{"id":11137,"date":"2017-09-19T06:07:04","date_gmt":"2017-09-18T23:07:04","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=11137"},"modified":"2023-11-28T08:31:29","modified_gmt":"2023-11-28T01:31:29","slug":"daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak","title":{"rendered":"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<div id=\"blog\">\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg\" alt=\"LINE 1100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg\" width=\"820\" style=\"width: 820px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/daur-litik-proses-reproduksi-virus\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">daur litik<\/a>. Apakah kamu sudah membaca artikelnya? Nah, ternyata, masih ada satu daur perkembangbiakan <a href=\"\/kamu-harus-tahu-3-fakta-tentang-hiv\/aids\" rel=\"noopener\">virus<\/a> lagi nih yang belum dibahas, yaitu daur lisogenik atau siklus lisogenik. Apakah ada persamaan diantara kedua daur perkembangbiakan virus? Simak artikel berikut ya!<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Lisogenik%20(Tahukah%20kamu).png\" alt=\"Lisogenik (Tahukah kamu).png\" title=\"Lisogenik (Tahukah kamu).png\" caption=\"false\" data-constrained=\"false\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah kamu, di saat virus masuk ke dalam tubuh inang dan tidak dapat langsung dipecah, maka virus akan menggunakan daur lisogenik untuk berkembang biak? Dalam tahapannya, <a href=\"http:\/\/blog.ruangguru.com\/daur-litik-proses-reproduksi-virus\">daur litik<\/a> dan daur lisogenik juga mempunyai persamaan, lho.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Daur%20hidup%20virus-1.png\" alt=\"Daur hidup virus\" title=\"Daur hidup virus-1.png\" caption=\"false\" data-constrained=\"false\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p><strong>Tahapan Siklus Lisogenik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dua tahap pertama perkembangbiakan virus, yaitu tahap absorbsi dan penetrasi, <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/daur-litik-proses-reproduksi-virus\" rel=\"noopener\">daur litik<\/a> dan daur lisogenik melalui tahap yang sama. Dimana tahap absorbsi terjadi ketika virus menempel pada dinding sel inang dan dalam tahap penetrasi, virus memasukkan materi genetik kedalam tubuh inang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, Tahap yang membedakan daur litik dan daur lisogenik adalah tahap penggabungan dan fase pembelahan. Tahap penggabungan terjadi ketika inang yang virus tempati cukup kuat sehingga virus tidak bisa mengambil alih kendali. Jadi, materi genetik dari virus akan bergabung dengan materi genetik inang dan membentuk profage.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya sel inang mengalami fase pembelahan dan profage ikut membelah sehingga setiap sel inang mengandung profage. Selama sel inang kuat dan dalam kondisi yang menguntungkan, virus tetap berada dalam bentuk profage. Namun, bila sel inang lemah atau dalam keadaan yang tidak menguntungkan, seperti terkena radiasi ultraviolet, virus akan langsung memisahkan diri. Kemudian virus akan langsung menghancurkan materi genetik inang dan mengambil kendali, lalu proses yang terjadi sama dengan tahap sintesis pada daur litik. Fase pemisahan terjadi ketika sel bakteri sudah membelah dan siap melakukan penetrasi lebih lanjut ke dalam sel inang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap sintesis, perakitan, dan tahap lisispun sama dengan tahap virus berkembang biak dalam tahap litik, lho.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam tahap sintesis, terjadi penghancuran DNA sel inang sehingga membuat sintesis DNA bakteri berhenti bekerja. Setelah DNA sel hancur, DNA bakteri kemudian digantikan oleh DNA\/RNA virus. Hal tersebut yang membuat virus dapat mengendalikan kehidupan sel bakteri secara utuh. DNA\/RNA kemudian membentuk komponen tubuh seperti ekor dan kapsid. Selanjutnya terjadi tahap perakitan virus dimana tubuh, kepala, ekor dan komponen virus menjadi satu virus yang utuh. Kapsid utuh juga akan diisi oleh DNA\/RNA untuk mereprosuksi virus baru. Pada tahap ini, virus yang dihasilkan bisa mencapai 100-200 buah lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap yang terakhir adalah tahap lisis, dimana kerja enzim lisozim melubangi dinding sel inang dan membuat dinding sel mengalami perpecahan sehingga virus-virus baru dapat dilepaskan untuk melakukan replikasi ulang, seperti dalam tahap litik dalam <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/daur-litik-proses-reproduksi-virus\" style=\"font-weight: bold;\" rel=\"noopener\">daur litik<\/a><span style=\"font-weight: bold;\">.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BIO2.png\" alt=\"Rangkuman\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana? Mudah bukan memahami bagaimana virus dapat berkembang biak! Mau dapatkan materi belajar yang seru dan lengkap untuk persiapan ulangan sekolah? Ayo daftar di <a href=\"\/ruangbelajar\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">ruangguru<\/a>!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/bootcamp\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0160def3-0f1c-4a55-97b5-7a1d439d8722.png\" width=\"650\" height=\"229\" alt=\"RGDB (1)\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi: <\/strong><\/p>\n<p>Irnaningtyas. (2016). Biologi untuk SMA\/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga.<\/p>\n<p><strong>Sumber Foto:&nbsp;<\/strong><\/p>\n<p>Foto &#8216;Daur Hidup Virus&#8217; [daring], Tautan: https:\/\/qbiosains.blogspot.com\/&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Artikel ini diperbarui pada 10 Desember 2020.<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan daur litik. Apakah kamu sudah membaca artikelnya? Nah, ternyata, masih ada satu daur perkembangbiakan virus lagi nih yang belum dibahas, yaitu daur lisogenik atau siklus lisogenik. Apakah ada persamaan diantara kedua daur perkembangbiakan virus? Simak artikel berikut ya! Tahukah kamu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":64,"featured_media":11137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1701135089:1"]},"categories":[506,510],"tags":[112,52,37],"class_list":["post-11137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-10","tag-biologi-x","tag-kelas-10","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan daur litik. Apakah kamu sudah membaca artikelnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan daur litik. Apakah kamu sudah membaca artikelnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-18T23:07:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-28T01:31:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raisha Fatya\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raisha Fatya\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak\",\"name\":\"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-18T23:07:04+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-28T01:31:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/de60626dad7c3322bbfff1a7a65a2b1d\"},\"description\":\"&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan daur litik. Apakah kamu sudah membaca artikelnya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/de60626dad7c3322bbfff1a7a65a2b1d\",\"name\":\"Raisha Fatya\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raisha Fatya\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/raisha-fatya\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10","description":"&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan daur litik. Apakah kamu sudah membaca artikelnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10","og_description":"&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan daur litik. Apakah kamu sudah membaca artikelnya?","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2017-09-18T23:07:04+00:00","article_modified_time":"2023-11-28T01:31:29+00:00","author":"Raisha Fatya","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Raisha Fatya","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak","name":"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg","datePublished":"2017-09-18T23:07:04+00:00","dateModified":"2023-11-28T01:31:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/de60626dad7c3322bbfff1a7a65a2b1d"},"description":"&nbsp;Hai! Sebelumnya, kita telah membahas satu dari dua daur virus berkembang biak, lho! Yaitu dengan daur litik. Apakah kamu sudah membaca artikelnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/LINE%201100x344_TemplateECP_V4_18092017-60.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daur-lisogenik-bagaimana-virus-hiv-berkembang-biak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Daur Lisogenik: Bagaimana Cara Virus HIV Berkembang Biak | Biologi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/de60626dad7c3322bbfff1a7a65a2b1d","name":"Raisha Fatya","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raisha Fatya"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/raisha-fatya"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/64"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11137"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15669,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11137\/revisions\/15669"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}