{"id":10939,"date":"2017-11-06T07:03:37","date_gmt":"2017-11-06T00:03:37","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=10939"},"modified":"2023-10-28T15:00:14","modified_gmt":"2023-10-28T08:00:14","slug":"memahami-hukum-kekekalan-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi","title":{"rendered":"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kompor merupakan salah satu konsep konversi energi atau disebut dengan hukum kekekalan energi<\/strong>.&nbsp;Kalau zaman nenek kita dulu masih memasak dengan kompor minyak,&nbsp;<span style=\"font-weight: 400;\">ada sumbu yang dijadikan sebagai media perantara untuk menyerap minyak tanah. Sedangkan, pada kompor yang RG Squad gunakan di rumah saat ini, energi panas tersebut berasal dari listrik atau gas. Nah, sekarang supaya lebih paham, simak penjelasannya di bawah ini ya!&nbsp;<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua energi yang ada di alam semesta ini tidak dapat dihilangkan. Energi hanya dapat diubah bentuknya menjadi energi bentuk lain. Contohnya, panas setrika merupakan hasil perubahan dari energi listrik. Nah, itulah yang dimaksud dengan konversi energi. Konversi energi ini sangat berkaitan sekali dengan hukum kekekalan energi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan <strong><a href=\"\/hubungan-energi-kinetik-dengan-kecepatan-gerak-partikel\">energi<\/a><\/strong>? Menurut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kamus Besar Bahasa Indonesia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <strong>energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja sehingga dapat terciptanya suatu kegiatan<\/strong>.<\/span><span style=\"background-color: transparent;\">&nbsp;<\/span><span style=\"background-color: transparent;\">Selain itu ada pula beberapa pengertian tentang macam-macam energi:<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\">1. Energi kinetik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Energi yang disebabkan oleh gerak suatu benda yang memiliki massa\/berat. E<\/span><span style=\"background-color: transparent;\">nergi kinetik bergantung pada kuadrat kecepatan sebuah benda.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 20px; color: #2eb5c0;\">2. Energi potensial <\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Energi yang ada di suatu benda karena letak benda itu berada dalam medan gaya. Contohnya, medan gaya gravitasi menyebabkan benda berbeda-beda energi potensial bergantung pada ketinggian benda.&nbsp;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 20px; color: #2eb5c0;\">3.&nbsp;Energi mekanik <\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjumlahan energi kinetik dan energi potensial pada suatu benda atau sistem.&nbsp; &nbsp;&nbsp;<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Energi dapat dituliskan dalam bentuk persamaan matematis, yaitu :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus-3.jpg\" alt=\"Rumus hukum kekekalan energi\" width=\"600\" title=\"hukum kekekalan energi\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, <\/span><strong>rumus Hukum kekekalan energi mekanik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus2.jpg\" alt=\"Rumus Hukum kekekalan energi mekanik\" width=\"600\" title=\"Hukum kekekalan energi\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, keterangan 1 dan 2 pada rumus bukan berarti bendanya ada dua ya, RG Squad. Benda bergantung pada posisi benda.&nbsp;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Benda di posisi pertama memiliki Energi Mekanik pertama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Benda di posisi kedua memiliki Energi Mekanik kedua<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sekarang, perhatikan cara mengaplikasikan hukum kekekalan energi mekanik ke dalam soal ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika benda bermasa 2 kg bergerak dari posisi A ke B, berapa kecepatan benda pada posisi B? Ketinggian benda dari posisi A ke posisi B adalah 2 m. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab :<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Screen%20Shot%202017-11-06%20at%2013.54.24.png\" alt=\"Contoh spal hukum kekekalan energi\" width=\"600\" title=\"Hukum kekekalan energi\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mau melatih diri dengan menjawab soal kekekalan energi lainnya? Yuk, belajar bersama STAR Master Teacher lulusan PTN dan universitas luar negeri secara online hanya di <a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/online\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">Brain Academy Online<\/a>!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/online\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/c2030c6e-9a93-4282-abab-d22cc9e8a56e.jpeg\" width=\"648\" height=\"227\" alt=\"BA online - Brain Academy \" \/><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? Yup! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? Kompor merupakan salah satu konsep konversi energi atau disebut dengan hukum kekekalan energi.&nbsp;Kalau zaman nenek kita dulu masih memasak dengan kompor minyak,&nbsp;ada sumbu yang dijadikan sebagai media perantara untuk menyerap minyak tanah. Sedangkan, pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":82,"featured_media":10939,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1698480014:1"]},"categories":[513,517],"tags":[286,52,10,37],"class_list":["post-10939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-10","tag-fisika-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? Yup! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? Kompor\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? Yup! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? Kompor\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-11-06T00:03:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-28T08:00:14+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi\",\"name\":\"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\",\"datePublished\":\"2017-11-06T00:03:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-28T08:00:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\"},\"description\":\"Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? Yup! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? Kompor\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\",\"name\":\"Rabia Edra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rabia Edra\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/rabia-edra\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10","description":"Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? Yup! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? Kompor","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10","og_description":"Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? Yup! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? Kompor","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2017-11-06T00:03:37+00:00","article_modified_time":"2023-10-28T08:00:14+00:00","author":"Rabia Edra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Rabia Edra","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi","name":"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg","datePublished":"2017-11-06T00:03:37+00:00","dateModified":"2023-10-28T08:00:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3"},"description":"Coba tebak, benda apa yang bisa menghasilkan energi panas saat memasak? Kompor? Yup! Lalu kenapa kompor bisa menghasilkan energi panas, ya? Kompor","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Hukum Kekekalan Energi | Fisika Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3","name":"Rabia Edra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rabia Edra"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/rabia-edra"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/82"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10939"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15073,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10939\/revisions\/15073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}