{"id":22,"date":"2025-09-17T11:41:00","date_gmt":"2025-09-17T04:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=22"},"modified":"2025-09-17T13:34:13","modified_gmt":"2025-09-17T06:34:13","slug":"apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial","title":{"rendered":"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif | Sosiologi Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg\" alt=\"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em style=\"text-align: center; background-color: transparent;\"><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sosiologi\/sosiologi-smp-kelas-7\" rel=\"noopener\">Artikel Sosiologi kelas 7<\/a> ini akan membahas mengenai macam-macam bentuk interaksi sosial yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari. Di antaranya interaksi sosial asosiatif, disosiatif, dan akomodatif.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang kita tahu, yang namanya &#8220;<span style=\"font-weight: bold;\">interaksi sosial<\/span>&#8220;, pasti dapat dengan mudah kita temui di kehidupan sehari-hari. Baik itu di sekolah, di tempat\u00a0<em>nongkrong<\/em>, di rumah, atau tempat-tempat lainnya. Misalnya, ketika kamu mendapat tugas kelompok dari guru, tanpa disadari, proses pengerjaan tugas dalam kelompok merupakan salah satu bentuk interaksi sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh lain, ketika salah satu di antara kamu terlibat perkelahian dengan teman sekelas, pasti setelah itu kamu dibawa ke ruang BK untuk ditengahi oleh guru. Nah<em>,<\/em> di dalam ruangan itupun terjadi yang namanya interaksi sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Tapi, apa sih yang dimaksud dengan interaksi sosial? <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya tuh, interaksi yang terjadi di dalam masyarakat bisa menghasilkan pola-pola atau bentuk hubungan yang dapat mempererat dan mengubah kondisi masyarakat tersebut. Kalau dalam kajian sosiologi, <span style=\"font-weight: bold;\">interaksi sosial terbagi dalam tiga macam bentuk, yaitu <\/span><strong>asosiatif, disosiatif, dan akomodatif<\/strong>. Oke, agar kamu lebih paham lagi tentang <strong>bentuk-bentuk interaksi sosial<\/strong>, kamu bisa baca dengan seksama penjelasan di bawah ini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/apa-itu-interaksi-sosial\" rel=\"noopener\">Apa Itu Interaksi Sosial?<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah\u00a0<strong>bentuk interaksi sosial <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">yang mengarah pada kesatuan<\/span>. Ingat, ya, begitu mendengar kata &#8220;asosiatif&#8221;, yang terbayang adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat &#8220;baik&#8221;. Bentuk interaksi sosial asosiatif bisa berupa <strong>kerja sama, asimilasi, dan akulturasi.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kerja Sama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pastinya, kamu sudah nggak asing dong sama kata &#8220;kerja sama&#8221;? Kerja sama bukanlah suatu usaha untuk melakukan siulan-siulan kecil, nendang kaki kursi temen di depan, dan menggunakan kode-kode jari untuk menentukan mana jawaban &#8220;A&#8221;, &#8220;B&#8221;, &#8220;C&#8221;, dan &#8220;D&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara istilah, kerja sama adalah suatu <span style=\"font-weight: bold;\">usaha yang dilakukan bersama<\/span> antara individu atau kelompok. Tujuan kerja sama untuk mencapai satu tujuan atau beberapa tujuan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/11723--730x420px.jpg\" alt=\"gotong royong merupakan contoh interaksi sosial asosiatif\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Gotong royong merupakan contoh interaksi sosial asosiatif. (Sumber: ugm.ac.id)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Asimilasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asimilasi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">percampuran dua atau lebih kebudayaan berbeda yang melebur menjadi suatu kebudayaan baru<\/span>. Contohnya musik dangdut. Pernah dengar lirik lagu, &#8220;<em>dangdut is the music of my country<\/em>~&#8221;? Mungkin di antara kamu ada yang mengira kalo musik dangdut itu adalah musik asli Indonesia. Padahal, musik dangdut merupakan hasil asimilasi dari budaya Melayu, Arab, dan India, lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga musik tersebut bercampur menjadi satu dan membentuk genre musik baru, yaitu musik dangdut yang menghilangkan ciri budaya lamanya. Makanya, banyak orang menyangka kalo musik dangdut adalah musik khas Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Akulturasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, akulturasi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">perpaduan dua atau lebih budaya yang berbeda tanpa menghilangkan ciri budaya lamanya<\/span>. Nah, di sini harus kamu ingat ya, kalo asimilasi itu, perpaduannya menghasilkan budaya baru yang menghilangkan ciri budaya lama. Sedangkan, kalo akulturasi itu, perpaduannya menghasilkan budaya baru, tanpa menghilangkan ciri budaya lamanya. Jangan sampai tertukar, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya itu bangunan Masjid Kudus yang mencerminkan adanya interaksi antara budaya Jawa, Hindu, dan Islam.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/bagunan%20masjid%20kudus.jpg\" alt=\"bagunan masjid kudus\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Bangunan Masjid Kudus (Sumber: timesindonesia.co.id)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya, apakah kue cubit GREEN TEA termasuk ke dalam akulturasi karena mencampurkan kebudayaan lokal dengan bahan-bahan luar negeri, sehingga membentuk cita rasa baru? Coba jawab di kolom komentar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk%20Interaksi%20Sosial%20Asosiatif.jpg\" alt=\"Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/nilai-dan-norma-di-masyarakat\" rel=\"noopener\">Mempelajari Nilai dan Norma di Masyarakat<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bentuk interaksi sosial disosiatif adalah jenis interaksi sosial yang lebih <span style=\"font-weight: bold;\">mengarah kepada<\/span> <strong>perpecahan<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> baik antar individu maupun kelompok. Adapun macam-macam interaksi sosial disosiatif meliputi, <strong>persaingan (kompetisi), kontravensi, dan pertentangan (konflik).<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Persaingan (Kompetisi)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wah, ini mah udah pasti tahu ya. Persaingan adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia <span style=\"font-weight: bold;\">bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tanpa menggunakan ancaman kekerasan<\/span>. Misalnya, kompetisi sepakbola pada piala dunia. Hayo, kamu sendiri pernah punya persaingan apa dengan teman-teman? Persaingan jadi ranking 1 mungkin?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kontravensi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun terasa asing, tapi bisa dipastikan kamu pernah melakukan kontravensi. Kontravensi adalah suatu <strong>perasaan tidak suka yang disembunyikan.<\/strong>\u00a0Nah, kalo udah tahu artinya, sekarang ngaku deh. Ini mungkin mirip dengan &#8220;iri&#8221; atau &#8220;dengki&#8221; kali ya. Cuma&#8230; ya lebih sosiologi aja bahasanya. Hehehe.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya, orang yang sedang melakukan kontravensi akan lebih sering ngomong dalam hati. Kenapa? Ya karena&#8230; mereka menyembunyikanya. Kalo disebar mah namanya julid. Kontravensi ini banyak kita temukan dalam sinetron di televisi. Begitu tahu orang yang disebelin jadi ketua kelas, dalam hati bakal langsung ngomong, &#8220;Hmmm&#8230; lihat saja nanti. Minumanmu akan kuberi bubuk abate.&#8221;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/meme%20tidak%20semudah%20itu%20ferguso.jpg\" alt=\"meme tidak semudah itu ferguso\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Pertentangan (Konflik)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik juga kayaknya udah sering kamu denger ya. Secara istilah, konflik adalah proses sosial yang dilakukan individu atau kelompok dalam mencapai tujuannya disertai\u00a0<strong>dengan paksaan atau kekerasan.<\/strong>\u00a0Pertentangan terjadi disebabkan oleh adanya perbedaan antarindividu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk%20Interaksi%20Sosial%20Disosiatif.jpg\" alt=\"Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bentuk Interaksi Sosial Akomodatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan kerja sama, kalo bentuk interaksi sosial akomodasi adalah jenis interaksi sosial yang <span style=\"font-weight: bold;\">berawal dari<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">perselisihan<\/span>. Iya, akomodasi adalah upaya yang dilakukan untuk <strong>menyelesaikan suatu pertikaian<\/strong>\u00a0atau konflik oleh pihak-pihak yang bertikai. Untuk apa? Ya jelas untuk meredakan pertentangan tersebut, dong. Terus, tercipta deh sebuah kestabilan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 450px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/akomodasi-1.gif\" alt=\"akomodasi-1\" width=\"450\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Eits, tenang&#8230; tenang (Sumber: Giphy.com)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah,<\/em> sebagai proses sosial, terdapat jenis-jenis interaksi sosial akomodatif lho, di antaranya:<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Koersi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Koersi adalah bentuk akomodasi yang pelaksanaannya dengan menggunakan\u00a0<\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">paksaan, ancaman, tekanan, maupun kekerasan<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">. Kalian sering lihat pengemis atau pedagang asongan yang digusur secara paksa oleh satpol PP dan dinas sosial? Itulah salah satu contohnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kompromi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Kompromi adalah bentuk usaha dalam meredakan masalah yang terjadi antara dua belah pihak melalui <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">pengurangan tuntutan<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">. Misalnya, saat kalian bermain <\/span><em style=\"background-color: transparent;\">game MOBA<\/em><span style=\"background-color: transparent;\">, salah satu di antara kalian merasa dicurangi. Pas lagi seru-serunya mau kabur dari musuh, eh hape kesenggol lawan main, terus mati. Dan terjadi lah dialog berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh lo sengaja ya?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sori sori, nggak sengaja gue.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya udah gakpapa. Santai aja&#8230;&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu lanjut main&#8230;\u00a0<em>internet<\/em>-nya\u00a0<em>disconnect.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian &#8220;santai aja&#8221; itu lah yang dimaksud dengan kompromi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Konsiliasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Konsiliasi adalah usaha yang dilakukan pihak tertentu untuk\u00a0<\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">mempertemukan keinginan antara kedua belah pihak yang berkonflik<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">, sehingga dapat meyelesaikan masalah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Misalnya, ketika di depan pasar ada ibu-ibu yang jambak-jambakan karena rebutan harga kangkung paling murah. Karena gak tega ngeliat mereka ribut, si pedagang memanggil mereka. Dicari jalan tengahnya. Kangkungnya dibagi dua. Belinya patungan. Ibu ibu ini pun hidup berdua bahagia selamanya makan cah kangkung.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Arbitrasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Arbitrasi terjadi ketika pihak ketiga membantu meredakan pertentangan yang\u00a0<\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">memiliki kedudukan lebih tinggi dan dapat memberikan keputusan <\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">yang mengikat pihak-pihak yang berkonflik. Contohnya, guru BK memberi hukuman kepada kedua murid yang bertengkar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Mediasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Mediasi adalah bentuk akomodasi yang dilakukan oleh pihak ketiga <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">dan bersifat netral<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">. Jadi, keputusan akhir tetap dikembalikan kepada kedua pihak yang berkonflik. Contoh, pak RT memberikan nasehat kepada tetangga yang bertengkar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Ajudikasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ajudikasi merupakan<strong style=\"background-color: transparent;\"> proses penyelesaian masalah melalui meja hijau (jalur hukum)<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">. Contoh, hakim memberikan sanksi hukum kepada koruptor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk%20Interaksi%20Sosial%20Akomodatif.jpg\" alt=\"Bentuk Interaksi Sosial Akomodatif\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/mengenal-jenis-jenis-lembaga-sosial\" rel=\"noopener\">Mengenal Jenis-Jenis Lembaga Sosial<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana? Sudah mengerti seperti apa <span style=\"font-weight: bold;\">bentuk-bentuk interaksi sosial<\/span>? Kalau masih sedikit bingung, di sini kita kasih satu contoh soalnya. <em>Nah<\/em>\u00a0untuk mengerjakan soal-soal lainnya, kalian juga bisa belajar melalui\u00a0<a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalian akan dijelaskan materi-materi pelajaran dengan berbagai contoh yang pastinya membuat kalian mudah mengerti. Selain itu, dengan sistem belajar\u00a0<em>journey<\/em>nya,\u00a0<strong>ruangbelajar<\/strong> bisa menjadi alternatif kalian dalam mengoptimalkan waktu belajar kalian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Suhardi dan Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 1 Untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto Bentuk interaksi sosial asosiatif [daring]. Tautan: https:\/\/ugm.ac.id\/id\/berita\/17640-perbedaan-pola-dukungan-sosial-dalam- (Diakses: 23 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gif Eits, tenang&#8230; tenang [daring]. Tautan: https:\/\/giphy.com\/gifs\/best-gifs-trailer-jurassic-world-QKO8gxZKCZ0v6 (Diakses: 23 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto asimilasi [daring]. Tautan: http:\/\/blog.unnes.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/276\/2015\/12\/\u00a0(Diakses: 23 November 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto Bangunan Masjid Kudus [daring]. Tautan: https:\/\/www.timesindonesia.co.id\/read\/news\/150194\/akulturasi-3-agama-bersatu-di-masjid-menara-kudus\u00a0(Diakses: 23 November 2020)<\/p>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<p><em><strong>Artikel terakhir diperbarui pada 3 Mei 2023.<\/strong><\/em><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sosiologi kelas 7 ini akan membahas mengenai macam-macam bentuk interaksi sosial yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari. Di antaranya interaksi sosial asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. &#8212; &nbsp; Seperti yang kita tahu, yang namanya &#8220;interaksi sosial&#8220;, pasti dapat dengan mudah kita temui di kehidupan sehari-hari. Baik itu di sekolah, di tempat\u00a0nongkrong, di rumah, atau tempat-tempat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":22,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg"],"_edit_lock":["1758090713:1"],"_edit_last":["1"],"_yoast_wpseo_title":["Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Yuk, ketahui perbedaannya di artikel ini!"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"],"_wp_old_date":["2023-05-03"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[534,535],"tags":[7,10,16,28],"class_list":["post-22","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","category-sosiologi-smp-kelas-7","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp","tag-sosiologi-vii"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Yuk, ketahui perbedaannya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Yuk, ketahui perbedaannya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-17T04:41:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-17T06:34:13+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial\",\"name\":\"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-17T04:41:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T06:34:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\"},\"description\":\"Interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Yuk, ketahui perbedaannya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif | Sosiologi Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\",\"name\":\"Fahri Abdillah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fahri Abdillah\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif","description":"Interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Yuk, ketahui perbedaannya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif","og_description":"Interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Yuk, ketahui perbedaannya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-09-17T04:41:00+00:00","article_modified_time":"2025-09-17T06:34:13+00:00","author":"Fahri Abdillah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Fahri Abdillah","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial","name":"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg","datePublished":"2025-09-17T04:41:00+00:00","dateModified":"2025-09-17T06:34:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9"},"description":"Interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Yuk, ketahui perbedaannya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bentuk-Bentuk%20Interaksi%20Sosial.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif | Sosiologi Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9","name":"Fahri Abdillah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fahri Abdillah"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24736,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22\/revisions\/24736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}