{"id":26557,"date":"2026-06-09T10:31:21","date_gmt":"2026-06-09T03:31:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=26557"},"modified":"2026-06-09T11:24:19","modified_gmt":"2026-06-09T04:24:19","slug":"resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm","title":{"rendered":"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png\" alt=\"The Art of Loving\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Erich Fromm, filsuf, psikolog, dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Lalu, bagaimana kita sebagai manusia sebaiknya menyikapi cinta? Yuk simak ulasannya pada resensi berikut!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pendahuluan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa lagu bertema \u201ccinta\u201d selalu diminati? Begitupun soal film atau series. \u201cCinta\u201d seakan jadi tema besar yang sangat \u201claku\u201d hampir di setiap sendi kehidupan, terutama dalam dunia entertain. Seringkali aku bertanya, sebenarnya cinta itu apa? Apakah hubungan antara dua orang lawan jenis? Atau antara orang tua terhadap anaknya? Ah, cinta bisa masuk ke banyak hal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tema menarik inipun membuat seorang Erich Fromm meneliti perihal cinta itu apa. Bukan hanya sebatas definisi, tapi sampai ke ranah praksis. Di sini Fromm seakan-akan seperti guru bagaimana cinta itu tumbuh dengan kedisiplinan. Buku ini bukan tentang \u201cbagaimana cara mendapatkan pasangan\u201d, tapi balik lagi ke \u201cdisiplin mencintai\u201d. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi beliau, cinta itu soal seni yang perlu kedisiplinan untuk menumbuhkannya sampai menemukan titik \u201crasa\u201d yang sesungguhnya. Tapi, tiba-tiba terbesit pertanyaan \u201cjadi cinta itu soal rasa atau tindakan?\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Isi Buku<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta bukan sebagai emosi spontan, melainkan sebagai sebuah keterampilan yang harus dipelajari dan dilatih. Fromm menentang pandangan umum bahwa masalah cinta terletak pada menemukan pasangan yang tepat. Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah mengembangkan kemampuan untuk mencintai secara matang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku ini, Fromm menjelaskan bahwa cinta yang sehat terdiri dari empat elemen utama: perhatian (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">care<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), tanggung jawab (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">responsibility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), rasa hormat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">respect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), dan pemahaman (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">knowledge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Ia juga membedakan berbagai bentuk cinta, seperti cinta persaudaraan, cinta orang tua, cinta romantis, cinta terhadap diri sendiri, dan cinta spiritual.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-kepalungan-budaya-karya-bambang-hidayat\">Kebudayaan, Sains, dan Masa Depan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58cb9464-a059-4339-b2a4-7ca59dab9775.png\" alt=\"Identitas Buku The Art of Loving\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Keunggulan Buku<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keunggulan buku ini terletak pada pendekatannya yang filosofis dan reflektif. Fromm mengajak pembaca melihat cinta sebagai tindakan aktif, bukan sekadar perasaan pasif. Gagasannya relevan bagi siapa saja yang ingin memahami hubungan manusia secara lebih mendalam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kelemahan Buku<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fromm banyak menggunakan pendekatan filsafat, sosiologi, dan psikoanalisis. Akibatnya, beberapa konsep terasa idealistis dan kurang memberikan panduan praktis yang konkret bagi pembaca yang mencari solusi hubungan sehari-hari. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, buku ini ditulis pada tahun 1950-an, jauh sebelum berkembangnya penelitian psikologi hubungan modern. Banyak argumennya dibangun dari observasi dan pemikiran filosofis, bukan dari data empiris yang kuat sebagaimana standar psikologi saat ini. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, Fromm sering menjelaskan bagaimana manusia &#8220;seharusnya&#8221; mencintai. Sebagian pembaca mungkin merasa bahwa definisinya tentang cinta yang matang terlalu ideal dan tidak selalu mencerminkan kompleksitas hubungan manusia yang nyata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paling pamungkas, buku ini cenderung menawarkan konsep cinta yang universal. Dalam praktiknya, pengalaman cinta dipengaruhi oleh budaya, kepribadian, trauma, dan kondisi sosial yang sangat beragam, sehingga tidak semua orang akan merasa terwakili oleh pandangan Fromm.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kesimpulan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Art of Loving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan buku tentang cara mendapatkan pasangan atau mempertahankan hubungan secara praktis. Buku ini lebih merupakan refleksi filosofis tentang apa arti mencintai sebagai manusia yang dewasa. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski beberapa gagasannya terasa idealistis dan kurang didukung penelitian modern, pemikiran Fromm tetap relevan karena mengingatkan bahwa cinta bukan sekadar perasaan, melainkan komitmen untuk bertumbuh bersama diri sendiri dan orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-keajaiban-yang-mengubah-hidup-dari-bersikap-tidak-ambil-pusing-karya-sarah-knight\">Seni Tidak Ambil Pusing Menjalani Hidup<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>Tentang Peresensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span data-sheets-root=\"1\">Muhammad Zulfikar, Karyawan Ruangguru yang bekerja sebagai Social Media Associate dalam departemen Performance Marketing. Alumni Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta. Akun instagram: @joulesharejarah dengan niche membahas sejarah toponimi. Buku yang telah ditulis: Pertarungan Surat Kabar Harian Rakjat Versus Abadi untuk Memengaruhi Pilihan Politik Masyarakat (1952-1955) penerbit Respublica Institute.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cb54667e-54d6-4f12-b0a7-444d9b784383.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Erich Fromm, filsuf, psikolog, dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Lalu, bagaimana kita sebagai manusia sebaiknya menyikapi cinta? Yuk simak ulasannya pada resensi berikut! &#8212; &nbsp; Pendahuluan Kenapa lagu bertema \u201ccinta\u201d selalu diminati? Begitupun soal film atau series. \u201cCinta\u201d seakan jadi tema besar yang sangat \u201claku\u201d hampir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":26557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1780979060:1"],"_edit_last":["1"],"_yoast_wpseo_primary_category":["1"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["3"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Erich Fromm, psikolog dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Simak resensinya berikut!"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png"],"_knawatfibu_alt":["The Art of Loving"]},"categories":[1],"tags":[232,235],"class_list":["post-26557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-dunia-kata","tag-resensi-buku"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Erich Fromm, psikolog dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Simak resensinya berikut!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Erich Fromm, psikolog dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Simak resensinya berikut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-09T03:31:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-09T04:24:19+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ruangguru\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm\",\"name\":\"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png\",\"datePublished\":\"2026-06-09T03:31:21+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-09T04:24:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835\"},\"description\":\"Erich Fromm, psikolog dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Simak resensinya berikut!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835\",\"name\":\"Ruangguru\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ruangguru\"},\"description\":\"Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA\/SMK.\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/ruangguru\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm","description":"Erich Fromm, psikolog dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Simak resensinya berikut!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm","og_description":"Erich Fromm, psikolog dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Simak resensinya berikut!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-06-09T03:31:21+00:00","article_modified_time":"2026-06-09T04:24:19+00:00","author":"Ruangguru","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Ruangguru","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm","name":"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png","datePublished":"2026-06-09T03:31:21+00:00","dateModified":"2026-06-09T04:24:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835"},"description":"Erich Fromm, psikolog dan sosiolog asal Jerman, menulis buku tentang seni mencintai. Apa arti cinta menurut Fromm? Simak resensinya berikut!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/ee07215e-ef44-4938-8b69-5d9a0f05631c.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resensi-buku-the-art-of-loving-erich-fromm#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Resensi Buku The Art of Loving, Seni Mencintai Ala Erich Fromm"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2dae6813d3ea483a4f4b1daa8507c835","name":"Ruangguru","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/14d3dacd366167accd4a3df50466ac6140d602884d5c3534f50bab7acaa331fe?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ruangguru"},"description":"Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA\/SMK.","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/ruangguru"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26557"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26566,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26557\/revisions\/26566"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}