{"id":11053,"date":"2017-10-05T10:33:00","date_gmt":"2017-10-05T03:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=11053"},"modified":"2023-12-19T08:32:52","modified_gmt":"2023-12-19T01:32:52","slug":"melihat-proses-kenaikan-titik-didih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih","title":{"rendered":"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\" alt=\"Kimia Kelas 12 : Proses Kenaikan Titik Didih\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernah <i>enggak sih<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas <em>kan<\/em> untuk menghitungnya.&nbsp;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hmm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lalu bagaimana kondisi air dikatakan telah mendidih itu? Secara visual, air dikatakan mendidih ketika banyak gelembung air yang bergejolak ketika air dipanaskan. <em>Eits<\/em>, tapi ternyata ada prosesnya.Kita bahas <em>yuk<\/em> proses kenaikan titik <\/span>didih.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kenaikan%20titik%20didih.jpg\" alt=\"proses kenaikan titik didih\" style=\"width: 640px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"kenaikan titik didih\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" width=\"640\"><em>Air yang dipanaskan akan mendidih dan menghasilkan uap air (sumber: doblellave.com)<\/em><\/p>\n<h2 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Titik didih (Tb)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebuah zat itu akan mendidih ketika tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara luar. Jadi, titik didih larutan adalah temperatur saat tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara luar. Titik didih yang diukur tanpa memperhitungkan pengaruh tekanan disebut titik didih normal. Titik didih normal ditetapkan berada pada 760 mmHg (\u2248760 torr), yaitu tekanan rata-rata pada permukaan laut. <strong>Oh iya, jangan heran ya kalau ada perbedaan mengenai simbol titik didih, karena ada yang Tb dan ada yang Td<\/strong>. Disi ni simbol titik didih yang dipakai adalah Tb dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">boiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya, dan kalau versi bahasa Indonesia yaitu Td dari didih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #ff6600;\">Baca Juga:<\/span> <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/mengetahui-proses-penurunan-titik-beku\">Mengetahui Proses Penurunan Titik Beku<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses terjadinya pendidihan diawali ketika kita mulai memanaskan sebuah zat. Misalnya, <strong>saat kita memanaskan air, partikel-partikel air akan saling berpisah membentuk uap air<\/strong>. Proses ini mengakibatkan kenaikan tekanan zat cair. Ketika tekanan zat cair sama dengan tekanan lingkungan luar maka terjadilah peristiwa pendidihan. Pada saat air mencapai temperatur 100\u00ba<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C,tekanannya menjadi 1 atm (\u2248760 torr \u2248 760 mmHg \u2248 101.325 Pa), sama dengan tekanan udara di luar. Hal ini menunjukan bahwa titik didih air adalah 100<span>\u00ba<\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #008000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Kenaikan titik didih larutan (\u2206T<\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\">b<\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\">)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana jika ke dalam air ditambahkan zat terlarut misalnya gula pasir? Partikel-partikel gula pasir akan menghambat &nbsp;proses penguapan molekul air sehingga untuk mencapai tekanan uap air sama dengan tekanan udara luar, diperlukan temperatur yang lebih besar lagi. Dengan demikian, apabila ke dalam air ditambahkan zat terlarut maka titik didih larutan akan naik. <strong>Jadi kenaikan titik didih larutan dapat ditentukan sebagai selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000080;\"><strong>\u2206T<\/strong><strong>b<\/strong><strong> = T<\/strong><strong>b(larutan)<\/strong><strong> \u2013 T<\/strong><strong>b(pelarut)<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat membandingkan titik didih beberapa zat, di bawah ini diberikan data titik didih larutan dan tetapannya (K<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">b<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kenaikan%20titik%20didih-1.png\" alt=\"kenaikan titik didih dan tetapapan titik didih beberapa pelarut\" style=\"width: 640px;\" title=\"kenaikan titik didih\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" width=\"640\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menentukan nilai kenaikan titik didih larutan dapat digunakan persamaan sebagaimana penentuan penurunan titik beku larutan. Persamaan yang digunakan adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1em;\"><strong>\u2206T<\/strong><strong>b<\/strong><strong> = T<\/strong><strong>b (larutan) <\/strong><strong>\u2013 T<\/strong><strong>b (pelarut)<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1em;\"><strong>\u2206T<\/strong><strong>b<\/strong><strong> = m . K<\/strong><strong>b<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan, \u2206 T<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">b<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">=kenaikan titik didih <em>(boiling point elevation)<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1em;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> m <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">= molalitas<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1em;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> K<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">b<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">= tetapan kenaikan titik didih (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">o<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C kg\/mol)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Titik didih melibatkan lebih dari satu fase kondisi atau fase zat terkait (fase cair-gas). Oleh karena itu, akibat penurunan tekanan uap, dapat dijelaskan diagram fase.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/kenaikan%20titik%20didih%202.jpg\" alt=\"kenaikan titik didih\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" title=\"kenaikan titik didih\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" width=\"600\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Oke<\/em>, sekarang kalian sudah paham <em>dong<\/em> proses kenaikan titik didih. <em>Nah<\/em>, kalau kalian ingin tahu tentang materi Kimia lainya, langsung aja gabung <em>yuk<\/em> di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar?utm_medium=referral&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=melihat-proses-kenaikan-titik-didih\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>!<strong>&nbsp;<\/strong>Ada video animasi yang keren buat <em>nemenin<\/em> kamu belajar.<br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/1f6a4f8b-0326-42d1-bc9c-111ebb100e56.jpeg\" width=\"650\" height=\"228\" alt=\"ruangbelajar\" \/><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah enggak sih RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas kan untuk menghitungnya.&nbsp;Hmm lalu bagaimana kondisi air dikatakan telah mendidih itu? Secara visual, air dikatakan mendidih ketika banyak gelembung air yang bergejolak ketika air dipanaskan. Eits, tapi ternyata ada prosesnya.Kita bahas yuk proses kenaikan titik didih.<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":11053,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702949572:1"]},"categories":[548,551],"tags":[76,262,10,37],"class_list":["post-11053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-12","tag-kelas-12","tag-kimia-xii","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pernah enggak sih RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas kan untuk\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernah enggak sih RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas kan untuk\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-05T03:33:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-19T01:32:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih\",\"name\":\"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-05T03:33:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-19T01:32:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\"},\"description\":\"Pernah enggak sih RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas kan untuk\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\",\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12","description":"Pernah enggak sih RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas kan untuk","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12","og_description":"Pernah enggak sih RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas kan untuk","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2017-10-05T03:33:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-19T01:32:52+00:00","author":"Tedy Rizkha Heryansyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tedy Rizkha Heryansyah","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih","name":"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg","datePublished":"2017-10-05T03:33:00+00:00","dateModified":"2023-12-19T01:32:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2"},"description":"Pernah enggak sih RG Squad menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan saat memasak air?&nbsp; Pasti kalian sendiri malas kan untuk","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Kimia_12.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/melihat-proses-kenaikan-titik-didih#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Melihat Proses Kenaikan Titik Didih | Kimia Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2","name":"Tedy Rizkha Heryansyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tedy Rizkha Heryansyah"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11053"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16397,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11053\/revisions\/16397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11053"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}