{"id":21492,"date":"2026-04-14T10:10:44","date_gmt":"2026-04-14T03:10:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=21492"},"modified":"2026-04-14T15:39:00","modified_gmt":"2026-04-14T08:39:00","slug":"peradaban-mesopotamia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia","title":{"rendered":"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png\" alt=\"Peradaban Mesopotamia\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Peradaban Mesopotamia sering dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sejarah peradaban ini? Yuk, simak <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Sejarah Kelas X<\/a><\/strong> ini sampai habis!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu? Sistem irigasi pertanian, matematika, bahkan astrologi ternyata sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi, <\/span><em>lho<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Semua inovasi ini berasal dari peradaban kuno bernama Mesopotamia. Apakah kamu sudah pernah dengar?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesopotamia sering disebut sebagai \u201ctempat lahirnya peradaban\u201d, kawasan ini merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. Peradaban Mesopotamia menciptakan banyak inovasi dan peninggalannya masih dimanfaatkan hingga saat ini. Penasaran dengan sejarah peradaban Mesopotamia? Yuk, ketahui sejarah, bangsa-bangsa yang hidup di peradaban tersebut, hingga peninggalannya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sejarah Peradaban Mesopotamia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesopotamia adalah salah satu peradaban tertua di dunia. Nama <\/span><strong>Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani, yang berarti &#8220;di antara sungai-sungai.&#8221;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya, peradaban Mesopotamia berkembang di lembah sungai Sungai Eufrat dan Tigris. Mesopotamia sekarang dikenal dengan Irak dan Suriah. Wilayah ini mulai dihuni sejak sekitar 10.000 SM, ketika manusia beralih dari berburu-meramu ke bertani. Pada 5000 SM, perkembangan pertanian semakin maju dengan penerapan teknologi irigasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Ubaid merupakan penghuni awal Mesopotamia, tetapi informasi tentang mereka sangat terbatas. Sekitar 4000 SM, bangsa Sumeria tiba dan menjadi penguasa wilayah tersebut. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka menciptakan banyak inovasi penting, seperti roda, alat putar keramik, dan sistem irigasi untuk pertanian. Bangsa Sumeria juga membangun kota-kota pertama, termasuk Ur, Erech, dan Kish, menjadikan mereka pelopor peradaban perkotaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Sumeria juga memperkenalkan tulisan cuneiform, sistem tulisan pertama di dunia, dan sistem waktu yang membagi satu jam menjadi 60 menit. Inovasi-inovasi ini menjadi dasar bagi peradaban setelahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pada awalnya peradaban Mesopotamia dibangun oleh bangsa Sumeria. Namun, kekuasaan bangsa Sumeria berakhir sekitar 2350 SM, ketika mereka ditaklukkan oleh bangsa Akkadia di bawah Raja Sargon. Meski sudah runtuh, warisan budaya bangsa Sumeria tetap memengaruhi perkembangan bangsa-bangsa selanjutnya di Mesopotamia.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-yunani-kuno\">Peradaban Yunani Kuno: Sejarah, Raja, dan Peninggalannya\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Bangsa-Bangsa Peradaban Mesopotamia<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/504c92cf-ae0a-47af-b657-8e9ae1d42c43.png\" alt=\"Bangsa-Bangsa Peradaban Mesopotamia\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bangsa yang ada selama peradaban Mesopotamia antara lain adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Bangsa Sumeria\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Sumeria merupakan penghuni pertama Mesopotamia setelah wilayah rawa dikeringkan. Mereka mengembangkan waduk untuk mengatasi kekeringan dan memperkenalkan huruf paku. Kepercayaan bangsa Sumeria adalah politeisme dengan menyembah beberapa dewa. Runtuhnya kekuasaan bangsa Sumeria terjadi sekitar tahun 2350 SM setelah diserang oleh bangsa Akkadia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Bangsa Akkadia<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Akkadia menaklukkan Sumeria di bawah pimpinan raja Sargon. Mereka memilih Agede sebagai ibu kota dan mengadopsi kebudayaan Sumer dengan bahasa Semit. Mereka juga memiliki cerita kepahlawanan seperti tentang Gilgamesh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-10-asal-usul-dan-kisah-peradaban-awal-amerika\">Asal Usul dan Kisah Peradaban Kuno Amerika<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Bangsa Babilonia Lama (Amorit)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Amorit mendirikan kerajaan Babilonia di tepi sungai Eufrat. Raja terbesar Babilonia adalah Hammurabi yang terkenal karena menciptakan undang-undang terkenal dengan prinsip \u2018mata diganti mata\u2019. Setelah kematian Hammurabi, Babilonia dikuasai bangsa Hattit kemudian oleh bangsa Kassit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Bangsa Assyria<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya bangsa Assyria, mereka berasal dari rumpun Semit, membangun kota Asshur dan Nineveh. Bangsa ini dikenal dengan pasukan militer yang kuat dan kemampuan ekspansi wilayah. Raja mereka yang terkenal Assurbanipal, membangun perpustakaan yang menyimpan 2.200 lempengan berisi berbagai ilmu pengetahuan. Kerajaan Assyria runtuh setelah diserang bangsa Khaldea pada tahun 612 SM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Bangsa Babilonia Baru (Khaldea)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bangsa Assyria runtuh, bangsa Khaldea atau Babilonia Baru menghidupkan kembali kejayaan Babilonia. Raja Nebukadnezar II membangun kota Babilonia Baru yang terkenal dengan menara Babel dan Taman Gantung Babilonia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga mengembangkan ilmu astronomi dan astrologi. Pada masa pemerintahan Nebukadnezar, terjadi peristiwa Pembuangan Babilon yang mengangkut orang-orang Israel ke Babilonia. Setelah kematiannya, Babilonia Baru jatuh ke tangan Persia pada tahun 539 SM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Bangsa Persia<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerajaan persia didirikan oleh Cyrus, menaklukkan Babilonia Baru dan wilayah lainnya. Setelah kematian Cyrus, Cambyses (putranya) melanjutkan ekspansi termasuk menguasai Mesir. Raja darius membawa Persia ke puncak kejayaan, membangun istana megah Persepolis. Namun, kerajaan Persia akhirnya runtuh setelah diserang oleh Alexander Agung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\">Peradaban Romawi Kuno: Sistem Pemerintahan, Budaya, dan Peninggalannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ketemu soal sulit, tapi bingung mau tanya ke mana? Yuk pakai roboguru! kamu bisa dengan mudah mencari jawaban dari soal-soal sulit yang kamu temui, sepuasnya, dan GRATIS lagi. Yuk, semangat terus, dan kalau menemukan soal yang bikin kamu pusing, langsung tanya aja ke\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">roboguru<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/b5157f20-0473-4163-9f9f-90ddc89cd93c.jpeg\" alt=\"CTA Roboguru\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Runtuhnya Peradaban Mesopotamia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab runtuhnya kekuasaan Sumeria di Mesopotamia adalah:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Perang Internal<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perebutan kekuasaan internal sangat memengaruhi bangsa Sumeria. Negara-negara dalam bangsa Sumeria seperti Ur, Uruk, dan Kish sering berkonflik untuk menguasai wilayah satu sama lain. Konflik ini melemahkan kekuatan politik dan ekonomi Sumeria. Akibatnya, mereka ditaklukkan oleh bangsa Akkadia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Serangan Bangsa Asing<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesopotamia juga diserang oleh bangsa asing seperti Persia, Asyur, dan Babilonia. Serangan-serangan ini merusak aspek sosial, politik, dan ekonomi peradaban tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Perubahan Aspek Sosial &amp; Politik\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemberontakan dan ketidakstabilan politik membuat kekuasaan pusat melemah, sehingga menyebabkan kehancuran struktur pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Perubahan Iklim<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim yang ekstrem, seperti banjir dan kekeringan panjang, merusak infrastruktur dan pertanian, yang sangat bergantung pada sistem irigasi. Hal ini semakin memperburuk kondisi Mesopotamia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-tiongkok-kuno\">Sejarah Peradaban Tiongkok Kuno<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Karakteristik Peradaban Mesopotamia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peradaban Mesopotamia terkenal dengan karakteristik sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Bentuknya Seperti Bulan Sabit<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesopotamia merupakan daerah yang terletak diantara dua aliran sungai yaitu Eufrat dan Tigris, yang membuat wilayah ini berbentuk melengkung seperti bulan sabit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Perkembangan Sistem Pertanian<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 5000 SM, Mesopotamia sudah mengenal pertanian dan teknologi irigasi. Dengan irigasi, mereka dapat menanam sekitar 900 jenis tanaman, seperti kurma, anggur, dan gandum.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Tanah yang Subur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesopotamia memiliki tanah yang subur, yang mendukung pertumbuhan peradaban. Beberapa bangsa yang mengembangkan peradaban Mesopotamia adalah Sumeria, Akkadia, Assyria, Babilonia, dan Babilonia Baru.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Struktur Masyarakat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Mesopotamia memiliki struktur yang berbentuk segitiga, dengan raja dan pendeta di puncak, diikuti oleh penjaga, petani, dan seniman, sementara hamba abdi berada di lapisan paling bawah.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bagaimana-manusia-tanpa-peradaban-mesopotamia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Manusia tanpa Peradaban Mesopotamia?\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sistem Kepercayaan Peradaban Mesopotamia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Mesopotamia menganut sistem kepercayaan <\/span><b>politeisme, yaitu menyembah banyak dewa. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada satu dewa tertinggi yang dihormati dalam ibadah, legenda, dan ritual, yaitu Dewa Udara (Enlil), dewa ini dianggap sebagai bapak para dewa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa dewa yang dipercayai oleh bangsa Sumeria antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Langit (Uruk),<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Air (Erindu),\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Bumi (Nipur),\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Danau; Dewa Air dan Bumi (Enki)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Mendung (Aisuhi),<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Air Dalam (Dehuzi Apsu),\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Ikan (Nanshe),\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Burung (Ninmar),\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Pohon (Nenazo),\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewa Tanah (Damon), dan masih banyak dewa lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, keagamaan bangsa Assyria tidak terlalu kuat, mereka lebih banyak mengadopsi ritual dan menyembah dewa-dewa yang diyakini oleh bangsa Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Arami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/menangkal-hoax-dengan-cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik untuk Menangkal Hoax<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Peninggalan Peradaban Mesopotamia<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c48042c4-ec9e-4853-9487-556b6fad11c1.png\" alt=\"Peninggalan Peradaban Mesopotamia\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah peninggalan peradaban Mesopotamia kuno:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Ziggurat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ziggurat merupakan nama bangunan di Mesopotamia yang dibangun dengan tujuan utama sebagai tempat pemujaan kepada para dewa. Bangunannya bertingkat berbentuk piramida dan dianggap sebagai rumah para dewa, tempat manusia mendekatkan diri kepada dewa melalui upacara keagamaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Taman Gantung Babilonia<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Taman Gantung Babilonia merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Taman ini dibangun oleh Raja Nebukadnezar II untuk istrinya, Amytis. Taman Gantung Babilonia menunjukkan kemajuan teknologi bangsa Babilonia dalam irigasi sekaligus menjadi simbol kemegahan dan kemakmuran Babilonia Baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Sistem Irigasi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesopotamia memanfaatkan sungai Eufrat dan Tigris untuk mengelola lahan pertanian yang subur. Mereka membangun saluran irigasi, bendungan, dan waduk untuk mengairi ladang, bahkan saat musim kemarau.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Hukum Hammurabi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum Hammurabi adalah sistem hukum tertua di dunia yang dibuat oleh Raja Hammurabi sekitar tahun 1754 SM. Prinsip utamanya adalah \u201cmata diganti mata\u201d yang artinya, hukuman harus setimpal dengan kejahatan yang dilakukan. Hukum Hammurabi tertulis dalam monumen yang disebut codex, sehingga peninggalan ini juga dikenal sebagai codex Hammurabi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Sistem Matematika dan Astronomi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Mesopotamia, mengembangkan sistem matematika berdasarkan angka 60 yang digunakan untuk mengukur waktu, sudut, dan jarak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mereka juga mempelajari pergerakan bintang dan planet, membagi langit menjadi 12 wilayah sesuai bulan dalam kalender, mereka mengembangkan sistem astrologi untuk meramal masa depan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Sistem Kalender<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya membagi waktu dalam satuan menit dan jam, Mesopotamia juga mengembangkan kalender berdasarkan siklus bulan. Kalender Mesopotamia terdiri dari 12 bulan lunar, masing-masing 29 atau 30 hari dan 354 hari per tahun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gokil<\/em>, lengkap banget nih pembahasan tentang Peradaban Mesopotamia.\u00a0<em>Hah, kurang banyakkk?\u00a0<\/em>Wah, itu tandanya kamu harus langganan <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/peradaban-mesopotamia-subtopi-r7bfitka-hr-sma-kelas-10-ips\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>\u00a0<em>sih<\/em>,\u00a0<em>fix<\/em>. Soalnya, di ruangbelajar, pembahasan tentang Peradaban Mesopotamia ini lengkap banget <em>nget<\/em> <em>nget<\/em>. Kamu juga bisa pelajari peradaban kuno lainnya. Keren banget,\u00a0<em>kan<\/em>. Yuk langganan ruangbelajar sekarang!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9f5e8203-8351-4264-80b6-212fb147e30e.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><b>Sumber:\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kantor, Uriel. 2023. The Rise and Fall of the Akkadian Empire [daring]. Tautan: https:\/\/www.thecollector.com\/akkadian-empire-rise-fall\/<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ardiansyah, Rahmad. 2018. Peradaban Mesopotamia (4000 SM &#8211; 616 SM) [daring]. Tautan: https:\/\/idsejarah.net\/2018\/03\/peradaban-mesopotamia.html<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanhati, Sicilia. 2023. Tempat Lahirnya Peradaban, Bagaimana Mesopotamia Membentuk Dunia? [daring]. Tautan: https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/133776884\/tempat-lahirnya-peradaban-bagaimana-mesopotamia-membentuk-dunia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. 2024. Karakteristik Peradaban Mesopotamia yang Unik dan Menarik [daring]. Tautan: https:\/\/m.kumparan.com\/amp\/sejarah-dan-sosial\/karakteristik-peradaban-mesopotamia-yang-unik-dan-menarik-22VzUNWOyQ4 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses pada 30 November 2024)<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peradaban Mesopotamia sering dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sejarah peradaban ini? Yuk, simak artikel Sejarah Kelas X ini sampai habis! \u2014 &nbsp; Tahukah kamu? Sistem irigasi pertanian, matematika, bahkan astrologi ternyata sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi, lho! Semua inovasi ini berasal dari peradaban kuno bernama Mesopotamia. Apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":241,"featured_media":21492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1776156320:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png"],"_knawatfibu_alt":["Peradaban Mesopotamia"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"],"_wp_old_date":["2024-12-23"],"_yoast_wpseo_primary_category":["520"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-21492","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-14T03:10:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-14T08:39:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia\",\"name\":\"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png\",\"datePublished\":\"2026-04-14T03:10:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-14T08:39:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb\"},\"description\":\"Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya","description":"Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya","og_description":"Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-04-14T03:10:44+00:00","article_modified_time":"2026-04-14T08:39:00+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia","name":"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png","datePublished":"2026-04-14T03:10:44+00:00","dateModified":"2026-04-14T08:39:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb"},"description":"Mesopotamia dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban karena banyaknya inovasi yang diciptakan. Penasaran sama sejarah peradaban ini? Yuk, simak sampai habis!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1fba2412-a7df-402a-86fe-124b3d449fc9.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/241"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21492"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21492\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26314,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21492\/revisions\/26314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}