{"id":26076,"date":"2026-03-06T15:24:35","date_gmt":"2026-03-06T08:24:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=26076"},"modified":"2026-03-06T15:26:01","modified_gmt":"2026-03-06T08:26:01","slug":"pergerakan-nasional-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia","title":{"rendered":"Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan &#038; Penyebabnya | Sejarah Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png\" alt=\"Pergerakan Nasional Indonesia\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-11\">artikel Sejarah Kelas 11<\/a><\/strong> berikut ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah perjuangannya. Kalimat ini bukan sekadar ungkapan, melainkan cerminan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia yang berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah melalui perjuangan berbagai elemen masyarakat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu babak penting dalam sejarah tersebut adalah masa pergerakan nasional Indonesia, periode yang menandai transisi dari perlawanan bersenjata menuju perjuangan melalui organisasi modern yang dipelopori kaum terpelajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertiannya, faktor penyebab, tujuan, hingga peran kaum terpelajar dan pers dalam membangun kesadaran nasional. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, kita telusuri lebih dalam sejarah perjuangan bangsa ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Itu Pergerakan Nasional?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pergerakan nasional adalah suatu bentuk perjuangan rakyat Indonesia untuk <strong>mencapai kemerdekaan melalui organisasi modern dan strategi non-kekerasan<\/strong> seperti pendidikan, media massa, dan diplomasi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Masa ini berlangsung dari tahun 1908 hingga 1942, ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan pada masa ini bukan lagi perlawanan bersenjata seperti masa sebelumnya, melainkan lebih mengedepankan pemikiran dan strategi kolektif. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa pergerakan nasional Indonesia <strong>ditandai dengan lahirnya organisasi modern<\/strong>, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, hingga Partai Nasional Indonesia (PNI). Dalam periode ini, ide nasionalisme dan kebangsaan mulai tumbuh pesat di kalangan rakyat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-sumpah-pemuda\">Sejarah Sumpah Pemuda, Tokoh &amp; Makna Dibaliknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuk persiapkan dirimu dari sekarang untuk ujian PTS, PAS, PAT, Tes Skolastik SNBT, dan seleksi Mandiri PTN bersama <a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\" rel=\"noopener\"><strong>ruanguji<\/strong><\/a>. Semangat terus, ya!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/bea98ea6-d2a9-4463-b35d-0bd56096aba9.jpeg\" alt=\"CTA Ruanguji\" width=\"1024\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Faktor Penyebab Lahirnya Pergerakan Nasional<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu menemukan pertanyaan yang berbunyi, \u201cSebutkan faktor penyebab lahirnya pergerakan nasional!\u201d, kamu udah tahu jawabannya belum? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya bisa dibagi menjadi dua kategori besar, yakni faktor internal dan eksternal. Apa saja faktor internal dan eksternal yang menyebabkan lahirnya pergerakan nasional?<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Faktor Internal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor internal yang mendorong munculnya pergerakan nasional Indonesia adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penderitaan rakyat akibat penjajahan <\/b>berupa<span style=\"font-weight: 400;\"> penindasan, kerja paksa, dan pajak yang berat menyebabkan kesengsaraan di kalangan rakyat Indonesia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kenangan kejayaan masa lalu<\/b>.<span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Ingatan akan kebesaran kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit membangkitkan semangat nasionalisme.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Munculnya kaum terpelajar.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Dampak politik etis memberikan akses pendidikan kepada kaum pribumi yang kemudian menjadi motor penggerak organisasi modern.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rasa senasib dan sepenanggungan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Rakyat dari berbagai daerah mulai menyadari bahwa mereka memiliki musuh yang sama, yaitu penjajah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Faktor Eksternal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, faktor eksternal yang turut mendorong adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kemenangan Jepang atas Rusia (1905).<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Memberikan inspirasi bahwa negara Asia bisa mengalahkan bangsa Barat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Munculnya paham-paham baru.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nasionalisme-dan-demokrasi-di-indonesia\">Nasionalisme<\/a><\/strong>, <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-11-liberalisme-dan-sosialisme-di-indonesia\">sosialisme<\/a><\/strong>, demokrasi, dan <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pan-islamisme\">pan-Islamisme<\/a><\/strong> masuk ke Indonesia melalui pendidikan dan media.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bagaimana pengaruh nasionalisme di Asia terhadap pergerakan nasional Indonesia?<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Nasionalisme yang berkembang di negara-negara Asia seperti India, Filipina, dan Mesir, juga menjadi contoh bagi kaum terpelajar Indonesia bahwa kemerdekaan bisa diperjuangkan tanpa kekerasan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengakuan-india-atas-kemerdekaan-indonesia\">Pengakuan India atas Kemerdekaan &amp; Kedaulatan Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Pergerakan Nasional<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tujuan pergerakan nasional di Indonesia adalah untuk mewujudkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda<\/strong> secara bertahap dan terorganisir. Para tokoh dan organisasi modern menyadari bahwa perjuangan fisik sudah tidak efektif lagi, maka mereka mengubah strategi menuju pergerakan politik, sosial, dan budaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan pergerakan nasional Indonesia diwujudkan dengan mendirikan organisasi, menyebarluaskan ide kebangsaan melalui media massa, memperjuangkan hak-hak rakyat lewat pendidikan dan diskusi terbuka, serta menuntut pemerintahan sendiri yang berdaulat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan cara ini, perjuangan menjadi lebih terarah dan memiliki visi jangka panjang yang jelas, yaitu Indonesia merdeka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perlawanan-indonesia-terhadap-portugis-dan-voc\">Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Munculnya Kaum Terpelajar: Buah dari Politik Etis<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu titik awal lahirnya pergerakan nasional adalah munculnya kaum terpelajar. Siapa sangka, latar belakangnya justru berasal dari kebijakan pemerintah kolonial Belanda sendiri, yaitu <strong>politik etis<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">Sekilas tentang Politik Etis<\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c6dbf5d7-b518-4406-8a7f-76b5d7649d13.jpg\" alt=\"Politik Etis\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Siswa di Sekolah Pertanian untuk Indonesia di Jawa. (Sumber: id.wikipedia.org)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Politik Etis, atau Politik Balas Budi, adalah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada awal abad ke-20, sebagai <strong>bentuk tanggung jawab moral untuk menyejahterakan rakyat jajahannya<\/strong>, khususnya di Hindia Belanda (Indonesia). <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan ini muncul sebagai reaksi atas kritik terhadap praktik eksploitasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial, terutama melalui <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tanam-paksa\">sistem tanam paksa<\/a><\/strong>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tanam paksa (<\/span><em>cultuurstelsel<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) yang diterapkan pada abad ke-19 telah menimbulkan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Banyak kritik muncul dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh Belanda seperti Pieter Brooshooft dan Conrad Theodore van Deventer. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tulisannya yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><em>Een Eereschuld<\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Hutang Kehormatan), Van Deventer berpendapat bahwa Belanda memiliki kewajiban moral untuk membalas budi atas kekayaan yang diperoleh dari Hindia Belanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Politik Etis bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui <strong>program-program di bidang pendidikan<\/strong>, infrastruktur, dan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Politik etis kemudian resmi diberlakukan oleh Ratu Wilhelmina pada tahun 1901 sebagai bentuk &#8220;balas budi&#8221; terhadap rakyat Indonesia. Tiga <strong>program utama dari politik etis<\/strong> adalah:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Edukasi (Pendidikan)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendirikan<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/imperialisme-dan-kolonialisme\"> sekolah-sekolah untuk pribumi<\/a><\/strong>, termasuk sekolah dasar (<\/span><em>Volkschool<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), sekolah lanjutan (<\/span><em>Vervolgschool<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), sekolah menengah (MULO, AMS), dan sekolah kejuruan (<\/span><em>Kweekschool<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, STOVIA, sekolah hukum).\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Irigasi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun dan memperbaiki sistem pengairan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Emigrasi (<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/geografi-kelas-11-kenapa-ada-hari-transmigrasi-nasional\">Transmigrasi<\/a>)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memindahkan penduduk dari daerah padat penduduk (Pulau Jawa) ke daerah lain yang lebih jarang penduduknya (Sumatera, dll.) untuk meratakan kepadatan penduduk dan membuka lahan pertanian baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun implementasinya seringkali menyimpang, politik etis telah membuka pintu pendidikan bagi masyarakat pribumi, terutama kalangan priyayi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekolah-sekolah seperti STOVIA (<\/span><em>School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen<\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) kemudian menjadi tempat lahirnya generasi cendekiawan muda Indonesia pada masa itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-11-hubungan-politik-etis-dengan-tumbuhnya-kesadaran-kebangsaan-indonesia\">Politik Etis: Latar Belakang, Kebijakan, dan Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tokoh-Tokoh Terpelajar dan Awal Kebangkitan Nasional<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pergerakan nasional Indonesia dipelopori oleh golongan terpelajar, seperti <strong>Wahidin Sudirohusodo dan Sutomo<\/strong>, yang mendirikan organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi ini dikenal sebagai organisasi modern pertama dan simbol kebangkitan nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh lain yang tidak kalah penting adalah <strong>Tirto Adhi Soerjo<\/strong>, seorang pelopor jurnalisme pribumi dan pendiri surat kabar \u201cMedan Prijaji\u201d. Ia merupakan tokoh pergerakan nasional yang menggunakan pers sebagai alat perjuangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu bisa simak artikel berikut buat kenalan lebih dalam dengan tokoh-tokoh Pergerakan Nasional, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-hari-kebangkitan-nasional\">Sejarah Hari Kebangkitan Nasional, Tokoh &amp; Organisasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perbandingan Pergerakan Sebelum dan Setelah 1908<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pergerakan nasional di Indonesia dimulai pada tahun 1908 dengan berdirinya Budi Utomo. Peristiwa ini menandai pergeseran pola perjuangan dari perlawanan fisik ke arah perjuangan intelektual.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita bandingkan karakteristik perjuangan sebelum dan setelah tahun 1908:<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%; height: 240px;\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 20.5697%; height: 24px;\"><\/td>\n<td style=\"width: 39.7705%; text-align: center; height: 24px;\"><strong>Sebelum 1908<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 39.6597%; text-align: center; height: 24px;\"><strong>Setelah 1908<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 144px;\">\n<td style=\"width: 20.5697%; height: 144px;\">Pemimpin Perlawanan<\/td>\n<td style=\"width: 39.7705%; height: 144px;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Dipimpin oleh\u00a0<strong>raja<\/strong>,\u00a0<strong>bangsawan<\/strong>, atau\u00a0<strong>tokoh agama<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika pemimpin tewas, perlawanan biasanya berhenti.<\/p>\n<\/td>\n<td style=\"width: 39.6597%; text-align: justify; height: 144px;\">Dipimpin oleh <strong>kaum terpelajar <\/strong>yang memiliki jaringan luas dan mampu berganti-ganti kepemimpinan secara fleksibel.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 20.5697%; height: 24px;\">Ruang Lingkup<\/td>\n<td style=\"width: 39.7705%; height: 24px; text-align: justify;\">Bersifat\u00a0<strong>kedaerahan<\/strong>.<\/td>\n<td style=\"width: 39.6597%; height: 24px; text-align: justify;\">Sudah\u00a0<strong>berskala nasional\u00a0<\/strong>dan menjangkau banyak wilayah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 20.5697%; height: 24px;\">Cara Berjuang<\/td>\n<td style=\"width: 39.7705%; height: 24px; text-align: justify;\">Menggunakan\u00a0<strong>senjata dan kekerasan<\/strong>.<\/td>\n<td style=\"width: 39.6597%; height: 24px; text-align: justify;\">Menggunakan\u00a0<strong>organisasi modern<\/strong>,\u00a0<strong>media<\/strong>, dan\u00a0<strong>diplomasi<\/strong>.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px;\">\n<td style=\"width: 20.5697%; height: 24px;\">Tujuan<\/td>\n<td style=\"width: 39.7705%; height: 24px; text-align: justify;\"><strong>Reaktif dan spontan<\/strong>, tanpa visi jangka panjang.<\/td>\n<td style=\"width: 39.6597%; height: 24px; text-align: justify;\"><strong>Terarah<\/strong> dan tujuan utama Indonesia merdeka.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, masa pergerakan nasional ditandai dengan <strong>lahirnya organisasi yang memiliki struktur dan tujuan jelas<\/strong>, serta digerakkan oleh kaum intelektual.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Peran Pers dalam Pergerakan Nasional<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Media massa memiliki peran krusial dalam menyebarkan ide kebangsaan. Salah satu peran pers dalam pergerakan nasional adalah menyuarakan penderitaan rakyat, menyebarkan ide persatuan, serta mengkritik kebijakan kolonial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa surat kabar penting pada masa itu antara lain:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>1. Medan Prijaji<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo, menjadi suara kaum intelektual pribumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>2. Kaum Muda<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><b>Suara Rakyat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Mengangkat isu-isu pendidikan dan kesadaran politik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>3. Hindia Poetra<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Surat kabar yang mendukung gerakan politik Soekarno dan kawan-kawan.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/575a0340-e90f-476e-b8cf-bfedc867177e.jpg\" alt=\"Medan Prijaji\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sampul Depan Surat Kabar Medan Prijaji (Sumber: id.wikipedia.org)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pers menjadi alat penting dalam mencerdaskan rakyat dan membentuk opini publik yang menuntut kemerdekaan. Bahkan, tokoh seperti Soekarno juga aktif menulis dan menyebarkan pemikiran nasionalis melalui media.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tirto-adhi-soerjo-sang-pemula-pers-bumiputera\">Tirto Adhi Soerjo: Sang Pemula Pers Bumiputera<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Organisasi-Organisasi Penting dalam Masa Pergerakan Nasional<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1bf1c467-eead-485a-b9c5-360b747eac81.jpg\" alt=\"Indische Partij\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Anggota Indische Partij (Sumber: id.wikipedia.org)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama masa pergerakan nasional, banyak organisasi yang memainkan peran besar dalam perjuangan menuju kemerdekaan, antara lain:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>1. Budi Utomo (1908)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Fokus pada pendidikan dan kebudayaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>2. Sarekat Islam (1911)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Menggabungkan nilai Islam dan nasionalisme.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>3. Indische Partij (1912)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Organisasi politik pertama yang menyerukan kemerdekaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>4. Perhimpunan Indonesia (1925)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Berbasis di Belanda dan memperjuangkan kemerdekaan lewat diplomasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>5. Partai Nasional Indonesia (1927)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Didirikan oleh Soekarno, memiliki visi kuat tentang Indonesia merdeka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu bukti keberhasilan dari pergerakan nasional adalah terbentuknya kesadaran nasional yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai daerah, suku, dan agama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kelas-11-mengenal-organisasi-kebangsaan-budi-utomo-sarekat-islam-indische-partij\">10 Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia &amp; Tokoh Pendirinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Warisan Abadi dari Masa Pergerakan Nasional<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan pergerakan nasional di Indonesia adalah untuk membebaskan bangsa dari penjajahan dan membentuk negara merdeka yang berdaulat. Perjuangan ini tidak hanya dilakukan dengan senjata, tetapi juga dengan pena, pemikiran, dan pendidikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa pergerakan nasional di Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi modern yang membuka babak baru perjuangan bangsa. Para tokoh pergerakan nasional dari kalangan terpelajar memainkan peran penting dalam menyebarkan semangat kebangsaan melalui pendidikan dan media massa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, semangat itu menjadi warisan abadi. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan membangun negeri ini, salah satunya lewat jalur pendidikan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, kita harus belajar dengan giat agar kita bisa turut membangun negeri melalui pendidikan. Belajarnya tentu saja bersama <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/sma-kelas-11-ips\/sejarah-indonesia\/pendidikan-dan-pergerakan-nasional\/konsep-kilat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong> dengan Master Teacher yang keren dan video pembelajaran yang interaktif!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/f5ad9881-0300-4a8e-a67e-c7974106e42d.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Poesponegoro, Marwanti Djoened &amp; Notosusanto, Nugroho (ed). (2019) Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka<\/p>\n<p>Ricklefs, M.C. (2022) Sejarah Indonesia Modern 1200\u20132008. Jakarta: Serambi<\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&#8216;Anggota Partai Indische: (duduk dari kiri) Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Dr. E.F.E. Douwes Dekker, R.M. Soewardi Soerjaningrat; (berdiri dari kiri): F. Berding, G.L. Top\u00e9e, dan J. Vermaesen.&#8217; (daring) Tautan: https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Indische_Partij#\/media\/Berkas:Leden_van_de_Indische_Partij,_vermoedelijk_te_&#8217;s_Gravenhage,_KITLV_3725.tiff (diakses 6 Maret 2026)<\/p>\n<p>&#8216;Front page of the 2 April 1910 edition of\u00a0<i>Medan Prijaji<\/i><em>.<\/em>&#8216; (daring) Tautan: https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Medan_Prijaji#\/media\/Berkas:Medan_Prijaji.jpg (diakses 6 Maret 2026)<\/p>\n<p>&#8216;Siswa di Sekolah Pertanian untuk Indonesia di Jawa.&#8217; (daring) Tautan: https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Politik_Etis#\/media\/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Leerlingen_van_de_Inlandse_Landbouwschool_Java_TMnr_10002357.jpg (diakses 6 Maret 2026)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama di artikel Sejarah Kelas 11 berikut ini! &#8212; &nbsp; Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah perjuangannya. Kalimat ini bukan sekadar ungkapan, melainkan cerminan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia yang berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":26076,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1772785420:1"],"_edit_last":["1"],"_yoast_wpseo_primary_category":["520"],"_yoast_wpseo_title":["Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama!"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png"],"_knawatfibu_alt":["Pergerakan Nasional"]},"categories":[520,525],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-26076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan &amp; Penyebabnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan &amp; Penyebabnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-06T08:24:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-06T08:26:01+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia\",\"name\":\"Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png\",\"datePublished\":\"2026-03-06T08:24:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-06T08:26:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan &#038; Penyebabnya | Sejarah Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya","description":"Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya","og_description":"Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-03-06T08:24:35+00:00","article_modified_time":"2026-03-06T08:26:01+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia","name":"Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png","datePublished":"2026-03-06T08:24:35+00:00","dateModified":"2026-03-06T08:26:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Seperti apa sejarah pergerakan nasional Indonesia, mulai dari pengertian, tujuan, hingga faktor penyebabnya? Yuk, kita bahas bersama!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pergerakan-nasional-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan &#038; Penyebabnya | Sejarah Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26076"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26105,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26076\/revisions\/26105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}