{"id":3328,"date":"2025-02-18T13:00:23","date_gmt":"2025-02-18T06:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3328"},"modified":"2025-02-19T15:19:09","modified_gmt":"2025-02-19T08:19:09","slug":"resonansi-bunyi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi","title":{"rendered":"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal | Fisika Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg\" alt=\"Resonansi Bunyi\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>Yuk, pelajari materi resonansi bunyi secara lengkap, mulai dari pengertian, rumus, dan contoh soalnya! Baca <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-sma-kelas-11\">artikel Fisika kelas 11<\/a><\/strong> ini sampai habis, ya!<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Teman-teman, kamu tahu apa itu garpu tala? Pada suatu percobaan, ada dua buah garpu tala yang diletakkan berselebalahan. Saat salah satu garpu tala digetarkan dengan pemukul, garpu tala di sebelahnya juga bisa ikut bergetar. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Hmm, kenapa bisa begitu, ya?\u00a0<\/span>Nah, hal itu bisa terjadi akibat adanya <strong>resonansi bunyi<\/strong>. Apa itu resonansi bunyi? Yuk, kita cari tahu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Resonansi Bunyi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resonansi bunyi merupakan peristiwa <strong>ikut bergetarnya<\/strong> <strong>suatu benda akibat getaran yang dihasilkan oleh sumber bunyi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resonansi bunyi hanya dapat terjadi jika suatu benda memiliki <strong>frekuensi alami<\/strong> yang <strong>sama dengan frekuensi alami sumber bunyi<\/strong> yang bergetar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain benda, <strong>udara<\/strong> atau <strong>gas <\/strong>di sekitar sumber bunyi <strong>juga dapat<\/strong> <strong>beresonansi<\/strong>, <strong>asalkan memiliki frekuensi alami yang sama dengan frekuensi alami sumber bunyi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya seperti percobaan garpu tala tadi. Ketika salah satu garpu tala dipukul, akan dihasilkan bunyi dan getaran yang membuat garpu tala di sebelahnya ikut bergetar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ipa-kelas-8-jenis-jenis-bunyi-berdasarkan-frekuensinya\"><strong>Jenis-Jenis Bunyi Berdasarkan Frekuensinya<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resonansi bunyi dapat <strong>memperkuat bunyi asli<\/strong>, sehingga bunyi yang dihasilkan dapat terdengar lebih keras dan nyaring. Tapi, resonansi juga bisa <strong>menimbulkan kerugian<\/strong>, <em>lho<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya, <strong>bunyi ledakan bom<\/strong> yang sangat keras dapat menimbulkan getaran yang bisa meruntuhkan gedung di sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Sifat Resonansi Bunyi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun sifat-sifat resonansi bunyi, di antaranya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Menggetarkan benda dengan frekuensi yang sama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resonansi terjadi ketika suatu benda menerima gelombang suara dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi alami benda tersebut. Sehingga, hal ini menyebabkan benda tersebut ikut bergetar, meskipun tanpa adanya kontak langsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menguatkan intensitas suara<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resonansi dapat memperkuat gelombang bunyi, membuatnya terdengar lebih nyaring. Hal ini terjadi karena energi getaran yang diterima bertambah, meningkatkan amplitudo suara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Dapat merambat melalui berbagai medium<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gelombang bunyi yang mengalami resonansi dapat merambat melalui berbagai media, termasuk zat padat maupun udara, memungkinkan suara terdengar lebih jelas dalam kondisi tertentu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Cepat Rambat Bunyi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kasus <strong>resonansi bunyi di tabung yang berisi air<\/strong>,<strong> cepat rambat gelombang bunyinya <\/strong>dapat dihitung menggunakan rumus:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus%20Cepat%20Rambat%20Bunyi.jpg\" alt=\"Rumus Cepat Rambat Bunyi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memahami rumus tersebut, coba kamu perhatikan video percobaan resonansi bunyi berikut ini.<\/p>\n<div class=\"hs-embed-wrapper\" style=\"position: relative; overflow: hidden; width: 100%; height: auto; padding: 0px; max-width: 600px; max-height: 337.5px; min-width: 256px; display: block; margin: auto;\" data-service=\"youtube\" data-responsive=\"true\">\n<div class=\"hs-embed-content-wrapper\">\n<div style=\"position: relative; overflow: hidden; max-width: 100%; padding-bottom: 56.25%; margin: 0px;\"><iframe loading=\"lazy\" style=\"position: absolute; top: 0px; left: 0px; width: 100%; height: 100%; border: none;\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_cpC4dtvVjI?start=7\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Percobaan Resonansi Bunyi (Sumber: Digital Sound and Music via YouTube)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada percobaan tersebut, digunakan <strong>tabung<\/strong>, <strong>air<\/strong>, dan <strong>garpu tala<\/strong> dengan <strong>frekuensi alami <\/strong>tertentu. Tujuan dari percobaan itu adalah untuk mengetahui terjadinya resonansi bunyi. Mula-mula, tabung diisi dengan air sampai penuh. Lalu, garpu tala digetarkan di dekat mulut tabung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Percobaan tersebut dilakukan berulang kali dengan ketinggian kolom udara yang berbeda. Kolom udara ini diukur berdasarkan jarak antara mulut tabung dengan titik permukaan air pada tabung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, saat garpu tala dipukul, dan tabung yang berisi airnya menghasilkan <strong>bunyi dengung yang lebih keras<\/strong> <strong>pada ketinggian kolom udara tertentu<\/strong>, <strong>disitulah terjadi resonansi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata, resonansi terjadi ketika panjang kolom udaranya sebesar\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 121px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/1-Feb-25-2021-06-34-24-01-AM.png\" alt=\"1-Feb-25-2021-06-34-24-01-AM\" width=\"121\" \/>dan seterusnya, dengan selisih\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 40px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/2-Feb-25-2021-06-35-45-17-AM.png\" alt=\"2-Feb-25-2021-06-35-45-17-AM\" width=\"40\" \/>dari resonansi satu ke resonansi berikutnya. Nah, panjang kolom udara saat terjadi resonansi ini bisa kita sebut sebagai\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 20px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/3-Feb-25-2021-06-37-35-86-AM.png\" alt=\"3-Feb-25-2021-06-37-35-86-AM\" width=\"20\" \/>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ilustrasi%20Resonansi%20Bunyi.jpg\" alt=\"Ilustrasi Resonansi Bunyi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kita lihat dari data-data ini, panjang kolom udara saat terjadi resonansi selalu berupa kelipatan bilangan ganjil dari <img decoding=\"async\" style=\"width: 34px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/4-Feb-25-2021-06-38-51-01-AM.png\" alt=\"4-Feb-25-2021-06-38-51-01-AM\" width=\"34\" \/>\u00a0ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, hubungan panjang kolom udara saat terjadi resonansi ke-n\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 49px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/5-Feb-25-2021-06-41-46-69-AM.png\" alt=\"5-Feb-25-2021-06-41-46-69-AM\" width=\"49\" \/>dengan panjang gelombang\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 45px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/6-Feb-25-2021-06-41-53-92-AM.png\" alt=\"6-Feb-25-2021-06-41-53-92-AM\" width=\"45\" \/> bisa kita cari dengan rumus: <img decoding=\"async\" style=\"width: 131px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/7-Feb-25-2021-06-42-01-39-AM.png\" alt=\"7-Feb-25-2021-06-42-01-39-AM\" width=\"131\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan n menunjukkan resonansi ke berapanya, misal resonansi pertama berarti n = 1, resonansi kedua berarti n = 2, resonansi ketiga berarti n = 3, dan seterusnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, untuk mencari cepat rambat gelombang bunyinya, kita membutuhkan <strong>nilai frekuensi alami (f) <\/strong><strong>yang dimiliki sumber bunyi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, kamu tidak perlu khawatir, biasanya nilai f ini akan <strong>diketahui sejak awal<\/strong> atau <strong>tertera pada soal<\/strong>, sehingga kamu tidak perlu bingung mencari nilai f\u00a0nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mengetahui nilai\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 29px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/11-Feb-25-2021-06-48-56-50-AM.png\" alt=\"11-Feb-25-2021-06-48-56-50-AM\" width=\"29\" \/> dan <img decoding=\"async\" style=\"width: 25px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/10-Feb-25-2021-06-46-25-83-AM.png\" alt=\"10-Feb-25-2021-06-46-25-83-AM\" width=\"25\" \/>, kita bisa mencari nilai\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 29px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/12-Feb-25-2021-06-49-20-89-AM.png\" alt=\"12-Feb-25-2021-06-49-20-89-AM\" width=\"29\" \/> menggunakan rumus\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 78px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/13-Feb-25-2021-06-49-39-99-AM.png\" alt=\"13-Feb-25-2021-06-49-39-99-AM\" width=\"78\" \/><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">tadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal Resonansi Bunyi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Resonansi pertama garpu tala terjadi pada ruang udara dalam tabung setinggi 20 cm. Jika cepat rambat bunyi di udara 340 m\/s, berapakah frekuensi garpu tala?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui: v = 340 m\/s<br \/>\nDitanya: f garpu tala &#8230;?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1\/4 \u03bb = 20 cm<br \/>\n\u03bb = 20 cm \u00d7 4<br \/>\n\u03bb = 80 cm = 0,8 m<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">v = \u03bb \u00d7 f<br \/>\nf = v \/ \u03bb<br \/>\nf = 340 \/ 0,8 = 425 Hz<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, frekuensi garpu tala tersebut adalah 425 Hz.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mudah, kan? Kalau kamu masih bingung mengenai materi resonansi bunyi atau kesulitan mengerjakan contoh soalnya, tanya saja ke <a href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\"><strong>roboguru<\/strong><\/a>! Kirim foto soalmu melalui WhatsApp dan dapatkan solusi jawabannya sekarang. <em>Psstt<\/em>.. layanan roboguru gratis, <em>lho<\/em>. Yuk, cobain!<\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/8b4612fa-3a65-4f41-b9c6-497f89f457ad.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog Roboguru Ruangguru 2022\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Suparmo dan Widodo, T. (2009). <em>Panduan Pembelajaran Fisika : untuk SMA &amp; MA Kelas XII<\/em>. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u2018Resonansi\u2019, <em>Fisikazone<\/em>, [Daring]. Tautan: https:\/\/fisikazone.com\/resonansi\/ (Diakses: 15 Februari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u2018Cepat Rambat Bunyi\u2019, <em>Fisikazone<\/em>, [Daring]. Tautan: http:\/\/fisikazone.com\/cepat-rambat-bunyi\/ (Diakses: 23 Februari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">GIF \u2018Percobaan Garpu Tala\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/gfycat.com\/detailedblaringaardwolf-tazzzer (Diakses: 23 Februari 2021)<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Video \u2018Percobaan Resonansi Bunyi\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=_cpC4dtvVjI&amp;t=1s (Diakses: 23 Februari 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, pelajari materi resonansi bunyi secara lengkap, mulai dari pengertian, rumus, dan contoh soalnya! Baca artikel Fisika kelas 11 ini sampai habis, ya! &#8212; &nbsp; Teman-teman, kamu tahu apa itu garpu tala? Pada suatu percobaan, ada dua buah garpu tala yang diletakkan berselebalahan. Saat salah satu garpu tala digetarkan dengan pemukul, garpu tala di sebelahnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3328,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg"],"_edit_lock":["1739953009:1"],"_edit_last":["1"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"],"_yoast_wpseo_wordproof_timestamp":[""],"_wp_old_date":["2022-03-21"],"_aioseo_title":["Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal"],"_aioseo_description":["Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!"]},"categories":[513,518],"tags":[127,31,10,37],"class_list":["post-3328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-11","tag-fisika-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-18T06:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-19T08:19:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi\",\"name\":\"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-18T06:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-19T08:19:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal | Fisika Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal","description":"Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal","og_description":"Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-02-18T06:00:23+00:00","article_modified_time":"2025-02-19T08:19:09+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi","name":"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg","datePublished":"2025-02-18T06:00:23+00:00","dateModified":"2025-02-19T08:19:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Apa itu resonansi bunyi? Bagaimana terjadinya? Kenapa bisa terjadi? Yuk, kita cari tahu serba-serbi resonansi bunyi dengan membaca artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Resonansi%20Bunyi.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/resonansi-bunyi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal | Fisika Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3328"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22205,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3328\/revisions\/22205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}