{"id":3688,"date":"2024-02-16T12:00:00","date_gmt":"2024-02-16T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3688"},"modified":"2024-02-16T14:44:39","modified_gmt":"2024-02-16T07:44:39","slug":"cara-menentukan-bilangan-oksidasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi","title":{"rendered":"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi &#038; Contohnya | Kimia Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><em><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png\" alt=\"cara menentukan bilangan oksidasi dan contohnya\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tag\/kimia-x\" rel=\"noopener\">Artikel Kimia kelas 10<\/a><\/strong>\u00a0ini menjelaskan tentang\u00a0<strong>cara menentukan bilangan oksidasi<\/strong>\u00a0disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Teman-teman, dalam materi reaksi reduksi oksidasi (redoks), kita tahu ya bahwa konsep redoks akan melibatkan 4 hal, yaitu oksigen, hidrogen, elektron, dan perpindahan bilangan oksidasi. Nah, untuk kasus konsep reaksi redoks yang melibatkan bilangan oksidasi, kamu harus paham dulu, nih, apa itu bilangan oksidasi, serta aturan-aturannya.<\/p>\n<p>Di artikel kali ini, kita akan bahas\u00a0<strong>materi bilangan oksidasi<\/strong>\u00a0secara lengkap ya. Mulai dari pengertian,\u00a0<strong>cara menentukan bilangan oksidasi (biloks)<\/strong>, dan contohnya untuk meningkatkan pemahaman kamu. Mari kita pelajari bersama!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Konsep Bilangan Oksidasi<\/span><\/h2>\n<p>Setiap\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-partikel-dan-notasi-atom\" rel=\"noopener\">atom<\/a>\u00a0<\/strong>terdiri dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Elektron pada kulit terluar atom disebut\u00a0<strong>elektron valensi<\/strong>. Apabila atom memiliki elektron valensi berjumlah 8 atau 2, maka atom itu akan bersifat stabil, sehingga sulit untuk berikatan dengan atom lain.<\/p>\n<p>Contohnya, seperti atom-atom pada golongan VIIIA\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kimia-kelas-12-mengenal-macam-macam-gas-mulia\" rel=\"noopener\">(unsur gas mulia)<\/a><\/strong>. Sementara itu, atom yang tidak memiliki elektron valensi berjumlah 8 atau 2 akan bersifat tidak stabil.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/ad382fd3-b4d8-4ac6-8742-7eda1fac296c.png\" alt=\"struktur atom\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Atom yang sifatnya belum stabil cenderung ingin stabil. Caranya, mereka akan melakukan transfer elektron, yaitu melepaskan atau menerima sejumlah elektron. Akibat dari transfer elektron ini, atom akan memiliki muatan, bisa positif atau negatif.<\/p>\n<p>Atom yang bermuatan\u00a0<strong>positif<\/strong>, artinya atom itu telah melakukan\u00a0<strong>pelepasan elektron<\/strong>, sehingga kehilangan beberapa elektron yang dimilikinya. Sementara itu, atom yang bermuatan\u00a0<strong>negatif<\/strong>, berarti atom itu telah\u00a0<strong>menerima beberapa elektron<\/strong>\u00a0dari atom lain.<\/p>\n<p>Muatan atom berbeda-beda jumlahnya, tergantung dari seberapa banyak elektron yang dilepas atau diterima oleh atom. Nah,\u00a0jumlah muatan positif dan negatif pada suatu atom bisa kita sebut dengan<strong>\u00a0bilangan oksidasi (biloks)<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Bilangan Oksidasi<\/span><\/h2>\n<p>Dengan kata lain,\u00a0<strong>bilangan oksidasi adalah bilangan yang menyatakan banyaknya jumlah elektron yang diikat atau dilepas oleh atom untuk membentuk ikatan kimia dengan atom lain<\/strong>. Bilangan oksidasi atau biloks dapat bertanda positif, negatif, atau nol. Berikut ini cara penulisan biloks pada suatu unsur:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/280ea604-84ee-4950-99a6-f1f7906b3776.png\" alt=\"penulisan bilangan oksidasi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/konfigurasi-elektron-dan-diagram-orbital\" rel=\"noopener\">Konfigurasi Elektron dan Diagram Orbital<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi<\/span><\/h2>\n<p>Lalu, bagaimana sih\u00a0cara menentukan bilangan oksidasi (biloks) suatu unsur? Jadi, ada aturannya, nih. Aturan penentuan bilangan oksidasi merupakan urutan prioritas dalam menentukan biloks unsur. Ada 8 aturan dalam menentukan bilangan oksidasi suatu unsur, di antaranya:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Bilangan oksidasi unsur bebas adalah 0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Unsur bebas<\/strong>\u00a0adalah unsur yang tidak bergabung atau berikatan secara kimia dengan unsur lain. Unsur bebas terbagi menjadi dua, yaitu unsur bebas berbentuk atom, seperti C, Ca, Cu, Na, Fe, Al, Ne dan unsur bebas berbentuk molekul, seperti H<sub>2<\/sub>, O<sub>2<\/sub>, Cl<sub>2<\/sub>, P<sub>4<\/sub>, S<sub>8<\/sub>. Semua unsur-unsur tersebut akan memiliki bilangan oksidasi 0.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Bilangan oksidasi ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya<\/span><\/h3>\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bilangan oksidasi ion monoatom Na<sup>+<\/sup>, Mg<sup>2+<\/sup>, dan Al<sup>3+<\/sup> berturut-turut adalah +1, +2, dan +3.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bilangan oksidasi ion poliatom NH<sub>4<\/sub><sup>+<\/sup>, SO<sub>4<\/sub><sup>2-<\/sup>, dan PO<sub>4<\/sub><sup>3-<\/sup> berturut-turut adalah +1, -2, dan -3.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya<\/span><\/h3>\n<p><strong>Biloks golongan logam IA = +1<\/strong><\/p>\n<p>IA = H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr = +1.<\/p>\n<p><strong>Contoh:\u00a0<\/strong>Bilangan oksidasi Na dalam senyawa NaCl adalah +1.<\/p>\n<p>Biloks golongan logam IIA = +2<\/p>\n<p>IIA = Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra = +2.<\/p>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Bilangan oksidasi Mg dalam senyawa MgSO<sub>2<\/sub>\u00a0adalah +2.<\/p>\n<p>Biloks golongan logam IIIA = +3<\/p>\n<p>IIIA = B, Al, Ga, In, Tl = +3<\/p>\n<p><strong>Contoh:\u00a0<\/strong>Bilangan oksidasi Al dalam senyawa Al<sub>2<\/sub>O<sub>3<\/sub>\u00a0adalah +3.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Bilangan oksidasi unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu<\/span><\/h3>\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p>Bilangan oksidasi Cu = +1 dan +2.<\/p>\n<p>Bilangan oksidasi Au = +1 dan +3.<\/p>\n<p>Bilangan oksidasi Sn = +3 dan +4.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">NH<sub>4<\/sub><sup>+<\/sup> = +1<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Biloks H = +1. Atom H memiliki indeks 4, maka biloks H dikalikan dengan indeks H = +4. Karena jumlah muatan NH<sub>4<\/sub><sup>+<\/sup> = +1, maka biloks N haruslah -3, agar ketika biloks N dan H dijumlahkan, hasilnya sesuai dengan jumlah muatannya, yaitu +1.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0<\/span><\/h3>\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p>H<sub>2<\/sub>O = 0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biloks H = +1. Atom H memiliki indeks 2, sehingga <span style=\"color: #000000;\">biloks H dikalikan dengan indeks H = <\/span>+1 x 2 = +2. Agar jumlah biloks H dan O sama dengan 0, maka biloks O harus bernilai -2.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Bilangan oksidasi hidrogen (H) bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1<\/span><\/h3>\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p>Biloks H dalam AlH<sub>3<\/sub> = -1.<\/p>\n<p><strong>Bukti:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atom Al merupakan unsur logam golongan IIIA, sehingga biloks Al = +3. <strong>Ingat aturan biloks poin 6<\/strong>, jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0. Jadi, apabila biloks Al dan H dijumlahkan, hasilnya harus 0. Agar biloks Al + biloks H = 0, biloks H haruslah -3. Karena atom H memiliki indeks 3, maka biloks H : indeks H = -3 : 3 = -1. Terbukti jika biloks H dalam AlH<sub>3<\/sub> adalah -1.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2<\/span><\/h3>\n<p><strong>Contoh:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Biloks O dalam BaO<sub>2<\/sub> = -1.<\/p>\n<p><strong>Bukti:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atom Ba merupakan unsur logam golongan IIA, sehingga biloks Ba = +2. Jumlah biloks Ba dan biloks O harus 0 (aturan biloks poin 6). Oleh sebab itu, biloks O harus bernilai -2. Karena atom O memiliki indeks 2, jadi biloks O : indeks O = -2 : 2 = -1. Terbukti jika biloks O dalam BaO<sub>2<\/sub> adalah -1.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-reaksi-reduksi-oksidasi-kimia-kelas-10\" rel=\"noopener\">Mempelajari Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Gimana, nih, sejauh ini apakah kamu sudah paham mengenai aturan atau\u00a0cara menentukan bilangan oksidasi suatu unsur? Memang agak bikin pusing, ya. Tapi, kalau kamu rajin berlatih soal, pasti akan mudah paham. Nah, supaya kamu lebih expert lagi, di bawah ini ada beberapa\u00a0contoh soal biloks\u00a0yang bisa kamu kerjakan. Yuk, kita bahas bersama!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal Bilangan Oksidasi<\/span><\/h2>\n<p>Tentukan bilangan oksidasi atom yang dicetak tebal berikut ini!<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Fe<sub>2<\/sub><\/strong>O<sub>3<\/sub><\/li>\n<li><strong>Cr<sub>2<\/sub><\/strong>O<sub>7<\/sub><sup>2-<\/sup><\/li>\n<li><strong>S<sub>2<\/sub><\/strong>O<sub>3<\/sub><sup>2-<\/sup><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pembahasan:<\/p>\n<p>1. <strong>Fe<sub>2<\/sub><\/strong>O<sub>3<\/sub><\/p>\n<p>Untuk soal poin a, kita diminta untuk menentukan biloks Fe dalam senyawa Fe<sub>2<\/sub>O<sub>3<\/sub>. Ingat aturan biloks nomor 6, jumlah biloks unsur-unsur pembentuk senyawa adalah 0. Jadi,<\/p>\n<p>Fe<sub>2<\/sub>O<sub>3<\/sub>\u00a0= 0<\/p>\n<p>Biloks O = -2. Karena atom O memiliki indeks 3, maka biloks O dikalikan dengan indeks O = -2 x 3 = -6. Agar jumlah biloks Fe dan O = 0, maka biloks Fe haruslah bernilai +6. Tapi, karena atom Fe punya indeks 2, maka biloks Fe : indeks Fe = +6 : 2 = +3. Jadi,\u00a0<strong>biloks Fe<sub>2<\/sub>\u00a0= +3<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. <strong>Cr<sub>2<\/sub><\/strong>O<sub>7<\/sub><sup>2-<\/sup><\/p>\n<p>Untuk soal poin b, kita diminta untuk menentukan biloks Cr dalam ion\u00a0Cr<sub>2<\/sub>O<sub>7<\/sub><sup>2-<\/sup>. Ingat aturan biloks nomor 5, jumlah bilangan oksidasi unsur yang membentuk ion akan sama dengan jumlah muatannya. Jadi, biloks Cr dan O apabila dijumlah, hasilnya harus -2.<\/p>\n<p>Cr<sub>2<\/sub>O<sub>7<\/sub><sup>2-<\/sup><\/p>\n<p>Biloks O = -2. Karena atom O memiliki indeks 7, maka biloks O dikalikan dengan indeks O = -2 x 7 = -14. Agar jumlah biloks Cr dan O = -2, maka biloks Cr harus bernilai +12. Tapi, karena atom Cr punya indeks 2, maka biloks Cr : indeks Cr = +12 : 2 = +6. Jadi,\u00a0<strong>biloks Cr<sub>2<\/sub>\u00a0= +6<\/strong>.<\/p>\n<p>Oke, semoga setelah mengerjakan dua soal di atas, kamu sudah lumayan paham ya dengan materi cara menentukan bilangan oksidasi. Nah, untuk soal poin c, coba kamu kerjakan sendiri, ya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-ikatan-ion\" rel=\"noopener\">Apa yang Dimaksud dengan Ikatan Ion?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>Selesai sudah materi kita kali ini. Jika ada pertanyaan, kamu bisa cantumkan di kolom komentar, ya. Kamu juga bisa tanyakan lebih lanjut soal-soal yang tidak kamu mengerti serta materi pelajaran yang sulit kamu pahami lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/roboguruplus\"><strong>roboguru Plus<\/strong><\/a>. Tutor roboguru Plus\u00a0akan siap membantumu menjawab dan membahas materi yang belum kamu pahami itu via live chat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/roboguruplus\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c1c69f14-3cea-4058-82fe-90b68a82d70a.png\" alt=\"CTA roboguruplus\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Kimia kelas 10\u00a0ini menjelaskan tentang\u00a0cara menentukan bilangan oksidasi\u00a0disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi. &#8212; &nbsp; Teman-teman, dalam materi reaksi reduksi oksidasi (redoks), kita tahu ya bahwa konsep redoks akan melibatkan 4 hal, yaitu oksigen, hidrogen, elektron, dan perpindahan bilangan oksidasi. Nah, untuk kasus konsep reaksi redoks yang melibatkan bilangan oksidasi, kamu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":3688,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png"],"_edit_lock":["1708069338:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-02-07","2023-05-10"],"_aioseo_title":["Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya"],"_aioseo_description":["Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi."]},"categories":[548,549],"tags":[52,121,10,37],"class_list":["post-3688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-kimia-x","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-16T05:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-16T07:44:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi\",\"name\":\"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png\",\"datePublished\":\"2024-02-16T05:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-16T07:44:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"description\":\"Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi &#038; Contohnya | Kimia Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya","description":"Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya","og_description":"Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-02-16T05:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-02-16T07:44:39+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi","name":"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png","datePublished":"2024-02-16T05:00:00+00:00","dateModified":"2024-02-16T07:44:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"description":"Artikel Kimia kelas 10 ini menjelaskan tentang cara menentukan bilangan oksidasi disertai dengan contoh soalnya untuk menambah pemahamanmu terhadap materi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#primaryimage","url":"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png","contentUrl":"https:\/\/roboguru-forum-cdn.ruangguru.com\/image\/4eecc9cd-d0c6-4b71-b794-0d564b185d8e.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-bilangan-oksidasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menentukan Bilangan Oksidasi &#038; Contohnya | Kimia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3688"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16956,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3688\/revisions\/16956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}