{"id":20538,"date":"2025-06-19T15:00:06","date_gmt":"2025-06-19T08:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=20538"},"modified":"2025-06-23T16:59:14","modified_gmt":"2025-06-23T09:59:14","slug":"teks-argumentasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi","title":{"rendered":"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur &#038; Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png\" alt=\"apa itu teks argumentasi\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-sma-kelas-11\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Artikel Bahasa Indonesia kelas 11<\/strong><\/a> ini membahas pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi secara lengkap.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e4414371-16af-4938-bece-cab796e3d78c.png\" alt=\"teks argumentasi adalah\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata KBBI, <\/span><em>guys<\/em>! <em>Yups<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, <strong>opini dan argumentasi itu berbeda<\/strong> jika kita menyelisik maknanya di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamus Besar Bahasa Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (KBBI). Namun, kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngomongin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> teks argumentasi, opini justru termasuk bagian dari teks tersebut, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nahlo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kok bisa? Buat lebih jelasnya, kita coba cari tahu pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi di artikel ini, yuk!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Teks Argumentasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar <\/span><em>nggak<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">ada salah kaprah lagi, pertama-tama, kita bakal bahas <strong>apa itu teks argumentasi?<\/strong> Kalau dicari di KBBI, argumentasi punya dua makna berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks yang berisi opini penulis yang disertai alasan dan pembuktian yang didukung oleh fakta, disampaikan secara logis dan objektif, bertujuan untuk meyakinkan dan memengaruhi pembaca.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan makna tersebut, pengertian <\/span><strong>teks argumentasi adalah teks yang memuat pendapat penulis dengan didukung alasan dan bukti yang faktual<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dari pengertian itu, kita tahu bahwa opini merupakan bagian dari teks argumentasi. Hal ini disebabkan opini punya makna \u2018pendapat, pikiran, pendirian\u2019 dalam KBBI, ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dalam teks argumentasi, opini tidak akan disampaikan sekadarnya <\/span><em>kek<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">\u201cyang penting punya pendapat\u201d <\/span><em>gitu<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, ya. <\/span><strong>Opini penulis dalam teks argumentasi harus dilengkapi dengan fakta berupa alasan dan bukti yang mendukung<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Oleh karena itu, teks argumentasi disebut berisi informasi yang logis dan objektif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kalimat-fakta-dan-opini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Kalimat Fakta dan Opini beserta Pengertian, Ciri, serta Perbedaannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Teks Argumentasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, kita bisa mengetahui tujuan teks argumentasi dari makna nomor dua kata argumentasi yang sudah kita cari dalam KBBI sebelumnya. Namun, tujuan teks argumentasi tentunya bukan hanya itu saja. Inilah dua tujuan teks argumentasi!<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71d5bc42-4576-4bd7-9ef7-102c6be53609.png\" alt=\"tujuan teks argumentasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.<strong> Teks argumentasi bertujuan untuk meyakinkan dan memengaruhi pembaca<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Penulis meyakinkan dan memengaruhi pembacanya dengan cara menyertakan bukti dan alasan yang faktual bersama opininya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2.<strong> Teks argumentasi bertujuan untuk mengungkapkan opini penulis terhadap suatu permasalahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Penulis teks argumentasi dapat menyampaikan opini pro maupun kontra terhadap permasalahan yang dibahas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Teks Argumentasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan teks lain. Apa saja ciri-ciri teks argumentasi?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi <\/span><strong>berisi pendapat penulis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, baik pro maupun kontra, <\/span><strong>tentang suatu permasalahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi <\/span><strong>memuat fakta dan data yang menjadi alasan dan bukti untuk mendukung dan memperkuat pendapat penulis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi mengungkapkan <\/span><strong>informasi berupa analisis data yang logis dan analogi dari permasalahan yang dibahas secara objektif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi<\/span> <strong>bersifat persuasif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sehingga dapat meyakinkan, membujuk, dan memengaruhi pembaca.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi <\/span><strong>menggunakan bahasa yang denotatif<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">agar tidak menimbulkan keambiguan dan kesalahpahaman dalam pemahaman informasinya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Teks Argumentasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu alasan yang membuat teks argumentasi menarik untuk dibaca adalah cara penyajian argumentasi penulisnya yang berbeda-beda. Hal itu pun membuat teks argumentasi terbagi menjadi beberapa jenis. Lalu, apa saja jenis-jenis teks argumentasi tersebut?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Teks Argumentasi Sebab Akibat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks argumentasi sebab akibat adalah teks argumentasi yang menjelaskan hubungan kausal suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam teks argumentasi ini, penulis akan mengungkapkan bahwa suatu peristiwa yang terjadi (sebab) dapat menimbulkan dampak tertentu (akibat).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, penulis menjelaskan bahwa pembukaan lahan hutan secara terus-menerus untuk memenuhi keinginan manusia dapat menimbulkan deforestasi yang juga akan memicu bencana alam dan perubahan iklim. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam contoh teks argumentasi sebab akibat itu, peristiwa yang menjadi penyebab adalah pembukaan lahan secara terus-menerus, sedangkan akibat dari peristiwa itu adalah deforestasi yang juga akan memicu bencana alam dan perubahan iklim, ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Teks Argumentasi Persamaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks argumentasi persamaan adalah teks argumentasi yang mengungkapkan kesamaan atau kemiripan antara keadaan, konsep, atau entitas yang dibandingkan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Penulis akan menyajikan kesamaan atau kemiripan yang ada sebagai dasar pembuatan argumennya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, penulis menjelaskan bahwa sungai mirip seperti tubuh manusia yang memiliki bagian hulu (atas), tengah, dan hilir (bawah) dengan karakteristik yang berbeda sehingga perlakuan dan perawatannya pun harus dibedakan. <\/span><em>Gimana<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">? Paham, kan?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Teks Argumentasi Perbandingan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks argumentasi perbandingan adalah teks argumentasi yang mengungkapkan persamaan dan perbedaan antara hal-hal yang dibandingkan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Penulis membuat perbandingan agar memudahkan pembaca dalam memahami relevansi argumen dengan pendapatnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, penulis menyatakan bahwa hukuman bagi para koruptor di Indonesia masih sangat lemah sehingga budaya korupsi sulit hilang. Kemudian, penulis membandingkan dengan hukuman mati bagi koruptor di Cina yang berhasil menurunkan tindak korupsi di sana. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam contoh teks argumentasi perbandingan itu, penulis membandingkan hukuman korupsi di Indonesia dan Cina untuk menguatkan pendapatnya tentang masih lemahnya hukuman bagi koruptor di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Teks Argumentasi Otoritas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks argumentasi otoritas adalah teks argumentasi yang didasarkan pada pernyataan dari otoritas sebagai sumber yang dianggap memiliki keahlian, pengetahuan, dan wewenang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Penulis akan mengutip informasi yang berasal dari otoritas, baik individu ahli, organisasi, maupun institusi yang memiliki kredibilitas, untuk memperkuat argumennya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa contoh teks argumentasi otoritas? Contohnya, penulis yang membahas makin sering terjadinya perundungan di kalangan remaja mengutip laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyebutkan peningkatan kasus perundungan remaja yang mencapai 3.800 kasus pada tahun 2023.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Teks Argumentasi Kesaksian<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks argumentasi kesaksian adalah teks argumentasi yang menunjukkan kesaksian dari seseorang yang terlibat langsung atau terkait dengan permasalahan yang dibahas<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kesaksian dari orang yang terlibat ini akan dijadikan sebagai bukti pendukung argumen penulis. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, sebagai contoh teks argumentasi kesaksian, penulis berpendapat bahwa Tragedi Kanjuruhan layak disebut sebagai keputusan mentah yang telah mencelakai manusia lalu menunjukkan kesaksian dari penonton yang menyaksikan langsung dan menjadi korban tragedi tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ciri-ciri-dan-contoh-teks-eksplanasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Tujuan, Struktur &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau belajar lebih dalam tentang Teks Argumentasi? Kamu boleh <em>lho\u00a0<\/em>tanya-tanya sama guru kece dari\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/bahasa-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruangguru Privat Bahasa Indonesia<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Teks Argumentasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sama dengan teks lainnya, teks argumentasi juga memiliki struktur yang membangunnya. Struktur teks argumentasi terdiri atas tiga bagian struktur berikut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pendahuluan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pendahuluan adalah bagian awal yang berisi pengenalan terhadap topik yang akan dibahas di dalam teks argumentasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian ini, penulis akan menerangkan latar belakang\/alasan perlunya membahas topik.<\/span><em> Nggak<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">cuma itu, penulis juga akan menyajikan pendapatnya tentang topik sebelum dibahas lebih lanjut di dalam bagian struktur berikutnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Badan Argumen<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Badan argumen adalah bagian inti dari teks argumentasi yang berisi argumen-argumen pendukung dari pendapat penulis di struktur pendahuluan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, pada bagian ini, penulis akan mengemukakan alasan dan bukti faktual yang telah disiapkannya untuk mendukung pendapatnya tersebut. Nah, kamu bakal melihat usaha penulis untuk meyakinkan dan memengaruhimu sebagai pembaca di struktur ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kesimpulan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan adalah bagian terakhir yang berisi pemaparan dan penegasan kembali pernyataan pada struktur pendahuluan berdasarkan argumen-argumen dalam struktur badan argumen<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis kadang-kadang juga akan mengajak pembacanya untuk bertindak sesuai kehendaknya. Makanya, penulis akan berusaha untuk menyajikan penalaran terhadap keseluruhan argumennya agar dapat diterima.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi memiliki beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan dalam penulisannya, <\/span><em>lho<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Inilah kaidah kebahasaan teks argumentasi tersebut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Adverbia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu pernah dengan kata keterangan? Kata keterangan merupakan nama lain dari adverbia. Lalu, apa itu adverbia? <\/span><strong>Adverbia adalah kata yang digunakan untuk menerangkan kata lainnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya kata <\/span><em>sangat<\/em>, <em>paling<\/em>, <em>lebih<\/em>, <em>tidak<\/em>, dan <em>bukan<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Dalam teks argumentasi, adverbia yang paling sering digunakan adalah adverbia frekuentatif yang menyatakan keterangan kekerapan suatu tindakan berulang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh adverbia frekuentatif antara lain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">selalu, sering, kadang-kadang, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jarang.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Verba<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Verba adalah kata yang menggambarkan proses<\/strong>, <strong>perbuatan<\/strong>, atau <strong>keadaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Gampangnya, <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-kata-kerja\">verba adalah kata kerja<\/a> <\/strong><\/span><em>gitu<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, ya. Namun, verba yang identik digunakan dalam teks argumentasi adalah <strong>verba relasional<\/strong> dan <strong>verba mental<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Verba relasional adalah verba yang menghubungkan subjek dan pelengkap dalam sebuah kalimat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh verba relasional antara lain <\/span><em>adalah<\/em>, <em>merupakan<\/em>, dan <em>mempunyai<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <\/span><strong>verba mental adalah verba yang digunakan untuk menyatakan persepsi, afeksi, dan kognisi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh verba mental, yaitu <\/span><em>merasa<\/em>, <em>khawatir<\/em>, <em>berpikir<\/em>,<span style=\"font-weight: 400;\"> dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Konjungsi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-dan-jenis-jenis-konjungsi-antarkalimat\">Konjungsi<\/a> adalah kata yang menghubungkan kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam suatu bacaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan ide-ide dalam kalimat-kalimat teks argumentasi. Konjungsi ini dibedakan menjadi tiga jenis, yakni konjungsi intrakalimat, konjungsi antarkalimat, dan konjungsi antarparagraf.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Konjungsi intrakalimat menghubungkan kata, frasa, dan klausa dalam sebuah kalimat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh konjungsi intrakalimat, yakni <\/span><em>dan<\/em>, <em>atau<\/em>, <em>tetapi<\/em>, <em>sedangkan<\/em>, <span style=\"font-weight: 400;\">dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Konjungsi antarkalimat menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat setelahnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh konjungsi antarkalimat, yaitu<\/span> <em>namun<\/em>, <em>selanjutnya<\/em>, <em>setelah itu<\/em>, <em>oleh sebab itu<\/em>, <span style=\"font-weight: 400;\">dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Konjungsi antarparagraf menghubungkan paragraf-paragraf yang berbeda dalam suatu teks<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Contoh konjungsi antarparagraf, yakni <\/span><em>berdasarkan<\/em>, <em>pada akhirnya<\/em>, <em>seiring berjalannya waktu<\/em>, <span style=\"font-weight: 400;\">dan sebagainya.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kalimat Opini<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena berisi opini penulis, teks argumentasi sudah pasti menggunakan kalimat opini <\/span><em>dong<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kalimat-fakta-dan-opini\">Kalimat opini<\/a> adalah kalimat yang berisi pendapat atau hasil pemikiran individu maupun kelompok<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat opini adalah <\/span><em>produksi beras di masa depan mungkin tidak akan mencukupi kebutuhan rakyat jika pembangunan industri selalu mengambil lahan pertanian<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Kalimat Fakta<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kalimat opini, teks argumentasi juga menggunakan kalimat fakta ketika menyampaikan alasan, bukti, ataupun data yang mendukung opini penulis. <\/span><strong>Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi informasi yang benar-benar terjadi sesuai kenyataan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat fakta adalah <\/span><em>masyarakat Papua dan Maluku menjadikan sagu sebagai makanan pokoknya<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-dan-contoh-teks-prosedur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks Prosedur: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Membuat Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udah cukup banyak nih pembahasan tentang teks argumentasi. Sekarang cari tahu\u00a0<em>yuk<\/em>,\u00a0<em>gimana sih\u00a0<\/em>cara menyusun teks argumentasi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, kamu perlu menentukan topik yang akan dibahas di teks yang akan kamu buat. Misal, kamu akan membuat teks argumentasi bertema pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1998.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, jangan lupa untuk menentukan tujuan dari penulisan untuk meyakinkan atau mencari dukungan. Misal, tujuannya agar masyarakat semakin memahami bahwa masih ada keluarga korban pelanggaran HAM 1998 yang belum mendapatkan kejelasan terkait keberadaan anggota keluarganya yang masih hilang sampai sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga, kumpulkan berbagai data yang dijadikan sebagai bukti dalam penulisan. Data ini bisa kamu peroleh dari studi pustaka berupa buku-buku yang mengulas terkait pelanggaran HAM 1998, kliping koran dan majalah, jurnal, artikel kredibel di internet,\u00a0 maupun wawancara dengan pihak-pihak yang sekiranya terlibat. &lt;kalau wawancara agak <em>effort<\/em>, studi pustaka udah cukup\u00a0<em>sih. Hehehe.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keempat, membuat kerangka paragraf yang berisi ide utama dan ide pendukung. Nah, kamu bisa membuat kerangka paragraf dengan mementukan ide utama dan ide pendukung berdasarkan data yang sudah kamu dapatkan dalam paragraf yang kamu tulis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, jangan lupa untuk melengkapi dan mengembangkan paragraf menjadi rangkaian teks argumentasi yang utuh.<\/p>\n<p>Nah, biar makin kebayang, kamu simak <em>deh<\/em> contoh teks argumentasi berikut~<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Pentingnya Membaca Buku di Era Digital<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di era digital saat ini, akses informasi sangat mudah didapat melalui internet. Banyak orang beralih ke media digital untuk mencari informasi dan hiburan, mulai dari artikel online hingga video. Namun, di tengah kemajuan teknologi ini, membaca buku tetap menjadi kegiatan yang penting dan bermanfaat. Beberapa orang berpendapat bahwa membaca buku sudah ketinggalan zaman, tetapi sebenarnya kebiasaan ini masih sangat relevan dan memberikan banyak keuntungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Badan Argumen<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama, membaca buku melatih konsentrasi dan memperdalam pemahaman. Berbeda dengan informasi digital yang sering kali disajikan secara singkat dan penuh distraksi, buku menuntut pembaca untuk benar-benar fokus dalam jangka waktu yang lebih lama. Dengan membaca buku, seseorang dapat menyelami topik secara mendalam, yang akhirnya meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir kritis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, buku adalah sumber pengetahuan yang terpercaya dan teruji. Penulisan buku umumnya melalui proses penelitian dan penyuntingan yang ketat, sehingga informasi yang disajikan lebih akurat dibandingkan dengan banyak konten online yang sering kali tidak terverifikasi. Hal ini sangat penting dalam dunia pendidikan dan pengembangan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga, membaca buku juga memberikan manfaat emosional dan psikologis. Banyak penelitian menunjukkan bahwa membaca fiksi, misalnya, dapat meningkatkan empati dan pemahaman terhadap orang lain. Selain itu, membaca buku juga bisa menjadi sarana relaksasi yang efektif, membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun dunia digital menawarkan kemudahan akses informasi, membaca buku tetap memiliki peran penting dalam pengembangan intelektual dan emosional. Buku menyediakan sumber pengetahuan yang mendalam, terpercaya, dan juga menumbuhkan kebiasaan positif seperti konsentrasi dan empati. Oleh karena itu, membaca buku seharusnya tidak ditinggalkan, melainkan dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-teks-argumentasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Teks Argumentasi Singkat dalam Berbagai Tema<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari artikel ini, kamu sudah tahu <\/span><em>dong<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, ya, pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi. Biar pemahamanmu terhadap teks argumentasi lebih lengkap, belajar di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>, yuk! Belajarmu dijamin akan lebih seru dengan video-video pembelajaran interaktif yang tersedia di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg\" alt=\"CTA ruangbelajar\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aulia, Fadillah Tri. 2023. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Indonesia untuk SMA\/MA\/SMK\/MAK Kelas X (Edisi Revisi)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lianovanda, Devi. 2024. \u201cTeks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan, dan Contoh\u201d (daring). Tautan: https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi (Diakses 1 Oktober 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Megasari, Paradisa Nunni. 2023. \u201cTeks Argumentasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya\u201d (daring). Tautan: https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-6518668\/teks-argumentasi-pengertian-ciri-ciri-struktur-jenis-dan-contohnya (Diakses 1 Oktober 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tim Editor Kumparan. 2024. \u201cBagaimana Cara Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi? Ini Jawabannya\u201d (daring). Tautan: https:\/\/kumparan.com\/ragam-info\/bagaimana-cara-menganalisis-kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi-ini-jawaba-23RHrNT7Iim\/full (Diakses 1 Oktober 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Utami, Annisa Dwi dkk. 2024. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur dan Ciri-Ciri Teks Argumentasi dalam Bahasa Indonesia: Analisis dan Contoh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa, dan Budaya, Volume 2, Nomor 3. Padang: Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wutsqaa, Urwatul. 2022. \u201cContoh Kata Kerja Material dan Relasional serta Penggunaannya\u201d (daring). Tautan: https:\/\/www.detik.com\/sulsel\/berita\/d-6444181\/contoh-kata-kerja-material-dan-relasional-serta-penggunaannya (Diakses 1 Oktober 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yudhistira. 2021. \u201cKonjungsi Koordinatif, Korelatif, Subordinatif, dan Antarkalimat\u201d (daring). Tautan: https:\/\/narabahasa.id\/artikel\/linguistik-umum\/kalimat\/konjungsi-koordinatif-korelatif-subordinatif-dan-antarkalimat\/ (Diakses 1 Oktober 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yudhistira. 2021. \u201cTransisi Antarparagraf\u201d (daring). Tautan: https:\/\/narabahasa.id\/artikel\/linguistik-umum\/wacana\/transisi-antarparagraf\/ (Diakses 1 Oktober 2024).<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Bahasa Indonesia kelas 11 ini membahas pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi secara lengkap. &#8212; &nbsp; &nbsp; Kata KBBI, guys! Yups, opini dan argumentasi itu berbeda jika kita menyelisik maknanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun, kalau ngomongin teks argumentasi, opini justru termasuk bagian dari teks tersebut, loh! Nahlo, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":121,"featured_media":20538,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1750822777:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur &amp; Jenisnya"],"_aioseo_description":["Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png"],"_knawatfibu_alt":["Teks Argumentasi"],"_wp_old_date":["2024-10-23"],"_yoast_wpseo_title":["Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur & Jenisnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!"]},"categories":[477,485],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-20538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur &amp; Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur &amp; Jenisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-19T08:00:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-23T09:59:14+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tri Janarti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tri Janarti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi\",\"name\":\"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur & Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png\",\"datePublished\":\"2025-06-19T08:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T09:59:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d\"},\"description\":\"Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur &#038; Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d\",\"name\":\"Tri Janarti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tri Janarti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tri-janarti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur & Jenisnya","description":"Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur & Jenisnya","og_description":"Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-06-19T08:00:06+00:00","article_modified_time":"2025-06-23T09:59:14+00:00","author":"Tri Janarti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tri Janarti","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi","name":"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur & Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png","datePublished":"2025-06-19T08:00:06+00:00","dateModified":"2025-06-23T09:59:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d"},"description":"Opini berbeda lho dengan argumentasi. Lalu, apa pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi? Yuk simak artikel inI!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3f12054-5645-4210-add3-df18a5b90d53.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri, Struktur &#038; Jenisnya | Bahasa Indonesia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/87116268bb82ff08023b3e3aefa6a01d","name":"Tri Janarti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tri Janarti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tri-janarti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/121"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20538"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23559,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20538\/revisions\/23559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}