{"id":22224,"date":"2026-04-15T09:44:03","date_gmt":"2026-04-15T02:44:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=22224"},"modified":"2026-04-15T10:03:01","modified_gmt":"2026-04-15T03:03:01","slug":"sejarah-mesir-kuno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno","title":{"rendered":"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png\" alt=\"Peradaban Mesir Kuno\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel Sejarah kelas 10<\/a><\/strong> ini membahas peradaban Mesir Kuno yang usianya lebih dari 5000 tahun. Kita coba lihat dari geografi sampai dengan peninggalan kebudayaannya. Ayo kita cari tau bareng-bareng!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sungai adalah salah satu unsur alam yang paling banyak berpengaruh bagi sejarah umat manusia. Fungsi sungai bisa bermacam-macam, dari mulai mengairi pertanian, sarana kebersihan, sampai dengan transportasi dan perdagangan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, ga heran kalau beberapa peradaban besar memanfaatkan keberadaan sungai di daerah mereka, contohnya, peradaban sungai Eufrat dan Tigris, peradaban lembah sungai Indus, dan peradaban sungai Yangtze.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eits, ada satu lagi nih, <\/span><strong>peradaban besar yang memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, namanya<\/span><strong> peradaban Mesir Kuno<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Masyarakat Mesir Kuno memanfaatkan aliran Sungai Nil yang merupakan sungai terpanjang di dunia!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penasaran? Yuk, kita bahas sejarah Mesir Kuno!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Lingkungan Geografi dan Ekonomi Mesir Kuno<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Peradaban Mesir Kuno muncul di sepanjang aliran Sungai Nil di Benua Afrika<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tepatnya di Afrika utara. Sungai Nil memanjang dari bagian hulu sungai di selatan menuju ke hilir di Laut Tengah atau Laut Mediterania. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, daerah Mesir merupakan wilayah gurun pasir dan tebing batu. Namun, <\/span><strong>tanah-tanah di sekitar Sungai Nil merupakan wilayah subur<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka dari itu, di daerah inilah muncul kota-kota dalam peta Mesir Kuno.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daerah-daerah yang ada di sepanjang Sungai Nil ini sangat subur dan cocok untuk menjadi <\/span><strong>lahan pertanian<\/strong>, <strong>perkebunan<\/strong>, dan <strong>peternakan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Hasil pertanian seperti <\/span><strong>gandum<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>pohon papirus <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">banyak tumbuh di pinggir Sungai Nil. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil bumi tersebut kemudian dibawa ke pelabuhan di utara untuk dijual dan dikirim ke daerah lain melalui sungai. Masyarakat di sepanjang aliran sungai banyak mendapatkan penghasilan dan pekerjaan dari aktivitas ekonomi ini. Jadi, dari sini kita bisa lihat bahwa <\/span><strong>Sungai Nil sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06acf18e-a7c2-411b-8972-6e19809c4337.png\" alt=\"Sungai Nil pada Masa Mesir Kuno\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ilustrasi Sungai\u00a0 Nil pada masa peradaban Mesir Kuno.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, kalo udah punya banyak kekayaan, mau dipake buat apa tuh?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-yunani-kuno\">Peradaban Yunani Kuno: Sejarah, Raja, dan Peninggalannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kondisi Sosial-Ekonomi dan Pemerintahan Mesir Kuno<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hasil bumi yang kaya dan makmur ini kemudian mendorong aktivitas sosial dan pengetahuan dari masyarakat Mesir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka mengembangkan <\/span><em><strong>hieroglif<\/strong><\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">atau sistem tulisan Mesir Kuno dengan bahasa Mesir Kuno.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem pemerintahan pada masa Mesir Kuno sudah memiliki banyak jabatan untuk menjalankan kerajaan. Misalnya, <\/span><strong>raja Mesir atau yang lebih dikenal dengan sebutan fir\u2019aun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (bahasa Inggris disebut <\/span><em><strong>pharaoh<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), kemudian ada <\/span><strong>panglima perang tentara<\/strong>, <strong>juru tulis kerajaan<\/strong>, <strong>penasehat kerajaan<\/strong>,<span style=\"font-weight: 400;\"> sampai dengan <\/span><strong>kepala pekerja<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sistem pemerintahan ini berkembang seiring waktu dan menyesuaikan dengan penguasa pada saat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, <\/span><strong>pemerintahan pada masa Mesir Kuno ini digunakan <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">oleh para ahli arkeologi atau sejarah untuk membagi masa atau <\/span><strong>periodisasi dari sejarah peradaban Mesir Kuno<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Soalnya, Mesir Kuno itu beneran kuno yang artinya udah lamaaaa banget. Coba nih ya bayangin, tahun kita hidup sekarang ini dikurangin sampe tahun 1 masehi, terus dikurangin lagi 3000 tahun. Jadi Mesir Kuno itu udah beneran ada sejak 5000 tahun yang lalu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Periode Dinasti Awal<\/strong><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum tahun <\/span><strong>3000 sebelum masehi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Mesir Kuno terbagi atas beberapa kota dan daerah kecil. Pada umumnya, terdapat dua wilayah besar yang ada pada saat itu, yaitu <\/span><strong>Mesir Hilir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><em>Lower Egypt<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) yang berada di selatan dan <\/span><strong>Mesir Hulu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><em>Upper Egypt<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) yang berada di utara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masing-masing daerah ini memiliki kota besar yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan ibukota. <\/span><strong>Mesir Hilir memiliki ibukota bernama Mempis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sedangkan<\/span><strong> Mesir Hilir beribukota di Tinis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Baik Tinis maupun Mempis memiliki kerajaan yang terpisah satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Periode Dinasti Awal di Mesir Kuno berawal dari <\/span><strong>penyatuan Mesir Hilir dan Mesir Hulu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Raja yang mempersatukan dua daerah ini bernama <\/span><strong>Raja Narmer<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau<\/span><strong> Menes<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang berkuasa di kota Mempis. Pada masa ini juga, tulisan dan prasasti mulai ditemukan dan menjadi sumber sejarah untuk mempelajari zaman ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode ini berlangsung selama 500 tahun dari kurang lebih tahun 3000 sampai dengan sekitar 2600 sebelum masehi. Pada masa itu, seorang fir\u2019aun baru bernama <\/span><strong>Joser<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">naik tahta dan memulai periode baru di Mesir Kuno.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Periode Kerajaan Lama<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Naik tahta<\/span><strong> Fir\u2019aun Joser<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">menandai periode baru dalam sejarah Mesir Kuno. Periode ini disebut sebagai <\/span><strong>Periode Kerajaan Lama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>Periode Kerajaan Kuno<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada era ini, masyarakat <\/span><strong>Mesir Kuno mencapai masa keemasan pertama<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">mereka. Perdagangan dengan daerah tetangga semakin ramai. Begitu juga dengan pengetahuan dan teknologi. Monumen dan kuil mulai dibangun untuk menghormati para raja dan dewa Mesir Kuno, termasuk <\/span><strong>Piramida<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><strong> Sfinks<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di Giza. Buat Piramida dan Sfinks ini nanti kita bahas ya setelah ini\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berarti pada masa ini Mesir jago banget yaaa\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eits, meskipun demikian, pada akhirnya <\/span><strong>dinasti ini tumbang dan runtuh karena beberapa daerah menjadi semakin kuat dan memisahkan diri dari pemerintah pusat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini diperparah dengan<\/span><strong> krisis ekonomi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><strong> kelaparan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesopotamia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Sejarah Peradaban Mesopotamia serta Peninggalannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Periode Kerajaan Menengah<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu <\/span><strong>Pertengahan Pertama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>Mengenah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan<\/span><strong> Pertengahan Kedua<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa <\/span><strong>Pertengahan Pertama<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><em>First Intermediate<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), masyarakat Mesir Kuno <\/span><strong>terpecah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">lagi menjadi dua wilayah besar yaitu <\/span><strong>Mesir Hulu<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>Mesir Hilir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Bedanya, Mesir Hilir pada saat ini beribukota di <\/span><strong>Herakliopolis<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan Mesir Hulu di kota <\/span><strong>Thebes<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Masa ini ditandai dengan kekacauan dan krisis ekonomi sebagai lanjutan dari periode sebelumnya. Hal ini menjadi semacam kemunduran Mesir Kuno setelah masa emas yang panjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pada periode Menengah,<\/span><strong> Fir\u2019aun Mentuhotep II<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dari Mesir Hulu <\/span><strong>Thebes menyatukan kembali Mesir dengan menaklukkan kota Herakliopolis<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">di Hilir dan juga daerah-daerah di sekitarnya. Pada periode ini, Mesir juga mulai melakukan ekspansi ke daerah-daerah lain yang berada di sekitarnya dan menandai wilayah kekuasaan yang luas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerajaan yang semakin kaya ini kemudian menarik bangsa-bangsa asing untuk merebut kejayaan Mesir Kuno. Salah satunya adalah <\/span><strong>Bangsa Hiksos<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dari wilayah timur. <\/span><strong>Hiksos<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">menaklukkan Mesir dan menjadikan Mesir sebagai wilayah jajahannya. Pada masa ini, Mesir Kuno memasuki masa <\/span><strong>Pertengahan Kedua<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pusat ekonomi dan politik Mesir berada di Avaris. Bangsa Hiksos kemudian memerintah bangsa Mesir sampai dengan tahun abad ke-16 sebelum masehi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Raja Ahmose I <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">dari <\/span><strong>Thebes<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kemudian <\/span><strong>membebaskan Mesir <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">dari penjajahan bangsa Hiksos. Mesir kembali bersatu di bawah kekuasaan Mesir Hulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau memperbanyak latihan soal sejarah untuk persiapan PTS maupun PAS? Biar makin percaya diri dalam mengerjakan soal ujian, langsung aja\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">langganan ruanguji<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1ad37b41-095b-4aff-827b-35b18342bcbe.jpeg\" alt=\"CTA ruanguji\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Periode Kerajaan Baru<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesir pada saat itu muncul sebagai <\/span><strong>satu kekuatan di kawasan Laut Tengah<\/strong>. <strong>Beberapa ekspedisi dan penaklukan dilakukan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menegaskan kekuasaan Mesir terhadap daerah lain, terutama di Afrika dan Laut Tengah Timur. Periode ini disebut dengan<\/span> <strong>Periode Kerajaan Baru<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode Kerajaan Baru memiliki beberapa peristiwa penting, salah satunya adalah perjanjian perdamaian yang dilakukan antara Mesir dengan Hitit bernama <\/span><strong>Perjanjian Kadesh<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> pada <\/span><strong>1247 sebelum masehi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perjanjian ini diduga merupakan<\/span><strong> perjanjian damai tertua<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dalam sejarah manusia. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa ini juga, Mesir mencapai masa keemasannya yang kedua dan menjadi salah satu kerajaan yang maju di kawasan Afrika. Kemunduran periode ini ditandai dengan <\/span><strong>serangan Orang Laut<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti siapa Orang Laut ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Periode Pertengahan Ketiga dan Periode Dinasti Akhir<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada <\/span><strong>Periode Pertengahan Ketiga<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mesir lagi-lagi dihadapi oleh masalah yang sama yaitu<\/span> <strong>perpecahan antara Mesir Hulu dan Mesir Hilir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Mesir Hilir yang mengutamakan perdagangan regional dikuasai oleh para pedang asing yang bekerja sama dengan raja-raja lokal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, beberapa kota di <\/span><strong>Mesir Hulu dipimpin oleh kalangan agamawan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berpusat di Thebes. Hal ini yang kemudian menjadikan Mesir Hulu dilanda <\/span><strong>konflik antara pemuka agama dengan pemerintah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kondisi ini merupakan tanda-tanda perpecahan dari masyarakat Mesir yang pada akhirnya <\/span><strong>melemahkan Mesir itu sendiri<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai akhirnya pada <\/span><strong>Periode Dinasti Akhir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, daerah Mesir pada saat itu <\/span><strong>dijajah kembali<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh <\/span><strong>Bangsa Kush<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kemudian oleh <\/span><strong>Bangsa Assyiria<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Periode Dinasti Ptolomeus<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Mesir sudah tidak sekuat pada masa lalu. Beberapa kerajaan dan penguasa asing silih berganti menguasai Mesir. Puncaknya, wilayah Mesir dikuasai oleh<\/span><strong> Alexander dari Makedonia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, Yunani. Hal ini menjadi babak baru bagi mesir namun juga menjadi babak akhir dari kejayaan panjang di masa lalu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menaklukkan Mesir, <\/span><strong>Alexander<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kemudian menunjuk <\/span><strong>Ptolomeus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sebagai dinasti yang memerintah di Mesir. <\/span><strong>Periode Ptolomeus<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ini menjadi awal dari munculnya tradisi <\/span><strong>Helenistik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waduh, apa tuh helenistik?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Helenistik itu artinya kebijakan untuk menyatukan kebudayaan Yunani dengan kebudayaan masyarakat jajahan Yunani<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah, pada kasus ini, Kebudayaan Mesir mengalami pencampuran dengan kebudayaan Yunani yang dibawa oleh pemerintahan <\/span><strong>Ptolomeus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu prasasti penting yang dikeluarkan pada masa ini adalah <\/span><strong>prasasti Rosetta<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><em>Rosetta stone<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) yang memuat <\/span><strong>aturan dan hukum dalam tiga tulisan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu tulisan Yunani, tulisan Mesir demotik, dan tulisan hieroglif. Prasasti hukum ini dibuat dengan tiga tulisan supaya<\/span><strong> orang-orang dari berbagai bangsa dan generasi di Mesir bisa membaca<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panjang juga ya sejarah Mesir Kuno yang berlangsung selama 3000 tahun ini. Hmm\u2026 Tapi, apa aja sih peninggalan dari peradaban Mesir Kuno ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-india-kuno\">Sejarah Peradaban India Kuno beserta Peninggalannya\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Peninggalan Kerajaan Mesir Kuno<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Mesir Kuno bisa membangun<\/span><strong> infrastruktur kota<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan teknologi yang baik pada masanya. Sisa-sisa peninggalan mesir kuno yang megah dan besar yang bisa kita lihat sampai dengan saat ini. Masyarakat Mesir Kuno tuh buuuanyak banget membangun kemajuan <\/span><strong>arsitektur<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>teknologi bangunan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bisa memahat tebing batu menjadi <\/span><strong>istana<\/strong>, <strong>kuil<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan bangunan megah lainnya. <\/span><strong>Kanal<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>bendungan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">juga dibangun untuk mengaliri air sungai ke ladang pertanian. Ada dua jenis hasil peradaban Mesir Kuno yang terkenal yaitu, <\/span><strong>piramida<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>sfinks<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(dalam bahasa Inggris: <\/span><em><strong>sphinx<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">). Dua bangunan ini merupakan contoh dan bukti kemajuan teknologi pada masa Mesir Kuno.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/01b0449e-d877-4950-86fb-31e15c00b02d.jpg\" alt=\"Piramida Giza, Mesir Kuno\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Piramida dan Sfinks di Komplek Piramida Giza.<br \/>\n(Sumber: https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/File:Egypt,_Giza.jpg)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><strong>fungsi piramida pada masa Mesir Kuno adalah sebagai tempat penguburan jenazah penguasa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Beberapa raja Mesir Kuno memerintahkan pembangunan piramida untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaannya. Misalnya, <\/span><strong>komplek Piramida Giza<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang merupakan komplek piramida terbesar, menyimpan jenazah dari <\/span><strong>Raja Khufu<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang berkuasa di Mesir pada masa Dinasti Lama abad ke-26 sebelum masehi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain meninggalkan bangunan-bangunan megah, <\/span><strong>peradaban Mesir Kuno juga meninggalkan kebudayaan menulis yang baik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Seperti yang sudah disampaikan di atas, tulisan Mesir kuno ini disebut dengan <\/span><em>hieroglif<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Tulisan-tulisan ini menjadi sumber-sumber sejarah yang bermanfaat untuk ilmu pengetahuan yang membahas kebudayaan Mesir Kuno. Misalnya nih, <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jurusan-arkeologi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ilmu arkeologi<\/a><\/strong> dan <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jurusan-ilmu-sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ilmu sejarah<\/a><\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi yang tidak bisa dilewatkan adalah <\/span><em><strong>mumifikasi<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">atau<\/span><strong> mumi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Mumifikasi atau mumi adalah <\/span><strong>teknik pengawetan jenazah masyarakat Mesir Kuno<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pengawetan ini sejalan dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno saat itu yang memercayai adanya kehidupan setelah kematian. Bagi orang-orang terkenal, seperti pejabat kerajaan dan pemuka agama, <\/span><strong>mumifikasi juga menunjukkan status sosial mereka<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Semakin mewah peti mumi seseorang, maka semakin kaya dan berpengaruh dia saat masih hidup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-mesir-kuno\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenalan Sama Mumi &amp; Kitab Kematian dari Peradaban Mesir Kuno | Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kepercayaan Masyarakat Mesir Kuno<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Masyarakat Mesir Kuno memercayai banyak dewa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau disebut dengan <\/span><strong>politeisme<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dewa-dewa Mesir Kuno merupakan <\/span><strong>dewa yang dipercayai mewakili satu kekuatan atau fenomena alam yang ada<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti dewa pertanian, dewi sungai, sampai dengan dewa penciptaan dan kematian. <\/span><strong>Dewa tertinggi dalam kebudayaan Mesir Kuno adalah dewa matahari yang disebut Ra<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><strong>Ra-atum<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Dewa Ra, ada juga dewa langit bernama <\/span><strong>Hator<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dewa kematian bernama <\/span><strong>Anubis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, serta dewa bulan dan pengetahuan bernama <\/span><strong>Thoth<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Masing-masing dewa menjalankan perannya dan masyarakat Mesir Kuno menjalankan kepercayaan terhadap dewa-dewa tersebut untuk mendapatkan kelancaran dan pengampunan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Masyarakat Mesir Kuno menghormati dewa dengan cara membangun kuil-kuil pemujaan untuk para dewa dan menjalankan ritual<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, mereka juga membuat puji-pujian dan juga persembahan kepada para dewa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-tiongkok-kuno\">Sejarah Peradaban Tiongkok Kuno<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waaaw\u2026 Kita udah jalan-jalan nih ke peradaban Mesir Kuno. Kita jadi bisa tau bagaimana peradaban masyarakat Mesir Kuno berkaitan erat dengan kondisi alam dan lingkungan alam, terutama Sungai Nil. Kepikiran ga sih,<\/span><strong>Indonesia kan punya banyak sungai<\/strong>,<strong> gimana kalo sungai-sungai di Indonesia ini dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Makanya, yuk kita jaga sungai kita!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu masih penasaran tentang materi Mesir Kuno, boleh\u00a0<em>lho\u00a0<\/em>simak video seru di <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/peradaban-mesir-kuno-subtopi-r7bfitka-hr-sma-kelas-10-ips\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>! Di situ kamu akan nonton video interaktif dengan animasi yang ciamik pastinya~ Jangan lupa di-<em>download\u00a0<\/em>aplikasi Ruangguru-nya!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bauer, Susan Wise. Sejarah Dunia Kuno: Dari Cerita-Cerita Tertua sampai Jatuhnya Roma (penerjemah: Aloysius Prasetya). Jakarta: Elex Media Komputindo. 2010.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hapsari R, Adil M.\u00a0 Sejarah untuk SMA\/MA Kelas X Kelompok Peminatan. Jakarta: Erlangga. 2018<\/span><\/p>\n<p>Sandra. Sejarah dan Peradaban Mesir Kuno. Yogyakarta: Elementa Media. 2023<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Sejarah kelas 10 ini membahas peradaban Mesir Kuno yang usianya lebih dari 5000 tahun. Kita coba lihat dari geografi sampai dengan peninggalan kebudayaannya. Ayo kita cari tau bareng-bareng! &#8212; &nbsp; Sungai adalah salah satu unsur alam yang paling banyak berpengaruh bagi sejarah umat manusia. Fungsi sungai bisa bermacam-macam, dari mulai mengairi pertanian, sarana kebersihan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":309,"featured_media":22224,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1776415389:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":["Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan &amp; Peninggalannya"],"_aioseo_description":["Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png"],"_knawatfibu_alt":["Peradaban Mesir Kuno"],"_yoast_wpseo_title":["Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan & Peninggalannya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!"],"_wp_old_date":["2025-02-20"],"_yoast_wpseo_primary_category":["520"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["10"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-22224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan &amp; Peninggalannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan &amp; Peninggalannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-15T02:44:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-15T03:03:01+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"F. Lazuardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno\",\"name\":\"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan & Peninggalannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png\",\"datePublished\":\"2026-04-15T02:44:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-15T03:03:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\"},\"description\":\"Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4\",\"name\":\"F. Lazuardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"F. Lazuardi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/f-lazuardi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan & Peninggalannya","description":"Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan & Peninggalannya","og_description":"Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-04-15T02:44:03+00:00","article_modified_time":"2026-04-15T03:03:01+00:00","author":"F. Lazuardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"F. Lazuardi","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno","name":"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan & Peninggalannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png","datePublished":"2026-04-15T02:44:03+00:00","dateModified":"2026-04-15T03:03:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4"},"description":"Kali ini, kita akan coba cari tau tentang lingkungan geografis, pemerintahan, sampai dengan kepercayaan masyarakat Mesir Kuno. Yuk sama-sama belajar Mesir Kuno!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7ccb456-eef8-4acb-a3eb-171314102135.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-mesir-kuno#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan, dan Peninggalannya | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9f3a8ca7c89ec494fe53898f312ef4b4","name":"F. Lazuardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/65f53c5a0dc94b155806734ad901bbd1b115a3c99eccd38040643fce9b7a31d4?s=96&d=mm&r=g","caption":"F. Lazuardi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/f-lazuardi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/309"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22224"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26317,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22224\/revisions\/26317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}