-bibir yang belum disentuh oleh hal yang membukakan puasa, bergerak bergetar. Mereka teringat Pak Ayub.<\/em><\/li>\n<li><em>Ketika kami tersadar, ketika kerinduan dan keinginan bersua Pak Ayub yang sudah dua kali Ramadan tak pulang ke tanah kelahirannya memuncak, pengantar kurma itu kami tahan beramai-ramai.<\/em><\/li>\n<li><em>Pemberian dari Pak Ayub itu rasanya sampai ke lubuk hati sejuknya.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kira-kira, apa pesan dari cerpen di atas? Penulis ingin menyampaikan bahwa berbuat baiklah selama hidup, karena <strong>kebaikan akan terus diingat orang walaupun kita sudah tiada<\/strong>. Amanat lainnya adalah untuk selalu ingat <strong>berbagi kepada sesama<\/strong> dengan apapun yang kita miliki.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">7. Gaya Penceritaan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gaya penceritaan<\/strong> <span style=\"font-weight: bold;\">adalah pemakaian bahasa yang digunakan oleh pengarang<\/span>. Gaya bahasa ini biasanya digunakan untuk memberikan kesan yang lebih menarik ke dalam cerita. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan majas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh kamu bisa lihat kalimat di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lidah api bergoyang menjilat wajah saya yang tengah merunduk.<\/em> <strong>(gaya bahasa menggunakan majas personifikasi)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-04.jpg\" alt=\"Unsur intrinsik cerpen\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, gimana, nih? Sudah paham belum bagaimana cara menganalisis unsur intrinsik cerpen? Untuk menambah pemahaman kamu, berikut ada contoh soal yang bisa kita bahas bersama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal Analisis Unsur Intrinsik Cerpen<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bacalah kutipan cerita berikut!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOrangtua Ari ingin Ari pindah ke Kota Malang untuk melanjutkan SMP di sana. Memang orang tuanya tinggal di Malang, sedangkan di sini Ari tinggal bersama neneknya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu terdiam sejenak, lalu berkata lagi. \u201cOh Lasmi, berpisah dengan teman sekolah itu biasa. Kan, tidak selamanya kalian dalam satu sekolah, lama-kelamaan kau akan melupakan Ari juga.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAh, tidak bisa, Bu. Ibu tahu selama ini Ari sudah seperti saudara sendiri,\u201d kata Lasmi terbata-bata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah \u2026<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li aria-level=\"1\">Lasmi sangat kesal karena Ibu mengizinkan Ari pindah ke Malang.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Lasmi ingin ikut pindah ke Malang jika Ari melanjutkan SMP di sana.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Lasti tidak dapat menerima atas kepindahan Ari ke Malang.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Lasmi menyadari bahwa kepindahan teman sekolah itu biasa.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik merupakan bagian dari alur. Konflik ditandai dengan adanya pertentangan masalah. Masalah pertama dari kutipan cerpen tersebut adalah rencana kepindahan Ari ke Malang. Sementara, masalah kedua adalah Lasti tidak terima Ari pindah karena ia pikir bahwa ia akan kehilangan teman. Pertentangan antara masalah pertama dan kedua ini disebut dengan konflik. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/analisis-unsur-ekstrinsik-cerpen\" rel=\"noopener\">Yuk, Belajar Cara Menganalisis Unsur Ekstrinsik Cerpen\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu lah pembahasan ringkas mengenai cara menganalisis unsur intrinsik cerpen. Agar kamu dapat semakin lancar dan tidak kebingungan saat mengerjakan soal, banyak-banyaklah berlatih ya! Berlatih soal-soal dapat mengasah kemampuan kamu dalam memahami konsep suatu materi. <em>Yuk<\/em>, perbanyak latihan soal di <strong><a href=\"http:\/\/bit.ly\/rg_app\">ruangbelajar<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Suherli dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA\/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<span style=\"color: #000000;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, belajar cara menganalisis unsur intrinsik dari suatu cerpen. Simak selengkapnya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 berikut ini. &#8212; &nbsp; Guys, ingat nggak di kelas 9 dulu kamu pernah belajar tentang pengertian cerpen beserta unsur intrinsiknya? Sedikit berbeda dari pelajaran kamu di SMP dulu, kali ini, kamu akan mencoba langsung menganalisis unsur intrinsik yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":1090,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1727772421:1"],"_wp_old_date":["2022-11-09"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_metadesc":["Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini."]},"categories":[477,485],"tags":[100,31,10,37],"class_list":["post-1090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-11","tag-bahasa-indonesia-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-01T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-01T08:49:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen\",\"name\":\"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-01T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-01T08:49:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"description\":\"Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11","description":"Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11","og_description":"Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-10-01T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-10-01T08:49:21+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen","name":"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg","datePublished":"2024-10-01T02:00:00+00:00","dateModified":"2024-10-01T08:49:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"description":"Ada 7 unsur intrinsik cerpen. Apa saja ya? Yuk, sekalian belajar cara menganalisis unsur intrinsik cerpennya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 11 ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IND11%20-%20Analisis%20unsur%20intrinsik%20cerpen-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/analisis-unsur-intrinsik-cerpen#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen | Bahasa Indonesia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1090"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20172,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1090\/revisions\/20172"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}