{"id":25967,"date":"2026-02-19T14:53:42","date_gmt":"2026-02-19T07:53:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=25967"},"modified":"2026-02-23T13:51:02","modified_gmt":"2026-02-23T06:51:02","slug":"sejarah-turki-usmani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani","title":{"rendered":"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png\" alt=\"Turki Usmani\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu pernah belajar sejarah dunia, pasti sering mendengar nama <\/span><strong>Kerajaan Turki Usmani<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kekaisaran ini adalah salah satu kerajaan Islam terbesar dan terlama dalam sejarah, yang berhasil menguasai wilayah luas di Eropa Timur, Asia Barat, hingga Afrika Utara. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selama lebih dari enam abad, kerajaan ini memainkan peran penting dalam politik, ekonomi, militer, hingga kebudayaan dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di balik kejayaannya yang gemilang, Turki Usmani juga mengalami pasang surut, dari yang awalnya lahir sebagai kerajaan kecil, kemudian mencapai puncak kejayaan, hingga akhirnya<\/span> <strong>runtuh pada awal abad ke-20<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kisah ini penuh dengan pelajaran sejarah yang menarik untuk kita pelajari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai Turki Usmani, mulai dari apa itu Turki Usmani, bagaimana awal mula berdirinya, masa kejayaannya, tokoh-tokoh pentingnya, sampai faktor yang membuatnya runtuh. Yuk, simak bersama!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-dunia-i-dan-kegagalan-lbb-dalam-menciptakan-perdamaian-dunia\">Sejarah Perang Dunia I, Penyebab, dan Dampaknya\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa itu Turki Usmani?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Turki Usmani adalah sebuah kekhalifahan Islam yang berdiri pada tahun 1281 dan bertahan hingga 1922. Dalam bahasa Arab, kekhalifahan Turki Usmani disebut juga sebagai <\/span><strong>Daulah Utsmaniyah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>Kesultanan Utsmaniyah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sementara dalam literatur Barat dikenal dengan nama <\/span><strong>Ottoman Empire<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama \u201cUsmani\u201d sendiri diambil dari nama kakek dari kabilah Oghuz, yaitu <\/span><strong>Utsman bin Erthogril bin Sulaiman Syah,<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berasal dari suku <\/span><strong>Qayigh<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, salah satu cabang keturunan bangsa Oghuz Turki. Jadi, bisa dibilang dinasti Turki Usmani didirikan oleh bangsa Turki dari kabilah <\/span><strong>Oghuz<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa lama Dinasti Turki Usmani berkuasa? Dinasti<strong> Turki Usmani berkuasa selama lebih dari 600 tahun<\/strong>, dari tahun 1281 hingga tahun 1922, ketika kekaisaran tersebut secara resmi berakhir dan digantikan oleh Republik Turki. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, Utsman hanya memimpin wilayah kecil di<\/span><strong> Anatolia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, atau yang juga dikenal sebagai Asia Kecil (sekarang Turki bagian Barat), tetapi dengan strategi militer yang cerdas, beliau berhasil memperluas kekuasaan. Seiring waktu, kerajaan kecil ini berkembang menjadi kekhalifahan besar yang menguasai tiga benua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Turki Usmani banyak meninggalkan jejak dalam arsitektur, seni, dan ilmu pengetahuan. Bahkan, beberapa peninggalan Daulah Turki Usmani masih bisa kita lihat hingga hari ini, terutama di<\/span><strong> Istanbul<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-bani-umayyah\">Sejarah Bani Umayyah, Khalifah Pertama setelah Khulafaur Rasyidin<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kamu tertarik dengan materi ini, kamu bisa\u00a0<em>ngobrol-ngobrol\u00a0<\/em>langsung sama guru les kamu di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/sejarah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Ruangguru Privat Sejarah<\/strong><\/a><em>, lho<\/em>! Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sejarah Turki Usmani<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah sejarah singkat kerajaan Turki Usmani, mulai dari awal berdiri hingga runtuhnya Turki Usmani. Yuk, kita simak selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>a. Awal Berdiri<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerajaan Turki Usmani lahir dari kabilah <\/span><strong>Oghuz<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">pada tahun <\/span><strong>1281<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kabilah Oghuz sendiri dikenal sebagai kelompok suku yang mendiami kawasan Mongolia serta bagian utara Tiongkok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum berdirinya kerajaan ini, <\/span><strong>Sulaiman Syah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sempat melakukan pengembaraan menuju Anatolia. Namun, beliau wafat sebelum mencapai tujuannya. Kepemimpinan kemudian diteruskan oleh putranya, <\/span><strong>Erthogril<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang melanjutkan perjalanan hingga tiba di Anatolia. Di sana, beliau mendapat sambutan baik dari <\/span><strong>Sultan Alaudin<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, penguasa Seljuk yang saat itu tengah berperang melawan Bizantium.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Erthogril lalu bergabung dengan Sultan Alaudin untuk menghadapi Bizantium. Pertempuran itu berakhir dengan <\/span><strong>kemenangan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan sebagai balas jasa, Sultan Alaudin menghadiahkan sebidang tanah di perbatasan Bizantium serta memberi izin kepada Erthogril untuk melakukan ekspansi wilayah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Erthogril wafat, kekuasaan dilanjutkan oleh putranya, <\/span><strong>Utsman<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang memimpin antara tahun <\/span><strong>1281\u20131324 M<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Pada saat yang sama, Kesultanan Seljuk melemah akibat serangan Mongol pada tahun 1300 M, yang menewaskan Sultan Alaudin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kematian Sultan Alaudin membuat Seljuk terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Dalam situasi inilah, Utsman memproklamasikan kemerdekaan penuh atas wilayah kekuasaannya dan mendirikan Kerajaan Turki Usmani, dengan dirinya sebagai penguasa pertama yang dikenal sebagai <\/span><strong>Utsman I<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Oleh karena itu, pendiri Turki Usmani adalah Utsman I atau yang dikenal juga sebagai <\/span><strong>Usman<\/strong>,<strong>Osman<\/strong>, atau <strong>Ottoman<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>b. Perluasan Wilayah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Utsman memproklamasikan berdirinya Kerajaan Turki Usmani, beliau secara bertahap mulai melakukan <\/span><strong>ekspansi wilayah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan cara memperkuat kekuatan militer secara berkelanjutan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai bagian dari upaya itu, Turki Usmani mendirikan pusat pendidikan sekaligus pelatihan militer. Dari sinilah lahir pasukan elit bernama <\/span><strong>Yenisari<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><strong>Inkisyariah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang dipimpin oleh <\/span><strong>Orkhan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan militer terus mengalami kemajuan dengan pembentukan cabang-cabang Yenisari. Hal ini membuat kekuatan tempur Turki Usmani semakin besar, sehingga mampu melakukan penaklukan ke <\/span><strong>wilayah-wilayah non-Islam<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">seperti Adrianopel, Makedonia, Bulgaria, dan Serbia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">c. Jatuhnya Konstantinopel dan Dampaknya<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5f5c787f-baaf-430e-bd9f-4c6111d1855d.png\" alt=\"Runtuhnya Konstantinopel\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Ilustrasi Runtuhnya Konstantinopel.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara banyak sultan yang pernah memimpin, <\/span><strong>Sultan Muhammad II<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">atau disebut juga Sultan Mehmed II, tercatat sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam memperluas wilayah kekuasaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau bahkan mendapat gelar <\/span><strong>al-Fatih<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>\u201cSang Penakluk\u201d<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> berkat keberhasilannya merebut <\/span><strong>Konstantinopel<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, pusat Kekaisaran Romawi Timur, pada tahun <\/span><strong>1453<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Di sinilah penguasaan Konstantinopel oleh Turki Usmani dan pelayaran dunia dimulai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jatuhnya Konstantinopel<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ke tangan Turki Usmani pada tahun 1453 ini menjadi salah satu peristiwa paling <\/span><strong>terkenal<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dalam <\/span><strong>sejarah dunia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, penaklukan Konstantinopel ini juga menjadi salah satu pencapaian terbesar Sultan Muhammad II.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Gereja<\/span><strong> St. Sophia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dialihfungsikan menjadi masjid dengan nama <\/span><strong>Aya Sophia <\/strong>atau Hagia Sophia<span style=\"font-weight: 400;\">, yang melambangkan kemenangan Islam di kota tersebut. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, beliau juga mengganti nama kota Konstantinopel menjadi <\/span><strong>Istanbul<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan dijadikan ibu kota baru Turki Usmani. Dengan keberhasilan ini, cita-cita umat Islam untuk menaklukkan <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/peradaban-romawi-kuno\">Kekaisaran Romawi Timur<\/a><\/strong> akhirnya terwujud. Setelah itu, beliau juga melanjutkan penaklukan ke Semenanjung Morea, Serbia, Albania, hingga perbatasan Venesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, mengapa Konstantinopel dapat jatuh ke tangan Turki Usmani? Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Usmani karena <\/span><strong>kombinasi faktor militer, politik, dan strategi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasukan Utsmani di bawah Sultan Muhammad II menggunakan teknologi artileri dan strategi militer inovatif seperti membangun jalur darat untuk memindahkan kapal, sedangkan Kekaisaran Bizantium sangat lemah karena kalah jumlah pasukan dan terus-menerus melemah akibat perang saudara serta krisis internal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa <\/span><strong>dampak jatuhnya Konstantinopel<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ke tangan Turki Usmani? Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani membawa dampak sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur perdagangan tradisional antara Asia dan Eropa melalui Laut Tengah<\/span><strong> diblokir<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">oleh Turki Utsmani.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Eropa sangat bergantung pada rempah-rempah yang mahal. Jatuhnya Konstantinopel memaksa mereka mencari <\/span><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-kolonialisme-dan-imperialisme\"><strong>jalur perdagangan baru<\/strong><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ke Asia, yang akhirnya mengarah pada penemuan dunia baru seperti Indonesia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur perdagangan yang semula berpusat di Konstantinopel beralih ke jalur baru yang mengarah ke<\/span><strong> Afrika<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>Samudra Hindia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jatuhnya Konstantinopel <\/span><strong>memperkuat posisi Turki Utsmani<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sebagai kekuatan besar di dunia Islam dan meningkatkan kekhawatiran Eropa tentang ekspansi Utsmani lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan <\/span><strong>meriam<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span> <strong>teknologi baru<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam penaklukan kota dengan tembok yang kokoh menandai perubahan signifikan dalam peperangan abad pertengahan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jatuhnya Konstantinopel dianggap sebagai <\/span><strong>akhir dari periode Abad Pertengahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><b>dimulainya periode modern awal<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perpindahan ilmuwan Yunani dari Konstantinopel ke Eropa <\/span><b>memperkaya ilmu pengetahuan di Eropa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan berkontribusi pada <\/span><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/renaissance-eropa-menuju-masa-kebangkitan\"><b>perkembangan Renaisans<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penguasaan Konstantinopel juga membuka jalan bagi <\/span><b>ekspansi penyebaran agama Islam di Eropa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/khulafaur-rasyidin\">Mengenal Khulafaur Rasyidin: Pengertian, Sejarah, dan Pemimpinnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>d. Masa Kejayaan Turki Usmani<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kejayaan Turki Usmani terjadi di bawah pemerintahan <\/span><strong>Sultan Sulaiman I<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(abad ke-<\/span><strong>16<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> hingga abad ke-<\/span><strong>17<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">), yang membawa kekaisaran mencapai puncak kekuasaan militer, ekonomi, dan budaya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa ini, kekaisaran berhasil memperluas wilayah di <\/span><strong>Eropa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>Afrika Utara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><strong>Timur Tengah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, serta mengembangkan Istanbul menjadi <\/span><strong>pusat seni<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span> <strong>sains<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan<\/span> <strong>perdagangan global<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dengan penekanan pada<\/span><strong> hukum<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>birokrasi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang tertata rapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>e. Politik Turki Usmani<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kejayaan Turki Usmani tidak bisa dipisahkan dari aspek <\/span><strong>politik<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>sistem pemerintahannya<\/strong>.<span style=\"font-weight: 400;\"> Para pemimpin kerajaan ini selalu menyandang dua gelar sekaligus, yaitu<\/span><strong> Sultan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>Khalifah<\/strong>. <span style=\"font-weight: 400;\">Gelar <\/span><strong>Sultan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">menegaskan kedudukan mereka sebagai <\/span><strong>penguasa politik<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>pemimpin duniawi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sementara gelar <\/span><strong>Khalifah<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">menunjukkan peran sebagai <\/span><strong>pemimpin agama <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">yang berwenang dalam <\/span><strong>urusan spiritual<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuasaan di Turki Usmani diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak selalu jatuh kepada putra sulung sultan sebelumnya. Dalam beberapa periode, tampuk kekuasaan bahkan bisa diberikan<\/span><strong> kepada saudara sultan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, bukan kepada anaknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam struktur pemerintahan, sultan sebagai otoritas tertinggi dibantu oleh<\/span> <strong>shadr al a\u2018zham<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (perdana menteri), yang membawahi para <\/span><strong>pasya<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(gubernur). Para gubernur kemudian memimpin wilayah tingkat I, sementara di bawah mereka terdapat pejabat setingkat bupati yang disebut<\/span><strong> al-zanaziq<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong>al-\u2018alawiyah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memperkuat tata pemerintahan, pada masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah <\/span><strong>undang-undang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> bernama <\/span><strong>Multaqa al-Abhur<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Qanun ini menjadi pedoman hukum penting bagi Kesultanan Turki Usmani hingga datangnya masa reformasi pada <\/span><strong>abad ke-19<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>f. Runtuhnya Turki Usmani<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Runtuhnya kerajaan Turki Usmani adalah proses panjang akibat berbagai faktor, seperti korupsi, stagnansi ekonomi, pengaruh ideologi Barat (nasionalisme, sekulerisme), serta kekalahan dalam perang. <\/span><strong>Pembubaran resmi kesultanan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> ini terjadi pada <\/span><strong>1 November 1922<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sedangkan<\/span><strong> penghapusan kekhalifahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi pada <\/span><strong>3 Maret 1924<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang kemudian digantikan oleh <\/span><strong>Republik Turki<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di bawah kepemimpinan <\/span><strong>Mustafa Kemal Ataturk<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>g. Peninggalan Kerajaan Turki Usmani<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejayaan Kerajaan Turki Usmani juga tercermin dari berbagai <\/span><strong>peninggalannya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama dalam bidang <\/span><strong>kebudayaan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kebudayaan yang berkembang di kerajaan ini merupakan hasil perpaduan antara unsur <\/span><strong>Bizantium<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>Persia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan<\/span><strong> Arab<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga melahirkan ciri khas yang unik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu peninggalan paling menonjol adalah <\/span><strong>arsitektur<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Turki Usmani meninggalkan banyak bangunan megah yang hingga kini masih dikagumi dunia, seperti <\/span><strong>Masjid Jami\u2019 Muhammad al-Fatih<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>Masjid Agung Sulaiman<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>Masjid Abu Ayyub al-Anshari<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">,\u00a0<strong>Istana Topkapi<\/strong>, serta<\/span><strong> Masjid Aya Sophia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sebelumnya merupakan gereja St. Sophia. Semua bangunan tersebut menjadi bukti kejayaan dan keindahan seni arsitektur Turki Usmani.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan di bidang kebudayaan ini tidak terlepas dari <\/span><strong>kekuatan militer <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">yang dimiliki Turki Usmani. Hal tersebut erat kaitannya dengan karakter bangsa Turki yang sejak awal terbiasa hidup nomaden, memiliki jiwa militer yang tangguh, serta ketaatan penuh kepada pemimpin mereka.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d2224125-6ffe-4440-b0e0-ca14b783d22c.png\" alt=\"Peninggalan Kesultanan Turki Usmani\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/al-khawarizmi\">Al Khawarizmi, Tokoh Penemu Matematika &amp; Bapak Aljabar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Faktor Kemajuan Kerajaan Turki Usmani<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejayaan Kerajaan Turki Usmani yang terlihat dari luasnya wilayah kekuasaan dan berbagai peninggalan bersejarah tentu tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendukung kemajuan kerajaan ini, yaitu:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Politik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem pemerintahan Turki Usmani, setiap pemimpin memegang gelar<\/span><strong> Sultan <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">sekaligus <\/span><strong>Khalifah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Gelar Sultan menegaskan otoritas politik dan kekuasaan duniawi, sedangkan Khalifah menegaskan peran sebagai pemimpin agama dan spiritual. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Sultan juga berfungsi sebagai pemimpin militer tertinggi. Perpaduan peran politik, agama, dan militer inilah yang membuat kekuasaan Turki Usmani begitu kokoh dan mampu meluaskan wilayahnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2.<b> Militer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuatan militer menjadi salah satu pondasi utama kejayaan Turki Usmani. Mereka memiliki pasukan <\/span><strong>Ghazi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (pasukan penakluk awal) yang berasal dari bangsa Turki, ditambah dengan pasukan budak dari bangsa non-Turki, serta pasukan kavaleri provinsial yang sangat tangguh. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuatan militer yang terorganisir inilah yang memungkinkan mereka menaklukkan banyak wilayah strategis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Ekonomi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan ekonomi turut memperkuat posisi Turki Usmani. Perekonomian kerajaan semakin berkembang pesat setelah berhasil menaklukkan <\/span><strong>Bizantium<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><strong> Konstantinopel<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan dikuasainya jalur perdagangan penting, Turki Usmani mampu mengendalikan alur perekonomian internasional pada masanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kepemimpinan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepemimpinan visioner juga menjadi faktor kunci kejayaan Turki Usmani. Para Sultan mampu merancang <\/span><strong>visi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang<\/span><strong> jelas<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk <\/span><strong>memperluas wilayah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><strong>futuhat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">) sekaligus <\/span><strong>memperkuat peradaban<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Visi besar tersebut menjadikan Turki Usmani sebagai salah satu kekuatan dunia yang berpengaruh dalam sejarah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-teori-masuknya-islam-ke-nusantara\">Penjelasan 4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Faktor Kemunduran Kerajaan Turki Usmani<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski pernah mencapai masa kejayaan, pada akhirnya Turki Usmani mengalami kemunduran hingga runtuh. Faktor-faktor penyebab kemunduran Turki Usmani terbagi menjadi dua, yakni faktor internal dan faktor eksternal sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Faktor Internal<\/b><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Wilayah yang terlalu luas dan lemahnya sistem pemerintahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di tangan penerus yang kurang profesional. Banyak pejabat melakukan korupsi dan ketidakadilan semakin merajalela.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Keberagaman penduduk dan agama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sulit disatukan. Seperti yang dikemukakan Philip K. Hitti dalam Tarikh al-Daulah al-Islamiyah, negara yang dibangun atas dasar militer tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat sulit mempertahankan persatuan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Gaya hidup mewah para penguasa<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yang lebih banyak meniru kebiasaan bangsa Barat, menyebabkan nilai-nilai Islam perlahan ditinggalkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Kondisi ekonomi yang merosot <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">akibat peperangan berkepanjangan selama berabad-abad.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Faktor Eksternal<\/b><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Bangkitnya nasionalisme<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di kalangan bangsa-bangsa yang berada di bawah kekuasaan Turki Usmani. Hal ini mendorong banyak daerah untuk memisahkan diri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong>Kemajuan teknologi Barat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama di bidang persenjataan. Sementara itu, Turki Usmani mengalami stagnasi teknologi, sehingga mereka kerap kalah dalam peperangan melawan bangsa Eropa dan menjadi salah satu penyebab Turki Usmani runtuh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah\">Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah sejarah Turki Usmani adalah salah satu yang paling menarik dalam sejarah dunia. Dari kerajaan kecil, mereka tumbuh menjadi kekhalifahan besar yang berkuasa lebih dari enam abad, menaklukkan Konstantinopel, dan meninggalkan warisan budaya luar biasa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun akhirnya Turki Usmani runtuh, namun peninggalannya tetap abadi, mulai dari arsitektur megah, sistem hukum, hingga budaya yang masih melekat pada Turki modern. Kisah ini mengajarkan bahwa kejayaan bisa diraih dengan kerja keras dan strategi, tapi juga bisa hilang jika tidak mampu beradaptasi dengan zaman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belajar sejarah dunia dengan cara yang lebih mudah dan seru? Yuk, belajar bareng di Ruangguru! Kamu bisa akses video pembelajaran, materi lengkap, dan latihan soal supaya makin paham. <\/span><strong><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.ruangguru.livestudents&amp;hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i>Download<\/i> aplikasinya sekarang<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, ya!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d0d48674-0729-411e-90ae-bcd701557e60.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Mengenal Kejayaan Turki Usmani: Kejayaan Yang Tak Terlupakan [daring]. Tautan: https:\/\/kuliahturki.id\/turki-usmani\/ (Diakses: 19 Febrauri 2026)<\/p>\n<p>Munzir, Muhammad, Nining Artianasari, dan Muhammad Ismail. &#8220;Sejarah Kerajaan Turki Usmani: Analisis Kemajuan dan Penyebab Kehancuran Turki Usmani&#8221;. Carita: Jurnal Sejarah dan Budaya (2022): hal. 159-176.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya? &#8212; &nbsp; Kalau kamu pernah belajar sejarah dunia, pasti sering mendengar nama Kerajaan Turki Usmani. Kekaisaran ini adalah salah satu kerajaan Islam terbesar dan terlama dalam sejarah, yang berhasil menguasai wilayah luas di Eropa Timur, Asia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":25967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1771829919:1"],"_edit_last":["1"],"_yoast_wpseo_primary_category":["562"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["11"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png"],"_knawatfibu_alt":["Turki Usmani"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-25967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-19T07:53:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-23T06:51:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani\",\"name\":\"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png\",\"datePublished\":\"2026-02-19T07:53:42+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-23T06:51:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam","description":"Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam","og_description":"Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-02-19T07:53:42+00:00","article_modified_time":"2026-02-23T06:51:02+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani","name":"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png","datePublished":"2026-02-19T07:53:42+00:00","dateModified":"2026-02-23T06:51:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Salah satu kekhalifahan terbesar dalam sejarah Islam yaitu Turki Usmani atau yang dikenal sebagai Ottoman Empire. Seperti apa sejarahnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7fa09142-3b37-4ff4-bc49-fbd1316fca9b.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25967"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26008,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25967\/revisions\/26008"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}