{"id":19698,"date":"2024-09-09T08:21:23","date_gmt":"2024-09-09T01:21:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=19698"},"modified":"2024-11-03T19:32:01","modified_gmt":"2024-11-03T12:32:01","slug":"perang-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh","title":{"rendered":"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png\" alt=\"Perang Aceh\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-11\">Artikel Sejarah kelas 11<\/a><\/strong> ini akan membahas tentang Perang Aceh, mulai dari latar belakang, kronolgi, strategi perang, tokoh-tokoh, hingga akhir dan dampak dari perang.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pernah punya uang kertas seribu rupiah? Nah, kalo kita perhatiin, gambar pahlawan yang ada di uang itu adalah Cut Meutia, pahlawan perempuan dari Aceh.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/00a04cac-3fde-47e4-a622-1557346e5353.jpeg\" alt=\"Spesimen 1000 rupiah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh uang kertas 1000 rupiah bergambar Cut Meutia. (Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Indonesia_2016_1000r_o.jpg?uselang=id)<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aceh merupakan sebuah daerah di utara pulau Sumatra. Daerah ini dahulu adalah sebuah kerajaan Islam yang menguasai jalur perdagangan di Asia dan merupakan salah satu kerajaan terkaya di kepulauan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, pada tahun 1904, Kerajaan Aceh ini jatuh ke tangan Belanda sebagai imbas dari Perang Aceh. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perang Aceh merupakan perang antara rakyat Aceh melawan militer Belanda yang terjadi dari tahun 1873 sampai dengan 1904.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hmm\u2026 Kok bisa gitu ya? Yuk kita cari tahu tentang sejarah Perang Aceh!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Latar Belakang Perang Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama kita harus tau dulu nih, <\/span><strong>apa sih latar belakang dan faktor-faktor Perang Aceh<\/strong><b>?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor utama yang jadi <\/span><strong>penyebab Perang Aceh adalah ambisi Belanda buat memperluas wilayah kekuasaannya di pulau Sumatra<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Aceh, Belanda udah menguasai Sumatra Barat lewat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perang Padri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Palembang lewat Perang Palembang. Maka dari itu, Belanda bertujuan untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah koloninya di Sumatra. Apalagi dengan fakta bahwa Aceh termasuk salah satu negeri yang kaya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-padri\">Perang Padri: Latar Belakang, Kronologi, Tokoh &amp; Dampaknya | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian,<\/span><strong> sebab khusus terjadinya Perang Aceh adalah disepakatinya Traktat Sumatra.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1871, Belanda dan Inggris membuat perjanjian yang disebut Traktat Sumatra atau Perjanjian Sumatra (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sumatra Treaty<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjanjian ini berisi tentang pemberian hak dan wewenang kepada Belanda untuk meletakkan pengaruhnya di Aceh dan seluruh Sumatra.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di satu sisi, Kerajaan Aceh beserta rakyatnya merupakan sebuah kerajaan merdeka yang berdaulat. Tokoh dan masyarakat Aceh jelas menolak segala bentuk upaya penjajahan terhadap daerah mereka. Militer Belanda kemudian mengirim pasukan dan menyerang ibu kota Aceh. Perang Aceh pun dimulai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kronologi Perang Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus gimana sih awal mula dan kronologi Perang Aceh? Yuk coba kita lihat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyerangan Belanda pertama terjadi pada Maret 1873<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Serangan Belanda ini dipimpin oleh <\/span><strong>Jenderal Kohler<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mencoba untuk menyerang pusat pemerintahan Kerajaan Aceh. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada penyerangan ini, <\/span><strong>rakyat Aceh berhasil nih buat mengalahkan pasukan militer Belanda dan menewaskan Jenderal Kohler<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Mental pasukan Belanda mulai jatuh dan kemudian mundur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Militer Belanda kemudian kembali menyerang Aceh pada November 1873. Setelah pertempuran sengit selama beberapa bulan,<\/span><strong> istana dan ibukota Banda Aceh jatuh ke tangan Belanda pada April 1874<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, pada masa ini perjuangan rakyat Aceh tetap berlanjut. Sultan Mahmud Syah II beserta dengan pemimpin, tokoh, dan rakyat Aceh melanjutkan perjuangan di hutan dan kampung-kampung pedalaman.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Strategi dan Tokoh Perang Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlawanan melawan penjajah kolonial Belanda di Aceh dilakukan oleh hampir semua elemen masyarakat. Maka dari itu, <\/span><strong>Perang Aceh dikenal juga sebagai Perang Sabil <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">atau Perang Belanda oleh orang Aceh. Untuk menghadapi pasukan militer Belanda, <\/span><strong>pasukan Aceh menggunakan taktik gerilya di pedalaman<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-diponegoro\">Perang Diponegoro: Latar Belakang, Jalannya Perang, Akhir Perang, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan taktik perang keluar-masuk hutan, tentu dibutuhkan pemimpin yang kuat ya\u2026 Siapa aja sih pemimpin Perang Aceh itu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Taktik perang gerilya ini dipimpin oleh kaum <\/span><strong>bangsawan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(dalam bahasa Aceh disebut <\/span><em><strong>Teuku<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">untuk laki-laki dan <\/span><em><strong>Cut<\/strong><\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk perempuan) dan <\/span><strong>agamawan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(disebut <\/span><em><strong>Teungku<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">). <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini kemudian muncul orang-orang yang memimpin rakyat Aceh. Tokoh-tokoh seperti <\/span><strong>Sultan Mahmud Syah II<\/strong>, <strong>Sultan Daud Syah II<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">(raja penerus Mahmud Syah II), <\/span><strong>Panglima Polim<\/strong>, <strong>Teuku Umar<\/strong>, <strong>Cut Nyak Dien<\/strong>,<strong> Teungku Cik di Tiro<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><strong>Cut Meutia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masing-masing dari mereka memiliki tugas masing-masing. Kaum agamawan, misalnya, menyerukan dan membakar semangat jihad di jalan Allah (<\/span><em><strong>jihad fii sabilillah)<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kepada rakyat Aceh. Dengan begitu, masyarakat Aceh, yang sebagian besar beragama Islam, menjadi bersemangat untuk berperang melawan penjajahan Belanda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Akhir dan Dampak Perang Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang awal abad ke-20 atau tahun 1900-an, perlawanan masyarakat Aceh mulai meredup. <\/span><strong>Pasukan Belanda melakukan aksi kekejaman dan bumi hangus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di banyak kampung (<\/span><em>gampong<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) atau pemukiman (<\/span><em>kuta<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) di Aceh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Para pemimpin satu persatu gugur. Beberapa di antara mereka bahkan ditangkap dan diasingkan ke tempat lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, <\/span><strong>semangat masyarakat Aceh dipecahkan dengan cara dijauhkan dari peran agamawan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini menyebabkan masyarakat Aceh sulit untuk bersatu kembali. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini merupakan suatu strategi Belanda yang diterapkan oleh<\/span><strong> Major Joannes van Heutsz<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atas saran dari <\/span><strong>Snouck Hurgronje<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> seorang orientalis dari Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini yang kemudian memperkuat posisi Belanda di Aceh. Hingga akhirnya <\/span><strong>Sultan Daud Syah II menyepakati penyerahan pemerintahan Aceh kepada Belanda pada tahun 1904<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Perjanjian ini mengakhiri tiga puluh tahun perang antara rakyat Aceh melawan Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah perang berakhir,<\/span> apa sih <strong>dampak perang<\/strong> tersebut bagi Aceh<span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berakhirnya perang, <\/span><strong>Belanda menerapkan kebijakan dan sistem pemerintahan kolonial di Aceh<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Salah satunya dengan menempatkan beberapa tokoh menjadi <\/span><em><strong>uleebalang<\/strong><\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">atau pemimpin lokal masyarakat di Aceh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi ekonomi, <\/span><strong>perusahaan eksplorasi minyak bumi mulai melakukan kegiatan mengeboran minyak di Aceh<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, Aceh yang kaya raya dengan jalur perdagangan bebas Asia hilang, lalu berganti dengan dominasi ekonomi pemerintah kolonial Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seru banget yah\u00a0<em>guys\u00a0<\/em>kisah tentang Perang Aceh barusan! Apalagi kalau kamu pernah baca cerita tentang pengasingan Cut Nyak Dien hingga ke Batavia. Rasanya <span class=\"x19la9d6 x1fc57z9 x6ikm8r x10wlt62 x19co3pv x1g5zs5t xfibh0p xiy17q3 x1xsqp64 x1lkfr7t xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd\"><span class=\"xrtxmta x1bhl96m\">\ud83d\udc94 banget.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sini kita bisa tahu, bahwa perjuangan dalam melawan penjajah Belanda bisa dilakukan oleh siapa saja. Selama darah nasionalisme mengalir deras dalam tubuh, penindasan harus tetap dilawan dan kemenangan harus tetap diperjuangkan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu mau belajar lebih dalam tentang perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda, boleh banget\u00a0<em>lho\u00a0<\/em>tanya-tanya kepada kakak-kakak pengajar di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\">Ruangguru Privat Sejarah<\/a><\/strong>. Bersama Ruangguru Privat, belajar\u00a0<em>gak\u00a0<\/em>hanya menyenangkan, tapi juga akan dibimbing sampai paham!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi, pengajar di Ruangguru Privat sudah terstandarisasi kualitasnya. Kamu juga bebas pilih mau belajar secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Asyik banget karena bisa fleksibel! Untuk info lebih lanjut, yuk klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Poesponegoro, Marwanti Djoened &amp; Notosusanto, Nugroho (ed). (2019) Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Balai Pustaka<\/p>\n<p>Ricklefs, M.C. (2022) Sejarah Indonesia Modern 1200\u20132008. Jakarta: Serambi<\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Pertempuran Samalanga ke-1 26 Agustus 1877.\u00a0 [daring]. Tautan: https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Perang_Aceh#\/media\/Berkas:Samalanga_1878.jpg (Diakses pada 6 September 2024)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sejarah kelas 11 ini akan membahas tentang Perang Aceh, mulai dari latar belakang, kronolgi, strategi perang, tokoh-tokoh, hingga akhir dan dampak dari perang. &#8212; &nbsp; Kamu pernah punya uang kertas seribu rupiah? Nah, kalo kita perhatiin, gambar pahlawan yang ada di uang itu adalah Cut Meutia, pahlawan perempuan dari Aceh. Contoh uang kertas 1000 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":309,"featured_media":19698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1730637114:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang"],"_aioseo_description":["Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png"],"_knawatfibu_alt":["Perang Aceh"],"_yoast_wpseo_title":["Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim."]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,265,37],"class_list":["post-19698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xi","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-09T01:21:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-03T12:32:01+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\",\"name\":\"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png\",\"datePublished\":\"2024-09-09T01:21:23+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-03T12:32:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\"},\"description\":\"Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\",\"name\":\"F. Lazuardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"F. Lazuardi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/f-lazuardi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang","description":"Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang","og_description":"Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-09-09T01:21:23+00:00","article_modified_time":"2024-11-03T12:32:01+00:00","author":"F. Lazuardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"F. Lazuardi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh","name":"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png","datePublished":"2024-09-09T01:21:23+00:00","dateModified":"2024-11-03T12:32:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4"},"description":"Perang Aceh adalah salah satu perang yang terjadi di Sumatra dan memiliki banyak tokoh penting di dalamnya seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/616cff60-249e-4aca-850b-5239dd2f9f83.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4","name":"F. Lazuardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","caption":"F. Lazuardi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/f-lazuardi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/309"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19698"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19698\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20741,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19698\/revisions\/20741"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}