{"id":4315,"date":"2021-11-08T09:29:16","date_gmt":"2021-11-08T09:29:16","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4315"},"modified":"2021-11-08T09:29:16","modified_gmt":"2021-11-08T09:29:16","slug":"perkembangan-teknologi-bisnis-ritel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel","title":{"rendered":"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg\" alt=\"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga menggunakan teknologi digital seperti saat ini? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buat kamu yang hobi belanja <em>online<\/em>, pasti pagi-pagi kamu udah <em>scrolling e-commerce<\/em>. Terus, tengah malem juga sering <em>checkout<\/em> belanjaan. Apalagi tiap tanggal kembar, wah udah pasti nungguin <em>flash sale<\/em>! Duh, kayaknya lebih rajin buka <em>e-commerce<\/em> nih, daripada buka buku pelajaran?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kamu tau nggak sih, ternyata maraknya <em>e-commerce <\/em>di masa sekarang ini merupakan salah satu dampak dari adanya <strong>perkembangan teknologi bisnis ritel<\/strong>, lho! Dulunya, bisnis ritel hanya dilakukan secara <em>offline<\/em> alias melibatkan pertemuan langsung antara pembeli dan penjual di suatu toko. Nggak ada tuh, yang namanya belanja tinggal klik-klik doang, eh, nggak lama kemudian terdengar suara\u2026<em>&nbsp;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Pakeettt..!!&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengar suara itu, kamu langsung bangkit dari kasur dan buru-buru meluncur ke depan pagar rumah. Detik selanjutnya, kamu udah senyum-senyum sumringah sambil memegang <em>box<\/em> paket, terus abang-abang kurirnya bakal ngefoto kamu beserta paketnya sebagai bukti kalau paketnya udah nyampe dengan selamat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Cekrek!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eh, tapi ternyata yang difoto sama abang kurir cuma tangannya doang, mukanya nggak ikut ke foto hahahahah..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits<\/em>, tapi kamu tau nggak sih, belanja <em>online<\/em> melalui <em>e-commerce<\/em> ini baru marak terjadi pada <strong>Industri 4.0<\/strong> lho, di mana kegiatan industri sudah terdigitalisasi sedemikian rupa sehingga era ini juga disebut sebagai <strong>era digital<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Industri 4.0, <strong>akses internet dan perangkat digital<\/strong> pun juga <strong>sudah tersebar luas dan dimiliki oleh hampir seluruh kalangan<\/strong>. Oleh karena itu, kegiatan belanja <em>online<\/em> melalui <em>e-commerce<\/em> pun semakin merajalela dan menjadi favorit banyak orang.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulai dari remaja yang biasa nongkrong di caf\u00e9, ibu-ibu kompleks penikmat drama Korea, sampai bapak-bapak pensiunan yang suka minum kopi sambil baca koran di teras rumah, sekarang punya hobi baru yang sama: belanja <em>online<\/em> di <em>e-commerce<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau jaman dulu mah, kegiatan jual-beli dan perindustrian masih belum maju seperti sekarang ini, <em>guys<\/em>!&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biar lebih paham, coba kita bahas perkembangan teknologi bisnis ritel secara lebih mendetail, yuk!<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"color: #2eb5c0;\">Perkembangan Teknologi<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan teknologi bisnis ritel dimulai pada <strong>abad ke-18<\/strong>. Pada saat itu, terjadi <strong>penemuan mesin uap oleh James Watt<\/strong>. Nah, teknologi mesin uap ini kemudian dimanfaatkan oleh industri untuk menunjang kegiatan produksi.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pekerjaan-pekerjaan terkait produksi yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia, kemudian mulai digantikan dengan tenaga mesin uap. Industri pada masa itu dikenal juga dengan sebutan <strong>Industri 1.0<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/visual-merchandising\" rel=\"noopener\">Mempelajari Visual Merchandising untuk Penataan Produk<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditemukannya mesin uap pada Industri 1.0, membuat perusahaan lebih <strong>berfokus pada kegiatan produksi barang<\/strong>. Kenapa begitu? Karena kegiatan produksi barang yang tadinya hanya mengandalkan tenaga manusia mulai digantikan oleh mesin-mesin uap, sehingga dapat diproduksi dengan lebih mudah dan secara massal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20dari%20Masa%20ke%20Masa.jpg\" alt=\"Perkembangan Teknologi dari Masa ke Masa\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi, seiring berjalannya waktu, mesin-mesin uap mulai digantikan dengan <strong>mesin-mesin bertenaga listrik<\/strong>. Hal ini mulai terjadi pada <strong>abad ke-19<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada abad ini, perakitan dan produksi massal udah nggak pakai mesin uap lagi <em>guys<\/em>, tapi udah mulai menggunakan tenaga listrik. Nah, industri pada masa ini disebut juga sebagai <strong>Industri 2.0<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Industri 2.0, juga terjadi pengembangan pesawat telepon, mobil, serta pesawat terbang. Industri ini berlanjut sampai akhirnya digantikan oleh <strong>Industri 3.0<\/strong> pada <strong>abad ke-20<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Industri 3.0 sendiri ditandai dengan adanya <strong>otomatisasi terintegrasi komputer<\/strong>. Nah, pada industri ini, udah mulai ditemukan <strong>teknologi digital dan internet<\/strong> yang bisa menunjang tidak hanya kegiatan perindustrian, tapi juga kegiatan lainnya, seperti komunikasi.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, Industri 3.0 berkembang lagi menjadi <a href=\"\/blog\/revolusi-industri-4.0\" rel=\"noopener\"><strong>Industri 4.0<\/strong><\/a> alias industri yang sekarang ini sedang kita alami. Pada Industri 4.0, mulai terjadi pengembangan komputer pintar, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, rekayasa genetik, serta neuroteknologi yang semuanya ditunjang dengan teknologi <strong><em>Artificial Intelligence<\/em><\/strong><strong> (AI)<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"color: #2eb5c0;\">Perkembangan <\/span><\/strong><strong><em><span style=\"color: #2eb5c0;\">Marketing<\/span><\/em><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seiring dengan perkembangan teknologi, kegiatan <em>marketing<\/em> pada bisnis ritel pun juga mengalami perkembangan dari masa ke masa. Dimulai dari <strong><em>Marketing<\/em><\/strong><strong> 1.0<\/strong> hingga kini telah berkembang sampai <strong><em>Marketing<\/em><\/strong><strong> 4.0<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Marketing%20dari%20Masa%20ke%20Masa.jpg\" alt=\"Perkembangan Marketing dari Masa ke Masa\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada <em>Marketing<\/em> 1.0, kegiatan <em>marketing<\/em> masih berfokus pada <strong>produksi barang<\/strong> alias <strong><em>Product Centric<\/em><\/strong>. Perusahaan fokus <strong>memproduksi barang sebanyak-banyaknya<\/strong> untuk memenuhi kebutuhan konsumen.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, kegiatan <em>marketing<\/em> mulai mengalami perkembangan menjadi <strong><em>Marketing<\/em><\/strong><strong> 2.0<\/strong>. Pada <em>Marketing<\/em> 2.0, perusahaan mulai berfokus pada <strong>kebutuhan konsumen<\/strong> <strong>(<\/strong><strong><em>Customer Centric<\/em><\/strong><strong>)<\/strong>. Konsumen mulai dilihat sebagai <strong>sosok yang harus dilayani dan dipenuhi kebutuhannya<\/strong> <strong>sesuai dengan keinginan<\/strong> masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjuutt, setelah puas berfokus pada kebutuhan dan keinginan konsumen, kegiatan <em>marketing<\/em> mulai berkembang lagi menjadi <strong><em>Marketing<\/em><\/strong><strong> 3.0<\/strong>. Pada <em>Marketing<\/em> 3.0, perusahaan mulai melakukan <strong>pendekatan kepada konsumen<\/strong> <strong>secara humanis<\/strong> <strong><em>(Human Centric)<\/em><\/strong>.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsumen <strong>tidak lagi hanya dipandang sebagai pembeli produk<\/strong>, namun <strong>juga dipandang sebagai manusia<\/strong> <strong>yang memiliki kebutuhan, keinginan, dan harapan<\/strong> terhadap produk-produk yang dijual oleh perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, proses PDKT yang dilakukan oleh perusahaan melalui <em>Marketing<\/em> 3.0 ini tujuannya adalah agar perusahaan jadi lebih tau secara mendetail mengenai kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen atas produk-produk yang dijual oleh perusahaan. Nah, dari situlah perusahaan bisa mendapatkan <strong>ide-ide produk baru<\/strong>, serta <strong>masukan untuk perbaikan produk yang sudah ada<\/strong>. Begitu, <em>guys<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, evolusi kegiatan <em>marketing<\/em> yang terbaru adalah <strong><em>Marketing<\/em><\/strong><strong> 4.0<\/strong>. <em>Marketing<\/em> 4.0 sebenarnya nggak terlalu beda jauh dengan <em>Marketing<\/em> 3.0. Masih sama-sama <strong>berfokus pada pendekatan kepada konsumen<\/strong>. Tapi, pada <em>Marketing<\/em> 4.0, kegiatan pendekatannya lebih ekstra lagi nih, karena <strong>mengkombinasikan antara interaksi secara <\/strong><strong><em>offline<\/em><\/strong><strong> maupun secara <\/strong><strong><em>online <\/em><\/strong>serta perusahaan juga menawarkan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi konsumen <strong><em>(Machine to Machine; Human to Human)<\/em><\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu sudah paham sampai sini?&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"color: #2eb5c0;\">Perubahan Perilaku Konsumen<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan teknologi <a href=\"\/blog\/smk-kelas-11-konsep-dan-struktur-dasar-bisnis-ritel\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">bisnis ritel<\/span><\/a> juga melibatkan <strong>perubahan perilaku konsumen<\/strong> sehingga akhirnya <strong>terdorong untuk melakukan kegiatan belanja secara <\/strong><strong><em>online<\/em><\/strong>. Sebenarnya apa sih, alasan di balik perubahan perilaku konsumen ini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa <strong>alasan yang mendorong para konsumen<\/strong> untuk melakukan kegiatan <strong>belanja secara <\/strong><strong><em>online<\/em><\/strong>, antara lain seperti terangkum dalam infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penyebab%20Perubahan%20Perilaku%20Konsumen.jpg\" alt=\"Penyebab Perubahan Perilaku Konsumen\" width=\"600\" loading=\"lazy\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengalaman berbelanja yang dirasakan konsumen ketika berbelanja secara <em>online<\/em> <em>somehow<\/em> bikin konsumen jadi ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi. Kita nggak perlu jauh-jauh pergi ke toko, belanjanya pun juga udah berasa lihat barangnya beneran, karena toko-toko <em>online<\/em> selalu mencantumkan <strong>foto atau video barang<\/strong> sebagai gambaran bagi konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa toko <em>online<\/em> pun juga sudah menyediakan teknologi <strong><em>augmented reality<\/em><\/strong>, yaitu teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda maya tersebut dalam waktu nyata. Teknologi ini membuat kita <strong>seolah sedang berhadapan secara langsung dengan benda maya tersebut<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, meskipun sudah menjadi primadona di era Industri 4.0 ini, belanja <em>online<\/em> tetap ada kekurangannya ya, <em>guys<\/em>! Salah satunya yang paling sering terjadi yakni barang yang kita terima ternyata <strong>nggak sesuai dengan ekspektasi<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi gitu ya, <em>guys<\/em>! Semua hal di dunia ini pastinya punya plus dan minusnya masing-masing, termasuk belanja <em>online<\/em> maupun <em>offline<\/em>. <em>Every choice has its own consequences. We don\u2019t choose which one is better, we just choose the one with more bearable consequences.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan <a href=\"\/blog\/dampak-teknologi-terhadap-kebiasaan-belajar\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">teknologi<\/span><\/a> bisnis ritel pun<strong> nggak akan berhenti sampai di sini<\/strong> aja. Ke depannya, pasti <strong>akan muncul inovasi-inovasi baru<\/strong> lagi yang bisa diterapkan untuk kemajuan teknologi bisnis ritel. Kamu sendiri punya inovasi baru nggak, terkait bisnis ritel? Coba <em>share<\/em> di kolom komentar, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekian pembahasan kita tentang perkembangan teknologi bisnis ritel. Kalau kamu siswa SMK kelas 12 jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), kamu wajib mempelajari materi ini, ya! Kamu juga bisa cek materi lebih lengkap tentang teknologi bisnis ritel di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong><span>ruangbelajar<\/span><\/strong><\/a>! Yakin nggak mau nonton videonya? Yuk, <em>download<\/em> aplikasinya sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga menggunakan teknologi digital seperti saat ini? Yuk, simak pembahasannya berikut ini! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":4315,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg"]},"categories":[1],"tags":[337,10,154,340],"class_list":["post-4315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bdp","tag-konsep-pelajaran","tag-smk","tag-smk-kelas-xii"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-08T09:29:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel\",\"name\":\"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg\",\"datePublished\":\"2021-11-08T09:29:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12","description":"Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12","og_description":"Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-11-08T09:29:16+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel","name":"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg","datePublished":"2021-11-08T09:29:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Kamu gemar belanja online? Eits, tapi kamu udah tau belum, seperti apa perkembangan teknologi bisnis ritel dari yang semula menggunakan mesin uap, hingga","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Perkembangan%20Teknologi%20Bisnis%20Ritel.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perkembangan-teknologi-bisnis-ritel#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa | SMK Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4315"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4315\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}