{"id":2254,"date":"2022-08-05T07:06:00","date_gmt":"2022-08-05T00:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2254"},"modified":"2023-12-13T08:01:26","modified_gmt":"2023-12-13T01:01:26","slug":"kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam","title":{"rendered":"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\" alt=\"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam\" width=\"821\" style=\"width: 821px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja <em>lho <\/em>ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan masyarakat di masa Hindu-Buddha dan Islam memiliki persamaan dan perbedaan, Squad. Biar kamu tahu kehidupan masyarakat di masa kerajaan Islam, ikuti artikel ini terus, <em>yaa<\/em>!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">Sistem pemerintahan masa Islam<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kita mulai dari lingkungan kerajaan dulu, <em>ya<\/em>, Squad. <strong>Di masa Islam, kerajaan disebut dengan kesultanan<\/strong>,&nbsp;sehingga pemimpinnya disebut dengan sultan (raja dalam Bahasa Arab). Ia merupakan pemipin tertinggi. Selain sultan, sebutan lain untuk seorang pemimpin adalah maulana, susuhan, dan panembahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengkultusan dewa yang dimiliki seorang raja tidak lagi terdapat di masa Islam. Di masa Islam, seorang sultan memperkuat kedudukannya dengan mengaitkan dirinya melalui garis keturunan pada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, di dalam Islam tidak ada sistem kasta, sehingga seorang sultan bukanlah seseorang yang harus ditaati, dan sultan juga bukan titisan dari Allah. Sultan hanyalah manusia biasa yang diberikan kelebihan-kelebihan, sehingga pantas untuk memimpin suatu kerajaan.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian%20kultus.jpg\" alt=\"Pengertian kultus\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Ketika mengambil suatu keputusan, baik itu yang berkaitan dengan agama dan pemerintahan, sultan biasanya berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ulama, agar keputusan-keputusan tersebut dapat diterima oleh rakyat dengan penuh rahmat. <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">Salah satu kelompok ulama yang terkenal di Nusantara adalah Wali Songo <\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">(Wali Sanga atau Sembilan Wali). Anggota Wali Songo banyak yang menjadi penasihat bagi Kerajaan Demak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/wali%20songo.png\" alt=\"wali songo\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Wali Songo (Sumber: kumparan.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam hal pengangkatan raja di masa Islam, terdapat kesamaan dengan pengangkatan raja di dalam sistem pemerintahan agama Hindu Buddha. Sultan diangkat berdasarkan garis keturunan. Jika dilihat mampu dan berwibawa untuk memimpin, maka anak sultan akan mendapatkan takhta untuk memimpin kerajaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/kerajaan-kerajaan-maritim-islam-di-nusantara\" rel=\"noopener\">Kerajaan-Kerajaan Maritim Islam di Nusantara<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sistem sosial<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kamu tahu <em>nggak<\/em>, Squad kenapa Islam saat itu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara? Salah satu alasannya karena dalam Islam <strong>tidak ada sistem kasta<\/strong>. Hal ini menyebabkan aturan kasta sudah tidak berlaku di kehidupan masyarakat di masa kerajaan Islam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain kasta, masyarakat juga telah menggunakan nama-nama Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Ibrahim, Hasan, Hamzah, Musa, dan lainnya. Kosakata Bahasa Arab juga banyak diserap dan digunakan ke bahasa pada masa itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Alasan lain mengapa Islam mudah diterima adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">ajarannya cenderung lebih sederhana.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Syarat untuk masuk ke dalam Islam mudah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak mengenal sistem kasta.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Upacara-upacara keagamaan yang ada lebih sederhana.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Disebarkan melalui jalan damai (berbeda dengan Katolik dan Kristen yang disebarkan oleh bangsa asing yang menjajah).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sistem Ekonomi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #993366;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada masa Islam, kehidupan perekonomian bergantung pada perdagangan. Kalau kamu perhatikan, Squad, banyak kerajaan Islam yang terletak di dekat pantai. Lokasi yang strategis ini menjadikannya mudah menjadi tempat persinggahan pedagang yang saat itu menggunakan kapal laut.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><span style=\"color: #993366;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pelabuhan%20Cirebon%20tempo%20dulu.jpeg\" alt=\"Pelabuhan Cirebon tempo dulu\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto; display: block;\"><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><span style=\"color: #993366;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelabuhan Cirebon (Sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl)<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #993366;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini juga memicu berdirinya bandar-bandar atau pelabuhan tempat transaksi perdagangan terjadi. Tempat tersebut tidak hanya disinggahi oleh pedagang pribumi, tapi juga oleh pedagang dari mancanegara. Pedagang dari mancanegara umumnya berasal dari Arab, Persia, Tiongkok, bahkan Eropa.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #993366;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/keramik%20dari%20Tiongkok.jpg\" alt=\"keramik dari Tiongkok\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><span style=\"color: #993366;\"><span style=\"color: #000000;\">Keramik dari Tiongkok. (Sumber: batam.tribunnews.com)<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Komoditas yang dijual saat itu terdiri dari rempah-rempah, perhiasan, ataupun keramik. Uniknya, pedagang dari arab seringkali membentuk komunitas Arab yang dikenal dengan nama Kampung Arab. Sering dijumpai kampung ini terletak di daerah pesisir. Meski begitu, tak jarang kampung ini juga dibentuk di daerah yang jauh dari garis pantai dan cenderung dekat dengan pusat kota yang ramai. Coba, kamu bisa&nbsp;<em>nggak&nbsp;<\/em>sebut salah satu Kampung Arab di Indonesia?<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkampungan%20Arab%20di%20Palembang.jpg\" alt=\"Perkampungan Arab di Palembang\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">Salah satu Kampung Arab di Indonesia yang terletak di Palembang (Sumber: travel.okezone.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sistem kebudayaan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada masa perkembangan Islam di nusatara, terjadi kemajuan dari segi budaya. Ditemukannya naskah-naskah Islam ataupun sastra-sastra Islam yang bisa menjadi salah satu sumber sejarah perkembangan Islam di Indonesia serta menambah khazanah budaya Islam pada masa itu adalah fakta pendukungnya. Karya-karya sastra ini semakin menyebar setelah masa Majapahit, karena pusat kebudayaan tersebar ke seluruh nusantara yang merupakan perpaduan budaya Indonesia asli, Hindu-Buddha, dan Islam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, ada beberapa ajaran yang memengaruhi kehidupan masyarakat Nusantara, khususnya Jawa adanya ajaran Tasawuf. Ajaran tasawuf ini salah satunya diajarkan oleh Sunan Bonang, yang juga telah menulis \u201dSuluk\u201d. Beliau menghasilkan buku karya Sunan Bonang atau Hade Book van Bonang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Walaupun Islam hanya mempunyai dampak yang sangat terbatas terhadap falsafah Jawa, tetapi agama ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran budaya dalam kehidupan masyarakat Jawa. Coba, di antara kalian yang laki-laki, siapa yang belum khitan? Pasti kebanyakan dari kalian sudah khitan sejak kecil. <em>Nah<\/em>, khitanan ini merupakan salah satu ajaran Islam yang akhirnya menyatu dengan kebudayaan masyarakat Nusantara. Selain itu, masyarakat melakukan penguburan, sebagai pengganti pembakaran mayat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/khitanan%20merupakan%20ajaran%20Islam%20yang%20sudah%20membudaya%20di%20Indonesia.jpg\" alt=\"khitanan merupakan ajaran Islam yang sudah membudaya di Indonesia\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah khitanan&nbsp;(Sumber: nu.or.id)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, muncul banyak bangunan keraton\/istana yang dijadikan sebagai tempat tinggal bagi sultan bersama sanak keluarganya. Bangunan ini umumnya memadukan antara kebudayaan lokal dengan kebudayaan Islam. Keraton-keraton ini masih banyak yang bisa kamu lihat lho, Squad. Di antaranya adalah Keraton Kasunanan dan Hadiningrat di Surakarta (Solo), Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan di Cirebon, Keraton Yogyakarta, Istana Maimun di Medan, atau kompleks istana di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kompleks%20Pulau%20Penyengat,%20Kepulauan%20Riau%20merupakan%20salah%20satu%20tinggalan%20Islam%20di%20Nusantara.jpg\" alt=\"Kompleks Pulau Penyengat, Kepulauan Riau merupakan salah satu tinggalan Islam di Nusantara\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Kompleks Pulau Penyengat yang terdiri dari istana, masjid, serta makam raja-raja (Sumber: batamnews.co.id)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kehidupan masyarakat di masa kerajan Islam ternyata banyak yang dapat kita temui di kehidupan saat ini. Kita harus berterimakasih pada leluhur kita karena telah menjaga budaya dari dulu hingga sekarang, <em>ya, <\/em>Squad. Kalau kamu mau belajar&nbsp;tentang kehidupan masa Islam, bisa lewat <\/span><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a><span style=\"color: #000000;\">, <em>yaa&#8230;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sumber referensi:<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Hapsari, R. Adil, M.(2016) Sejarah untuk SMA\/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sumber foto:<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Foto Wali Songo [Daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/berita-hari-ini\/peran-wali-songo-dalam-penyebaran-islam-di-nusantara-1tagMRjucF1 (Diakses: 25 November 2020)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Foto Pelabuhan Cirebon tempo dulu [Daring]. Tautan: https:\/\/digitalcollections.universiteitleiden.nl\/view\/item\/926336?solr_nav%5Bid%5D=f7edc6f72de31f83c38d&amp;solr_nav%5Bpage%5D=6150&amp;solr_nav%5Boffset%5D=13 (Diakses: 25 November 2020)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Foto keramik dari Tiongkok [Daring]. Tautan: https:\/\/batam.tribunnews.com\/2016\/01\/21\/4007-keping-keramik-kuno-dinasti-ming-tiongkok-diserahkan-kejari-tanjungpinang-ke-pemkab-bintan (Diakses: 25 November 2020)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Foto Kampung Arab yang terletak di Palembang [Daring]. Tautan: https:\/\/travel.okezone.com\/read\/2017\/08\/23\/406\/1761637\/uncover-indonesia-menilik-arsitektur-rumah-kijing-berusia-300-tahun-di-kampung-arab-al-munawar-palembang (Diakses: 25 November 2020)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Foto acara khitanan [Daring]. Tautan: https:\/\/islam.nu.or.id\/post\/read\/69649\/hukum-mengadakan-pesta-sunatan-walimatul-khitan (Diakses: 25 November 2020)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Foto kompleks Pulau Penyengat [Daring]. Tautan: https:\/\/www.batamnews.co.id\/berita-34233-5-sejarah-pulau-penyengat-yang-jarang-diketahui-orang.html (Diakses: 25 November 2020)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Artikel diperbarui pada 5 Agustus 2022.<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja lho ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan masyarakat di masa Hindu-Buddha dan Islam memiliki persamaan dan perbedaan, Squad. Biar kamu tahu kehidupan masyarakat di masa kerajaan Islam, ikuti artikel ini terus, yaa!<\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":2254,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702429286:1"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,265,37],"class_list":["post-2254","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sejarah-xi","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja lho ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja lho ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-05T00:06:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-13T01:01:26+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam\",\"name\":\"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-05T00:06:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-13T01:01:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\"},\"description\":\"Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja lho ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0\",\"name\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Irene Swastiwi Viandari Kharti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11","description":"Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja lho ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11","og_description":"Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja lho ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2022-08-05T00:06:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-13T01:01:26+00:00","author":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam","name":"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg","datePublished":"2022-08-05T00:06:00+00:00","dateModified":"2023-12-13T01:01:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0"},"description":"Squad, ternyata bukan hanya di masa Hindu-Buddha saja lho ada kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di masa Islam, juga ada kerajaan-kerajaan. Kehidupan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Sejarah_11.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kehidupan-masyarakat-di-masa-kerajaan-islam#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/92b3039a64b8264f39d41299ae4556b0","name":"Irene Swastiwi Viandari Kharti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Irene Swastiwi Viandari Kharti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/irene-swastiwi-viandari-kharti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2254"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16125,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2254\/revisions\/16125"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}