{"id":20808,"date":"2024-11-07T08:37:33","date_gmt":"2024-11-07T01:37:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=20808"},"modified":"2024-12-18T15:59:36","modified_gmt":"2024-12-18T08:59:36","slug":"jalur-rempah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah","title":{"rendered":"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png\" alt=\"Jalur Rempah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong> ini membahas tentang Jalur Rempah, mulai dari pengertian, sejarah, hingga pengaruhnya. Yuk simak pembahasannya lengkapnya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau misalnya kalian pergi ke pasar atau penjual sayur di dekat rumah, coba tanya deh ke penjualnya, \u201capakah ada cengkeh, lada, dan biji pala?\u201d. Jika ada, maka kalian sedang memegang barang mewah yang harganya mahaaalll banget di masa lalu. Bahkan semangkuk biji pala atau cengkeh, harganya bisa senilai dengan emas. Kebayang ga tuh gimana mahalnya\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Emang kenapa sih dengan cengkeh, lada, dan biji pala? Kenapa bisa mahal banget?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jadi <\/span><strong>cengkeh<\/strong>, <strong>lada<\/strong>, dan <strong>pala<\/strong> itu adalah <strong>contoh dari rempah-rempah yang tumbuh di Indonesia<\/strong>. <span style=\"font-weight: 400;\">Sejak ratusan tahun yang lalu, <\/span><strong>rempah-rempah itu udah diperjualbelikan di kepulauan kita<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kota-kota pelabuhan penghasil rempah di Indonesia dahulu menjadi tujuan pedagang mancanegara yang melintasi jalur perdagangan yang disebut jalur rempah. Bentar bentar, apa itu jalur rempah? Dan kenapa jalur ini kayaknya penting dalam sejarah Indonesia?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayo kita bahas lebih lanjut sejarah jalur rempah! <em>Let\u2019s go<\/em>!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa yang Dimaksud Jalur Rempah?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau misalnya ada pertanyaan \u201cApa yang dimaksud dengan jalur rempah?\u201d, kita harus paham dulu nih pengertian jalur rempah.<\/span><strong> Jalur rempah adalah rute-rute perdagangan di kepulauan Indonesia yang memiliki kekayaan alam berupa rempah<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Tapi dulu namanya belum Indonesia ya, kita bisa sebut namanya <\/span><strong>Nusantara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah jadi jalur rempah Nusantara ini menghubungkan perdagangan antarpulau yang memiliki pelabuhan dan komoditas hasil buminya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Emang pulau-pulau apa aja sih yang disebut pulau rempah? Yuk kita simak!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pulau Penghasil Rempah di Nusantara<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pulau-pulau penghasil rempah di Nusantara itu ada banyak. Beberapa di antaranya adalah <\/span><strong>Kepulauan Maluku<\/strong>, <strong>Kepulauan Banda<\/strong>, dan <strong>Nusa Tenggara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pulau-pulau ini saling terhubung satu sama lain dan membentuk sebuah jaringan perdangangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd83d694-4f4a-4dc8-bc40-c9ec0ac0c81d.jpeg\" alt=\"Peta Jalur Rempah Nusantara\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Peta jalur rempah Nusantara dan pulau-pulau penghasil rempah. (Sumber: asset eksklusif Ruangguru)\u00a0<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Kepulauan Maluku<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wilayah Kepulauan Maluku meliputi beberapa gugusan pulau. Dua pulau yang paling besar adalah <\/span><strong>Pulau Halmahera<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><strong>Pulau Seram<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, <\/span><strong>kota pelabuhan sekaligus kerajaan terkuat di daerah ini tuh Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dua kerajaan ini memiliki daerah pengaruh yang luas dan kedudukan yang sama kuat. Baik masyarakat maupun pemerintah kerajaan Ternate dan Tidore memanfaatkan potensi alam mereka dengan aktif dalam perdagangan dan ekonomi pelabuhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai sekitar tahun 1700-an, pulau-pulau Maluku merupakan penghasil cengkeh utama di dunia. <\/span><strong>Cengkeh merupakan rempah-rempah yang memiliki aroma wangi dan dapat dijadikan sebagai bumbu masakan dan minuman<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Ga heran di masa lalu cengkeh termasuk rempah-rempah yang dicari oleh pedangang di berbagai wilayah. Termasuk ketika para pelaut Eropa menjelajah dunia untuk mencari rempah-rempah, jadi titik terjauh perdagangan rempah di jalur rempah adalah Kepulauan Maluku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Kepulauan Banda\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepulauan Banda memiliki tiga pulau utama, yaitu<\/span> <strong>pulau Banda<\/strong>, <strong>Neira<\/strong>, dan <strong>Run<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sampai dengan tahun 1600-an, buah pala yang beraroma harum merupakan tumbuhan endemik yang<\/span><strong> hanya tumbuh di Kepulauan Banda<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Buah pala ini menghasilkan dua jenis rempah-rempah, yaitu <\/span><b>bunga pala <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><b>biji pala<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Keduanya biasanya dijadiin bumbu masakan dan pengharum ruangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa sih pohon pala cuma tumbuh di Banda?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara lingkungan, kepulauan Banda ini unik dan spesial banget nih gaes. Tanahnya merupakan <\/span><strong>tanah vulkanis yang subur karena ada gunung apinya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, serta suhu pulaunya teratur karena <\/span><strong>diapit oleh angin musim hujan dan panas dari laut terbuka tanpa penghalang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah, pohon pala cocok banget tuh dengan lingkungan kayak gitu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Banda ngerti banget potensi alamnya ini. Makanya mereka memanfaatkan kekayaan alam ini sebagai sumber ekonomi untuk mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Kepulauan Nusa Tenggara<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Cendana merupakan rempah-rempah yang tumbuh di pulau-pulau di Kepulauan Nusa Tenggara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya Pulau Timor dan Pulau Flores. Masyarakat Nusa Tenggara sudah terbiasa untuk melakukan perdanganan cendana dengan pedagang mancanegara karena cendana inilah yang menjadi <\/span><strong>komoditas utama dari masyarakat Timor dan Flores<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, beda sama jenis rempah yang lainnya kayak cengkeh dan pala yang berupa buah, <\/span><strong>cendana ini merupakan kulit kayu yang dikeringkan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Makanya istilah yang umum dikenal sebagai jenis rempah adalah<\/span><strong> kayu cendana <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">atau dalam bahasa Inggris disebut <\/span><em><strong>sandalwood<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Kayu cendana ini sifatnya wangi, sehingga dapat dijadikan sebagai pengharum ruangan dan juga parfum pakaian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Pulau Sumatra dan Jawa bagian barat\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian daerah di pulau Sumatra dan Jawa bagian barat menghasilkan <\/span><strong>lada<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><strong>merica<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Meskipun lada berasal dari wilayah Asia lainnya seperti India, masyarakat Jawa bagian barat dan Sumatra juga terlibat dalam perdagangan lada yang tumbuh di wilayah mereka. <\/span><strong>Lada kemudian menjadi komoditas ekspor kota-kota pelabuhan penting di Jawa dan Sumatra<\/strong>,<strong> seperti Banten<\/strong>,<strong> Sunda Kelapa<\/strong>,<strong> dan Aceh<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai sebuah produk rempah,<\/span> <strong>lada dapat menambah rasa pedas pada masakan dan obat-obatan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Apalagi kalau musim hujan atau musim dingin, masakan dan minuman yang dimasak dengan lada akan menghangatkan. Ga heran ya\u2026 Di kawasan Eropa yang dingin banget, lada menjadi rempah-rempah yang cukup laku di pasaran. Kalo menurut kamu lada enaknya dijadiin masakan apa ya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sejarah Jalur Rempah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, gimana sih awal mula jalur rempah ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam sejarahnya, <\/span><strong>jalur rempah ini udah ada sejak masa praaksara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan ditemukannya informasi dari <\/span><strong>naskah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>catatan perjalanan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">mengenai pemahaman rempah-rempah di <\/span><strong>Yunani<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan wilayah Asia seperti <\/span><strong>India<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>Arab<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam catatan bangsa-bangsa itu, udah disebutkan nih satu sampai dua jenis kata kunci yang menjadi indikasi adanya hubungan perdagangan dengan masyarakat Nusantara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ekonomi-praaksara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Aspek Ekonomi Pada Masa Praaksara | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya saja pada tahun 400 Masehi, seorang pujangga India bernama Kalidasa menuliskan Dvipantara yang merupakan nama lain dari kepulauan Nusantara dalam salah satu karyanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, emangnya ada gitu rempah yang ditemuin di daerah yang jauh banget dari Nusantara?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dong! Kalo dari bukti secara fisik atau material,<\/span><strong> keberadaan rempah berupa cengkeh<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sudah <\/span><strong>ditemukan oleh Renata Ligglett di kawasan Syria<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">pada tahun 1982. Coba nih liat deh petanya\u2026<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b6d02096-77dd-4fbc-b2ec-0c253c5b593c.jpeg\" alt=\"perbandingan jarak Maluku-Syiria\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Perbandingan jarak Maluku-Syiria. (Sumber: arsip penulis)\u00a0<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waduh jauh juga yaa\u2026 Berarti cengkeh yang ditemuin itu udah lewatin perjalanan darat dan laut yang lamaaa banget dong. Ga heran deh ya, harganya pasti mahal.<\/span><strong> Temuan ini menjadi bukti arkeologis jalur rempah pada masa praaksara<\/strong><b>.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa-masa selanjutnya nih, <\/span><strong>sekitar tahun 500 sampai 1200-an<\/strong>,<strong> wilayah Nusantara berada dalam pengaruh kebudayaan Hindu dan Buddha<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadinya negara atau kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara memiliki corak Hindu dan Buddha juga, seperti <\/span><strong>Sriwijaya<\/strong>, <strong>Medang<\/strong>, <strong>Kadiri<\/strong>, sampai <strong>Majapahit<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kerajaan-kerajaan ini paham betul potensi perdagangan jalur rempah, sehingga mereka mencoba untuk <\/span><strong>memanfaatkan jalur rempah ini untuk kegiatan ekonomi mereka<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kerajaan-maritim-hindu-buddha-di-nusantara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">13 Kerajaan Maritim Hindu-Buddha di Nusantara | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kerajaan yang kaya raya adalah<\/span><strong> Sriwijaya<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang berhasil memanfaatkan jalur rempah sebagai sumber ekonomi bagi kerajaannya. Gimana nih cara supaya Sriwijaya bisa kaya raya?<\/span><strong> Kerajaan Sriwijaya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa kaya dengan <\/span><strong>mengawasi dan melayani jalur perdagangan yang menghubungkan India di barat dan Cina di utara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, setiap pedagang yang melewati jalur rempah yang dikuasai Sriwijaya harus membayar uang pajak ke mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, terus kita lanjut nih ke masa selanjutnya, ketika Nusantara didominasi oleh kerajaan-kerajaan Islam. Pada masa ini juga <\/span><strong>masyarakat dan penguasa wilayah di Nusantara memanfaatkan dengan baik jalur rempah ini<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menjadi pemeran penting dalam perdagangan rempah dengan para pedagang Eropa. Sampai nanti pada tahun 1511, salah satu pelabuhan penting dalam jalur rempah yaitu kota Malaka jatuh ke tangan Portugis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-11-perkembangan-kolonialisme-dan-imperialisme-eropa-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia | Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengaruh dan Perkembangan Jalur Rempah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dari aspek perdagangan dan ekonomi, apalagi sih pengaruh dari jalur rempah?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pada masa praaksara<\/strong>,<strong> jalur rempah memiliki posisi penting dalam perkembangan kepercayaan dan kebudayaan di Nusantara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kepercayaan seperti <\/span><strong>Hindu<\/strong>, <strong>Buddha<\/strong>, dan <strong>Islam<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">besar kemungkinan <\/span><strong>masuk melalui aktivitas para pedagang India<\/strong>,<strong> Arab<\/strong>, dan <strong>Cina<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di rute jalur rempah untuk masuk ke wilayah kepulauan Nusantara. Bahkan kemudian pada sekitar tahun 1500 sampai 1600-an,<\/span><strong> agama Katolik dan Kristen juga masuk ke Nusantara<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">melalui para pedagang Eropa seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain,<\/span><strong> jalur rempah ini membentuk kebudayaan masyarakat di kepulauan Nusantara menjadi beragam atau kosmopolitan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pelaut dan pedagang Eropa, India, dan Cina datang ke Indonesia dan melakukan pertukaran budaya antarbangsa. Jadi di sini kita bisa bilang ya, <\/span><strong>silang budaya dan interaksi internasional<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> ini menegaskan pengaruh jalur rempah bagi Indonesia dan dunia.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a378b874-de2a-4a85-b84b-9ac1c4e85c04.png\" alt=\"Peta Jalur Rempah Dunia\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Peta Jalur Rempah Dunia (Sumber: asset eksklusif Ruangguru)\u00a0<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian dari segi politik, <\/span><strong>jalur rempah pada masa Hindu Buddha <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">membentuk satu cita-cita atau visi politik seorang raja bernama<\/span><strong> Kertanegara yang berkuasa di Kerajaan Singasari<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di Jawa sejak 1268 sampai dengan 1292.\u00a0 Kertanegara ngebayangin satu kesatuan pulau-pulau yang disebut <\/span><em><strong>dwipantara<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya buat nunjukin <\/span><strong>hegemoni dan kekuasaan dari Kertanegara di Luar Jawa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nama <\/span><em>dwipa<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">artinya pulau dan <\/span><em>antara<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">berarti terhubung, jadi<\/span><em> dwipantara<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">artinya <\/span><strong>pulau-pulau yang terhubung<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nama ini memiliki arti yang sama dengan <\/span><em>nusantara<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, apakah hubungan antara visi politik raja Kertanegara dan jalur rempah ini berhasil? Nah, visi dan gagasan mengenai kekuasaan di jalur rempah ini kemudian terus diwariskan ke keturunan-keturunan raja Kertanegara yang berkuasa di <\/span><strong>Kerajaan Majapahit<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Emang pengaruh politik jalur rempah sampai situ aja?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oh tentu tidak. Seperti yang udah disampaikan sebelumnya, keberadaan<\/span><strong> jalur rempah ini terus berlanjut sampe dengan masa kerajaan Islam dari tahun 1400 sampai 1800-an<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau abad ke-15 sampai 19. Pada masa ini juga, mulai datang para pedagang dari Eropa secara bertahap yang dimulai oleh<\/span><strong> Portugis<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>Spanyol<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kedatangan para pedagang Eropa ini menjadi era baru bagi jalur rempah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Interaksi kebudayaan antara masyarakat Nusantara dengan Eropa kemudian membentuk satu hubungan perdagangan yang<\/span> <strong>disebut merkantilisme di Eropa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Ibaratnya kalo sekarang, rempah dan jalur rempah ini tuh jadi viral dan digemari di Eropa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-sistem-ekonomi-merkantilisme\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merkantilisme: Pengertian, Latar Belakang, Tokoh, dan Dampak| Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Nusantara sendiri, <\/span><strong>peningkatan ekonomi dan perdagangan ini menyebabkan munculnya pelabuhan-pelabuhan di pesisir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Udah gitu, kalangan pengusaha dan bangsawan di Nusantara mulai semakin kuat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana nih, penjelasan mengenai sejarah jalur rempah di Nusantara kali ini? Coba deh sekarang kita bayangin, kira-kira <\/span><strong>gimana ya pengaruh jalur rempah pada bidang teknologi dan pengetahuan dunia di masa lalu<\/strong>?<span style=\"font-weight: 400;\"> Hmm\u2026 Menarik nih kalo dicari tau\u2026\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu juga bisa konsultasi lebih dalam tentang jalur rempah bersama tutor-tutor yang sudah terstandarisasi kualitasnya lewat <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruangguru Privat Sejarah<\/a><\/strong>,\u00a0<em>lho<\/em>! Kamu juga bisa pilih, mau ikut kelas\u00a0<em>offline\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>online<\/em>. Fleksibel, kan? Yuk cari tahu informasinya lebih lanjut dengan klik\u00a0<em>banner\u00a0<\/em>di bawah ini!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sejarah Kelas 10 ini membahas tentang Jalur Rempah, mulai dari pengertian, sejarah, hingga pengaruhnya. Yuk simak pembahasannya lengkapnya! &#8212; &nbsp; Kalau misalnya kalian pergi ke pasar atau penjual sayur di dekat rumah, coba tanya deh ke penjualnya, \u201capakah ada cengkeh, lada, dan biji pala?\u201d. Jika ada, maka kalian sedang memegang barang mewah yang harganya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":309,"featured_media":20808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1734512235:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya"],"_aioseo_description":["Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png"],"_knawatfibu_alt":["Jalur Rempah"],"_yoast_wpseo_title":["Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,88,37],"class_list":["post-20808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-x","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-07T01:37:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-18T08:59:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah\",\"name\":\"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png\",\"datePublished\":\"2024-11-07T01:37:33+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-18T08:59:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\"},\"description\":\"Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\",\"name\":\"F. Lazuardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"F. Lazuardi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/f-lazuardi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya","description":"Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya","og_description":"Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-11-07T01:37:33+00:00","article_modified_time":"2024-12-18T08:59:36+00:00","author":"F. Lazuardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"F. Lazuardi","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah","name":"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png","datePublished":"2024-11-07T01:37:33+00:00","dateModified":"2024-12-18T08:59:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4"},"description":"Nusantara dikenal sebagai penghasil rempah lho! Mulai dari cengkih, pala, lada, sebagainya. Seperti apa sejarah jalur rempah Nusantara? Yuk simak artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5a489681-b9fa-45c3-a483-36c5849f6ec2.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jalur-rempah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jalur Rempah Nusantara: Pengertian, Sejarah, dan Pengaruhnya | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4","name":"F. Lazuardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","caption":"F. Lazuardi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/f-lazuardi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/309"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20808"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20808\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21450,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20808\/revisions\/21450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}