{"id":24775,"date":"2025-09-22T10:54:47","date_gmt":"2025-09-22T03:54:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=24775"},"modified":"2025-10-01T11:40:32","modified_gmt":"2025-10-01T04:40:32","slug":"teks-naratif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif","title":{"rendered":"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png\" alt=\"Teks Naratif\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-smp-kelas-7\"><strong>artikel Bahasa Indonesia Kelas 7<\/strong><\/a> berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu suka membaca sebuah cerita? Misalnya seperti cerita Kancil dan Buaya yang mengisahkan tentang kecerdikan seekor Kancil yang memanfaatkan punggung Buaya untuk menyebrang sungai. Nah, dalam bahasa Indonesia, narasi sebuah cerita, seperti cerita Kancil dan Buaya, ditulis menggunakan teks yang disebut dengan teks naratif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan teks naratif dan apa yang membedakan antara teks naratif dengan jenis teks lainnya? Yuk, kita pelajari lebih jauh!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks naratif adalah jenis teks yang<strong> berisi cerita atau kisah, baik fiktif ataupun nyata yang dihadirkan dengan gaya bahasa yang menarik<\/strong>. Teks naratif biasa digunakan untuk menghibur, menggugah emosi, serta membawa pembaca atau pendengar ke dalam alur cerita yang disajikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam teks naratif, pembaca akan dihadapkan pada alur peristiwa yang disajikan dengan cara yang menarik dan dapat membangkitkan emosi. Oleh karena itu, melalui teks naratif, kita dimungkinkan untuk<strong> meresapi pengalaman, menjalani petualangan, serta mengenal karakter-karakter unik<\/strong> yang diceritakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/struktur-dari-narrative-text\">Teks Naratif dalam Bahasa Inggris | Bahasa Inggris Kelas 8<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/38620960-9d87-4235-9c68-3207e7387806.png\" alt=\"Kisah Kancil dan Buaya\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Kisah Kancil dan Buaya<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tujuan Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa tujuan dari teks naratif? Teks naratif memiliki beberapa tujuan, di antaranya:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Menghibur<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks naratif itu ibarat teman cerita yang selalu siap bikin kita betah berlama-lama. Lewat alur yang seru dan penuh kejutan, pembaca bisa larut dalam dunia imajinasi yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Kadang kita bisa ketawa sendiri karena tingkah tokohnya, atau merasa tegang karena alurnya bikin deg-degan. Intinya, teks naratif hadir untuk memberikan hiburan yang segar sekaligus melepas penat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Mengajarkan Nilai<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di balik kisah yang seru, teks naratif sering menyelipkan pesan kehidupan. Nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, persahabatan, atau keberanian biasanya terselip dalam perjalanan tokoh. Bukan dengan cara menggurui, tapi melalui pengalaman yang dialami karakter, sehingga pembaca bisa menangkap makna itu secara alami. Dengan begitu, cerita bukan hanya bikin terhibur, tapi juga bikin kita merenung tentang sikap hidup sehari-hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Menginspirasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadang, tokoh dalam cerita bisa jadi semacam &#8220;cermin&#8221; atau bahkan <em>role model<\/em> bagi pembaca. Perjuangan mereka menghadapi masalah, bangkit dari kegagalan, atau memperjuangkan mimpi, bisa memantik semangat kita untuk tidak mudah menyerah. Inspirasi ini terasa nyata karena disampaikan lewat kisah, bukan sekadar nasihat kosong. Dari situ, pembaca bisa mendapat perspektif baru dan dorongan untuk berani melangkah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Menggugah Emosi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kekuatan utama teks naratif adalah kemampuannya bikin pembaca ikut hanyut secara emosional. Kita bisa ikut tertawa saat tokoh bahagia, merasakan getir saat mereka jatuh, bahkan meneteskan air mata di momen menyentuh. Dengan permainan alur, konflik, dan karakter, cerita bisa bikin pembaca terhubung lebih dalam. Jadi, membaca narasi itu bukan sekadar aktivitas otak, tapi juga pengalaman hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa ciri utama dari teks naratif yang membedakannya dengan jenis teks lainnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>a. Alur Jelas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu ciri khas teks naratif adalah alurnya yang runtut dan gampang diikuti. Cerita biasanya dimulai dari pengenalan situasi, lalu bergerak ke rangkaian peristiwa, hingga akhirnya sampai ke penutup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap kejadian nyambung satu sama lain, jadi pembaca nggak merasa lompat-lompat. Alur yang jelas ini bikin pembaca bisa menikmati cerita dengan nyaman, sekaligus memahami maksud penulis tanpa kebingungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>b. Gaya Cerita<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahasa dalam teks naratif umumnya deskriptif, artinya penulis berusaha menghadirkan suasana seolah-olah nyata di depan mata pembaca. Misalnya, menggambarkan hujan yang deras, ekspresi wajah tokoh, atau suasana sebuah tempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun bukan berbentuk dialog penuh, gaya penceritaannya tetap mengalir seperti kisah yang sedang diceritakan. Dengan begitu, pembaca bisa larut dalam dunia cerita, entah itu kisah sejarah, rangkaian peristiwa nyata, atau imajinasi penulis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-rekon\">Teks Rekon, Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>c. Tema<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tema ibarat jantung dari sebuah cerita, inti gagasan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Tema ini yang menentukan arah cerita, mulai dari latar, karakter, hingga konflik yang muncul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, tema persahabatan akan melahirkan cerita tentang kehangatan hubungan antar tokoh, sedangkan tema perjuangan bisa menghadirkan kisah penuh semangat dan tantangan. Tanpa tema yang kuat, cerita akan kehilangan pegangan dan terasa hambar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>d. Adanya Konflik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik adalah bumbu utama dalam sebuah teks naratif. Tanpa konflik, cerita akan terasa datar dan membosankan. Konflik bisa berupa pertentangan antar tokoh, tantangan dari lingkungan, atau pergulatan batin seorang karakter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari konflik inilah ketegangan dan emosi terbentuk, sehingga pembaca terdorong untuk terus mengikuti cerita sampai akhir. Bisa dibilang, konflik adalah magnet yang membuat pembaca penasaran dengan bagaimana kisah itu akan diselesaikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur<b> Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur teks naratif terdiri atas 4 bagian, yaitu Orientasi, Komplikasi, Resolusi, dan Reorientasi. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai struktur teks naratif:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>a. Orientasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orientasi itu semacam \u201cpanggung pembuka\u201d dalam sebuah teks naratif. Di bagian ini, penulis memperkenalkan suasana cerita. Siapa tokohnya, seperti apa watak mereka, kapan dan di mana peristiwa terjadi, sampai sudut pandang penceritaan yang dipakai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuannya supaya pembaca punya gambaran awal sebelum cerita berjalan lebih jauh. Bisa dibilang, orientasi adalah pintu masuk yang bikin pembaca siap untuk larut ke dalam dunia cerita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>b. Komplikasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, di tahap ini cerita mulai \u201cpanas\u201d. Komplikasi berisi peristiwa penting yang memicu konflik, biasanya ditandai dengan adanya masalah atau pertentangan antar tokoh. Konflik ini bisa berkembang makin rumit, bahkan bikin cerita jadi menegangkan atau penuh emosi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puncaknya adalah klimaks, yaitu momen paling seru atau menegangkan yang bikin pembaca penasaran, \u201cGimana ya akhirnya?\u201d Bagian inilah yang bikin narasi nggak terasa datar, tapi justru hidup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>c. Resolusi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah konflik mencapai puncaknya, cerita butuh penyelesaian. Nah, di sinilah resolusi berperan. Bagian ini menggambarkan bagaimana konflik mereda dan akhirnya menemukan jalan keluar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resolusi bisa berupa akhir yang bahagia, sedih, mengejutkan, atau bahkan terbuka tergantung gaya penulis. Intinya, resolusi memberikan kepuasan bagi pembaca karena konflik yang dibangun sejak awal akhirnya terjawab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>d. Reorientasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reorientasi ini sifatnya opsional, alias tidak selalu ada dalam semua teks naratif. Biasanya bagian ini muncul di akhir cerita sebagai \u201cpenutup manis\u201d yang berisi pesan moral, refleksi, atau kesimpulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reorientasi bisa memberi kesan lebih mendalam karena pembaca bukan hanya menikmati cerita, tapi juga mendapatkan pelajaran atau renungan dari kisah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-dan-ciri-ciri-teks-inspirasi\">Teks Inspiratif, Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur dan Kebahasaannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks naratif terdiri atas unsur-unsur yang saling berkaitan, yaitu:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/29d6d96e-1b8a-4493-a801-a1099958a104.png\" alt=\"Unsur Teks Naratif\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Tema<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tema adalah nyawa dari sebuah cerita, karena di sinilah ide utama atau gagasan pokoknya lahir. Tema inilah yang mengarahkan alur, tokoh, dan konflik ke satu tujuan tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, kalau temanya persahabatan, maka semua peristiwa dan karakter akan bergerak menguatkan nilai itu. Tanpa tema yang jelas, cerita akan terasa hambar dan kehilangan arah, karena nggak ada benang merah yang mengikat keseluruhan kisah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Latar<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Latar berfungsi sebagai \u201cpanggung\u201d tempat cerita dimainkan. Unsurnya mencakup ruang (tempat), waktu, dan suasana yang mengiringi peristiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, latar bisa berupa kota besar yang sibuk di pagi hari, pedesaan yang sepi saat senja, atau suasana mencekam di tengah malam. Latar bukan cuma jadi dekorasi, tapi juga bisa memengaruhi suasana hati pembaca sekaligus memperkuat konflik yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Penokohan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penokohan adalah cara penulis menghadirkan tokoh dengan segala sifat, sikap, dan kepribadiannya. Ada tokoh protagonis yang biasanya jadi pusat simpati, antagonis yang jadi lawan, dan tokoh figuran yang mendukung jalannya cerita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karakter ini bisa digambarkan melalui ucapan, tindakan, atau bahkan reaksi dari tokoh lain. Semakin hidup penokohan, semakin mudah pembaca merasa dekat dengan karakter dan ikut merasakan emosi mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Alur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alur ibarat jalan cerita yang menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lain. Setiap kejadian biasanya punya hubungan sebab-akibat, sehingga pembaca bisa mengikuti perkembangan cerita dengan runtut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada alur maju (dari awal ke akhir secara kronologis), alur mundur (<em>flashback<\/em> ke masa lalu), atau alur campuran (perpaduan keduanya). Alur yang terkelola dengan baik akan membuat pembaca betah dan penasaran untuk terus mengikuti kisah sampai selesai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Sudut Pandang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudut pandang adalah posisi atau cara pengarang memilih untuk menyampaikan ceritanya. Bisa dengan sudut pandang orang pertama (misalnya \u201caku\u201d atau \u201csaya\u201d) sehingga terasa lebih personal, atau orang ketiga (misalnya \u201cdia\u201d atau \u201cmereka\u201d) yang memberi kesan lebih luas dan objektif. Pemilihan sudut pandang ini sangat penting, karena bisa memengaruhi bagaimana pembaca merasakan dan memahami cerita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks naratif memiliki fungsi atau manfaat yang beragam, di antaranya:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pengembangan Keterampilan Berbahasa<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks narasi bukan cuma bikin kita terhibur, tapi juga melatih kemampuan berbahasa. Saat membaca, kita belajar memahami struktur kalimat, kosakata baru, dan gaya penceritaan. Saat menulis, kita belajar menuangkan ide secara runtut dan menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan, teks naratif juga bisa melatih keterampilan berbicara, misalnya saat menceritakan ulang sebuah kisah dengan bahasa kita sendiri. Jadi, melalui narasi, kemampuan berbahasa bisa berkembang secara menyeluruh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Peningkatan Imajinasi dan Kreativitas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narasi itu seperti jendela menuju dunia imajinasi. Dengan membaca atau menulis cerita, kita diajak membayangkan hal-hal yang mungkin belum pernah kita alami langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, membayangkan suasana kerajaan di masa lalu, kehidupan di luar angkasa, atau petualangan tokoh fiksi. Dari proses membayangkan inilah kreativitas terasah, karena otak kita terbiasa menciptakan gambaran, ide, dan kemungkinan baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pemahaman Budaya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cerita sering kali jadi cerminan budaya masyarakat. Lewat teks naratif, pembaca bisa mengenal tradisi, nilai, dan norma dari suatu daerah atau zaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, cerita rakyat bukan hanya menghadirkan hiburan, tapi juga menyimpan pesan moral dan budaya lokal. Dengan begitu, teks naratif membantu kita menghargai keberagaman budaya sekaligus memahami bagaimana masyarakat lain memandang kehidupan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4.<b> Pengenalan Berbagai Sudut Pandang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap tokoh dalam cerita biasanya punya cara pandang dan pengalaman yang berbeda. Lewat tokoh-tokoh inilah pembaca diajak untuk melihat kehidupan dari perspektif lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, bagaimana rasanya jadi anak kecil yang polos, seorang pahlawan yang berani, atau bahkan tokoh antagonis dengan alasan tertentu. Hal ini bikin pembaca lebih empatik, karena kita belajar memahami bahwa setiap orang punya cerita dan sudut pandangnya masing-masing.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah<b> Kebahasaan Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teks narasi memiliki kaidah kebahasaan yang membangun teks ini, di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400; font-size: 14pt;\">1. Menggunakan<strong> kata kiasan (metafora)<\/strong> untuk memperindah cerita.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam teks narasi, kata kiasan dipakai supaya cerita terasa lebih hidup dan indah dibaca. Metafora membuat deskripsi jadi nggak kaku, tapi justru membangkitkan imajinasi pembaca. Misalnya, membandingkan sesuatu dengan hal lain yang lebih mudah dibayangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWajahnya adalah mentari pagi yang selalu membawa hangat dalam setiap langkahku.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMalam itu terasa seperti selimut hitam yang menelan seluruh cahaya.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 14pt;\">2. Menggunakan <strong>kata kerja transitif dan intransitif<\/strong> sesuai dengan kebutuhan narasi.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata kerja transitif<\/strong> adalah <strong>kata kerja yang butuh objek<\/strong>, sedangkan<strong> intransitif tidak butuh objek<\/strong>. Dalam teks narasi, keduanya dipakai bergantian sesuai kebutuhan supaya cerita lebih variatif.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kata kerja transitif<\/strong>: <em>membaca, menulis, membeli<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat: \u201cAndi<em> membaca<\/em> buku cerita di teras rumah.\u201d<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kata kerja intransitif<\/strong>: <em>berlari, tidur, menangis<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat: \u201cAnak itu <em>berlari<\/em> sekuat tenaga menuju lapangan.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 14pt;\">3. Menggunakan <strong>kata benda, sifat, frasa atau klausa<\/strong> untuk mendukung deskripsi cerita.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya pembaca bisa membayangkan suasana, narasi biasanya kaya dengan <strong>kata benda, kata sifat, frasa, bahkan klausa<\/strong>. Ini membantu pembaca \u201cmelihat\u201d dan \u201cmerasakan\u201d dunia yang diceritakan.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Contoh <strong>kata benda<\/strong>: <em>hujan, kota, bunga<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat: \u201c<em>Hujan<\/em> deras turun membasahi atap rumah kayu itu.\u201d<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Contoh <strong>kata sifat<\/strong>: tenang, gelap, hangat<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat: \u201cSuasana hutan itu begitu <em>tenang<\/em>, hanya suara jangkrik yang terdengar.\u201d<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Contoh <strong>frasa<\/strong>: jalan berbatu licin<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat: \u201cIa menapaki <em>jalan berbatu licin<\/em> dengan hati-hati.\u201d<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Contoh <strong>klausa<\/strong>: yang membuat semua orang terdiam<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat: \u201cUcapan kakek tua itu <em>yang membuat semua orang terdiam<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400; font-size: 14pt;\">4. Menggunakan <strong>kata penghubung penanda urutan waktu<\/strong>.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks narasi biasanya bercerita secara runtut. Nah, kata penghubung seperti \u201c<strong>kemudian<\/strong>\u201d, \u201c<strong>setelah itu<\/strong>\u201d, \u201c<strong>selanjutnya<\/strong>\u201d, atau \u201c<strong>keesokan harinya<\/strong>\u201d dipakai untuk menandai urutan peristiwa biar cerita terasa mengalir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPagi itu ia bangun lebih awal. <em>Setelah itu<\/em>, ia bergegas menyiapkan sarapan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Keesokan harinya<\/em>, hujan reda, dan mereka kembali melanjutkan perjalanan.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis Teks Naratif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat dua jenis teks naratif yaitu teks naratif ekspositoris dan teks naratif sugestif. Berikut adalah penjelasan keduanya:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Teks Naratif Ekspositoris<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks naratif ekspositoris adalah sebuah karangan narasi yang bertujuan untuk membuat pikiran pembaca terbawa sampai tergugah dari kisah yang disampaikan oleh penulis. Pembaca diharapkan bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan serta nilai moral setelah membaca teks naratif ekspositoris.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Teks Naratif Sugestif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks naratif sugestif merupakan sebuah teks narasi yang ditujukan untuk menyampaikan makna yang bersumber dari sebuah peristiwa atau kejadian sebagai wujud pengalaman. Teks naratif jenis ini mempunyai kecenderungan dalam pemilihan kata konotatif sehingga memunculkan kesan imajinatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi\">Teks Argumentasi, Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Tujuan, dan Kaidah Kebahasaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Teks Naratif Bahasa Indonesia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah contoh teks naratif bahasa Indonesia yang bisa kamu jadikan referensi. Yuk, kita baca<\/span> bersama!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Legenda Batu Menangis<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d1f2029e-8cdf-42e4-ba41-da556f205b4c.png\" alt=\"Legenda Batu Menangis\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Orientasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah desa terpencil di Kalimantan, hiduplah seorang janda tua bersama putrinya yang cantik jelita. Sayangnya, kecantikan putri itu tidak diimbangi dengan sikap yang baik. Ia sangat manja dan enggan membantu ibunya bekerja. Setiap hari, sang ibu harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan mereka, sementara sang putri hanya sibuk berdandan dan bersantai.<\/span><\/p>\n<p><strong>Komplikasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, sang putri meminta ibunya membelikan pakaian baru agar ia tampak lebih anggun di hadapan teman-temannya. Dengan penuh kasih, sang ibu menuruti permintaannya. Setelah pakaian baru itu diberikan, sang putri meminta ibunya untuk menemaninya ke pasar. Mereka berjalan kaki melewati desa yang ramai. Namun, karena malu memiliki ibu yang berpakaian lusuh dan tampak tua, sang putri melarang ibunya berjalan di sampingnya. &#8220;Ibu, jalanlah di belakang! Aku tidak mau orang-orang tahu bahwa kau ibuku,&#8221; katanya dengan kasar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang yang melihat kejadian itu merasa iba kepada sang ibu. Namun, sang ibu hanya bisa menahan sedih dan terus mengikuti putrinya dari belakang. Hatinya hancur melihat perlakuan anaknya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><strong>Resolusi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kepedihannya, sang ibu berdoa kepada Tuhan, memohon agar putrinya diberi pelajaran. Tiba-tiba, langit mendung dan angin bertiup kencang. Perlahan, tubuh sang putri mulai mengeras. Ia menangis dan berteriak meminta tolong, tetapi semua sudah terlambat. Tubuhnya terus berubah menjadi batu. Hingga akhirnya, hanya batu besar yang tersisa di tempatnya berdiri, dengan air mata yang terus mengalir seolah batu itu masih menangis.<\/span><\/p>\n<p><strong>Reorientasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itu, batu tersebut dikenal sebagai &#8220;Batu Menangis&#8221; dan menjadi pengingat bagi anak-anak agar tidak durhaka kepada orang tua mereka. Legenda ini mengajarkan bahwa kasih ibu adalah anugerah yang harus dihargai, dan keangkuhan hanya akan membawa penyesalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itu tadi penjelasan lengkap tentang teks naratif, meliputi pengertian, struktur, ciri-ciri, hingga contoh teks naratif singkat yang bisa kamu jadikan referensi. Gimana? Sudah paham kan tentang teks naratif? Sekarang, yuk coba latihan membuat teks naratif sendiri! Setelah itu, kamu bisa meminta Bapak atau Ibu Guru untuk membantu menilai teks naratif hasil karanganmu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa juga untuk belajar materi Bahasa Indonesia lainnya hanya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\">ruangbelajar<\/a><\/strong>. Klik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banner <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di bawah ini untuk tau informasi promo terbaru dari Ruangguru!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/promo\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel Bahasa Indonesia Kelas 7 berikut ini. Jangan lupa dicatat ya! &#8212; &nbsp; Kamu suka membaca sebuah cerita? Misalnya seperti cerita Kancil dan Buaya yang mengisahkan tentang kecerdikan seekor Kancil yang memanfaatkan punggung Buaya untuk menyebrang sungai. Nah, dalam bahasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":24775,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1759293492:1"],"_edit_last":["1"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png"],"_knawatfibu_alt":["Teks Naratif"],"_yoast_wpseo_primary_category":["477"],"_yoast_wpseo_title":["Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap!"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["12"]},"categories":[477,481],"tags":[7,10,16],"class_list":["post-24775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-smp-kelas-7","tag-kelas-7","tag-konsep-pelajaran","tag-smp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-22T03:54:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-01T04:40:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif\",\"name\":\"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png\",\"datePublished\":\"2025-09-22T03:54:47+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-01T04:40:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap!","description":"Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap!","og_description":"Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-09-22T03:54:47+00:00","article_modified_time":"2025-10-01T04:40:32+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif","name":"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png","datePublished":"2025-09-22T03:54:47+00:00","dateModified":"2025-10-01T04:40:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan teks naratif? Coba kita kulik yuk, melalui penjelasan di artikel berikut ini. Jangan lupa dicatat ya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e9eadd2b-2bd2-4a1d-ac87-d9ba5bb8325b.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-naratif#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Teks Naratif, Ciri, Fungsi, dan Strukturnya Lengkap! | Bahasa Indonesia Kelas 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24775"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24775\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24901,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24775\/revisions\/24901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}