{"id":25945,"date":"2026-02-18T15:33:52","date_gmt":"2026-02-18T08:33:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=25945"},"modified":"2026-02-22T23:01:31","modified_gmt":"2026-02-22T16:01:31","slug":"sejarah-dinasti-abbasiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah","title":{"rendered":"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png\" alt=\"Dinasti Abbasiyah\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pernah belajar tentang sejarah Islam? Kalau pernah, kamu pasti sudah nggak asing lagi sama yang namanya Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, dan Dinasti Abbasiyah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, setelah Rasulullah SAW wafat, kepemimpinan Islam kemudian digantikan oleh para sahabat Nabi. Masa kepemimpinan sahabat Nabi ini biasa disebut sebagai masa Khulafaur Rasyidin. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, pemimpin Khulafaur Rasyidin disebut dengan khalifah. Para khalifah ini terdiri dari Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/khulafaur-rasyidin\">Mengenal Khulafaur Rasyidin: Pengertian, Sejarah, dan Pemimpinnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kepemimpinan para khalifah ini berakhir, kekhalifahan Islam dilanjutkan oleh <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-bani-umayyah\">Bani Umayyah<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Masa ini sering disebut juga sebagai khalifah pertama setelah Khulafaur Rasyidin atau kekhalifahan kedua setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kekhalifahan Bani Umayyah dibagi menjadi dua periode. Periode pertama terjadi di Damaskus dan periode kedua di Andalusia (Spanyol).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kekhalifahan Bani Umayyah berakhir, kemudian dilanjutkan oleh Dinasti atau Bani Abbasiyah. Dinasti yang satu ini memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan pemerintahan dalam dunia Islam. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kamu tahu nggak sih sebenarnya seperti apa itu Dinasti Abbasiyah? Siapa pendirinya dan siapa saja khalifah yang pernah memimpinnya? Yuk, kita bahas tuntas dalam artikel ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Dinasti Abbasiyah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dinasti Abbasiyah adalah kekhalifahan Islam kedua setelah Khulafaur Rasyidin atau kekhalifahan ketiga setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Dinasti Abbasiyah merupakan salah satu dinasti Islam yang paling berpengaruh dalam sejarah dunia. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Dinasti ini menggantikan Dinasti Umayyah<\/strong> sebagai penguasa kekhalifahan Islam. Dinasti Abbasiyah merupakan pemerintahan yang <strong>didirikan dari keluarga Bani Abbas<\/strong>, keturunan dari <strong>Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW<\/strong>. Jadi, bisa dibilang bahwa mereka masih termasuk keluarga Nabi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, pusat pemerintahan Dinasti Abbasiyah dimana? Dinasti Abbasiyah menjadikan <strong>Baghdad<\/strong> sebagai pusat pemerintahannya. Dinasti Abbasiyah <strong>didirikan oleh Abu Abbas as-Saffah pada tahun 750 Masehi atau tahun 132 Hijriah<\/strong>, setelah runtuhnya kekuasaan Dinasti Umayyah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendirian dinasti ini bukan cuma soal politik, tapi juga membawa angin perubahan besar dalam kehidupan umat Islam, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya. Dinasti Abbasiyah <strong>berlangsung hingga tahun 656 Hijriah atau 1258 Masehi<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengaruh-islam-di-kehidupan-masa-kini\">Pengaruh Islam di Indonesia dalam Berbagai Bidang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sejarah Dinasti Abbasiyah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, mari kita kilas balik ke awal berdirinya dinasti ini. Seperti yang disebutkan sebelumnya, dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abu Abbas as-Saffah, yang juga menjadi khalifah pertama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat tiga faktor penting yang menyebabkan berdirinya Dinasti Bani Abbasiyah. Faktor berdirinya Bani Abbasiyah, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena <strong>Bani Abbas merasa lebih berhak daripada Bani Umayyah atas kekhalifahan Islam<\/strong>. Apalagi Bani Hasyim yang secara nasab keturunan lebih dekat dengan Nabi Muhammad SAW.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena <strong>sistem pemerintahan Dinasti Umayyah semakin menyimpang jauh<\/strong> dari nilai-nilai agama Islam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena <strong>Bani Abbasiyah merupakan orang-orang yang tersingkir dari kekuasaan Dinasti Umayyah<\/strong>, sehingga mereka melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang berkuasa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan untuk menggulingkan Bani Umayyah dimulai dari wilayah Khurasan, yang saat itu banyak diisi oleh pendukung Abbasiyah. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan pemberontakan ini dipimpin oleh keturunan paman Nabi Muhammad SAW, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib, Abdullah bin Abbas, Ali bin Abdullah, dan Muhammad bin Ali. Mereka berhasil membangun jaringan oposisi yang cukup luas dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, dalam pertempuran Karbala, dinasti dari Bani Abbasiyah yang dipimpin oleh Kahtaba berhasil meraih kemenangan dengan mengalahkan gubernur Dinasti Umayyah, yang bernama Yazid. Dinasti Abbasiyah berhasil menguasai Kufah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-karbala\">Perang Karbala, Sebuah Tragedi Heroik dalam Sejarah Islam<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 794 M, Abu Ayun dari Bani Abbasiyah berhasil melancarkan usaha terakhirnya untuk menggulingkan pemerintahan Dinasti Umayyah. Ia mengerahkan 120.000 pasukan menuju Zab Hulu atau Zab Besar. Sehingga pertempuran ini dikenal dengan Perang Az-Zabb.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, Dinasti Umayyah benar-benar sudah dikalahkan. Damaskus pun jatuh ke tangan Bani Abbasiyah. Kemudian, Abbas As-Saffah diangkat sebagai khalifah di Masjid Kufah pada tahun 750 M.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menang, mereka <strong>memindahkan pusat pemerintahan dari Damaskus ke Baghdad<\/strong> karena letaknya strategis dan lebih dekat ke pusat-pusat peradaban waktu itu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah <strong>pemerintahan Abbasiyah, kota ini berkembang pesat menjadi pusat ilmu dan budaya<\/strong>. Banyak ilmuwan, filsuf, dan seniman berkumpul di Baghdad. Bahkan, berdirilah Baitul Hikmah, semacam perpustakaan dan pusat studi ilmu pengetahuan terbesar pada masanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dinasti Abbasiyah berkuasa selama kurang lebih lima abad, tepatnya 508 tahun dari tahun 750 M hingga tahun 1258 M. Selama pemerintahan ini berdiri, kekuasaan dibagi atas lima periode. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola pemerintahan pada dinasti ini berbeda-beda, sesuai dengan perubahan politik yang mempengaruhinya. Misalnya dari Persia, Turki, Buwaih, dan Seljuk. Namun, pada periode kelima, kekuasaan Dinasti Abbasiyah tidak lagi dipengaruhi bangsa manapun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kamu tertarik dengan materi ini, kamu bisa\u00a0<em>ngobrol-ngobrol\u00a0<\/em>langsung sama guru les kamu di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/mengaji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Ruangguru Privat Mengaji<\/strong><\/a><em>, lho<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Lima Periode Dinasti Bani Abbasiyah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah dibagi menjadi lima periode, yakni sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Periode Pertama<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode pertama Dinasti Abbasiyah berlangsung dari tahun 750 &#8211; 847 M dan disebut sebagai periode pengaruh Persia pertama. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Khalifah yang memimpin dinasti ini, mulai dari Abu Abbas As-Saffah sampai Abu Al-Fadl Ja&#8217;far Al-Mutawakkil. Kekuasaan pada periode pertama berada pada khalifah yang memimpin tentara untuk berperang, sehingga masa ini merupakan masa kejayaan Bani Abbasiyah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Periode Kedua<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode Bani Abbasiyah kedua berlangsung pada tahun 847 &#8211; 945 M dan disebut sebagai periode pengaruh Turki pertama. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Khalifah yang memimpin periode ini yaitu dari khalifah Abu Ja&#8217;far Muhammad Al-Muntasir sampai Abu Al-Abbas Ahmad Nasir. Periode ini diwarnai corak politik Turki, Bani Buwaih, dan Bani Saljuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Periode Ketiga<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode ketiga Bani Abbasiyah berlangsung pada tahun 945 &#8211; 1055 M dan disebut sebagai masa pengaruh Persia kedua. Periode ini merupakan masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa ini, kekuasaan kembali ke tangan khalifah, tetapi terbatas hanya daerah Baghdad dan sekitarnya. Oleh sebab itu, periode ini secara umum bisa dikatakan lemah dan tidak dapat melawan kehendak jenderal Turki.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Periode Keempat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode keempat Bani Abbasiyah berlangsung pada tahun 1055 &#8211; 1194 M dan disebut sebagai masa pengaruh Turki kedua. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Periode ini merupakan masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, ditandai dengan pengaruh Bani Saljuk yang dipimpin oleh dua belas orang khalifah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam periode ini, terjadi dua peristiwa besar umat Islam, yakni Perang Salib dan penyerangan bangsa Mongol ke Baghdad.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Periode Kelima<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode kelima Bani Abbasiyah berlangsung pada tahun 1194 &#8211; 1258 M dan merupakan masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada periode kelima ini, Bani Abbasiyah sudah mengalami banyak kemunduran, terlebih lagi dengan adanya serangan dari luar, seperti Perang Salib dan penyerangan Bangsa Mongol. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan juga banyak yang memerdekakan diri. Akhirnya, Dinasti Bani Abbasiyah benar-benar hancur pada tahun 1258 M di bawah kepemimpinan Abu Ahmad Abdullah Al-Mu&#8217;tashim Billah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-teori-masuknya-islam-ke-nusantara\">Penjelasan 4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Khalifah dan Masa Kejayaan Dinasti Abbasiyah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sejarahnya, banyak khalifah yang pernah memimpin Dinasti Abbasiyah. Tapi, salah satu khalifah yang paling terkenal dan membawa Abbasiyah ke<strong> puncak kejayaan<\/strong> adalah <strong>Harun al-Rasyid<\/strong>, yang memerintah dari tahun <strong>786 hingga 809 M<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa Harun al-Rasyid, kekhalifahan Abbasiyah benar-benar jadi <\/span><em>superpower<\/em> <span style=\"font-weight: 400;\">dunia. Ekonomi kuat, ilmu pengetahuan berkembang, dan kehidupan masyarakat sangat maju. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak sekolah, ilmuwan meneliti berbagai bidang ilmu mulai dari kedokteran, matematika, astronomi, sampai filsafat. Bahkan, hubungan diplomatik dengan negara-negara lain juga terjalin dengan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Harun al-Rasyid, anaknya yaitu Al-Ma\u2019mun juga melanjutkan masa kejayaan itu. Al-Ma\u2019mun terkenal sebagai khalifah yang sangat mencintai ilmu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah kepemimpinannya, Baitul Hikmah berkembang pesat. Banyak karya dari ilmuwan Yunani, Persia, dan India diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seiring waktu, kekuasaan Abbasiyah mulai melemah.<strong> Banyak wilayah yang memisahkan diri dan membentuk kekuasaan sendiri<\/strong>. Muncul juga perebutan kekuasaan antar keluarga kerajaan yang membuat situasi semakin kacau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari seluruh khalifah Bani Abbasiyah, nama-nama pemimpin atau khalifah yang berhasil membawa Kekhalifahan Abbasiyah pada masa keemasannya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Mahdi (775-785 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Hadi (785- 786 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harun Ar-Rasyid (786-809 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Ma&#8217;mun (813-833 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Mu&#8217;tashim (833-842 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Watsiq (842-847 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Mutawakkil (847-861 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f84db781-0bf1-44e1-b849-1c2ec8a9637f.png\" alt=\"Pemimpin Dinasti Abbasiyah\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Masa Keruntuhan Dinasti Abbasiyah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki abad ke-10, kekuasaan khalifah mulai kehilangan pengaruh. Para gubernur di wilayah mulai merdeka dan hanya mengakui kekhalifahan secara simbolis. Dinasti Abbasiyah yang sebelumnya sangat kuat, perlahan-lahan mulai goyah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya terjadi pada tahun 1258 M, saat pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Kota itu hancur, ribuan orang tewas, dan Khalifah Al-Musta\u2019sim dibunuh. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah akhir dari Dinasti Abbasiyah di Baghdad. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, Abbasiyah sempat bangkit kembali di Kairo, Mesir, di bawah perlindungan Dinasti Mamluk. Namun kekhalifahan ini hanya bersifat simbolis dan tidak memiliki kekuasaan politik yang nyata. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Runtuhnya Kekhalifahan Abbasiyah dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Persaingan Antarbangsa\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Namun dalam prosesnya, orang-orang Persia tidak merasa puas dan menginginkan sebuah dinasti dengan staff dari negaranya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara bangsa Arab beranggapan bahwa mereka istimewa dan menganggap rendah bangsa non-Arab. Oleh karena itu, muncullah dinasti-dinasti yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2.<b> Kemerosotan Ekonomi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sempat bergelimang kekayaan, namun Kekhalifahan Abbasiyah mulai mengalami kemunduran di bidang ekonomi karena pendapatan terus menurun sementara pengeluaran mereka terus meningkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Perang Salib\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perang Salib yang berlangsung selama beberapa periode tidak hanya menelan banyak korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerugian yang sangat besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Serangan Bangsa Mongol dan Jatuhnya Baghdad\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1258 M, tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang, datang menyerang Baghdad. Pemimpin Kekhalifahan Abbasiyah pada saat itu benar-benar tidak berdaya dalam membendung tentara Mongol yang sebanyak itu. Akhirnya Baghdad jatuh ke tangan bangsa Mongol dan secara otomatis mengakhiri kekuasaan Bani Abbasiyah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/rukun-islam\">Pengertian 5 Rukun Islam Beserta Maknanya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Warisan Dinasti Abbasiyah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun Dinasti Abbasiyah runtuh, warisan mereka tetap hidup. Mereka berjasa besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya Islam. Banyak institusi pendidikan dan karya ilmiah yang muncul di masa itu masih dikenang hingga sekarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem pemerintahan, perpustakaan, dan semangat belajar dari masa Abbasiyah menginspirasi banyak peradaban lain, termasuk di Eropa. Bahkan, era pencerahan Eropa banyak mengambil manfaat dari terjemahan karya-karya ilmiah yang dikembangkan di Baghdad.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Dinasti Abbasiyah ini mengajarkan kita pentingnya ilmu pengetahuan, kepemimpinan yang bijaksana, dan semangat inovasi. Jadi, selain belajar sejarahnya, yuk kita juga ambil semangat positif dari kejayaan masa lalu ini untuk masa depan yang lebih baik. Terus <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/sma-kelas-12-ips\/ruangngaji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">belajar bersama ruangbelajar<\/a><\/strong> agar prestasi di sekolah semakin cemerlang!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d0d48674-0729-411e-90ae-bcd701557e60.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama! &#8212; &nbsp; Kamu pernah belajar tentang sejarah Islam? Kalau pernah, kamu pasti sudah nggak asing lagi sama yang namanya Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, dan Dinasti Abbasiyah. Singkat cerita, setelah Rasulullah SAW wafat, kepemimpinan Islam kemudian digantikan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":25945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1771775949:1"],"_edit_last":["1"],"_yoast_wpseo_primary_category":["562"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png"],"_knawatfibu_alt":["Dinasti Abbasiyah"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-25945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-18T08:33:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-22T16:01:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah\",\"name\":\"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png\",\"datePublished\":\"2026-02-18T08:33:52+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-22T16:01:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya","description":"Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya","og_description":"Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-02-18T08:33:52+00:00","article_modified_time":"2026-02-22T16:01:31+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah","name":"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png","datePublished":"2026-02-18T08:33:52+00:00","dateModified":"2026-02-22T16:01:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Seperti apa sejarah kekhalifahan Dinasti atau Bani Abbasiyah, mulai dari berdiri hingga akhirnya runtuh? Yuk, kita pelajari bersama!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1d89e6ae-e9c4-47f7-a422-9d9ea737d02b.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25945"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25945\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25987,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25945\/revisions\/25987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}