{"id":3757,"date":"2025-09-22T09:00:39","date_gmt":"2025-09-22T02:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=3757"},"modified":"2025-09-23T21:38:34","modified_gmt":"2025-09-23T14:38:34","slug":"konsep-dasar-vektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor","title":{"rendered":"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &#038; Vektor Ruang 3 Dimensi |\u00a0Matematika Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg\" alt=\"konsep dasar vektor\" width=\"820\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pada <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/matematika\/matematika-sma-kelas-10\">artikel Matematika kelas 10<\/a><\/strong> ini, kamu akan belajar tentang konsep dasar vektor, meliputi pengertian vektor, vektor pada bidang dua dimensi, dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Yuk, simak!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di zaman yang serba digital ini, teknologi sudah semakin canggih. Banyak orang bisa menerima informasi dan belajar apa saja hanya dari <em>gadget<\/em>. Misalnya, kamu ingin mengetahui informasi mengenai petunjuk\/arah jalan suatu tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Kamu bisa gunakan sistem navigasi, yaitu GPS (<em>Global Positioning System<\/em>) dari <em>HP<\/em>-mu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, GPS ini yang nantinya akan menentukan letak lokasi yang ingin kamu tuju dengan bantuan sinyal satelit. Dalam waktu singkat, kamu sudah bisa <em>deh<\/em> menemukan arah lokasinya dengan tepat. <em>Wah<\/em>, keren banget <em>nggak<\/em>, <em>sih<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hmm<\/em>, ngomong-ngomong masalah GPS, kamu tahu<em> nggak nih<\/em>, ada ilmu Matematika yang diterapkan dalam penentuan lokasi pada GPS, yaitu <a href=\"\/blog\/fisika-kelas-10-cara-mencari-komponen-vektor\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">vektor<\/span><\/a>. Kamu pasti sudah <em>nggak<\/em> asing lagi <em>kan<\/em> dengan istilah vektor. <em>Yup<\/em>! Di Fisika, kamu juga belajar materi vektor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, pembahasan vektor di Matematika maupun Fisika tidak jauh berbeda, <em>nih<\/em>. <em>Nah<\/em>, kali ini, kita akan membahas tentang konsep dasar vektor, meliputi <span style=\"font-weight: bold;\">pengertian vektor<\/span>, <span style=\"font-weight: bold;\">vektor pada bidang dua dimensi<\/span>, dan <span style=\"font-weight: bold;\">vektor dalam ruang tiga dimensi<\/span>. Baca sampai akhir, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Vektor<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada yang masih ingat, vektor itu apa? <span style=\"font-weight: bold;\">Vektor adalah suatu besaran<\/span>. Dalam Fisika, kita mengenal dua jenis besaran, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">besaran skalar<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">besaran vektor<\/span>. Bedanya, <span style=\"font-weight: bold;\">besaran skalar hanya memiliki nilai saja<\/span>, sedangkan <strong>besaran vektor memiliki nilai dan juga arah<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh besaran vektor, antara lain perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya, medan listrik, medan magnet, dan masih banyak lagi. Sekarang, coba <em>deh,<\/em> kamu perhatikan ilustrasi gambar berikut ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20konsep%20vektor.jpg\" alt=\"contoh konsep vektor\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ratu berjalan dari Barat ke arah Timur (titik A ke titik B) sejauh 10 m. Lalu, ia berbalik arah menuju Barat lagi (titik B ke titik A) sejauh 10 m. Dari sini, kita bisa tahu kalau jarak yang ditempuh Ratu adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">AB + BA = 10 m + 10 m = 20 m<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, kita lihat besar perpindahannya. Perpindahan dapat diukur dari <span style=\"font-weight: bold;\">posisi awal ke posisi akhir<\/span>. Saat Ratu berbalik arah dan berjalan sejauh 10 m, berarti posisi akhir Ratu ada di titik awal, yaitu titik A. <em>Nah<\/em>, karena posisi awal Ratu sama dengan posisi akhirnya. Artinya, Ratu tidak mengalami perpindahan (perpindahannya nol).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jarak<\/strong> <strong>adalah<\/strong> <strong>panjang lintasan yang ditempuh suatu benda yang bergerak<\/strong>. Jadi, karena Ratu berjalan berbalik arah ke posisi semula, maka jarak yang ditempuh Ratu yaitu jumlah dari titik A ke B ditambah jarak dari titik B ke A. Oleh sebab itu, <span style=\"font-weight: bold;\">jarak tidak dipengaruhi arah<\/span> pergerakan benda. Kenapa? Karena\u00a0jarak merupakan contoh <span style=\"font-weight: bold;\">besaran skalar<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lain halnya dengan perpindahan. <strong>Perpindahan merupakan perubahan kedudukan atau posisi suatu benda<\/strong>, sehingga memiliki arah. Ratu yang awalnya berjalan ke Timur sejauh 10 m, kemudian berpindah ke arah Barat sejauh 10 m juga. <em>Nah<\/em>, saat Ratu berjalan ke Barat, arahnya berlawanan dengan arah semula. Arah yang berlawanan dari arah semula ini akan bernilai negatif. Oleh karena itu, perpindahannya adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">AB &#8211; BA = 10 m &#8211; 10 m = 0 m<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, karena perpindahan memiliki <span style=\"font-weight: bold;\">nilai dan arah<\/span>, maka perpindahan Ratu itu termasuk <span style=\"font-weight: bold;\">besaran vektor<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari ilustrasi di atas, semoga kamu jadi lebih paham bedanya besaran vektor dengan skalar ya. Sekarang, kita lanjut ke pembahasan berikutnya, <em>yuk<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara geometris, suatu vektor digambarkan sebagai ruas garis berarah. Vektor dapat dinotasikan dengan <span style=\"font-weight: bold;\">huruf kecil bertanda panah di atasnya<\/span> (<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/image-1344.png\" alt=\"vektor\" \/>, dst) atau <span style=\"font-weight: bold;\">huruf kecil bercetak tebal<\/span> (<strong>a<\/strong>, <strong>b<\/strong>, <strong>c<\/strong>, dst).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/matematika-kelas-10-membuat-fungsi-kuadrat-dari-grafik\" rel=\"noopener\">Cara Menyusun Persamaan dari Grafik Fungsi Kuadrat<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, pada gambar di bawah ini, terdapat ruas garis\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 42px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/AB.png\" alt=\"AB\" width=\"42\" \/> yang kita misalkan sebagai vektor\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 32px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/v-1.png\" alt=\"v-1\" width=\"32\" \/>. Vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 32px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/v-1.png\" alt=\"v-1\" width=\"32\" \/>merupakan vektor yang memiliki pangkal di titik A dan ujung di titik B. Jika kita tulis vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 32px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/v-1.png\" alt=\"v-1\" width=\"32\" \/>dalam bentuk matriks (vektor kolom), maka hasilnya akan seperti berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ilustrasi%20vektor%20secara%20geometris.jpg\" alt=\"ilustrasi vektor secara geometris\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu masih ingat<em> kan<\/em> kalau vektor merupakan besaran yang punya nilai dan arah. Nilai vektor bergantung pada arah tiap-tiap komponennya. Komponen <span style=\"font-weight: bold;\">x<\/span> akan bernilai <span style=\"font-weight: bold;\">positif<\/span> jika arahnya ke <span style=\"font-weight: bold;\">kanan<\/span> dan bernilai <span style=\"font-weight: bold;\">negatif<\/span> jika arahnya ke <span style=\"font-weight: bold;\">kiri<\/span>. Sementara itu, komponen <span style=\"font-weight: bold;\">y<\/span> akan bernilai <span style=\"font-weight: bold;\">positif<\/span> jika arahnya ke <span style=\"font-weight: bold;\">atas<\/span> dan bernilai <span style=\"font-weight: bold;\">negatif<\/span> jika arahnya ke <span style=\"font-weight: bold;\">bawah<\/span>. Bingung <em>nggak<\/em>\u00a0<em>nih<\/em>? Simak contoh soal berikut ini <em>deh!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalkan, terdapat sebuah vektor\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/>\u00a0sebagai berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/image-1350.png\" alt=\"Konsep Vektor\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menentukan nilai vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/>, kita bisa lihat pergeseran arahnya. Pertama, untuk mencari nilai komponen x, kita lihat apakah vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/> bergeser ke arah kiri atau kanan. Ternyata, vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/>\u00a0bergeser sejauh 4 satuan ke kanan, berarti nilai komponen x = 4.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, untuk mencari nilai komponen y, kita lihat pergeseran vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/> ke atas atau ke bawah. Kalau kamu lihat, vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/> bergeser ke atas sejauh 4 satuan, sehingga nilai komponen y = 4. Sehingga, vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/>\u00a0dapat dinyatakan dalam bentuk matriks seperti berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 253px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/komponen.png\" alt=\"komponen\" width=\"253\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paham ya maksudnya? <em>Nah<\/em>, dalam penerapannya, <span style=\"font-weight: bold;\">vektor selalu menempati bidang atau ruang<\/span>. Kita akan bahas satu per satu secara rinci. <em>Let\u2019s go<\/em>!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Konsep Vektor pada Bidang Dua Dimensi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vektor pada bidang bisa disebut juga sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">vektor dua dimensi<\/span>. Pada vektor dua dimensi, kita akan mengenal yang namanya <span style=\"font-weight: bold;\">vektor posisi<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa itu vektor posisi? <strong>Vektor Posisi <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">adalah vektor yang berpangkal di pusat koordinat (0,0) dan berujung di suatu titik (x,y)<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, kalau kamu perhatikan gambar di bawah, terdapat dua buah ruas garis, yaitu\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 44px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/OP.png\" alt=\"OP\" width=\"44\" \/> dan\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 48px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/OR.png\" alt=\"OR\" width=\"48\" \/>. Kita misalkan ruas garis <img decoding=\"async\" style=\"width: 44px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/OP.png\" alt=\"OP\" width=\"44\" \/> sebagai vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 34px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/p.png\" alt=\"p\" width=\"34\" \/> dan ruas garis <img decoding=\"async\" style=\"width: 48px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/OR.png\" alt=\"OR\" width=\"48\" \/>sebagai vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/>. Vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 34px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/p.png\" alt=\"p\" width=\"34\" \/> termasuk vektor posisi karena memiliki pangkal di pusat koordinat O (0,0) dan ujung di titik P (4,2). Sama halnya dengan vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/>\u00a0yang juga merupakan vektor posisi karena berpangkal di titik O (0,0) dan ujung di titik R (2,4).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Mempelajari%20Konsep%20Dasar%20Vektor%20-%20Matematika%20Kelas%2010-07.jpg\" alt=\"Vektor pada Bidang 2 Dimensi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paham ya? Oh iya, titik Q pada koordinat kartesius di atas juga bisa menjadi vektor posisi lho, jika kamu tarik garis lurus dari pusat koordinat ke titik Q tersebut. Nilai untuk vektor ini bisa kita namakan vektor q dengan koordinat titik Q (5,5). Sehingga, dapat kita tuliskan vektor-vektor posisinya, yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 94px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/p42.png\" alt=\"p42\" width=\"94\" \/>, <img decoding=\"async\" style=\"width: 83px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/q55.png\" alt=\"q55\" width=\"83\" \/>,\u00a0 <img decoding=\"async\" style=\"width: 78px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/r24.png\" alt=\"r24\" width=\"78\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/persamaan-logaritma-mtk-kelas-x\" rel=\"noopener\">Bentuk-Bentuk Persamaan Logaritma dan Cara Menyelesaikannya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sekarang coba kamu perhatikan gambar di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/vektor%20pada%20diagram%20kartesius.jpg\" alt=\"vektor pada diagram kartesius\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada koordinat kartesius tersebut, terdapat vektor:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 125px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/AB102.png\" alt=\"AB102\" width=\"125\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(ke kiri 10 satuan, ke atas 2 satuan)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalkan,\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 91px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/oaa.png\" alt=\"oaa\" width=\"91\" \/> dan\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 85px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/obb.png\" alt=\"obb\" width=\"85\" \/>, sehingga <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/> dan <img decoding=\"async\" style=\"width: 36px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/b-Jan-27-2022-04-29-02-25-AM.png\" alt=\"b-Jan-27-2022-04-29-02-25-AM\" width=\"36\" \/> merupakan vektor posisi bernilai\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 135px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/aoa.png\" alt=\"aoa\" width=\"135\" \/> dan\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 145px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/bob.png\" alt=\"bob\" width=\"145\" \/>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita menghitung nilai <img decoding=\"async\" style=\"width: 69px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/b-a.png\" alt=\"b-a\" width=\"69\" \/>, maka akan diperoleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 430px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/baob.png\" alt=\"baob\" width=\"430\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 42px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/AB.png\" alt=\"AB\" width=\"42\" \/> dapat diperoleh dari vektor posisi titik B dikurangi vektor posisi titik A atau dapat ditulis sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 229px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/abob.png\" alt=\"abob\" width=\"229\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal Vektor Bidang Dua Dimensi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh%20soal%20vektor.jpg\" alt=\"contoh soal vektor\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Diketahui: B (-4,1) dan\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 121px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ab65.png\" alt=\"ab65\" width=\"121\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditanya: Koordinat titik A?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 201px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus.png\" alt=\"rumus\" width=\"201\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinat titik A akan bernilai sama dengan vektor posisi <img decoding=\"async\" style=\"width: 30px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a-2.png\" alt=\"a-2\" width=\"30\" \/>, jadi koordinat titik A adalah (2, 6).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Diketahui: P (2,-1), Q (5,3), dan <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/>\u00a0= PQ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditanya: Koordinat titik R?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 107px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rqp.png\" alt=\"rqp\" width=\"107\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ingat, vektor posisi <img decoding=\"async\" style=\"width: 34px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/p.png\" alt=\"p\" width=\"34\" \/>\u00a0akan sama nilainya dengan koordinat titik P dan vektor posisi <img decoding=\"async\" style=\"width: 27px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/q-1.png\" alt=\"q-1\" width=\"27\" \/>\u00a0akan sama nilainya dengan koordinat titik Q, sehingga:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 154px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%202-2.png\" alt=\"rumus 2-2\" width=\"154\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinat titik R akan sama nilainya dengan vektor posisi <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/>, jadi R (3,4).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paham ya sampai sini. Selanjutnya, kita akan menentukan panjang vektor pada bidang dua dimensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalkan, <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/>merupakan vektor pada ruas garis <img decoding=\"async\" style=\"width: 48px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/OR.png\" alt=\"OR\" width=\"48\" \/>. Vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/>dapat dinyatakan dengan <img decoding=\"async\" style=\"width: 89px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rxy.png\" alt=\"rxy\" width=\"89\" \/>. Pada gambar di bawah, OPR membentuk segitiga siku-siku dengan sisi alas x, sisi tegak y, dan sisi miring <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/>. Oleh karena itu, panjang vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 33px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/R.png\" alt=\"R\" width=\"33\" \/> (dinotasikan dengan <img decoding=\"async\" style=\"width: 49px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rplus.png\" alt=\"rplus\" width=\"49\" \/>) dapat dicari menggunakan teorema Pythagoras, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/panjang%20vektor%20pada%20bidang%20dua%20dimensi.jpg\" alt=\"panjang vektor pada bidang dua dimensi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui vektor\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 90px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a34.png\" alt=\"a34\" width=\"90\" \/> dan\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 95px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/b51.png\" alt=\"b51\" width=\"95\" \/>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentukan\u00a0<img decoding=\"async\" style=\"width: 44px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/aplus.png\" alt=\"aplus\" width=\"44\" \/> dan <img decoding=\"async\" style=\"width: 37px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/bplus.png\" alt=\"bplus\" width=\"37\" \/>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">a. <img decoding=\"async\" style=\"width: 502px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%203-1.png\" alt=\"rumus 3-1\" width=\"502\" \/>satuan panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">b. <img decoding=\"async\" style=\"width: 445px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%204.png\" alt=\"rumus 4\" width=\"445\" \/>satuan panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejauh ini aman, ya! Kalau gitu, kita lanjut ke pembahasan berikutnya, yaitu vektor dalam ruang (dimensi tiga).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/menyelesaikan-persamaan-dan-pertidaksamaan-linear-mutlak\" rel=\"noopener\">Menyelesaikan Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Mutlak<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai sini, mulai paham kan mengenai vektor di matematika kelas 10? Coba deh, pahami lebih dalam lagi materi ini dengan mengerjakan tes di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" rel=\"noopener\">bank soal Ruangguru!<\/a> <span style=\"background-color: transparent;\">Ada ribuan soal yang bisa kamu kerjakan lengkap dengan penjelasannya yang mudah kamu pahami! Coba cek langsung dengan klik tombol di bawah ini ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/056b8222-3a45-4469-80ee-3be4b0cd86fa.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog Banksoal Ruangguru 2022\" width=\"820\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Vektor dalam Ruang Tiga Dimensi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar kamu bisa lebih memahami konsep vektor dalam ruang, coba perhatikan sistem koordinat kartesius dalam dimensi tiga berikut ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/vektor%20dalam%20ruang%20tiga%20dimensi.jpg\" alt=\"vektor dalam ruang tiga dimensi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vektor dalam <a href=\"\/blog\/kedudukan-titik-garis-dan-bidang-pada-bangun-ruang\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruang<\/span><\/a> atau vektor tiga dimensi merupakan vektor yang <strong>memiliki tiga buah sumbu, yaitu x, y, dan z<\/strong>. Ketiga sumbu tersebut saling tegak lurus dan berpotongan di satu titik yang akan menjadi titik pangkal vektor tersebut. Penulisan vektor tiga dimensi dalam bentuk matriks (vektor kolom) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan vektor dua dimensi. Hanya saja, pada vektor tiga dimensi, terdapat tambahan satu komponen, yaitu komponen z.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, pada gambar di atas, vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 34px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/p.png\" alt=\"p\" width=\"34\" \/>\u00a0terdiri dari tiga titik koordinat, yaitu x = 3, y = 4, dan z = 1, sehingga:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 251px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/komponen%202.png\" alt=\"komponen 2\" width=\"251\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Panjang vektor dalam ruang juga dapat ditentukan dengan cara yang sama, yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/panjang%20vektor%20pada%20ruang%20tiga%20dimensi.jpg\" alt=\"panjang vektor pada ruang tiga dimensi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Soal Vektor Ruang Tiga Dimensi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Diketahui vektor <img decoding=\"async\" style=\"width: 77px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/a312.png\" alt=\"a312\" width=\"77\" \/>, tentukan <img decoding=\"async\" style=\"width: 44px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/aplus.png\" alt=\"aplus\" width=\"44\" \/>\u00a0!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 539px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%205.png\" alt=\"rumus 5\" width=\"539\" \/>satuan panjang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, materi mengenai konsep dasar vektor cukup sampai sini, nih. Untuk pembahasan vektor selanjutnya, akan dibahas di lain waktu. Jadi, pantengin terus Blog Ruangguru, ya! Kalau kamu merasa kurang paham dengan materi ini, kamu bisa coba tonton materi ini lewat video belajar beranimasi di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>. Para Master Teacher\u00a0terbaik akan mengajarkan materi vektor dengan cara dan gaya yang asik dan mudah dimengerti. Buruan <em>download <\/em>aplikasinya dan gabung sekarang juga!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kurnia, N., Sharma, S. N., Saputra, S. E. (2016). <em>Jelajak Matematika SMA Kelas X Peminatan MIPA<\/em>. Jakarta: Yudhistira.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel Matematika kelas 10 ini, kamu akan belajar tentang konsep dasar vektor, meliputi pengertian vektor, vektor pada bidang dua dimensi, dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Yuk, simak! &#8212; &nbsp; Di zaman yang serba digital ini, teknologi sudah semakin canggih. Banyak orang bisa menerima informasi dan belajar apa saja hanya dari gadget. Misalnya, kamu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":3757,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1758638172:1"],"_wp_old_date":["2022-01-27"],"_yoast_wpseo_primary_category":["467"],"_yoast_wpseo_title":["Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi & Vektor Ruang 3 Dimensi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk, belajar konsep dasar vektor pada bidang dua dimensi dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Ada contoh soalnya juga, lho!"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["22"]},"categories":[467,474],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-3757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-matematika","category-matematika-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &amp; Vektor Ruang 3 Dimensi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, belajar konsep dasar vektor pada bidang dua dimensi dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Ada contoh soalnya juga, lho!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &amp; Vektor Ruang 3 Dimensi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, belajar konsep dasar vektor pada bidang dua dimensi dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Ada contoh soalnya juga, lho!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-22T02:00:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-23T14:38:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"22 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor\",\"name\":\"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi & Vektor Ruang 3 Dimensi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-22T02:00:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-23T14:38:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"description\":\"Yuk, belajar konsep dasar vektor pada bidang dua dimensi dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Ada contoh soalnya juga, lho!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &#038; Vektor Ruang 3 Dimensi |\u00a0Matematika Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi & Vektor Ruang 3 Dimensi","description":"Yuk, belajar konsep dasar vektor pada bidang dua dimensi dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Ada contoh soalnya juga, lho!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi & Vektor Ruang 3 Dimensi","og_description":"Yuk, belajar konsep dasar vektor pada bidang dua dimensi dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Ada contoh soalnya juga, lho!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-09-22T02:00:39+00:00","article_modified_time":"2025-09-23T14:38:34+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"22 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor","name":"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi & Vektor Ruang 3 Dimensi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg","datePublished":"2025-09-22T02:00:39+00:00","dateModified":"2025-09-23T14:38:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"description":"Yuk, belajar konsep dasar vektor pada bidang dua dimensi dan vektor dalam ruang tiga dimensi. Ada contoh soalnya juga, lho!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/konsep%20dasar%20vektor.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &#038; Vektor Ruang 3 Dimensi |\u00a0Matematika Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3757"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24815,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3757\/revisions\/24815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}