{"id":3151,"date":"2025-01-28T09:00:50","date_gmt":"2025-01-28T02:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3151"},"modified":"2025-01-28T09:39:30","modified_gmt":"2025-01-28T02:39:30","slug":"unsur-unsur-pembangun-puisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi","title":{"rendered":"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik &#038; Ekstrinsik | Bahasa Indonesia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20(Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi).jpg\" alt=\"Unsur-Unsur Pembangun Puisi (Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi)\" width=\"820\" \/><\/span><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi, yang terdiri atas <strong>unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik<\/strong>. Simak penjelasannya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/bahasa-indonesia\/bahasa-indonesia-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Bahasa Indonesia kelas 10<\/a><\/strong> berikut ini, ya!<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pernah nggak, kamu melihat orang yang sedang membaca <a href=\"\/blog\/pengertian-puisi-dan-unsur-pembentuk-puisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">puisi<\/span><\/a>? Puisi yang dibacakan terdengar sangat i<\/span><span style=\"color: #000000;\">ndah, bukan? Kira-kira bagaimana ya caranya agar puisi dapat tercipta dengan indah?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan <span style=\"font-weight: bold;\">unsur-unsur pembangun puisi<\/span> yang terdiri atas <span style=\"font-weight: bold;\">unsur intrinsik<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">unsur ekstrinsik<\/span>. Unsur-unsur inilah yang dapat <span style=\"font-weight: bold;\">membangun puisi dari dalam dan dari luar<\/span> sehingga sebuah puisi dapat menjadi <span style=\"font-weight: bold;\">indah<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa saja sih unsur-unsur pembangun puisi? Yuk, kita cari tahu!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/cara-membuat-puisi-yang-baik-dan-benar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Unsur Intrinsik Puisi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur intrinsik puisi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">unsur yang terdapat di dalam karya sastra (puisi)<\/span>. Unsur intrinsik puisi terbagi menjadi dua yaitu, <span style=\"font-weight: bold;\">unsur batin<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">unsur fisik<\/span>. Kita bahas satu per satu, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur%20Intrinsik%20Puisi.jpg\" alt=\"Unsur Intrinsik Puisi\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">A. Unsur Batin<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur batin puisi terdiri atas empat unsur, yakni <span style=\"font-weight: bold;\">tema, rasa, nada, <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> amanat<\/span>.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Tema<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tema adalah <span style=\"font-weight: bold;\">gagasan pokok yang diungkapkan dalam sebuah puisi<\/span>. Tema menjadi penentu penyair untuk <span style=\"font-weight: bold;\">menentukan diksi<\/span> dalam puisi. Contohnya, puisi dengan tema kasih sayang seorang ibu kepada anaknya akan memiliki diksi yang berbeda dengan puisi bertemakan perjuangan para pahlawan melawan penjajah.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Rasa<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Rasa adalah <span style=\"font-weight: bold;\">ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan ke dalam puisi<\/span>.<\/span><span style=\"color: #000000;\"> Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan <span style=\"font-weight: bold;\">latar belakang sosial dan psikologi penyair<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, serta pengetahuan penyair.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 16px;\"><strong>3. Nada <\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nada adalah <span style=\"font-weight: bold;\">bentuk sikap penyair terhadap pembaca<\/span>. Nada memiliki kaitan erat dengan <span style=\"font-weight: bold;\">suasana<\/span>.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyair dapat menyampaikan puisi dengan berbagai nada. Misalnya, puisi dengan nada sedih dapat membuat perasaan pembaca menjadi iba. Tentu saja hal ini dapat menghadirkan suasana yang penuh kesedihan.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Amanat<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Amanat adalah <span style=\"font-weight: bold;\">pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca<\/span>. Melalui puisi yang dibaca, pembaca dapat memperoleh amanat secara <span style=\"font-weight: bold;\">tersurat<\/span> ataupun <span style=\"font-weight: bold;\">tersirat<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/contoh-teks-laporan-hasil-observasi-berdasarkan-strukturnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">B. Unsur Fisik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur fisik puisi terdiri atas lima unsur, yakni <span style=\"font-weight: bold;\">diksi, rima, tipografi, imaji, <\/span><span style=\"font-weight: bold;\">kata konkret<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">gaya bahasa<\/span>.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Diksi<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Diksi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">pilihan kata pada puisi<\/span>. Fungsi diksi dalam puisi ada dua, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">fungsi estetis<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">fungsi ekspresif<\/span>. Fungsi estetis berarti diksi berguna sebagai unsur yang <span style=\"font-weight: bold;\">memperindah puisi<\/span>. Sedangkan <\/span><span style=\"color: #000000;\">fungsi ekspresif berarti diksi berguna sebagai unsur yang <span style=\"font-weight: bold;\">membantu penyair mengungkapkan ekspresi<\/span> yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Rima<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Rima adalah <span style=\"font-weight: bold;\">kesamaan nada atau bunyi<\/span>. Rima tidak hanya bisa dijumpai pada <span style=\"font-weight: bold;\">akhir<\/span> setiap larik atau baris puisi saja, tetapi bisa juga berada <span style=\"font-weight: bold;\">di antara setiap kata<\/span> dalam baris.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Tipografi<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Tipografi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">wujud estetik pada bentuk penulisan puisi<\/span>. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk <span style=\"font-weight: bold;\">baris<\/span>, tetapi ada juga puisi yang disusun dalam bentuk <span style=\"font-weight: bold;\">fragmen-fragmen<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. B<\/span>ahkan ada juga puisi yang ditulis dengan bentuk yang menyerupai <span style=\"font-weight: bold;\">apel<\/span>, bentuk <span style=\"font-weight: bold;\">zig-zag<\/span><em>, <\/em>ataupun model lainnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/contoh-teks-negosiasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Beserta Jenis &amp; Strukturnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Imaji<\/strong> <\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyair juga sering menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya. Imaji adalah <span style=\"font-weight: bold;\">kata atau rangkaian kata yang dapat memperjelas apa maksud dan tujuan penyair<\/span>. Pengimajian dilakukan agar puisi mampu <span style=\"font-weight: bold;\">menggugah imajinasi pembaca melalui penginderaan<\/span>.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Kata Konkret<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kata konkret maksudnya adalah <span style=\"font-weight: bold;\">keinginan penyair untuk menggambarkan sesuatu secara lebih konkret atau berwujud<\/span>. Oleh karena itu, dipilih kata-kata yang membuat segala hal <span style=\"font-weight: bold;\">terkesan dapat disentuh dan dibayangkan<\/span>.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>6. Gaya Bahasa<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Gaya bahasa adalah <span style=\"font-weight: bold;\">cara penyair menggunakan rangkaian kata dalam mengungkapkan sesuatu<\/span>. Dalam sebuah puisi, gaya bahasa banyak dijumpai dalam bentuk <span style=\"font-weight: bold;\">rangkaian kata<\/span> yang bersifat <span style=\"font-weight: bold;\">konotatif<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">berlebihan<\/span>, bahkan terkesan <span style=\"font-weight: bold;\">merendahkan diri<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, setiap penyair memiliki <span style=\"font-weight: bold;\">gaya bahasa tersendiri<\/span>. Gaya bahasa dalam puisi dapat dilihat melalui <span style=\"font-weight: bold;\">majas-majas yang digunakan<\/span>. Adapun jenis majas yang sering digunakan dalam puisi antara lain, <span style=\"font-weight: bold;\">majas personifikasi<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">majas metafora<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">majas eufemisme<\/span>, bahkan tidak jarang penyair menggunakan <span style=\"font-weight: bold;\">majas ironi<\/span>.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/puisi-rakyat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Eits, intermezzo dulu! Kamu sudah pernah <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/roboguruplus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cobain fitur Roboguru<\/a><\/strong> di aplikasi Ruangguru, belum? Di Roboguru, kamu bisa menanyakan berbagai macam soal ataupun PR yang sulit, lho! Yuk, cobain!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/8b4612fa-3a65-4f41-b9c6-497f89f457ad.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog Roboguru Ruangguru 2022\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Unsur Ekstrinsik Puisi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur ekstrinsik puisi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">unsur yang terdapat di luar karya sastra (puisi)<\/span>. Unsur ekstrinsik puisi terdiri atas tiga unsur, yakni <span style=\"font-weight: bold;\">unsur biografi, unsur sosial, <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> unsur nilai<\/span>. Kita bahas satu per satu, yuk!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur%20Ekstrinsik%20Puisi.jpg\" alt=\"Unsur Ekstrinsik Puisi\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Unsur Biografi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur biografi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">unsur yang berkaitan dengan latar belakang penyair<\/span>. Latar belakang cukup berpengaruh dalam pembuatan puisi. Misalnya, penyair yang berasal dari keluarga kurang mampu, ketika membuat puisi yang isinya mengisahkan tentang kesulitan hidup, dapat lebih memilih diksi yang merepresentasikan kisah tersebut <span style=\"font-weight: bold;\">karena penyair tersebut pernah mengalaminya secara langsung<\/span>. Begitu pula puisi dengan tema lainnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-teks-puisi-dan-jenisnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Puisi Pendek berdasarkan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 16px;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Unsur Sosial<\/span> <\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur sosial adalah <span style=\"font-weight: bold;\">unsur yang sangat erat kaitannya dengan kondisi masyarakat ketika puisi tersebut dibuat<\/span>. Misalnya, sebuah puisi dibuat ketika akhir masa orde baru, maka puisi tersebut akan menggambarkan kondisi masyarakat yang sedang sangat kacau, menggambarkan keadaan pemerintahan yang sangat carut-marut, atau mengandung sindiran-sindiran terhadap pemerintah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000; font-size: 16px;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Unsur Nilai<\/span> <\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur nilai adalah <span style=\"font-weight: bold;\">unsur yang berkaitan dengan pendidikan, seni, ekonomi, politik, sosial, budaya, adat-istiadat, hukum, dan sebagainya<\/span>. Nilai yang terkandung dalam puisi menjadi daya tarik tersendiri, sehingga dapat memengaruhi baik buruknya sebuah puisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/mengenal-teks-debat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Teks Debat: Struktur, Ciri-Ciri &amp; Unsur<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Unsur biografi, unsur sosial, dan unsur nilai merupakan unsur-unsur yang terdapat di luar puisi. Unsur-unsur tersebut termasuk dalam unsur\u2026<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha; text-align: justify;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">batin<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">fisik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">intrinsik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">ekstrinsik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">internal<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pembahasan:<\/strong> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Unsur ekstrinsik merupakan unsur-unsur yang terdapat di luar puisi. Kata kuncinya, \u201cin\u201d untuk intrinsik yang berarti &#8216;dalam&#8217;, sedangkan \u201ceks\u201d untuk ekstrinsik yang berarti &#8216;luar&#8217;. Unsur batin dan unsur fisik termasuk dalam unsur intrinsik. Maka, jawaban yang tepat adalah D.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Jenis-Jenis Puisi Baru dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Itu tadi penjelasan tentang unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Semoga penjelasan berserta latihan soal di atas dapat kamu pahami dengan baik, ya. Jika kamu merasa ada materi yang belum kamu kuasai, kamu bisa belajar dengan menonton video-video di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a> <em>lho! <\/em>Yuk, daftar sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"hs_cos_wrapper hs_cos_wrapper_meta_field hs_cos_wrapper_type_rich_text\" data-hs-cos-general-type=\"meta_field\" data-hs-cos-type=\"rich_text\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span class=\"hs_cos_wrapper hs_cos_wrapper_meta_field hs_cos_wrapper_type_rich_text\" data-hs-cos-general-type=\"meta_field\" data-hs-cos-type=\"rich_text\"><span style=\"color: #000000;\">Zabadi, Fairul, dan Sutejo. (2015). <em>Bahasa Indonesia Kelas 10<\/em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi, yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasannya di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 berikut ini, ya! &#8212; &nbsp; Pernah nggak, kamu melihat orang yang sedang membaca puisi? Puisi yang dibacakan terdengar sangat indah, bukan? Kira-kira bagaimana ya caranya agar puisi dapat tercipta dengan indah? Salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3151,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20%28Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi%29.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1738031829:1"],"_wp_old_date":["2022-04-14","2024-04-24"],"_aioseo_title":["Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik &amp; Ekstrinsik"],"_aioseo_description":["Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Unsur Intrinsik & Ekstrinsik Puisi"],"_yoast_wpseo_title":["Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik & Ekstrinsik"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!"]},"categories":[477,484],"tags":[97,52,10,37],"class_list":["post-3151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-sma-kelas-10","tag-bahasa-indonesia-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik &amp; Ekstrinsik<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik &amp; Ekstrinsik\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-28T02:00:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-28T02:39:30+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi\",\"name\":\"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik & Ekstrinsik\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20%28Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi%29.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-28T02:00:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-28T02:39:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20%28Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi%29.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20%28Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi%29.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik &#038; Ekstrinsik | Bahasa Indonesia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik & Ekstrinsik","description":"Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik & Ekstrinsik","og_description":"Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-01-28T02:00:50+00:00","article_modified_time":"2025-01-28T02:39:30+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi","name":"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik & Ekstrinsik","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20%28Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi%29.jpg","datePublished":"2025-01-28T02:00:50+00:00","dateModified":"2025-01-28T02:39:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Yuk, kita belajar mengenai unsur-unsur pembangun puisi yang terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20%28Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi%29.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Unsur-Unsur%20Pembangun%20Puisi%20%28Unsur%20Intrinsik%20dan%20Ekstrinsik%20Puisi%29.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/unsur-unsur-pembangun-puisi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik &#038; Ekstrinsik | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3151"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21953,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3151\/revisions\/21953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}