{"id":2212,"date":"2026-08-27T16:00:00","date_gmt":"2026-08-27T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2212"},"modified":"2026-09-01T11:30:07","modified_gmt":"2026-09-01T04:30:07","slug":"mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar","title":{"rendered":"Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), Latar Belakang dan Jalannya Perjanjian | Sejarah Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png\" alt=\"Konferensi Meja Bundar\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu, Belanda untuk pertama kalinya mengakui kedaulatan negara Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar? Wah, seperti apa ya latar belakang dan jalannya perjanjian ini?<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Guys<\/em>, kamu familiar sama\u00a0Konferensi Meja Bunda (KMB)\u00a0<em>gak sih<\/em>? Konferensi\u00a0 Meja Bundar bisa dibilang merupakan perundingan yang menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenapa\u00a0<em>tuh<\/em>? Karena setelah perundingan ini terselenggara, untuk pertama kalinya, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. <em>Ulala<\/em>~<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti apa\u00a0<em>sih\u00a0<\/em>latar belakang dari terjadinya Konferensi Meja Bundar?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Latar Belakang Konferensi Meja Bundar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang kita ketahui bersama-sama ya\u00a0<em>guys<\/em>, kalau\u00a0Indonesia sudah merdeka dari 17 Agustus 1945. Tapi ya <em>gitu deh. <\/em>Belanda gengsi dan <em>gak\u00a0<\/em>mau langsung mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka malah masih berambisi untuk menguasai Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu saja, Belanda bahkan sempat melakukan dua kali agresi militer pada tahun 1947 dan 1948. Agresi ini secara tidak langsung menunjukkan ketidakpatuhan Belanda terhadap beberapa perundingan yang pernah disepakati sebelumnya, seperti Perundingan Linggajati dan <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-perjanjian-renville\"><strong>Perundingan Renville<\/strong>.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan, dunia internasional juga mengecam tindakan Belanda. Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sampai membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) untuk memediasi dan mengawasi Belanda dan Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, setelah Agresi Militer\u00a0 II terjadi, Dewan Keamanan (DK PBB) juga mengeluarkan\u00a0<strong>Resolusi 67\u00a0<\/strong>yang berisi seruan untuk gencatan senjata, pembebasan tokoh-tokoh Indonesia yang ditahan Belanda, serta pembentukan United Nations Commission for Indonesia (UNCI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal ini, UNCI bertugas memulihkan pemerintahan Indonesia dan melaksanaan perundingan lanjutan. Perundingan yang terselenggara adalah Perundingan Roem-Royen pada 17 April-7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, dalam Perundingan Roem-Royen inilah, disepakati tentang adanya perundingan lanjutan yang akan membahas tentang kedualutan Republik Indonesia. Perundingan lanjutan ini yang kita kenal sebagai Konferensi Meja Bundar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/pengakuan-india-atas-kemerdekaan-indonesia\" rel=\"noopener\">Pengakuan India atas Kemerdekaan &amp; Kedaulatan Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Jalannya Konferensi Meja Bundar<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px;\" title=\"hasil konferensi meja bundar\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konferensi%20meja%20bundar.jpg\" alt=\"hasil pelaksanaan konferensi meja bundar\" width=\"600\" data-constrained=\"true\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Pelaksanaan KMB (Sumber: okezone.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Konferensi Meja Bundar (KMB)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949. Konferensi meja bundar dilaksanakan di Den Haag, Belanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam rangka mempercepat penyerahan kedaulatan, pemerintah Indonesia yang kala itu diasingkan di Bangka, bersedia mengikuti KMB. Pada tanggal 2 November 1949, persetujuan KMB berhasil ditandatangani.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat itu, delegasi atau perwakilan dari Indonesia diketuai oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cerita-bung-hatta\"><strong>Mohammad Hatta<\/strong><\/a>, delegasi Belanda dipimpin oleh <strong>Van Maarseven<\/strong>, delegasi BFO diwakili oleh <strong>Sultan Hamid II<\/strong>, dan delegasi UNCI selaku mediator diwakili oleh <strong>Tom Crichley<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oiya, BFO itu adalah semacam majelis yang didirikan oleh Van Mook dengan tujuan untuk mengelola Republik Indonesia Serikat (RIS).<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_12_-_Konferensi_Meja_Bundar_Artboard_5.png\" alt=\"para peserta dan tokoh pada konferensi meja bundar\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lalu, Konferensi Meja Bundar menghasilkan apa aja ya?<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-pemberontakan-republik-maluku-selatan\">Pemberontakan Republik Maluku Selatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Hasil Konferensi Meja Bundar<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada<\/span><strong> 2 November 1949<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Konferensi Meja Bundar menghasilkan beberapa keputusan, antara lain sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk <\/span><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/republik-indonesia-serikat\"><strong>Republik Indonesia Serikat <\/strong><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">(RIS) sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Status Irian Barat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">RIS dan Belanda akan membentuk <\/span><strong>Uni Indonesia-Belanda<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang bersifat longgar, berdasarkan kerjasama, sukarela, dan sederajat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">RIS akan memberikan <\/span><strong>izin baru kepada perusahaan-perusahaan <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">Belanda untuk beroperasi di Indonesia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">RIS harus <\/span><strong>membayar semua utang<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Hindia-Belanda sejak 1942.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">RIS akan membentuk<\/span><strong> Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">(APRIS) yang terdiri dari TNI dan mantan tentara KNIL.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tanggal 27 Desember 1949, diadakanlah penandatanganan pengakuan kedaulatan di negeri Belanda. Pihak Belanda ditandatangani oleh <strong>Ratu Juliana<\/strong>, <strong>Perdana Menteri Dr. Willem Drees<\/strong>, Menteri Seberang Lautan <strong>Mr. AM . J.A Sassen<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan delegasi Indonesia dipimpin oleh <strong>Drs. Moh. Hatta<\/strong>. Pada waktu yang sama di Jakarta, <strong>Sri Sultan Hamengkubuwono IX<\/strong> dan Wakil Tertinggi Mahkota <strong>AH.J. Lovink<\/strong> menandatangani naskah pengakuan kedaulatan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan diakuinya kedaulatan RI oleh Belanda ini maka Indonesia berubah bentuk negaranya berubah menjadi negara serikat yakni Republik Indonesia Serikat (RIS).<\/span><\/p>\n<p>Akhirnya, Belanda mengakui juga kedaulatan Indonesia. Tapi, apakah setelah Konferensi Meja Bundar semuanya berjalan dengan mulus?\u00a0<em>Eits<\/em>, ternyata tidak semudah itu, Ferguso! Masih ada beberapa masalah yang terbilang sulit untuk dipecahkan.\u00a0 <span style=\"font-weight: 400;\">di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Masalah istilah pengakuan kedaulatan dan penyerahan kedaulatan.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia menghendaki penggunaan istilah pengakuan kedaulatan, sedangkan Belanda menghendaki istilah penyerahan kedaulatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Masalah Uni Indonesia-Belanda.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia menginginkan agar sifatnya hanya kerjasama yang bebas tanpa adanya organisasi permanen. Sedangkan Belanda menginginkan kerjasama yang luas dengan organisasi yang luas pula<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Masalah utang.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia hanya mengakui utang-utang Hindia-Belanda sampai menyerahnya Belanda kepada Jepang. Sebaliknya, Belanda berpendapat bahwa Indonesia harus mengambil alih semua kekayaan maupun hutang Hindia-Belanda sampai saat itu, termasuk biaya perang kolonial terhadap Indonesia.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tokoh-tokoh-yang-berjuang-mempertahankan-kemerdekaan-nkri\">Tokoh yang Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan NKRI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Dampak dan Pengaruh Konferensi Meja Bundar (KMB)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu boleh simak dampak dan pengaruh dari Konferensi Meja Bundar pada inforgafis di bawah ini, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_12_-_Konferensi_Meja_Bundar_Artboard_3.png\" alt=\"dampak dan pengaruh dari konferensi meja bundar\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Latihan<strong> Soal<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Salah satu hasil penting Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah Belanda mengakui Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Dampak langsung dari keputusan tersebut bagi Indonesia adalah &#8230;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a. Indonesia kembali menjadi negara kesatuan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b. Indonesia menjadi bagian dari Kerajaan Belanda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">c. Indonesia berada di bawah pemerintahan Belanda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">d. Indonesia berubah menjadi negara berbentuk serikat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawaban: d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KMB menghasilkan pengakuan Belanda terhadap RIS sebagai negara merdeka dan berdaulat. Setelah pengakuan kedaulatan tersebut, <strong>Indonesia mengalami perubahan bentuk negara dari negara kesatuan menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS)<\/strong>. Pengakuan kedaulatan kemudian dilaksanakan pada 27 Desember 1949.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. Konferensi Meja Bundar memberikan keuntungan penting bagi Indonesia karena Belanda mengakui kedaulatan RIS. Namun, hasil perundingan juga mengharuskan RIS membayar utang Hindia-Belanda sejak 1942 dan memberikan izin baru bagi perusahaan-perusahaan Belanda untuk beroperasi di Indonesia.<\/p>\n<p>Berdasarkan kondisi tersebut, kesimpulan yang paling tepat mengenai hasil KMB bagi Indonesia adalah &#8230;.<\/p>\n<p>a. KMB sepenuhnya merugikan Indonesia karena tidak menghasilkan pengakuan kedaulatan.<\/p>\n<p>b. KMB sepenuhnya menguntungkan Indonesia karena seluruh kepentingan Belanda di Indonesia berhasil dihapuskan.<\/p>\n<p>c. KMB memberikan keuntungan politik berupa pengakuan kedaulatan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi ekonomi bagi Indonesia.<\/p>\n<p>d. KMB tidak memberikan perubahan berarti karena Indonesia tetap berada di bawah kekuasaan Belanda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jawaban: c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawaban <strong data-start=\"2421\" data-end=\"2426\">c<\/strong> paling tepat karena hasil KMB memiliki <strong data-start=\"2466\" data-end=\"2478\">dua sisi<\/strong>. Dari sisi politik, Indonesia memperoleh keuntungan besar berupa pengakuan Belanda terhadap <strong data-start=\"2571\" data-end=\"2615\">RIS sebagai negara merdeka dan berdaulat<\/strong>. Namun, dari sisi ekonomi, RIS harus menerima kewajiban membayar utang Hindia-Belanda sejak 1942 dan memberikan izin baru bagi perusahaan Belanda untuk beroperasi di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gimana<\/em>, kamu sudah tahu kan kisah dari Konferensi Meja Bundar, mulai dari latar belakang, jalannya perundingan, hasil, serta dampak dan pengaruhnya bagi Indonesia?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu juga bisa\u00a0<em>lho\u00a0<\/em>baca-baca topik tentang Perjuangan Indonesia Dalam Mempertahankan Kemerdekaan di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-12\"><strong>artikel Sejarah Kelas 12<\/strong><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Gak cuman\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu saja, kamu juga bisa belajar langsung dengan Master Teacher yang\u00a0<em>daebak\u00a0<\/em>dalam Sejarah lewat video-video interaktif hanya di\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/sma-kelas-12-ips\/sejarah-peminatan\/respons-internasional-terhadap-proklamasi\/konferensi-meja-bundar-kmb\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cb54667e-54d6-4f12-b0a7-444d9b784383.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" width=\"1022\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Foto &#8216;Konferensi Meja Bundar&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/news.okezone.com\/read\/2016\/08\/23\/18\/1470586\/sejarah-dunia-pahlawan-skotlandia-digantung-hingga-konferensi-meja-bundar?page=3 (Diakses: 30 November 2020)<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><em>Artikel diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah\">Tedy Rizkha Heryansyah<\/a>, kemudian diperbarui lagi pada 22 Februari 2024 oleh Laras Sekar Seruni.\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kamu, Belanda untuk pertama kalinya mengakui kedaulatan negara Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar? Wah, seperti apa ya latar belakang dan jalannya perjanjian ini? &#8212; &nbsp; Guys, kamu familiar sama\u00a0Konferensi Meja Bunda (KMB)\u00a0gak sih? Konferensi\u00a0 Meja Bundar bisa dibilang merupakan perundingan yang menarik. Kenapa\u00a0tuh? Karena setelah perundingan ini terselenggara, untuk pertama kalinya, Belanda mengakui kedaulatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":305,"featured_media":2212,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1788236868:1"],"_wp_old_date":["2022-08-07","2024-02-22"],"_aioseo_title":["Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya"],"_aioseo_description":["Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar."],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"],"_yoast_wpseo_primary_category":["520"]},"categories":[520,526],"tags":[76,10,37],"class_list":["post-2212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-12","tag-kelas-12","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-27T09:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-01T04:30:07+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar\",\"name\":\"Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png\",\"datePublished\":\"2026-08-27T09:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-01T04:30:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\"},\"description\":\"Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), Latar Belakang dan Jalannya Perjanjian | Sejarah Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3\",\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laras Sekar Seruni\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya","description":"Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya","og_description":"Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-08-27T09:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-09-01T04:30:07+00:00","author":"Laras Sekar Seruni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Laras Sekar Seruni","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar","name":"Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Hasil, dan Dampaknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png","datePublished":"2026-08-27T09:00:00+00:00","dateModified":"2026-09-01T04:30:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3"},"description":"Dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia. Pahami latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, dan hasil Konferensi Meja Bundar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0b10c706-1996-431d-882f-f78cca530eda.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengetahui-hasil-konferensi-meja-bundar#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), Latar Belakang dan Jalannya Perjanjian | Sejarah Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/c8c36093e82708b76b55526a1c2d69f3","name":"Laras Sekar Seruni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/beba606f9882dbe01008485044771765944a43ea1ea03239eaae3e0d899bd7f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laras Sekar Seruni"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Writing is my cup of tea. I hope you enjoy and may learn a new thing! ^^","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/305"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2212"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27614,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2212\/revisions\/27614"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}