{"id":24704,"date":"2025-09-18T15:33:27","date_gmt":"2025-09-18T08:33:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=24704"},"modified":"2025-09-18T15:40:13","modified_gmt":"2025-09-18T08:40:13","slug":"mengenal-konsep-usaha-dan-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi","title":{"rendered":"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png\" alt=\"pengertian usaha dan energi\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pada <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-smp-kelas-8\">artikel Fisika kelas 8<\/a><\/strong> kali ini, kita akan belajar tentang <strong>usaha dan energi<\/strong>. Materinya meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan keduanya. Yuk, baca sampai habis!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu merasa lelah setelah mendorong meja yang berat? Atau mungkin, kamu pernah melompat dari ketinggian, lalu merasakan dorongan yang kuat ketika kaki menyentuh tanah? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, semua aktivitas itu ternyata bisa dijelaskan melalui <\/span><strong>konsep usaha dan energi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam Fisika, lho. Dua hal tersebut sangat penting untuk dipelajari, karena menjadi dasar dari banyak fenomena sehari-hari. Mulai dari cara kerja mesin, gerakan benda, hingga proses tubuh manusia menghasilkan tenaga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang usaha dan energi. Materinya meliputi pengertian, rumus, jenis-jenis, hubungan antara keduanya, sampai contoh soal yang bisa kamu gunakan untuk berlatih. Yuk, kita mulai!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Usaha<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama, kita mulai dari pembahasan tentang usaha dulu, ya. Kalo mendengar kata usaha, apa yang ada di benak kamu?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em>&#8220;Hmm, usaha itu&#8230; berjuang kak. Kita nggak boleh nyerah dalam mencapai suatu tujuan.&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya nggak salah kok, gais. Istilah usaha juga ada dalam ilmu Fisika. <\/span><strong>Usaha adalah hasil kali gaya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diberikan pada sebuah benda <\/span><strong>dengan perpindahan benda<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut <strong>ke arah gaya<\/strong>. Dengan kata lain, usaha merupakan energi yang dialirkan untuk menggerakkan suatu benda dengan gaya tertentu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Usaha dalam Fisika<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara matematis, rumus usaha dapat dituliskan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 18pt;\">W = F \u00d7 s<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">W = usaha (Joule)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">F = gaya yang diberikan (Newton)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">s = perpindahan benda (meter)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan rumus di atas, dapat dilihat bahwa <strong>satuan usaha adalah Joule<\/strong> atau biasa disingkat J. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ada dua hal penting yang harus kamu perhatikan dalam rumus usaha, yakni <\/span><strong>gaya dan perpindahan benda<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kenapa tuh harus ada itu? Contohnya gini aja, kalo kamu mendorong meja sekuat tenaga (melakukan gaya), tetapi meja itu tidak berpindah sama sekali (tidak ada perpindahan), maka secara fisika, kamu tidak melakukan usaha, meskipun tubuhmu merasa capek.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94661491-fafe-48f3-a120-9ae9b6b6c447.gif\" alt=\"pengertian usaha\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar seseorang melakukan usaha yakni mendorong meja (Sumber: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">makeagif.com<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-gaya-dan-5-pengaruhnya-terhadap-benda-lain\">Pengertian Gaya, Jenis &amp; Pengaruhnya pada Benda Lain<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Usaha<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, usaha dibagi menjadi 4 jenis, yaitu <\/span><strong>usaha positif, usaha negatif, usaha di bidang datar, dan usaha di bidang miring<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Terus, apa sih masing-masing bedanya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Usaha Positif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Usaha positif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi jika <strong>gaya yang diberikan <\/strong><\/span><strong>searah <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>dengan perpindahan benda<\/strong>. Contohnya, ketika kamu mendorong troli belanja ke depan, doronganmu akan searah dengan arah bergeraknya troli, sehingga usahanya positif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Usaha Negatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya nih, <\/span><strong>usaha negatif<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">terjadi jika gaya yang diberikan <\/span><strong>berlawanan arah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan perpindahan. Contohnya, saat rem sepeda kamu tekan, maka bantalan rem akan menekan roda berlawanan arah dengan Gerakan rodanya. Sehingga, roda tersebut perlahan melambat. Jadi, usaha yang dilakukan negatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, baik usaha positif maupun usaha negatif, dapat dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu <\/span><strong>usaha di bidang datar dan usaha di bidang miring<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Usaha di Bidang Datar<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis usaha pada bidang datar, berarti benda tersebut <strong>bergerak\/berpindah pada permukaan yang datar (horizontal)<\/strong>. Misalnya seperti permukaan meja, lantai, jalan, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun berada pada bidang datar, gaya yang kita berikan <strong>nggak selalu sejajar dengan perpindahan<\/strong>. Dalam beberapa kasus, gaya akan membentuk sudut tertentu. Bisa karena posisi tubuh manusia, kondisi alat yang dipakai, atau keterbatasan ruang dan posisi. Supaya kamu lebih terbayang, yuk perhatikan gambar di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/278ffec8-0d74-49f0-8835-4a729688231d.png\" alt=\"contoh ilustrasi usaha pada bidang datar\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu rumus usaha yang digunakan, yaitu:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">W = F \u00b7 cos \u03b8 \u00b7<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> s<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">W = usaha (Joule)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">F = gaya yang diberikan (Newton)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u03b8 = sudut antara gaya dengan arah perpindahan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">s = perpindahan benda (meter)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Usaha di Bidang Miring<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo usaha pada bidang miring, berarti bendanya nggak bergerak\/berpindah di permukaan yang datar, melainkan <strong>permukaan yang membentuk sudut kemiringan<\/strong>. Misalnya, ketika kamu ingin memindahkan beban berat ke atas meja, kamu bisa menggunakan papan yang dimiringkan untuk meringankan usaha. Konsepnya mirip kayak <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ipa-kelas-8-penerapan-dan-manfaat-prinsip-bidang-miring\">bidang miring<\/a><\/strong> yaah.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7081d926-b23c-46c2-8989-edab9b1fd65e.png\" alt=\"contoh ilustrasi jenis usaha pada bidang miring\" width=\"350\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus usaha di bidang miring adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">W = m \u00b7 g \u00b7 sin \u03b8 \u00b7 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">W = usaha (Joule)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">m = massa benda (kg)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">g = percepatan gravitasi (9,8 m\/s\u00b2)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u03b8 = sudut antara gaya dengan arah perpindahan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">s = perpindahan benda (meter)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin miring bidangnya, maka semakin kecil gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan benda tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Energi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalo ngomongin usaha, pasti ada kaitannya sama energi. Apa itu energi? Secara sederhana, energi adalah <strong>kemampuan untuk melakukan usaha<\/strong>. Tanpa adanya energi, sebuah benda nggak mungkin bisa bergerak, dan suatu sistem nggak akan mengalami perubahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kehidupan sehari-hari, energi bisa kita temukan dalam berbagai bentuk dan sumber. Contohnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tubuh kita tidak bisa beraktivitas kalau tidak punya energi dari makanan, atau mobil tidak bisa jalan tanpa energi dari bahan bakar.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-energi-dalam-fisika\">Pengertian Energi, Bentuk-Bentuk, Contoh &amp; Perubahannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Sifat-Sifat Energi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Energi juga punya sifat-sifat khusus, loh. Langsung baca penjelasan di bawah ini, ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Energi Tidak bisa Diciptakan atau Dimusnahkan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalo kamu udah belajar tentang <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/memahami-hukum-kekekalan-energi\">Hukum Kekekalan Energi<\/a><\/strong>, kamu pasti tau, energi nggak bisa diciptakan atau dihilangkan. Energi cuma bisa berubah bentuk atau berpindah dari satu benda ke benda yang lain. Contohnya, energi kimia dalam bensin tidak hilang, tetapi berubah menjadi energi gerak saat mesin kendaraan bermotor bekerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Energi dapat Berubah Bentuknya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, sesuai dengan kebutuhan atau kondisi. Contohnya, energi listrik dapat berubah menjadi energi cahaya pada lampu, energi potensial air di bendungan dapat berubah menjadi energi listrik melalui turbin PLTA, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Energi Dapat Berpindah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain bentuknya dapat diubah, energi juga dapat berpindah dari satu benda\/sistem ke benda\/sistem lain. Contohnya, saat kita memasak air, energi panas dari api akan berpindah ke wadah atau panci, lalu ke air hingga mendidih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Energi Dapat Disimpan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Energi juga dapat disimpan dalam bentuk tertentu untuk digunakan di kemudian hari. Contohnya, energi kimia dalam baterai, bensin, atau makanan (sebagai cadangan energi dalam tubuh).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Energi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Fisika, terdapat banyak sekali macam-macam energi. Setiap jenis mempunyai rumus yang berbeda-beda. Namun, yang paling umum dipelajari adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Energi Kinetik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Energi kinetik adalah <strong>energi yang dimiliki oleh suatu benda karena gerakannya<\/strong>. Semakin cepat sebuah benda bergerak atau semakin besar massanya, maka semakin besar pula energi kinetik yang dimilikinya. Jadi, kalo bendanya diam, energi kinetiknya nol, ya. Rumus energi kinetik adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00bd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00b7 m \u00b7 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">v<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sup><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E<sub>k<\/sub>\u200b = energi kinetik (J)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">m = massa benda (kg)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">v = kecepatan benda (m\/s)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><b>2. Energi Potensial<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda <\/span><strong>karena kedudukannya terhadap bumi (ketinggian)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Contohnya, buah apel yang <strong>berada di atas meja,<\/strong> memiliki energi potensial karena posisinya lebih tinggi dari lantai. Rumus energi potensial adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">p <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= m \u00b7 g \u00b7 h<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E<sub>p<\/sub>\u200b = energi potensial (J)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">m = massa (kg)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">g = percepatan gravitasi (9,8 m\/s\u00b2)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">h = ketinggian benda (m)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Energi Potensial Pegas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Energi potensial pegas adalah energi yang dimiliki benda <strong>pegas ketika diregangkan atau ditekan<\/strong>. Semakin <strong>besar<\/strong> tarikan atau tekanannya, maka semakin <strong>besar<\/strong> juga energi potensial pegas yang tersimpan. Rumus energi potensial pegas adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">p <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00bd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00b7 k \u00b7 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(\u0394<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sub>x<\/sub>)<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sup><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ep\u200b = energi potensial pegas (J)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">k = konstanta pegas (N\/m)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0394x = perubahan panjang pegas (m)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Energi Mekanik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Energi mekanik adalah <\/span><strong>total <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>dari energi kinetik dan energi potensial<\/strong>. Rumus energi mekanik, yaitu:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">m <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">+ <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">p<\/span><\/sub><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E<sub>k<\/sub>\u200b = energi kinetik (J)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E<sub>p<\/sub>\u200b = energi potensial (J)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Hubungan antara Usaha dan Energi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baik usaha maupun energi, keduanya saling terhubung, loh. Sederhananya, kita butuh energi untuk melakukan usaha, dan usaha yang kita lakukan, bisa mengubah energi suatu benda. Ibarat siklus yang selalu berputar ya ges yaaa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, ada dua contoh yang sering kita temui terkait hubungan antara usaha dan energi, yaitu usaha yang mempengaruhi energi kinetik dan usaha yang mempengaruhi energi potensial. Yuk, kita bedah bersama biar kamu semakin paham!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Hubungan Usaha dengan Energi Kinetik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Besar usaha sama dengan perubahan energi kinetik<\/strong>, apabila sebuah benda mengalami perubahan kecepatan\/kelajuan. Maksudnya begini, ketika kita memberi usaha pada sebuah benda, misalnya mendorong atau menarik, semakin besar usaha yang kita keluarkan, maka semakin besar juga perubahan energi kinetik benda tersebut, begitupun sebaliknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya nih, motor ayah kamu mogok. Ketika motor diam, maka energi kinetiknya = 0. Lalu, kalau motor itu didorong, motor akan bergerak dengan kecepatan tertentu, sehingga energi kinetiknya akan bertambah sebanding dengan usaha yang dilakukan. Jadi, kalau dorongannya lebih kuat, maka motor akan bergerak lebih kencang.<\/p>\n<p>Hubungan usaha dengan energi kinetik, dapat dirumuskan sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">W = \u0394<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00bd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> m (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">v<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><sup><span style=\"font-weight: 400;\">2 <\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">v<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/sub><sup><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ek\u200b = energi kinetik (J)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">m = massa benda (kg)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">v<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> = kecepatan benda awal (m)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">v<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> = kecepatan benda akhir (m)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Hubungan Usaha dengan Energi Potensial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usaha yang kita lakukan untuk <strong>mengangkat atau menurunkan benda, sama dengan perubahan energi potensial<\/strong> benda tersebut. Contohnya begini, apabila sebuah benda berada pada ketinggian tertentu, kemudian kita angkat benda itu ke tempat yang lebih tinggi, maka besar usaha yang kita lakukan akan sebesar perubahan energi potensial benda tersebut. Nah, ketika benda itu kita jatuhkan, energi potensialnya berubah menjadi energi kinetik, dimana usaha dilakukan oleh gaya gravitasi.<\/p>\n<p>Hubungan usaha dengan energi potensial, dapat dirumuskan sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">W = \u0394<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">p <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00bd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> m g (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">h<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2 <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">h<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E<sub>p<\/sub>\u200b = energi potensial (J)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">m = massa (kg)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">g = percepatan gravitasi (9,8 m\/s\u00b2)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">h<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> = ketinggian benda awal (m)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">h<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> = ketinggian benda akhir (m)<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/daya-usaha\">Daya Usaha: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Penerapan Usaha dan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep usaha dan energi ternyata banyak sekali penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Olahraga<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Saat berlari, otot kita mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi kinetik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Transportasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Mobil memerlukan energi dari bahan bakar untuk bergerak, yang kemudian diubah menjadi energi kinetik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Listrik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Turbin pembangkit listrik mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik, lalu menjadi energi listrik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Alat rumah tangga<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Blender, kipas angin, dan mesin cuci bekerja dengan memanfaatkan energi listrik yang diubah menjadi energi gerak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Pemanfaatan sumber energi terbarukan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Panel surya mengubah energi cahaya matahari menjadi listrik, yang lebih ramah lingkungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Soal Usaha dan Energi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah sekarang, yuk kita coba beberapa contoh soal usaha dan energi berikut ini:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Soal 1<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah benda bermassa 5 kg bergerak dengan kecepatan 4 m\/s. Hitunglah energi kinetik benda tersebut!<\/span><\/p>\n<p><strong>Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p>Diketahui:<\/p>\n<p>m = 5 kg<\/p>\n<p>v = 4 m\/s<\/p>\n<p>Ditanya: E<sub>k<\/sub> &#8230;?<\/p>\n<p>Jawab:<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00bd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00b7 m \u00b7 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">v<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sup><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00bd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00b7 5 \u00b7 4<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sup><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00bd<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00b7 5 \u00b7 16<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">k <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= 40 J<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, energi kinetik benda adalah <\/span><strong>40 Joule<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Soal 2<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah benda bermassa 2 kg berada pada ketinggian 10 m dari tanah. Hitung energi potensialnya!<\/span><\/p>\n<p><strong>Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p>Diketahui:<\/p>\n<p>m = 2 kg<\/p>\n<p>h = 10 m<\/p>\n<p>Ditanya: E<sub>p<\/sub> &#8230;?<\/p>\n<p>Jawab:<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">p <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= m \u00b7 g \u00b7 h<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">p <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= 2 \u00b7 9,8 \u00b7 10<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">p <\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= 196 J<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, energi potensialnya adalah <\/span><strong>196 Joule<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Soal 3<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah gaya 50 N mendorong benda sejauh 4 m pada arah yang sama dengan gaya. Hitunglah usaha yang dilakukan!<\/span><\/p>\n<p><strong>Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p>Diketahui:<\/p>\n<p>F = 50 N<\/p>\n<p>s = 4 m<\/p>\n<p>Ditanya: W &#8230;?<\/p>\n<p>Jawab:<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">W = F \u00b7 s<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">W = 50 \u00b7 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">W = 200 J<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, usaha yang dilakukan adalah <\/span><strong>200 Joule<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-energi-kinetik-potensial-dan-mekanik\">Konsep Energi Kinetik, Potensial &amp; Mekanik dalam Permainan Badminton<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca artikel ini, sekarang kamu sudah lebih paham kan apa itu energi dan bagaimana kaitannya dengan usaha? K<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ita bisa tau kalo usaha dan energi sangat erat kaitannya, karena usaha yang kita lakukan pada benda, akan mengubah energi yang dimilikinya. Selain itu, konsep ini juga sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari olahraga, transportasi, hingga pemanfaatan sumber energi terbarukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu ingin lebih banyak belajar Fisika dengan cara yang seru dan mudah dipahami, yuk coba belajar di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\">ruangbelajar<\/a><\/strong>! Ada banyak materi, video pembelajaran, hingga latihan soal interaktif yang bisa bantu kamu memahami konsep-konsep sulit dengan lebih gampang, lho. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Download<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan gabung sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/question\/jelaskan-hubungan-antara-usaha-dengan-energi-potensial-_QU-E5TWCU4S (Diakses pada 18 September 2025)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel Fisika kelas 8 kali ini, kita akan belajar tentang usaha dan energi. Materinya meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan keduanya. Yuk, baca sampai habis! &#8212; &nbsp; Pernahkah kamu merasa lelah setelah mendorong meja yang berat? Atau mungkin, kamu pernah melompat dari ketinggian, lalu merasakan dorongan yang kuat ketika kaki menyentuh tanah? Nah, semua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":24704,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1758184673:1"],"_edit_last":["1"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":["513"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["10"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk, kita belajar tentang usaha dan energi, meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan antara keduanya. Baca sampai habis, ya!"]},"categories":[513,515],"tags":[25,10,16],"class_list":["post-24704","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-smp-kelas-8","tag-kelas-8","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, kita belajar tentang usaha dan energi, meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan antara keduanya. Baca sampai habis, ya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita belajar tentang usaha dan energi, meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan antara keduanya. Baca sampai habis, ya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-18T08:33:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-18T08:40:13+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi\",\"name\":\"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png\",\"datePublished\":\"2025-09-18T08:33:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-18T08:40:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Yuk, kita belajar tentang usaha dan energi, meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan antara keduanya. Baca sampai habis, ya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya","description":"Yuk, kita belajar tentang usaha dan energi, meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan antara keduanya. Baca sampai habis, ya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya","og_description":"Yuk, kita belajar tentang usaha dan energi, meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan antara keduanya. Baca sampai habis, ya!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-09-18T08:33:27+00:00","article_modified_time":"2025-09-18T08:40:13+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi","name":"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png","datePublished":"2025-09-18T08:33:27+00:00","dateModified":"2025-09-18T08:40:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Yuk, kita belajar tentang usaha dan energi, meliputi pengertian, rumus, jenis, serta hubungan antara keduanya. Baca sampai habis, ya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f009f75-4e40-4d0a-b6c6-2315df0e40ca.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-konsep-usaha-dan-energi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Usaha dan Energi: Pengertian, Rumus, Jenis, Contoh Soalnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24704"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24748,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24704\/revisions\/24748"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}