{"id":26293,"date":"2026-04-13T09:54:26","date_gmt":"2026-04-13T02:54:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=26293"},"modified":"2026-04-13T10:25:38","modified_gmt":"2026-04-13T03:25:38","slug":"sejarah-kerajaan-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh","title":{"rendered":"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Masa Kejayaan, hingga Peninggalannya | Sejarah Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png\" alt=\"Kesultanan \/ Kerajaan Aceh\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Seperti apa sejarah Kerajaan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang Kerajaan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sejarah\/sejarah-sma-kelas-10\">artikel Sejarah Kelas 10<\/a><\/strong> berikut ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ngomongin sejarah kerajaan Islam di Indonesia, nama Aceh hampir selalu muncul di barisan depan. Bukan cuma karena letaknya yang strategis di ujung Barat Nusantara, tapi juga karena perannya yang besar dalam perdagangan, dakwah, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Dari kisah ekspansi wilayah, diplomasi dengan kerajaan dunia, sampai lahirnya ulama dan sastrawan hebat, perjalanan panjang kerajaan ini selalu menarik untuk dipelajari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat artikel ini, kita akan kupas tuntas sejarah Kerajaan Aceh secara lengkap dan runtut. Mulai dari awal berdiri, sistem pemerintahannya, masa kejayaan, hingga faktor kemundurannya. Yuk, langsung saja kita mulai!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kerajaan-kerajaan-maritim-islam-di-nusantara\">Kerajaan-Kerajaan Maritim Islam di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Itu Kesultanan Aceh?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesultanan Aceh adalah sebuah kerajaan Islam besar di Nusantara yang pernah berdiri di wilayah provinsi Aceh sekarang. Secara historis, kerajaan ini dikenal dengan nama Kesultanan Aceh Darussalam dan menjadi salah satu kekuatan politik serta ekonomi penting di kawasan Asia Tenggara. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa disebut kesultanan, yaa karena Aceh merupakan kerajaan Islam. Konsep Islam menggunakan &#8216;sultan&#8217;, yaa. Sementara kalau &#8216;raja&#8217; identik dengan Hindu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-turki-usmani\">Sejarah Turki Usmani, Kekhalifahan Terbesar dalam Islam<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara geografis, lokasi Kesultanan Aceh berada di ujung utara Pulau Sumatra, dengan pusat pemerintahan di Banda Aceh. Jadi, kalau kamu mencari letak Kesultanan Aceh, jawabannya adalah wilayah pesisir utara Sumatra yang langsung berhadapan dengan jalur perdagangan internasional Selat Malaka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesultanan ini memiliki sejarah panjang dari akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-20. Dalam periode tersebut, kerajaan ini dikenal karena:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem pemerintahan yang rapi dan terstruktur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi pendidikan militer yang kuat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlawanan terhadap imperialisme Eropa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan diplomatik dengan berbagai negara<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Sultan pertama kerajaan ini adalah Sultan Ali Mughayat Syah<\/strong> yang dinobatkan pada 1514. Beliau menjadi tokoh penting karena Kesultanan Aceh didirikan oleh kepemimpinannya yang berhasil menyatukan wilayah-wilayah kecil di Aceh.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Asal Mula Kesultanan Aceh<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Kesultanan Aceh dimulai pada akhir abad ke-15. Kerajaan ini berkembang dari wilayah bekas Kerajaan Lamuri, lalu secara bertahap menaklukkan daerah sekitarnya seperti Daya, Pedir, Lidie, dan Nakur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1524, wilayah Pasai berhasil dikuasai, diikuti Aru. Hal ini menandai awal ekspansi besar Aceh sebagai kekuatan politik baru di Sumatra.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah wafatnya Sultan Ali Mughayat Syah, tahta diteruskan oleh putranya Sultan Salahuddin (1528\u20131537). Kemudian digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang memerintah hingga 1568. Pada masa ini, pondasi kekuasaan Aceh semakin kuat, baik dari sisi militer maupun ekonomi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Mau belajar lebih lanjut tentang Kesultanan Aceh? Yuk simak pembahasan lengkapnya di video-video ciamik dari <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/sma-kelas-10-ips\/sejarah-indonesia\/indonesia-zaman-kerajaan-islam\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>. Kamu akan dijelaskan konsepnya secara menarik dari Master Teacher berpengalaman!<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/f5ad9881-0300-4a8e-a67e-c7974106e42d.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Raja-Raja dan Pemerintahan Kesultanan Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">a. Sultan Aceh<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penguasa kerajaan dikenal sebagai raja Kesultanan Aceh atau Sultan. Pada awalnya, pusat pemerintahan berada di Gamp\u00f4ng Pande, lalu pindah ke Dalam Darud Dunia. Pengangkatan Sultan harus disetujui oleh Panglima Sagoe dan mufti kerajaan. Sultan juga wajib membayar \u201cJiname Aceh\u201d sebagai simbol legitimasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Kesultanan Aceh, simbol kekuasaan tertinggi adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keris \u2192 simbol otoritas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cap kerajaan \u2192 simbol legalitas hukum<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa keduanya, keputusan Sultan tidak dianggap sah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">b. Perangkat Pemerintahan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur pemerintahan Aceh cukup kompleks dan modern untuk zamannya. Beberapa lembaga penting di Kesultanan Aceh, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Balai Rong Sari <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 lembaga perencana kerajaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Balai Majlis Mahkamah Rakyat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 semacam parlemen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Balai Gading<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 dewan menteri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Balai Furdhah <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 urusan ekonomi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Balai Laksamana<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 urusan militer<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Balai Baitul Mal<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2192 keuangan negara<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada juga pejabat seperti Syahbandar, Wazir, dan Kadhi yang mengurus bidang perdagangan, hukum, dan administrasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">c. Ul\u00e8\u00ebbalang &amp; Pembagian Wilayah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam administrasi wilayah, kerajaan dibagi menjadi federasi yang disebut dengan Sagoe. Sistem ini diperkuat pada masa reformasi ulama besar Abdurrauf As-Sinkily.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga Sagoe utama meliputi:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sagoe XXII Mukim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sagoe XXV Mukim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sagoe XXVI Mukim<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap wilayah terdiri dari gampong (desa) dan mukim yang memiliki masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Masa Kejayaan Kesultanan Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perjalanan sejarahnya, Kesultanan Aceh mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607\u20131636). Pada periode inilah kerajaan berkembang menjadi kekuatan maritim terbesar di wilayah barat Nusantara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sejarawan sepakat bahwa:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Iskandar Muda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesultanan Aceh mengalami puncak kejayaan pada masa ekspansi wilayah dan dominasi perdagangan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bidang ekonomi,<strong> kerajaan menguasai jalur perdagangan lada<\/strong>. Bahkan bisa dibilang Kesultanan Aceh mencapai kejayaan dalam perdagangan ketika diperintah oleh Iskandar Muda karena kontrol kuat atas pelabuhan strategis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-dinasti-abbasiyah\">Sejarah Dinasti Abbasiyah, Dari Masa Kejayaan Hingga Runtuhnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa ekspansi penting pada masa ini, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penaklukan Pahang (sumber timah)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penguasaan Kedah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan besar ke Portugis di Melaka<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ke Melaka tahun 1629 melibatkan ratusan kapal dan puluhan ribu pasukan, menunjukkan kekuatan militer Aceh saat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain militer, diplomasi Aceh juga berkembang. Aceh menjalin hubungan dengan banyak penguasa dunia, termasuk Kekaisaran Ottoman, kerajaan Inggris di masa Elizabeth I, hingga menjalin hubungan diplomasi dengan Belanda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kemunduran Kesultanan Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah masa kejayaan, kerajaan perlahan melemah. Terdapat beberapa faktor kemunduran Kesultanan Aceh, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik internal dan perebutan tahta<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melemahnya kontrol pusat terhadap Ul\u00e8\u00ebbalang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menguatnya kekuasaan kolonial Belanda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perang saudara berkepanjangan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perpecahan politik membuat wilayah-wilayah otonom semakin independen. Belanda kemudian memanfaatkan kondisi ini untuk memperluas kekuasaan di Sumatra.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya terjadi setelah Traktat Sumatra 1871, yang membuka jalan bagi invasi Belanda. Tahun 1873, Belanda mendarat di Aceh dan memulai perang panjang yang akhirnya mengakhiri kekuasaan kesultanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\">Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Peninggalan<b> Kesultanan Aceh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun banyak bangunan hancur akibat perang, masih ada sejumlah warisan berharga yang bisa kita lihat sampai sekarang.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>a. Arsitektur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa peninggalan penting di bidang arsitektur, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Benteng Indra Patra<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid Tua Indrapuri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komplek Kandang XII<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pinto Khop<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunongan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid Raya modern di Aceh sekarang, yaitu Masjid Raya Baiturrahman, sebenarnya bukan bangunan asli kesultanan karena yang lama sudah hancur saat perang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengaruh-islam-di-kehidupan-masa-kini\">Pengaruh Islam di Indonesia dalam Berbagai Bidang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>b. Kesusastraan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aceh dikenal sebagai pusat intelektual Islam di Asia Tenggara. Banyak karya sastra lahir dari kerajaan ini. Tokoh penting di bidang sastra adalah Nuruddin Ar-Raniry dengan karya \u201cBustanus Salatin\u201d. Selain itu, Kesultanan Aceh juga memiliki seorang sastrawan besar bernama Hamzah Fansuri yang dikenal lewat karya-karya sufistiknya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>c. Karya Keagamaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak kitab keislaman ditulis oleh ulama Aceh dan digunakan luas di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan peran Aceh sebagai pusat penyebaran ilmu agama Islam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">d.<b> Militer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang militer, Aceh memiliki teknologi persenjataan yang maju. Bahkan ada meriam Kesultanan Aceh yang dibuat dari kuningan setelah mendapat bantuan teknisi dari Kekaisaran Ottoman pada masa Sultan Selim II. Kemampuan memproduksi meriam sendiri menunjukkan bahwa Aceh bukan hanya kuat secara politik, tapi juga dari segi teknologi militer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perang-aceh\"><b>Sejarah Perang Aceh: Latar Belakang, Tokoh, dan Akhir Perang<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pembahasan panjang ini, kita bisa melihat bahwa Kesultanan Aceh Darussalam bukan sekadar kerajaan biasa. Aceh adalah pusat kekuatan politik, perdagangan, militer, dan intelektual di Nusantara selama berabad-abad.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, mencapai kejayaan di masa Sultan Iskandar Muda, hingga akhirnya melemah akibat konflik internal dan tekanan kolonial, perjalanan kerajaan ini memberi banyak pelajaran tentang kepemimpinan, strategi, dan dinamika kekuasaan. Warisan budaya, arsitektur, serta karya keilmuan yang ditinggalkan tetap menjadi bukti betapa besarnya pengaruh Aceh dalam sejarah Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar sejarah kerajaan seperti Aceh bukan cuma soal mengingat nama raja atau tahun peristiwa. Lebih dari itu, kita bisa memahami bagaimana peradaban berkembang, bagaimana kekuasaan dikelola, dan bagaimana masyarakat menghadapi perubahan zaman. Kalau kamu lagi belajar sejarah Indonesia, topik ini penting banget karena memperlihatkan peran Nusantara dalam jaringan dunia sejak berabad-abad lalu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mau memperbanyak latihan soal sejarah untuk persiapan PTS maupun PAS? Biar makin percaya diri dalam mengerjakan soal ujian, langsung aja <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">langganan ruanguji<\/a><\/strong>!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1ad37b41-095b-4aff-827b-35b18342bcbe.jpeg\" alt=\"CTA ruanguji\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Dahlia. (2023) <em>Seri Informasi Cagar Budaya: Kompleks Makam Kandang<\/em>. Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekonologi.<\/p>\n<p>Djajadiningrat, Hoesein. (1983)\u00a0<em>Kesultanan Aceh<\/em>. Daerah Istimewa Aceh: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Pengembangan Permuseuman.<\/p>\n<p><em>Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam<\/em>. Surabaya: Digilib UIN Sunan Ampel, 2014. https:\/\/digilib.uinsa.ac.id\/11501\/8\/bab%202.pdf.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti apa sejarah Kerajaan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang Kerajaan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya di artikel Sejarah Kelas 10 berikut ini! &#8212; &nbsp; Kalau ngomongin sejarah kerajaan Islam di Indonesia, nama Aceh hampir selalu muncul di barisan depan. Bukan cuma karena letaknya yang strategis di ujung Barat Nusantara, tapi juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":26293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1776050597:1"],"_edit_last":["1"],"_yoast_wpseo_primary_category":["520"],"_yoast_wpseo_title":["Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Kejayaan, & Peninggalannya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Seperti apa sejarah kesultanan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang kesultanan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya!"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png"],"_knawatfibu_alt":["Kerajaan Aceh"]},"categories":[520,524],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-26293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","category-sejarah-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Kejayaan, &amp; Peninggalannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seperti apa sejarah kesultanan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang kesultanan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Kejayaan, &amp; Peninggalannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seperti apa sejarah kesultanan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang kesultanan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-13T02:54:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-13T03:25:38+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh\",\"name\":\"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Kejayaan, & Peninggalannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png\",\"datePublished\":\"2026-04-13T02:54:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-13T03:25:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Seperti apa sejarah kesultanan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang kesultanan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Masa Kejayaan, hingga Peninggalannya | Sejarah Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Kejayaan, & Peninggalannya","description":"Seperti apa sejarah kesultanan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang kesultanan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Kejayaan, & Peninggalannya","og_description":"Seperti apa sejarah kesultanan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang kesultanan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-04-13T02:54:26+00:00","article_modified_time":"2026-04-13T03:25:38+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh","name":"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Kejayaan, & Peninggalannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png","datePublished":"2026-04-13T02:54:26+00:00","dateModified":"2026-04-13T03:25:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Seperti apa sejarah kesultanan Aceh di Indonesia? Yuk, kita bahas tentang kesultanan Aceh, mulai dari asal mula, hingga peninggalannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3661bddb-b77d-4d1f-92ca-3e3f24f9f548.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sejarah-kerajaan-aceh#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Masa Kejayaan, hingga Peninggalannya | Sejarah Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26293"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26298,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26293\/revisions\/26298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}