{"id":27976,"date":"2026-10-05T15:17:51","date_gmt":"2026-10-05T08:17:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?p=27976"},"modified":"2026-10-05T15:17:51","modified_gmt":"2026-10-05T08:17:51","slug":"majas-personifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi","title":{"rendered":"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri &#038; Contoh Kalimatnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png\" alt=\"majas personifikasi\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pernah membaca kalimat yang seolah-olah membuat benda mati bisa tersenyum, berlari, atau bahkan menangis? Nah, itulah salah satu ciri majas personifikasi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>&#8220;Langit dan laut saling membantu&#8221;<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mencipta awan hujan pun turun&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ketika dunia saling membantu&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lihat cinta mana yang tak jadi satu&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu pernah dengar lagu di atas? Itu merupakan penggalan lirik lagu Nadin Amizah yang judulnya Sorai. Lalu, apa hubungannya dengan majas personifikasi yang akan kita pelajari?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coba <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">deh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kamu perhatikan baris pertamanya &#8220;<\/span><em>Langit dan laut saling membantu<\/em>&#8220;<span style=\"font-weight: 400;\">, langit dan laut merupakan benda mati yang digambarkan bisa melakukan hal seperti manusia yaitu saling membantu. Nah, seperti itulah majas personifikasi, memberikan sifat atau kemampuan manusia kepada benda mati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih bingung apa yang dimaksud dengan majas personifikasi? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Majas Personifikasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu majas personifikasi? <\/span><strong>Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau kemampuan manusia kepada benda mati atau hal yang bukan manusia<\/strong>. <span style=\"font-weight: 400;\">Dengan gaya bahasa ini, benda mati seolah-olah bisa melakukan hal yang biasanya hanya dilakukan oleh manusia. Contohnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<em>angin <\/em><\/span><em><strong>berbisik<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span>&#8220;<em>matahari <strong>tersenyum<\/strong><\/em>&#8220;<i>.<\/i><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/90638e9d-8489-438d-bea2-13d923d3cbe9.png\" alt=\"matahari tersenyum\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Sumber: detik.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Majas personifikasi cukup sering digunakan dalam karya sastra, terutama <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-puisi-dan-unsur-pembentuk-puisi\">puisi<\/a><\/strong>. Lewat majas ini, benda atau sesuatu yang sebenarnya tidak memiliki sifat seperti manusia dapat digambarkan seolah-olah mampu bertindak, merasakan, atau memiliki emosi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasilnya, puisi terasa lebih hidup dan ekspresif, sehingga pembaca bisa lebih mudah membayangkan suasana sekaligus merasakan emosi yang ingin disampaikan penyair.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu contohnya, kalimat &#8220;<em>bulan tersenyum di balik awan<\/em>&#8220;. Bulan tentu tidak benar-benar bisa tersenyum, tetapi penggambaran tersebut membuat suasana dalam puisi terasa lebih hidup dan imajinatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-jenis-dan-contoh-majas\">Pengertian Majas, Jenis-Jenis, dan Contohnya, Lengkap!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Majas Personifikasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, majas personifikasi dapat dikenali dari cara penulis menggambarkan benda mati atau sesuatu yang bukan manusia seolah-olah memiliki sifat, kemampuan, dan perilaku seperti manusia. Berikut beberapa cirinya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Memberikan sifat atau karakter manusia pada benda mati<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benda mati digambarkan seolah-olah memiliki sifat, perasaan, atau karakter seperti manusia. Misalnya, &#8220;<em>angin malam terasa sedih<\/em>&#8220;. Kata sedih merupakan perasaan manusia yang diberikan kepada angin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menggambarkan benda mati seolah dapat melakukan tindakan manusia<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benda mati digambarkan mampu melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan manusia. Contohnya, &#8220;<em>ombak saling berkejaran menuju pantai<\/em>&#8220;. Kata berkejaran merupakan tindakan yang dilakukan seolah-olah ombak dapat berperilaku seperti manusia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Menggambarkan benda mati seolah memiliki kemampuan atau pancaindra manusia<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benda mati dapat digambarkan seolah-olah mampu melihat, mendengar, berbicara, merasakan, atau melakukan hal lain yang membutuhkan kemampuan manusia. Contohnya, &#8220;<em>angin berbisik di antara pepohonan<\/em>&#8220;. Kata berbisik menunjukkan seolah-olah angin dapat berbicara seperti manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Biar belajar nggak terasa monoton, coba pahami materi ini lewat video interaktif di <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/membuat-pidato-persuasif-subtopi-83mlbrcz-hr-smp-kelas-9-kurikulum-merdeka\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Adapto<\/a><\/strong>, yuk!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/03bc3cd8-c61a-4afa-95bd-68e2609d2d95.png\" alt=\"CTA ADAPTO\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Fungsi Majas Personifikasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan majas personifikasi bukan sekadar untuk membuat kalimat terdengar lebih indah. Gaya bahasa ini juga membantu penulis menyampaikan gambaran, suasana, dan emosi dengan cara yang lebih hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-metafora\">Contoh Majas Metafora beserta Penjelasan Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Membuat tulisan lebih hidup dan imajinatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Majas personifikasi membuat benda mati atau sesuatu yang bukan manusia seolah-olah dapat bertindak dan memiliki sifat seperti manusia. Dengan begitu, tulisan terasa lebih hidup dan tidak monoton.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Membantu pembaca membayangkan suatu keadaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggambaran yang menggunakan majas personifikasi dapat membuat pembaca lebih mudah membayangkan apa yang sedang terjadi. Contohnya, &#8220;<em>ombak berkejaran menuju pantai<\/em>&#8220;, membuat pembaca dapat membayangkan gerakan ombak yang datang silih berganti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Membangun suasana dan emosi dalam tulisan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Majas personifikasi juga dapat digunakan untuk memperkuat suasana atau emosi yang ingin disampaikan. Misalnya, kalimat &#8220;<em>hujan menangis sejak pagi<\/em>&#8221; dapat memberikan kesan suasana yang murung atau sedih. Dengan begitu, pembaca tidak hanya memahami situasinya, tetapi juga dapat ikut merasakan suasana yang dibangun penulis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Membuat penyampaian pesan lebih menarik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi atau gambaran yang disampaikan dengan majas personifikasi bisa terasa lebih menarik karena menggunakan ungkapan yang tidak biasa. Gaya bahasa ini membuat pembaca lebih tertarik untuk mengikuti tulisan dan memahami maksud yang ingin disampaikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Menambah nilai estetis pada karya sastra<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam puisi, cerpen, dan karya sastra lainnya, majas personifikasi dapat membuat pilihan kata menjadi lebih indah dan ekspresif. Benda-benda di sekitar kita dapat digambarkan dengan cara yang lebih kreatif sehingga karya terasa lebih kaya dan memiliki daya tarik tersendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Penerapan Majas Personifikasi dan Artinya<\/span><\/h2>\n<p>Coba deh perhatikan beberapa contoh majas personifikasi di bawah ini. Supaya lebih mudah dipahami, kita juga akan melihat makna sebenarnya dari setiap kalimat.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Cacing-cacing di perutku demo minta diberi makan.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: Perut terasa sangat lapar. Kata demo menggambarkan seolah-olah cacing di dalam perut dapat melakukan aksi seperti manusia untuk meminta makanan.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Awan menangis sepanjang hari.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: Hujan turun terus-menerus. Kata menangis merupakan aktivitas manusia yang digunakan untuk menggambarkan air hujan yang turun dari awan.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Ombak laut saling berkejaran menuju pantai yang berpasir.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: Ombak bergerak menuju pantai secara bergantian dan tampak seperti sedang saling mengejar. Kata berkejaran membuat gerakan ombak seolah-olah menyerupai aktivitas manusia.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Si jago merah melahap perkampungan itu.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: Kebakaran menghanguskan perkampungan tersebut. Kata melahap biasanya digunakan untuk menggambarkan aktivitas makan, tetapi dalam kalimat ini digunakan untuk menggambarkan api yang membakar sesuatu.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Jembatan ini selalu memakan korban tiap tahunnya.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: Terjadi kecelakaan di jembatan tersebut setiap tahun hingga menyebabkan korban. Kata memakan seolah-olah membuat jembatan dapat melakukan tindakan seperti makhluk hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-ironi\">Contoh Majas Ironi, Pengertian, dan Ciri-Cirinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Latih kemampuan mengingat, fokus, dan konsentrasi melalui pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan level anak, lengkap dengan latihan dan laporan perkembangan. Klik banner di bawah ini untuk mulai konsultasi!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><a href=\"https:\/\/www.memoryacademy.id\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c7c72030-a453-4615-a2e9-b07710024dbb.png\" alt=\"CTA Memory Academy\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Perbedaan Majas Personifikasi dengan Jenis Majas Lain<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Majas personifikasi terkadang dianggap mirip dengan beberapa jenis majas lainnya, terutama metafora. Hal ini wajar karena sama-sama menggunakan bahasa kiasan untuk membuat suatu kalimat lebih ekspresif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya lebih mudah membedakannya, perhatikan tabel berikut ini, ya~<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%; text-align: center;\"><strong>Majas Personifikasi<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%; text-align: center;\"><strong>Majas Metafora<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%; text-align: center;\"><strong>Majas Simile<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%; text-align: center;\"><strong>Majas Hiperbola<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat, tindakan, atau kemampuan seperti manusia.<\/p>\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n<p>Angin <em>berbisik<\/em> di telingaku.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Membandingkan atau menyamakan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti <em>seperti, bagai, <\/em>atau <em>laksana<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n<p>Dia adalah <em>bintang kelas<\/em>.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Membandingkan dua hal secara langsung dengan menggunakan kata pembanding, seperti <em>seperti, bagai, ibarat, <\/em>atau <em>laksana<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n<p>Wajahnya <em>bersinar seperti bulan<\/em>.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Mengungkapkan sesuatu secara berlebihan untuk memberikan penekanan atau kesan tertentu.<\/p>\n<p><strong>Contoh<\/strong>:<\/p>\n<p><em>Tangisannya membanjiri<\/em> seisi ruangan.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Majas Personifikasi dalam Kalimat<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memahami pengertian dan ciri-cirinya, yuk simak contoh kalimat majas personifikasi berikut ini:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pensil itu menari-mari di atas kertas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Angin berbisik menyampaikan salamku padanya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ombak berlarian ke tepi pantai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang jago merah melahap habis perkampungan itu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Debur ombak menyapu habis rasa gelisahnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rerumputan itu bergoyang santai ditiup angin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buku itu bersembunyi agar tidak ditemukan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan langit pun ikut menangisi kepergiannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alam pun marah karena manusia selalu mengusiknya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salju turun menyelimuti hampir seluruh kota.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap pagi burung itu selalu bernyanyi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buku cerita itu mendongengkan setiap ceritanya ke adikku.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Palu itu telah mengetuk bahwa dirinya bersalah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lilin itu perlahan membakar seisi rumah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dasi itu mencekik leher seorang pria yang memakainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bumi memangku seluruh makhluk hidup dan seisinya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi itu menangis apabila sang tuan tidak memakannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cacing-cacing itu berteriak di dalam perutku meminta makanan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kanker itu menggerogoti tubuhnya perlahan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah itu melindungi mereka ketika badai menerpa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu berjalan begitu cepat ketika sekolah sedang libur.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung merapi memuntahkan lahar dingin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Motorku kehausan tak ada bensin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ombak menyeret perahu sampai ke tepian.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Api unggun melindungiku dari dingin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke masjid.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Matahari bersembunyi di balik awan hitam.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi setia menunggu hujan reda.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalkulator itu membantu ibu menghitung belanjaannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarum suntik menakuti adikku saat imunisasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kupu-kupu berbisik pada bunga yang mekar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buku-buku di rak menunggu untuk dibaca.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sinar bulan melukiskan bayangan di permukaan air.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajah langit malam dipenuhi senyum bintang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Embun pagi berkumpul untuk merayakan fajar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapal di pelabuhan menunggu dengan sabar untuk berlayar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga matahari menoleh ke arah matahari sepanjang hari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jam dinding menatap setiap detik waktu dengan penuh perhatian.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nada piano berbicara dengan lembut melalui jari-jari pemainnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gitar tua di pojok kamar menyanyikan lagu-lagu masa lalu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kipas angin di langit-langit bersorak ketika dinyalakan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kupu-kupu menari di udara.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon bambu itu seolah berbisik dan berbicara satu sama lain.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jari-jarinya berlompatan lincah di telepon pintarnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Boneka itu setia menemaninya tumbuh dewasa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lukisan itu memanjakan mata para pengunjung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bakat itu telah membawanya menuju kejuaraan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-sindiran\">Macam-Macam Majas Sindiran beserta Contoh dan Cirinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai majas personifikasi dan contohnya. Sekarang kamu sudah tahu kan apa arti majas personifikasi, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya. Semoga membantu dan bisa jadi referensi dalam tugas majas, ya! <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu mau belajar tentang jenis majas atau <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\">materi Bahasa Indonesia<\/a><\/strong> lainnya, segera langganan <\/span><strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\">ruangbelajar<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan belajar materi apa saja yang kamu mau dengan cara seru!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cb54667e-54d6-4f12-b0a7-444d9b784383.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sabiila, Syahidah Izzata. 2023. 125 Contoh Kalimat Majas Personifikasi [daring]. Tautan:\u00a0 https:\/\/www.sonora.id\/read\/423710176\/125-contoh-kalimat-majas-personifikasi-materi-bahasa-indonesia<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Subarna, Rahma, dkk. 2021. Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Friska, Rahma. Majas Personifikasi: Pengertian, Contoh, Ciri-ciri [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/majas-personifikasi\/ (Diakses 17 Oktober 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah membaca kalimat yang seolah-olah membuat benda mati bisa tersenyum, berlari, atau bahkan menangis? Nah, itulah salah satu ciri majas personifikasi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini! &#8212; &nbsp; &#8220;Langit dan laut saling membantu&#8221; &#8220;Mencipta awan hujan pun turun&#8221; &#8220;Ketika dunia saling membantu&#8221; &#8220;Lihat cinta mana yang tak jadi satu&#8221; &nbsp; Apakah kamu pernah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":241,"featured_media":27976,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1791188131:1"],"_edit_last":["1"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":["562"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi kemampuan atau sifat manusia pada benda mati. Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di artikel ini!"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-27976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri &amp; Contoh Kalimatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi kemampuan atau sifat manusia pada benda mati. Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri &amp; Contoh Kalimatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi kemampuan atau sifat manusia pada benda mati. Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-05T08:17:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi\",\"name\":\"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri & Contoh Kalimatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png\",\"datePublished\":\"2026-10-05T08:17:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb\"},\"description\":\"Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi kemampuan atau sifat manusia pada benda mati. Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri &#038; Contoh Kalimatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri & Contoh Kalimatnya","description":"Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi kemampuan atau sifat manusia pada benda mati. Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri & Contoh Kalimatnya","og_description":"Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi kemampuan atau sifat manusia pada benda mati. Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-10-05T08:17:51+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi","name":"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri & Contoh Kalimatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png","datePublished":"2026-10-05T08:17:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb"},"description":"Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberi kemampuan atau sifat manusia pada benda mati. Simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/6c92172f-30d0-446a-898a-3eae6e165e25.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/majas-personifikasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri &#038; Contoh Kalimatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/241"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27976"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27986,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27976\/revisions\/27986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}