{"id":21172,"date":"2025-09-10T17:00:34","date_gmt":"2025-09-10T10:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=21172"},"modified":"2025-09-11T14:18:12","modified_gmt":"2025-09-11T07:18:12","slug":"teks-rekon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon","title":{"rendered":"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 9"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg\" alt=\"Teks Rekon\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Simak pembahasan lengkapnya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-smp-kelas-9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Bahasa Indonesia Kelas 9<\/a> <\/strong>ini.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks rekon merupakan salah satu <strong>jenis teks naratif<\/strong> yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk cerita pengalaman pribadi maupun laporan peristiwa. Sebagai bagian dari pembelajaran bahasa Indonesia, teks rekon memiliki tujuan untuk menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman secara kronologis dan runtut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami struktur, ciri-ciri, dan kaidah kebahasaan teks rekon, kita dapat menyampaikan sebuah cerita dengan cara yang menarik sekaligus informatif. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang teks rekon, termasuk jenis, fungsi, hingga cara membedakan fakta, asumsi, dan opini di dalamnya. Yuk, simak lebih lanjut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks rekon adalah jenis teks yang bertujuan untuk <strong>menceritakan kembali suatu peristiwa<\/strong>,<strong> pengalaman<\/strong>, atau <strong>kejadian yang pernah dialami<\/strong>, baik secara pribadi maupun kelompok. Teks ini bersifat naratif dan memiliki struktur yang jelas, sehingga pembaca dapat memahami alur cerita atau kejadian yang disampaikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah \u201crekon\u201d berasal dari bahasa Inggris yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201crecount\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang berarti menceritakan kembali. Dalam pembelajaran bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, teks rekon sering digunakan untuk melatih kita menulis kronologi peristiwa secara runtut dengan menggunakan bahasa yang sesuai kaidah.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/aspects-of-recount-text\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Recount Text, Struktur, Jenis, Kebahasaan &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur teks rekon terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/eba7a19a-59bb-464c-940c-e64e080f6589.png\" alt=\"Struktur Teks Rekon\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Orientasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian orientasi berisi <strong>pengenalan cerita, atau latar belakang cerita<\/strong>. Di sini, penulis memberikan informasi awal tentang siapa tokohnya, di mana kejadiannya berlangsung, kapan terjadi, dan bagaimana situasinya. Orientasi penting karena memberi gambaran awal kepada pembaca agar mereka mudah mengikuti alur cerita.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada hari Minggu lalu, sekolah kami mengadakan kegiatan bakti sosial di sebuah desa terpencil di Kabupaten Bogor. Semua siswa kelas IX ikut serta, dan kami berkumpul sejak pagi di halaman sekolah.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Urutan Peristiwa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini adalah bagian utama dari teks rekon. Penulis menceritakan <strong>rangkaian peristiwa secara berurutan<\/strong>, sesuai kronologi waktu atau logika cerita. Bagian ini biasanya ditulis lebih panjang karena berisi detail kejadian dari awal sampai akhir.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPertama, kami berangkat dengan menggunakan tiga bus besar menuju lokasi. Setelah sampai, kami langsung membantu warga membersihkan lingkungan sekitar. Kemudian, sebagian siswa membagikan paket sembako, sementara yang lain mengajar anak-anak di balai desa. Semua kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Reorientasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian ini berisi penutup cerita. Penulis bisa memberikan <strong>kesimpulan, refleksi, atau pendapat pribadi<\/strong> tentang peristiwa yang sudah dialami. Reorientasi membuat teks lebih hidup karena menambahkan sentuhan personal.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan bakti sosial tersebut sangat berkesan bagi saya. Selain bisa membantu orang lain, saya juga belajar pentingnya kerja sama dan kepedulian sosial. Saya berharap kegiatan serupa bisa diadakan lagi di masa depan.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks rekon dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan dan isi cerita, di antaranya yaitu:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Teks Rekon Personal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks ini menceritakan kembali <strong>pengalaman pribadi seseorang<\/strong>. Isinya bisa berupa perjalanan wisata, kegiatan sehari-hari, atau momen penting dalam hidup penulis. Tujuannya untuk berbagi pengalaman yang bersifat pribadi. Seringkali, disampaikan dengan bahasa yang lebih ekspresif dan subjektif.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p>\u201cLiburan semester lalu, aku dan keluarga pergi ke Yogyakarta. Kami mengunjungi Candi Borobudur yang megah, lalu mencicipi gudeg khas Jogja. Pengalaman itu sangat berkesan karena menjadi momen pertama kali aku melihat candi secara langsung.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Teks Rekon Faktual<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan personal, teks rekon faktual berisi cerita yang <strong>berdasarkan fakta atau peristiwa nyata<\/strong>. Teks ini biasanya digunakan untuk menceritakan kembali <strong>kejadian sejarah, berita, atau biografi seorang tokoh penting<\/strong>. Tujuannya, memberikan informasi yang akurat kepada pembaca.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, disaksikan oleh para tokoh bangsa dan rakyat yang hadir. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Teks Rekon Imajinatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks rekon imajinatif berisi cerita yang bersifat <strong>fiksi atau rekaan<\/strong>, yang bersumber dari daya imajinasi penulis. Isinya bisa berupa <strong>dongeng, legenda, atau cerita fantasi<\/strong> yang tidak benar-benar terjadi. Tujuannya, untuk menghibur pembaca sekaligus memberikan pesan moral.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPada suatu hari di sebuah desa, hiduplah seekor kancil yang cerdik. Ia selalu berhasil mengelabui buaya ketika ingin menyeberangi sungai. Dengan kepintarannya, kancil bisa selamat dan membantu hewan lain yang kesulitan.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks rekon memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Ciri teks rekon antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berfokus pada individu atau tokoh tertentu. Misalnya, pengalaman liburan seorang siswa atau kisah seorang tokoh sejarah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disampaikan secara kronologis berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa, sehingga pembaca mudah memahami jalannya cerita.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kata kerja aksi (atau dalam bahasa Inggris disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">action verbs<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), contoh: berlari, melihat, mengunjungi, dan kata keterangan waktu (atau dalam bahasa Inggris disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">time adverbs<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), contoh: kemarin, kemudian, setelah itu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki struktur yang runtut, yaitu orientasi, urutan kejadian, dan reorientasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengandung detail kejadian yang jelas, agar pembaca bisa membayangkan suasana dan alur cerita dengan baik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks rekon memiliki fungsi yang beragam, tergantung pada konteks penggunaannya. Beberapa fungsi utama teks rekon adalah:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Sebagai dokumentasi pengalaman atau peristiwa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks rekon berfungsi menyimpan rekaman pengalaman pribadi atau kejadian penting, sehingga bisa dibaca kembali di masa depan.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Untuk berbagi pengalaman dengan orang lain<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lewat teks rekon, seseorang bisa menceritakan kisah yang dialaminya agar orang lain bisa ikut merasakan atau mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Sebagai media pembelajaran bahasa<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menulis teks rekon berarti melatih keterampilan menulis narasi, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kemampuan menggunakan struktur bahasa dengan baik.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Meningkatkan kemampuan analisis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan menuliskan peristiwa secara kronologis, kamu juga bisa belajar menganalisis runtutan kejadian, memahami sebab-akibat, dan mengembangkan pemikiran logis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks Argumentasi, Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Tujuan, dan Kaidah Kebahasaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur-Unsur Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bisa menghasilkan teks rekon yang baik, diperlukan beberapa unsur utama yang harus ada dalam teks rekon yang kita tulis. Unsur-unsur teks rekon tersebut yaitu:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Informasi tentang Waktu dan Tempat Kejadian<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks rekon harus mencantumkan <strong>kapan dan di mana peristiwa terjadi<\/strong>. Unsur ini membantu pembaca membayangkan suasana cerita serta menempatkan peristiwa pada konteks yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: \u201cPada liburan semester lalu, tepatnya bulan Juni 2023, aku pergi ke Bali bersama keluargaku.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tokoh atau Subjek Utama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cerita dalam teks rekon biasanya <strong>berpusat pada seseorang atau sekelompok tokoh yang mengalami peristiwa tertentu<\/strong>. Penyebutan tokoh penting agar pembaca tahu siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: \u201cAku, ayah, ibu, dan adikku, berangkat pagi-pagi sekali menuju bandara.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Urutan Peristiwa yang Logis dan Sistematis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian dalam teks rekon, disusun <strong>berdasarkan kronologi waktu<\/strong>. Urutan yang runtut membantu pembaca memahami jalannya cerita dari awal hingga akhir tanpa kebingungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: \u201cSetelah sampai di hotel, kami langsung beristirahat. Keesokan harinya, kami berkunjung ke Tanah Lot untuk melihat matahari terbenam.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Refleksi atau Kesan Penulis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian ini biasanya muncul di akhir teks sebagai penutup. Refleksi menunjukkan <strong>perasaan, pendapat, atau pelajaran<\/strong> yang diperoleh penulis dari pengalaman tersebut. Unsur ini penting untuk memberi nilai emosional atau makna pada cerita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: \u201cLiburan ini sangat berkesan bagiku. Selain bisa berkumpul bersama keluarga, aku juga belajar menghargai keindahan alam Indonesia.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kaidah Kebahasaan Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks rekon memiliki ciri kebahasaan tertentu yang dapat mendukung penyampaian isi cerita secara efektif. Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan teks rekon:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e1362fa8-a15a-4571-9d6f-b9876a0bd353.png\" alt=\"Kebahasaan Teks Rekon\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kata kerja aksi. Contoh: pergi, melihat, mendengar, berjalan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kata keterangan waktu. Contoh: kemarin, pagi tadi, saat itu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kata penghubung. Contoh: kemudian, setelah itu, sehingga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kalimat sederhana untuk memudahkan pembaca memahami isi teks.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan sudut pandang orang pertama atau ketiga. Contoh: Saya (orang pertama), mereka (orang ketiga).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah contoh teks rekon sederhana tentang pengalaman liburan seseorang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Liburan ke Pantai Parangtritis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhir pekan yang lalu, saya dan keluarga pergi ke Pantai Parangtritis di Yogyakarta. Perjalanan ini sudah kami rencanakan sejak seminggu sebelumnya. Kami berangkat dari rumah pukul 7 pagi menggunakan mobil pribadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan Kejadian:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, kami tiba di pantai sekitar pukul 9 pagi. Suasana di pantai sangat ramai karena banyak wisatawan yang juga datang untuk menikmati liburan. Sepertinya, pantai ini menjadi destinasi favorit banyak orang. Kami langsung mencari tempat untuk duduk dan menikmati pemandangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, saya bermain pasir bersama adik saya. Kami membuat istana pasir dan bersenang-senang. Tidak lupa, kami juga mencoba naik delman yang tersedia di sekitar pantai. Pengalaman ini sangat menyenangkan bagi kami semua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pukul 1 siang, kami merasa lapar dan memutuskan untuk memakan bekal yang sudah kami bawa. Kemudian, kami melanjutkan bermain air dan pasir hingga pukul 3 sore. Setelah itu, kami memutuskan untuk pulang kembali ke rumah sebelum langit semakin gelap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Liburan ke Pantai Parangtritis adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi kami. Keindahan alam Pantai Parangtritis dan kebersamaan dengan keluarga membuat kami merasa sangat bahagia. Jika ada kesempatan untuk liburan bersama lagi, kami ingin kembali ke Pantai Parangtritis dan mengajak kakek dan nenek untuk ikut serta bersama kami.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Membedakan Fakta, Asumsi, dan Opini dalam Teks Rekon<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks rekon sering kali memuat fakta, asumsi, dan opini. Untuk membedakan ketiganya, berikut adalah panduan singkat yang\u00a0 bisa kamu terapkan ketika membaca teks rekon:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Fakta<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta adalah<strong> informasi yang dapat dibuktikan kebenarannya<\/strong>. Fakta biasanya disertai dengan data atau bukti yang konkret.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat fakta yang terkandung dalam teks rekon \u201cLiburan ke Pantai Parangtritis\u201d di atas yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetelah menempuh perjalanan selama dua jam, kami tiba di pantai sekitar pukul 9 pagi.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Asumsi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asumsi adalah<strong> pernyataan yang didasarkan pada dugaan atau prediksi<\/strong>, tanpa adanya bukti yang jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat asumsi yang terkandung dalam teks rekon \u201cLiburan ke Pantai Parangtritis\u201d di atas yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSepertinya, pantai ini menjadi destinasi favorit banyak orang.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Opini<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Opini adalah<strong> pendapat atau pandangan subjektif seseorang tentang suatu hal atau suatu topik<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat opini yang terkandung dalam teks rekon \u201cLiburan ke Pantai Parangtritis\u201d di atas yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKeindahan alam Pantai Parangtritis dan kebersamaan dengan keluarga membuat kami merasa sangat bahagia.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kalimat-fakta-dan-opini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">100 Contoh Kalimat Fakta &amp; Opini beserta Pengertian, Ciri, Perbedaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itu tadi artikel yang membahas tentang <strong>teks rekon<\/strong> dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami pengertian, struktur, jenis, dan kaidah kebahasaan teks rekon, kita dapat menulis cerita yang runtut dan menarik. Selain itu, kemampuan dalam membedakan fakta, asumsi, dan opini dalam teks rekon akan membantu pembaca lebih kritis dalam memahami isi teks secara lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui teks rekon, kita tidak hanya belajar menyusun cerita, tetapi juga merefleksikan pengalaman atau kejadian bermakna dalam hidup kita dengan cara yang inspiratif dan informatif. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang contoh-contoh teks rekon, yuk meluncur ke <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi Ruangguru<\/a><\/strong> sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f5e8203-8351-4264-80b6-212fb147e30e.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Simak pembahasan lengkapnya di artikel Bahasa Indonesia Kelas 9 ini. &#8212; &nbsp; Teks rekon merupakan salah satu jenis teks naratif yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk cerita pengalaman pribadi maupun laporan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":21172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1757574951:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya"],"_aioseo_description":["Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg"],"_knawatfibu_alt":["Teks Rekon"],"_wp_old_date":["2024-12-11"],"_yoast_wpseo_title":["Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!"]},"categories":[477,483],"tags":[43,10,16],"class_list":["post-21172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp-kelas-9","tag-kelas-9","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-10T10:00:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-11T07:18:12+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon\",\"name\":\"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-09-10T10:00:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-11T07:18:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 9\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya","description":"Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya","og_description":"Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-09-10T10:00:34+00:00","article_modified_time":"2025-09-11T07:18:12+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon","name":"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg","datePublished":"2025-09-10T10:00:34+00:00","dateModified":"2025-09-11T07:18:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia yang sering dijumpai adalah teks rekon. Apa itu teks rekon dan seperti apa contohnya? Yuk simak artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ed70697-18a0-4731-a94b-a6cd0ce8f5f9.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teks Rekon: Pengertian, Struktur, Ciri &#038; Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 9"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21172"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24701,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21172\/revisions\/24701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}