{"id":4027,"date":"2021-12-23T12:09:21","date_gmt":"2021-12-23T05:09:21","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4027"},"modified":"2023-12-05T04:37:39","modified_gmt":"2023-12-04T21:37:39","slug":"food-coma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma","title":{"rendered":"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg\" alt=\"Food Coma Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang hobi nontonin <em>food vlogger<\/em> di YouTube, terus malah ikutan ngiler dan akhirnya ikut makan juga? Entah itu bikin kamu ikut ambil makanan di dapur, atau pesan makanan ke rumah. Terkadang, ngeliatin orang makan memang bisa ngebangkitin nafsu makan kita juga, lho. Terus, sambil ngeliatin si <em>vlogger<\/em> makan, kita lalu menyuap nasi ke mulut, menyuap lagi, dan menyuap lagi. Entah sampai berapa porsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah makan begitu banyak, kamu mulai merasa ngantuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar pun jadi nggak fokus. Badan terasa malas untuk ngapa-ngapain. Keluar, deh, kalimat sakti, \u201cTidur dulu aja kali ya, 15 menit?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pun memutuskan untuk tidur 15 menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi sayangnya, kamu malah bangun 5 jam kemudian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika bangun dan melihat jam, kamu langsung teriak kayak di sinetron-sinetron,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tidaaaaakkkkk&#8230;..&#8221;&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hmm.. kira-kira kenapa ya kamu bisa mengantuk setelah makan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawabannya seperti tertera pada judul artikel ini: <em><span style=\"font-weight: bold;\">food coma<\/span>!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa Itu <em>Food Coma<\/em>?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam istilah medis, <em style=\"background-color: transparent;\">food coma <\/em><span style=\"background-color: transparent;\">merupakan <\/span><span style=\"font-weight: bold;\"><em style=\"background-color: transparent;\">postprandial somnolence<\/em><\/span><span style=\"background-color: transparent;\">. Kalau dipecah kata per kata, \u201c<em>postprandial<\/em>\u201d berarti \u201csetelah makan\u201d, sementara \u201c<em>somnolence<\/em>\u201d berarti \u201cmerasa ngantuk\u201d. Jadi, bisa disimpulkan bahwa <em>food coma<\/em> adalah <span style=\"font-weight: bold;\">timbulnya perasaan mengantuk setelah kita mengonsumsi sesuatu, utamanya makanan berat<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Food coma<\/em> berhubungan erat dengan mekanisme <span style=\"font-weight: normal;\">kerja sistem pencernaan<\/span> di tubuh kita. Masih inget kan, waktu kelas 8 kamu pernah belajar tentang <a href=\"\/blog\/sistem-pencernaan-manusia\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">sistem pencernaan<\/span><\/a>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\">Mekanisme Sistem Pencernaan yang Menyebabkan <em>Food Coma<\/em><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti apa sih, mekanisme sistem pencernaan di tubuh kita hingga bisa menyebabkan rasa kantuk?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, ketika mengunyah dan menelan makanan, lambung akan memproduksi <span style=\"font-weight: bold;\">hormon gastrin<\/span> yang dapat memicu produksi getah lambung untuk mencerna makanan, khususnya <span style=\"font-weight: bold;\">memecah protein menjadi pepton<\/span>. Kemudian, makanan dari lambung akan masuk ke usus halus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, di dalam usus halus ini, zat makanan bakal <span style=\"font-weight: bold;\">dicerna menjadi bentuk yang sederhana<\/span>. Misalnya, zat makanan seperti karbohidrat dan protein yang merupakan sumber energi bagi tubuh. Karbohidrat dan protein ini masih berupa bentuk yang belum sederhana <em>guys<\/em>, jadi usus halus akan memecahnya lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana. <span style=\"font-weight: bold;\">Karbohidrat<\/span> bakal diubah jadi <span style=\"font-weight: bold;\">glukosa<\/span>, sementara <span style=\"font-weight: bold;\">pepton<\/span> dari lambung tadi akan diubah jadi <span style=\"font-weight: bold;\">asam amino<\/span>, salah satunya <span style=\"font-weight: bold;\">triptofan<\/span>.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikutnya, zat makanan yang udah sederhana ini bakal <span style=\"font-weight: bold;\">diserap sama usus halus<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">diedarkan ke ke seluruh tubuh<\/span> lewat pembuluh darah. Di otak, triptofan akan digunakan untuk memproduksi <span style=\"font-weight: bold;\">hormon serotonin<\/span> yang bikin kita merasa <span style=\"font-weight: bold;\">senang<\/span> dan <span style=\"font-weight: bold;\">hormon melatonin<\/span> yang bikin kita jadi <span style=\"font-weight: bold;\">ngantuk<\/span>. Selain itu, saat kadar glukosa dalam darah meningkat, bisa <span style=\"font-weight: bold;\">menghambat<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">kerja<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">neuron orexin<\/span> yang ada di otak, yang dapat mengontrol tubuh kita tetap terjaga. Jadi, begitulah ceritanya kenapa kita bisa merasa ngantuk setelah makan alias mengalami <em>food coma<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"\/blog\/micin\" rel=\"noopener\">Penjelasan Ilmiah Kenapa Micin (MSG) Tidak Membuat Kita Bodoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hormon%20Serotonin%20dan%20Hormon%20Melatonin.jpg\" alt=\"Hormon Serotonin dan Hormon Melatonin\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wah, kalau gitu, kita nggak bisa menghindar dong?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang sih, bisa dibilang, setiap orang bakal otomatis merasa ngantuk sehabis makan. Apalagi kalo makannya jam 11 malem. Hehehe..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eits, tapi tenang! Kamu bisa <span style=\"font-weight: bold;\">mencegah <em>food coma<\/em><\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, lho!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\">Cara Mencegah <em>Food Coma<\/em><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Salah satu cara untuk mencegah <em>food coma<\/em> adalah<\/span> <span style=\"font-weight: bold;\">dengan memilih-milih makanan<\/span> yang akan kamu konsumsi. Misalnya, kamu bisa memilih untuk <span style=\"font-weight: bold;\">tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung triptofan<\/span>. Triptofan ini banyak terkandung dalam <span style=\"font-weight: bold;\">makanan tinggi protein<\/span>, seperti <span style=\"font-weight: bold;\">daging ayam, daging sapi, ikan, <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> telur<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kamu juga bisa memilih untuk <span style=\"font-weight: bold;\">tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan berkarbohidrat tinggi<\/span>, supaya kadar glukosa dalam darah jadi nggak terlalu meningkat sehingga mengurangi potensi terjadinya <em>food coma<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Makanan%20yang%20Membuat%20Mengantuk.jpg\" alt=\"Makanan yang Membuat Mengantuk\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Food coma<\/em> memang seringkali susah untuk dihindari, tapi <span style=\"font-weight: bold;\">bukan berarti nggak bisa<\/span> ya, <em>guys<\/em>! Masing-masing orang biasanya punya tips tersendiri untuk ngebuat dirinya merasa segar dan tidak mengantuk sehabis makan. Ada yang <a href=\"\/blog\/kopi-luwak-viral\" rel=\"noopener\"><strong>ngopi<\/strong><\/a>, ada yang melakukan <span style=\"font-weight: bold;\">olahraga ringan<\/span> di sela aktivitas (peregangan aja, nggak usah<em> roll belakang<\/em>), atau ada juga yang <span style=\"font-weight: bold;\">jalan kaki ringan<\/span> untuk ngebuat makanan &#8220;turun&#8221; dan perut jadi nggak terasa begah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau makan malam, gimana tuh cara ngatasinnya biar nggak <em>food coma<\/em>? Pasti lebih susah, kan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang lebih susah, tapi tetep ada caranya kok!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara biar nggak langsung &#8220;terkapar&#8221; setelah makan malam antara lain dengan cara <span style=\"font-weight: bold;\">memperhatikan porsi makan<\/span> kamu. Jangan terlalu berlebihan, ya. Lalu, <span style=\"font-weight: bold;\">perhatikan juga cara makan <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">kamu<\/span>. Makanlah dengan perlahan dan jangan terburu-buru. Hal ini akan membantu <span style=\"font-weight: bold;\">hormon<\/span> dalam tubuh kamu jadi <span style=\"font-weight: bold;\">punya waktu untuk kembali seimbang<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pastikan<span style=\"font-weight: bold;\"> makan makanan bergizi seimbang<\/span>. Jangan terlalu banyak makan makanan berlemak atau yang mengandung tepung (pati). Pastikan kamu mengonsumsi sayur, buah, dan vitamin yang cukup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu dia penjelasan tentang <em>food coma<\/em> dilihat dari sisi ilmiah! Sekarang jadi tahu kan, seperti apa mekanisme kerja sistem pencernaan tubuh, yang seringkali menyebabkan <em>food coma<\/em> alias mengantuk setelah makan? Nah, kalau di sekolah kamu ada hal yang berkaitan dengan materi ini dan kamu mau coba diskusi bareng teman-teman dari berbagai sekolah di seluruh dunia, gabung aja yuk, di grup <em>chat <\/em><strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">ruangbelajar<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">!<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left; font-weight: bold;\"><em>Artikel ini telah diperbarui pada 22 Desember 2021.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":4027,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1701725859:1"]},"categories":[506,511],"tags":[142,31,10,37],"class_list":["post-4027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-11","tag-biologi-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah! -- &nbsp;\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah! -- &nbsp;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-23T05:09:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-04T21:37:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kresnoadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma\",\"name\":\"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-23T05:09:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T21:37:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\"},\"description\":\"Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah! -- &nbsp;\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410\",\"name\":\"Kresnoadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kresnoadi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11","description":"Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah! -- &nbsp;","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11","og_description":"Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah! -- &nbsp;","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-12-23T05:09:21+00:00","article_modified_time":"2023-12-04T21:37:39+00:00","author":"Kresnoadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kresnoadi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma","name":"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg","datePublished":"2021-12-23T05:09:21+00:00","dateModified":"2023-12-04T21:37:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410"},"description":"Kamu sering merasa ngantuk setelah makan? Hmm.. mungkin kamu mengalami food coma, tuh! Apa sih, food coma itu? Yuk, kita bahas dari sisi ilmiah! -- &nbsp;","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Food%20Coma%20Mengapa%20Kita%20Mengantuk%20Setelah%20Makan.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/food-coma#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Food Coma: Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan? | Biologi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/1cab2981df0b774acc5ed5206be80410","name":"Kresnoadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kresnoadi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kresnoadi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15917,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4027\/revisions\/15917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}