{"id":2698,"date":"2025-08-20T09:00:37","date_gmt":"2025-08-20T02:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2698"},"modified":"2025-08-24T16:31:21","modified_gmt":"2025-08-24T09:31:21","slug":"mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan","title":{"rendered":"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg\" alt=\"5 Fase Kesedihan\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: center;\"><em>Artikel ini membahas cara mengikhlaskan suatu kegagalan dengan 5 fase kesedihan dari psikiater Elisabeth Ross.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Hi<\/em>, <em>hope this article finds you well<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar tiga bulan yang lalu, hari Rabu, di bulan Mei, aku nangis sejadi-jadinya kayak orang batal nikah. Padahal, belum tau rasanya dijanjiin nikah gimana, tetapi menurut Mamaku, aku nangis sampai suaraku habis dan demam selama 2 hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat itu duniaku runtuh. Untuk kedua kalinya, aku terpaku di depan layar laptop. Setelah gagal di SNBP, aku kembali menerima keterangan bertuliskan:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/3ce425a4-c900-4a94-896e-44a5207e18b9.png\" alt=\"contoh pengumuman snbt\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua <em>goals <\/em>yang aku tempel di <em>whiteboard<\/em> kamar, impian untuk berada di satu kampus yang sama dengan sahabat dan pacar, hingga makara UI yang selalu jadi <em>wallpaper homescreen<\/em> di ponsel seketika hilang arti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awalnya nggak percaya, bolak-balik <em>refresh page,<\/em> namun hasilnya tetap sama. Mengingat usahaku yang rutin ikut <em>tryout<\/em> dan masuk predikat 10 besar. Juga kemanapun aku pergi, ada <em>notes<\/em> berisi rangkuman materi UTBK yang selalu aku taruh di dalam tas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">Iya, aku seambis itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">15 menit setelah pengumuman, grup kelas langsung ramai. Ada beberapa nama yang berhasil masuk PTN, walaupun aku tahu perjuangan mereka tak sebanding dengan <em>effort <\/em>yang aku keluarkan. Makanya, begitu tahu aku nggak lolos, teman-temanku jadi penasaran dan membantu mengecek hasil SNBT. Sampai mereka bertanya, \u201c<em>Kok bisa sih lo nggak masuk UI?\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya mana aku tahu? Haruskah aku demo di depan <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fakultas-dan-jurusan-di-ui\">Balairung UI<\/a><\/strong>, kemudian minta pertanggungjawaban Rektor sambil teriak:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cPak, kenapa saya nggak lolos SNBT? Bapak nggak tau berapa uang yang udah Mama saya keluarin buat bayar bimbel? Apa Bapak paham rasanya jadi orang yang nggak lolos PTN, sementara teman-temannya masuk UI<\/em>?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak pertanyaan yang muncul di kepala. Aku bingung, sedih, dan kecewa. Sulit menerima kenyataan bahwa aku ditolak. Waktu itu, hatiku sakit banget. Apa iya usaha yang aku lakukan selama ini belum cukup untuk masuk PTN?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mamaku bilang, \u201c<em>Teh, <\/em>kalau memang belum jalannya, jangan dipaksa&#8230;\u201d Berat hati aku mengiyakan petuah Mama, hingga akhirnya memutuskan untuk daftar di perguruan tinggi swasta, berusaha <em>move on <\/em>dari kesedihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perlu proses untuk <\/strong><strong><em>healing <\/em><\/strong><strong>dari kegagalan yang aku alami.<\/strong> Dari yang awalnya nggak percaya, lalu marah, mengurung diri di kamar sampai berada di titik yang membuat aku sadar bahwa <strong>gapapa kok masuk kampus swasta, mungkin ini pilihan terbaik.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses tadi lumayan memakan waktu. Bahkan, ketika duduk di semester awal perkuliahan, aku masih mengingat luka dari kegagalan itu. Tapi, ya sudah, <em>life must go on<\/em>. <strong>Proses inilah yang dinamakan 5 Tahap Kesedihan atau 5 Stages of Grief.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/dunning-kruger-effect\" rel=\"noopener\">Dunning Kruger Effect: Alasan Kenapa Orang Merasa Paling Baik<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa itu 5 Tahap Kesedihan?<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5 Tahap Kesedihan adalah teori yang <span style=\"color: #202124;\">dikembangkan oleh psikiater <strong>Elisabeth K\u00fcbler-Ross<\/strong>. Beliau berpendapat bahwa tiap orang mengalami 5 tahap untuk melewati kesedihan. Kesedihan yang dimaksud di sini bersifat universal, bisa berasal dari kematian, didiagnosa penyakit serius, putus cinta, termasuk kegagalanku di SNBT beberapa bulan lalu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Penolakan (<em>Denial<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">30 detik setelah membaca keterangan di laptop, aku mengetahui fakta bahwa aku ditolak menjadi mahasiswi baru Universitas Indonesia. Tapi, aku nggak percaya dan bertanya dalam hati, \u201c<\/span><em><span style=\"color: #202124;\">Ini beneran?\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Ternyata, <\/span><strong><span style=\"color: #202124;\">ketidakpercayaan atas suatu peristiwa yang terjadi adalah bentuk penolakan atau Denial. <\/span><\/strong><span style=\"color: #202124;\">Ketika mendapatkan hal-hal buruk, kita berusaha menyangkal fakta tersebut, bahkan menganggap bahwa hal itu merupakan sebuah kesalahan yang dapat diperbaiki, meskipun tak pernah bisa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Apakah kamu juga merasakan tahap ini ketika menerima informasi yang menyakitkan? Kalau iya, tak perlu panik.<\/span><strong><span style=\"color: #202124;\"><em>\u00a0Denial<\/em> merupakan bentuk mekanisme perlindungan terhadap perubahan emosional yang mendadak<\/span><\/strong><span style=\"color: #202124;\">. <span style=\"font-weight: bold;\"><em>Denial<\/em><\/span><span style=\"font-weight: normal;\">\u00a0<\/span><\/span><span style=\"color: #202124;\">membantu mengurangi rasa sakit dari kesedihan yang dialami.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kemarahan (<em>Anger<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #202124;\">Tahap yang kedua adalah <em>Anger<\/em>, saat manusia mulai menyalahkan diri sendiri, orang lain, dan Tuhan atas kejadian yang menimpanya.<\/span><\/strong><span style=\"color: #202124;\"> Amarah datang setelah kita sadar bahwa hal tersebut benar-benar lenyap dari kehidupan dan mau tidak mau, <\/span><em><span style=\"color: #202124;\">we have to pass it through<\/span><\/em><span style=\"color: #202124;\">. Untuk melewatinya, tak jarang kita mengeluarkan emosi untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan%20(inf%201).jpg\" alt=\"fase anger - 5 tahap kesedihan\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Dalam kasus ini, aku marah sama semua orang. Apa panitia SNBT salah mengoreksi lembar jawabanku? Kenapa sih Tuhan jahat banget? Aku udah belajar mati-matian, <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bacaan-niat-dan-doa-sholat-tahajud\">sholat Tahajud<\/a><\/strong> tapi keinginanku belum dikabulkan. Atau sebenarnya aku bodoh sampe bisa kalah dengan murid lainnya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Tawar-Menawar (<em>Bargaining<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Tahap ketiga yaitu tawar-menawar. Dalam tahap <\/span><em><strong><span style=\"color: #202124;\">Bargaining<\/span><\/strong><\/em><span style=\"color: #202124;\">, seringkali kita memikirkan opsi-opsi untuk meminimalisir kejadian yang tidak mengenakkan di masa lalu. <\/span><em><strong><span style=\"color: #202124;\">Bargaining<\/span><\/strong><\/em> <strong><span style=\"color: #202124;\">mendorong manusia untuk berandai-andai akan adanya kesempatan kedua <\/span><\/strong><span style=\"color: #202124;\">agar<\/span> <span style=\"color: #202124;\">bisa memperbaiki keadaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Kegagalan di SBMPTN membuatku menyesal memilih Sastra Inggris UI di pilihan pertama. Mungkin peluang lolosnya akan lebih besar jika mengambil <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/tips-memilih-jurusan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jurusan<\/a> dengan <\/span><em><span style=\"color: #202124;\">passing grade <\/span><\/em><span style=\"color: #202124;\">yang lebih rendah. Andai saja hidup bisa diulang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Ketika tahap ini berlangsung, manusia merasa tidak berdaya. <\/span><strong><span style=\"color: #202124;\"><em>Bargaining<\/em> membuat orang kembali mengingat kesalahan di masa lalu<\/span><\/strong><span style=\"color: #202124;\">. Muncul asumsi jika segala sesuatunya dilakukan dengan cara berbeda, mungkin saja peristiwa tersebut takkan terjadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Depresi (<em>Depression<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Di tahap-tahap sebelumnya, kesedihan membuat kita lebih aktif bereaksi terhadap lingkungan di sekitar, seperti marah. <\/span><strong><span style=\"color: #202124;\">Namun, pada tahap <em>Depression<\/em>, kita bakal menjauh dari orang-orang dan berdiam diri.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #202124;\">Ketika sadar bahwa kesempatan tak bisa diulang, aku semakin larut dalam kesedihan, sakit hatiku semakin menjalar. Apakah aku bisa sukses tanpa masuk PTN? Aku jadi malu bertemu dengan teman-teman yang berhasil. Aku butuh waktu sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong><span style=\"color: #000000;\">Depression <\/span><\/strong><\/em><span style=\"color: #000000;\">membawa kita tenggelam dalam duka yang lebih dalam. Kehilangan motivasi, nafsu makan hingga enggan bersosialisasi dengan orang lain. Ada kalanya kita bangun dengan mata sembab karena menangis sepanjang malam. <\/span><strong><span style=\"color: #000000;\"><em>Depression<\/em> di sini bukanlah gangguan kesehatan mental, asalkan tidak berlangsung terus menerus.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-hidup-mindfulness\">Mindfulness: Cara Menyayangi Diri dengan Hidup di Saat Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Penerimaan (<em>Acceptance<\/em>)<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah melewati empat tahap, <\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">perlahan kita mencoba menerima keadaan tanpa melawan kenyataan yang ada<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">. Kesedihan akan tetap terasa, namun tidak ada lagi amarah atau proses tawar menawar yang keluar. <\/span><em><strong><span style=\"color: #000000;\">Acceptance <\/span><\/strong><\/em><span style=\"color: #000000;\">mengajarkan manusia untuk ikhlas. Di tahap ini, kita disarankan melanjutkan hidup daripada meratapi nasib.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang Mama bilang \u201c<\/span><em><span style=\"color: #000000;\">Kalau bukan jalannya jangan dipaksa,\u201d<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> aku sadar bahwa PTN bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih cita-cita. Aku harus <\/span><em><span style=\"color: #000000;\">move on <\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\">dan melanjutkan hidupku, yaitu dengan mendaftar di universitas swasta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Perlu diketahui, tidak semua manusia melewati kelima tahap ini. Ada yang cuma melewati tiga atau empat tahap. Tahapannya pun tidak selalu berurutan. Bisa saja dimulai dari tahap ketiga kemudian loncat ke tahap pertama. <\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">Karena tiap orang punya cara sendiri untuk melewati kesedihannya.\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Berapa lama prosesnya? Tergantung seberapa besar luka yang dipendam. <\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">Aku sendiri perlu satu tahun untuk bangkit dan percaya kalau tempatku bukan di UI, melainkan di kampusku sekarang. <\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">Semoga kamu bisa melewatinya lebih cepat ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Artikel ini aku tulis untuk semua yang gagal memenuhi ekspektasi diri sendiri dan orang tua. Percaya deh, dunia ini luas banget, kamu bakal ketemu opsi-opsi lain buat mewujudkan mimpimu. Tapi kalau mau nangis dulu gapapa, jangan dipendam rasa sedihnya, oke?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah itu, pelan-pelan tarik napas\u2026 dan mulai lihat ke depan. Gagal sekali bukan akhir segalanya. Justru ini bisa jadi titik balik untuk kamu berhenti sejenak, mengenal diri lebih dalam, dan memilih ulang jalan yang benar-benar kamu mau. Nggak usah buru-buru, kamu nggak ketinggalan apa-apa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu bisa ambil <em>gap year<\/em> untuk persiapan UTBK-SNBT yang lebih matang di tahun depan. Selama setahun ke depan, kamu bisa menyusun ulang strategi belajar, khususnya pelajaran yang belum kamu kuasai. Nah, kalau kamu mau belajar lebih mudah selama\u00a0<em>gap year,<\/em> kamu bisa pelajari materi ujian seleksi masuk PTN dengan mengerjakan tryout di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruanguji<\/a><\/strong>! Yuk, cobain sekarang!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/4d67385e-8dfc-4cd3-8931-2ec9d1ca1c6d.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruanguji Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">5 Tahap Kesedihan [Daring]. Tautan: <em>www.verywellmind.com\/five-stages-of-grief-4175361\u00a0<\/em>(diakses 29 Maret 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tahap Depresi [Daring]. Tautan: <em>www.psycom.net\/depression.central.grief\u00a0<\/em>(diakses 29 Maret 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tahap Tawar-Menawar [Daring]. Tautan: <em>www.healthline.com\/health\/stages-of-grief#bargaining<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tahap Tawar-Menawar [Daring]. Tautan: <em>www.econdolence.com\/learning-center\/grief-and-coping\/the-stages-of-grief\/third-stage-of-grief-bargaining <\/em>(diakses 29 Maret 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas cara mengikhlaskan suatu kegagalan dengan 5 fase kesedihan dari psikiater Elisabeth Ross. &#8212; &nbsp; Hi, hope this article finds you well. Sekitar tiga bulan yang lalu, hari Rabu, di bulan Mei, aku nangis sejadi-jadinya kayak orang batal nikah. Padahal, belum tau rasanya dijanjiin nikah gimana, tetapi menurut Mamaku, aku nangis sampai suaraku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":2698,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1756027747:1"],"_wp_old_date":["2022-06-24"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_yoast_wpseo_metadesc":["Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-2698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-20T02:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-24T09:31:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan\",\"name\":\"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-20T02:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-24T09:31:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa\"},\"description\":\"Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan","description":"Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan","og_description":"Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-08-20T02:00:37+00:00","article_modified_time":"2025-08-24T09:31:21+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan","name":"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg","datePublished":"2025-08-20T02:00:37+00:00","dateModified":"2025-08-24T09:31:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa"},"description":"Kegagalan adalah cara manusia untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Ada cara ampuh untuk memahami rasa sedihmu, yaitu 5 Tahap Kesedihan. Simak yuk!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%205%20Fase%20Kesedihan.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengikhlaskan-kegagalan-sbmptn-dengan-5-tahap-kesedihan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Tahap Kesedihan: Sebuah Cara untuk Mengikhlaskan Kegagalan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2698"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2698\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24485,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2698\/revisions\/24485"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}