{"id":2863,"date":"2023-05-09T11:20:22","date_gmt":"2023-05-09T04:20:22","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=2863"},"modified":"2023-12-04T13:01:23","modified_gmt":"2023-12-04T06:01:23","slug":"logika-matematika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika","title":{"rendered":"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi &#038; Biimplikasi | Matematika Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg\" alt=\"logika matematika\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Belajar tentang <strong>logika matematika<\/strong>, yuk! Mulai dari pengertian kalimat terbuka, pernyataan dan negasi, serta pernyataan majemuk (konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi).<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Teman-teman, apa yang kamu bayangkan ketika mendengar tentang <a href=\"\/blog\/mengulik-materi-logika-matematika\" rel=\"noopener\"><strong>logika matematika<\/strong><\/a>? Kalau kamu murid laki-laki, mungkin akan bingung dan bertanya, \u201c<em>Kok<\/em> matematika pakai logika segala?\u201d. Sementara sebagian perempuan akan berpikir, \u201cLogika itu mah urusan laki-laki! Perempuan <em>tuh<\/em> <em>pake<\/em>nya perasaan\u2026\u201d <\/span><span style=\"color: #000000;\">Hmmm&#8230;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di dalam ilmu matematika, kamu juga dapat mempelajari logika. Buat apa? Tentu aja, buat mengasah otak kita dalam penarikan kesimpulan-kesimpulan. Jadi, ke depannya kita tidak asal menduga sesuatu. Tidak ada lagi deh, kalimat &#8220;Kamu bilangnya mau jemput jam 10. <em>Kok <\/em>telat? Pasti JALAN SAMA MANTAN YA?!&#8221;<\/span><\/p>\n<p>Nah, dalam materi logika matematika, kita akan sering menemukan istilah-istilah, seperti negasi, konjungsi, disjungsi, dan lain sebagainya. Di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tag\/matematika-xi\" rel=\"noopener\">artikel Matematika kelas 11<\/a><\/strong>\u00a0kali ini, kita akan bahas secara mudah dan ringkas, ya. Yuk, perhatikan secara seksama!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>Pernyataan dan Kalimat Terbuka<\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Coba kamu perhatikan gambar berikut!<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pernyataan%20vs%20kalimat%20terbuka.jpg\" alt=\"pernyataan vs kalimat terbuka\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hayo, dari gambar di atas, tahu nggak bedanya\u00a0<strong>pernyataan dan kalimat terbuka<\/strong>?\u00a0<strong>Pernyataan adalah kalimat yang bisa benar atau bisa salah<\/strong>. Sementara\u00a0<strong>kalimat terbuka adalah jenis kalimat yang belum diketahui kebenarannya<\/strong>. Sehingga, untuk menentukan benar atau salahnya, kita perlu pengamatan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/cara-mencari-determinan-dan-invers-matriks\" rel=\"noopener\">Cara Mencari Determinan dan Invers Matriks<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sudah tahu belum, di Aplikasi belajar Ruangguru, ada fitur Drill Soal yang berisi kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya, loh. Pas banget kan buat mempersiapkan diri kamu dalam menghadapi ujian nanti. Yuk, klik banner di bawah ini untuk coba fitur Drill Soal!\u00a0<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/drillsoal15\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/c2c1718a-346a-471a-b761-b0a50adcfa50.png\" alt=\"Fitur Drill Soal Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kalau kamu masih bingung seperti apa itu <strong>contoh pernyataan<\/strong>, berikut adalah salah satu contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Indonesia. (pernyataan <strong>benar<\/strong>)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bika ambon berasal dari Ambon. (pernyataan <strong>salah<\/strong>)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, <strong>contoh dari kalimat terbuka<\/strong> adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">12x + 6 = 91 (pernyataan ini dinamakan kalimat terbuka karena <strong>masih harus dibuktikan kebenarannya<\/strong>. Apakah benar 12x jika dijumlahkan dengan 6 akan menghasilkan 91?)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Maaf ya, aku semalem ketiduran. Hehehe. (Pernyataan ini dinamakan kalimat terbuka karena <strong>masih harus dibuktikan kebenarannya<\/strong>. Apakah benar dia semalem nggak bales <em>chat<\/em> karena ketiduran? Atau emang males aja <em>chat <\/em>sama kamu?)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, setelah mengetahui apa itu pernyataan dan kalimat terbuka, sekarang kita lanjut pembahasan mengenai ingkaran atau disebut juga dengan negasi atau penyangkalan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>Ingkaran atau Negasi atau Penyangkalan (~)<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dari sebuah pernyataan, kita dapat membuat pernyataan baru berupa <strong>ingkaran atau negasi<\/strong>, yakni penyangkalan atas pernyataan tadi. Untuk lebih memahami hal ini, perhatikan <span style=\"font-weight: bold;\">tabel kebenaran ingkaran\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 128px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel%20logika%20matematika.png\" alt=\"tabel logika matematika\" width=\"128\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">B = pernyataan bernilai benar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">S = pernyataan bernilai salah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Artinya, <span style=\"font-weight: bold;\">jika suatu pertanyaan (p) benar, maka ingkaran (q) akan bernilai salah<\/span>. Begitu pula sebaliknya. Nah, negasi ini dilambangkan dengan lambang garis seperti ini: <span style=\"font-weight: bold;\">~<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh negasi dalam matematika<\/strong> yaitu seperti berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p: Besi memuai jika dipanaskan (pernyataan bernilai <strong>benar<\/strong>)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">~p: Besi\u00a0<strong>tidak<\/strong>\u00a0memuai jika dipanaskan (pernyataan bernilai <strong>salah<\/strong>).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p:\u00a0<strong>Semua<\/strong>\u00a0unggas\u00a0<strong>adalah<\/strong> burung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">~p:\u00a0<strong>Ada<\/strong>\u00a0unggas yang\u00a0<strong>bukan<\/strong>\u00a0burung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menemui orang menggunakan pernyataan negasi atas pernyataan orang lain\u2026 yang akhirnya bisa berujung pada pertengkaran. Contohnya seperti gambar di bawah ini, nih!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-weight: bold;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20kalimat%20negasi.gif\" alt=\"contoh kalimat negasi\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; color: #000000; font-weight: bold;\">Baca Juga: <\/span><a style=\"background-color: transparent; font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/konsep-limit-fungsi-aljabar-dan-sifat-sifatnya\" rel=\"noopener\">Konsep Limit Fungsi Aljabar dan Sifat-Sifatnya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Oke, kembali fokus. Sudah mengerti tentang ingkaran atau negasi, kan? Selanjutnya, kita akan mempelajari tentang pernyataan majemuk. <strong>Apa itu pernyataan majemuk<\/strong>?<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pernyataan%20majemuk%20dalam%20logika%20matematika.jpg\" alt=\"pernyataan majemuk dalam logika matematika\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>Pernyataan Majemuk<\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam ilmu matematika, terdapat <span style=\"font-weight: bold;\">4 macam<\/span> pernyataan majemuk, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">konjungsi<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">disjungsi<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">implikasi<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">biimplikasi<\/span>. Yuk, kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<h3>Konjungsi (\u2227)<\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Konjungsi adalah <strong>pernyataan majemuk dengan kata hubung<\/strong> &#8220;<span style=\"font-weight: bold;\">dan<\/span>\u201d. Sehingga, notasi \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">p \u2227 q<\/span>\u201d dibaca \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">p dan q<\/span>\u201d. Berikut adalah <\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: bold;\">tabel nilai kebenaran k<\/span><strong>onjungsi<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel%20kebenaran%20konjungsi.jpg\" alt=\"tabel kebenaran konjungsi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa <strong>konjungsi hanya akan benar<\/strong> <strong>jika kedua pernyataan (p dan q) benar<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh konjungsi<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">p: 3 adalah bilangan prima (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">q: 3 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">p \u2227 q: 3 adalah bilangan prima <strong>dan<\/strong> ganjil (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Sampai sini, mulai paham kan tentang materi Logika Matematika yang satu ini? Atau kamu jadi keinget punya PR yang kamu masih kurang pahamin? Gampang, kamu bisa banget langsung kirim foto soal PR kamu, dan penjelasannya di <span style=\"font-weight: bold;\">roboguru<\/span>! Cobain langsung dengan klik banner roboguru dibawah ini ya!<\/span><\/em><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/8b4612fa-3a65-4f41-b9c6-497f89f457ad.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog Roboguru Ruangguru 2022\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Disjungsi (\u2228)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: 16px;\">Disjungsi adalah <strong>perny<\/strong><\/span><strong>ataan majemuk dengan kata hubung \u201catau\u201d<\/strong>. Sehingga notasi \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">p \u2228 q<\/span>\u201d dibaca \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">p atau q<\/span>\u201d. Berikut adalah <span style=\"font-weight: bold;\">t<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: bold;\">abel nilai kebenaran disjungsi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel%20kebenaran%20disjungsi.jpg\" alt=\"tabel kebenaran disjungsi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Jika kita lihat pada tabel kebenaran, disjungsi <\/span><strong style=\"background-color: transparent;\">hanya salah jika kedua pernyataan (p dan q) salah<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh disjungsi<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p: Paus adalah mamalia (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">q: Paus adalah herbivora (pernyataan bernilai salah)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p \u2228 q: Paus adalah mamalia <strong>atau<\/strong> herbivora (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Implikasi (\u21d2)<\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Implikasi adalah <strong>pernyataan majemuk dengan kata hubung<\/strong> \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">jika\u2026 maka\u2026<\/span>\u201d Sehingga notasi dari \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">p \u21d2 q<\/span>\u201d dibaca \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">Jika p, maka q<\/span>\u201d. Adapun <span style=\"font-weight: bold;\">tabel nilai kebenaran dari implikasi\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">yaitu sebagai berikut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel%20kebenaran%20implikasi.jpg\" alt=\"tabel kebenaran implikasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari tabel terlihat bahwa implikasi <strong>hanya bernilai salah jika anteseden (p) benar, dan konsekuen (q) salah<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika\" rel=\"noopener\">4 Metode Pembuktian Matematika<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh implikasi<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p: Andi belajar dengan aplikasi ruangguru. (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">q: Andi dapat belajar di mana saja. (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p \u21d2 q: <strong>Jika<\/strong> Andi belajar dengan aplikasi ruangguru<span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> <strong>maka<\/strong> Andi dapat belajar dari mana saja (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Biimplikasi (\u21d4)<\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biimplikasi adalah <strong>pernyataan majemuk dengan kata hubung \u201c\u2026 jika dan hanya jika\u201d<\/strong>. Sehingga, notasi dari \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">p \u21d4 q<\/span>\u201d akan dibaca \u201c<span style=\"font-weight: bold;\">p jika dan hanya jika q<\/span>\u201d. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Adapun <span style=\"font-weight: bold;\">tabel nilai kebenaran dari biimplikasi <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">yaitu sebagai berikut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel%20kebenaran%20biimplikasi.jpg\" alt=\"tabel kebenaran biimplikasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari tabel kebenaran tersebut, dapat kita amati bahwa <strong>biimplikasi akan bernilai benar jika sebab dan akibatnya (pernyataan p dan q) bernilai sama<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> Baik itu sama-sama benar, atau sama-sama salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh biimplikasi<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p: 30 x 2 = 60 (pernyataan bernilai benar)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">q: 60 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai salah)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">p \u21d4 q: 30 x 2 = 60 <strong>jika dan hanya jika <\/strong>60 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai salah).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-style: normal;\">Nah<\/span>, itu tadi penjelasan tentang <span style=\"font-weight: normal;\"><strong>logika matematika<\/strong>, baik dalam penggunaan pernyataan dan kalimat terbuka, ingkaran, serta 4 macam kalimat majemuk (konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi). <\/span>Kalau kamu ingin memahami materi seperti ini sambil menonton video penjelasan beranimasi lengkap dengan rangkuman infografis dan latihan soal, langsung aja daftar di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a><span style=\"font-weight: normal;\">!<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/eb8c33ff-4bfe-433c-9195-85f355d5db88.jpeg\" alt=\"CTA ruangbelajar - Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sharma S. N., Widiastuti N., Himawan C., dkk. (2017). <em>Jelajah Matematika SMA Kelas XI Program Wajib<\/em>. Jakarta: Yudisthira.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 9 Mei 2023.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belajar tentang logika matematika, yuk! Mulai dari pengertian kalimat terbuka, pernyataan dan negasi, serta pernyataan majemuk (konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi). &#8212; &nbsp; Teman-teman, apa yang kamu bayangkan ketika mendengar tentang logika matematika? Kalau kamu murid laki-laki, mungkin akan bingung dan bertanya, \u201cKok matematika pakai logika segala?\u201d. Sementara sebagian perempuan akan berpikir, \u201cLogika itu mah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":2863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg"],"_edit_lock":["1701669683:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-06-08"],"_aioseo_title":["#post_title"],"_aioseo_description":["Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["%%title%%"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!"]},"categories":[467,475],"tags":[31,10,133,37],"class_list":["post-2863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-matematika","category-matematika-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-matematika-xi","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi &amp; Biimplikasi | Matematika Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi &amp; Biimplikasi | Matematika Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-09T04:20:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-04T06:01:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika\",\"name\":\"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi & Biimplikasi | Matematika Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-09T04:20:22+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T06:01:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"description\":\"Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi &#038; Biimplikasi | Matematika Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi & Biimplikasi | Matematika Kelas 11","description":"Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi & Biimplikasi | Matematika Kelas 11","og_description":"Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2023-05-09T04:20:22+00:00","article_modified_time":"2023-12-04T06:01:23+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika","name":"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi & Biimplikasi | Matematika Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg","datePublished":"2023-05-09T04:20:22+00:00","dateModified":"2023-12-04T06:01:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"description":"Apa itu logika matematika dan seperti apa contoh konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi pada logika matematika? Yuk, cari tahu di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/logika%20matematika.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/logika-matematika#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi &#038; Biimplikasi | Matematika Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2863"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2863\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15132,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2863\/revisions\/15132"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}