{"id":4450,"date":"2026-01-02T13:00:14","date_gmt":"2026-01-02T06:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4450"},"modified":"2026-01-05T16:53:46","modified_gmt":"2026-01-05T09:53:46","slug":"makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media","title":{"rendered":"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 16px;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg\" alt=\"Makan Cantik Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media\" width=\"820\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-size: 16px;\">Artikel ini akan membahas tentang gaya hidup makan cantik sebagai sebuah hiperrealitas dalam sosial media.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEh, weekend ini kita enaknya ngapain ya, girls? Nongki-nongki gitu asyik kali, ya?\u201d tanya Karina dalam sebuah grup WhatsApp yang terdiri dari dirinya dan ketiga temannya. \u201cWah, itu ide bagus sih, Kar. Kalau gue sih gas terus, gimana nih yang lain?\u201d jawab Giselle terhadap Karina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTenang, buat nongkrong sama kalian <em>mah<\/em> <em>gue <\/em>bisa terus. Tapi, ini saran gue aja, <em>sih<\/em>. Gimana kalau kali ini kita cari tempat makan yang <em>next level<\/em> gitu?\u201d ajak NingNing. \u201c<em>Ooh<\/em>.. kayaknya tau <em>nih<\/em> <em>gue<\/em>, maksud <em>lo<\/em> apa. <strong>Tempat makan <\/strong><strong><em>next level<\/em><\/strong> <em>tuh<\/em> restoran dengan interior desain dan penyajian makanan yang cantik, <em>kan<\/em>?\u201d tebak Karina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Yes<\/em>, Kar. Intinya, si NingNing <em>tuh<\/em> ngajak kita <strong>makan cantik <\/strong>gitu, <em>loh<\/em>!\u201d jawab Winter. \u201c<em>By the way<\/em> Ning, <em>gue<\/em> setuju banget sama ide <em>lo<\/em>. Asli, Instagram story <em>gue<\/em> udah kelamaan nganggur gara-gara kerja mulu bagaikan kuda. Jadi, boleh <em>lah<\/em> kita makan cantik. Lumayan <em>kan<\/em> <em>tuh<\/em>, <em>gue<\/em> jadi bisa <strong>buat Instagram <\/strong><strong><em>story<\/em><\/strong><strong> ala-ala<\/strong> <strong>anak sultan<\/strong>\u201d imbuh Winter bersemangat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Okay guys<\/em>, sampai disitu aja bocoran percakapan dalam grup WhatsApp Karina dan teman-temannya! <em>For now<\/em>, <em>I honestly want to know what you think of that conversation<\/em>. Memperhatikan tiga kata kunci penting dalam percakapan di atas, kamu mungkin sudah menebak sendiri sebutan yang paling tepat untuk mendeskripsikan fenomena tersebut. <em>Hm<\/em>, <em>let me guess<\/em>. Pencitraan? <em>Well<\/em>, <em>I guess that<\/em>\u2019<em>s close<\/em>. <em>But<\/em>, <em>here<\/em>\u2019<em>s<\/em> <em>the<\/em> <em>thing<\/em>, <strong>jika ada satu<\/strong> <strong>bidang ilmu<\/strong> <strong>yang bisa memberikan penjelasan paling baik<\/strong> <strong>mengenai fenomena di atas<\/strong>, <strong>maka itu adalah<\/strong> <strong>sosiologi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Real question is<\/em>, <em>what would a true sociologist say about the phenomenon above<\/em>? Istilah apa yang paling tepat untuk menjelaskan gaya hidup yang disebut sebagai makan cantik? Apa motif seseorang mengikuti gaya hidup itu? Atau kalau kata anak Jakarta Selatan zaman sekarang: \u201cBiar dikata apa <em>sih<\/em> <em>lo<\/em> kayak gitu?\u201d Untuk menjawab seluruh pertanyaan tersebut dengan sebaik mungkin, kamu membutuhkan cara berpikir yang <em>anti<\/em>&#8211;<em>mainstream<\/em> (dibaca: <em>to think beyond common sense<\/em>). <em>Hm<\/em>.. jadi penasaran <em>kan<\/em> sekarang? <em>Yuk<\/em>, temukan jawabannya pada pemaparan di bawah ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Simulasi dan Hiperrealitas: <em>Says Jean Baudrillard<\/em><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>For those of you who might not know<\/em>, <strong>Jean Baudrillard<\/strong> adalah seorang <strong>sosiolog<\/strong>, <strong>filsuf<\/strong>, sekaligus <strong>ahli teori budaya asal Prancis<\/strong>. Sampai hari ini, beliau <strong>terkenal karena tulisannya<\/strong> yang banyak <strong>merefleksikan ciri dari teori <\/strong><strong><em>postmodern<\/em><\/strong>. <em>Nah<\/em>, sebenarnya, ada empat istilah kunci yang mendasari analisisnya, di antaranya adalah simulasi, media massa, tanda, dan komunikasi. Tapi, pada artikel ini, aku hanya akan <strong>mengambil pembahasan<\/strong> <strong>beliau<\/strong> <strong>tentang<\/strong> <strong>simulasi yang kemudian memproduksi hiperrealitas<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>So<\/em>, <em>what exactly does simulation mean<\/em>? Menurut Baudrillard, <strong>simulasi merupakan citra<\/strong>, <strong>simbol<\/strong>, <strong>gambar buatan<\/strong>, atau <strong>segala sesuatu<\/strong> <strong>yang \u201cmenyembunyikan\u201d kenyataan<\/strong>. Untuk sebuah realitas palsu terbentuk, simulasi terlebih dahulu terjadi secara terus menerus dalam ruang dan waktu. <em>Hm<\/em>, kira-kira ada yang tau nggak <em>sih<\/em>, di era <em>mass communication<\/em> dan <em>mass<\/em> <em>consumption<\/em> gini, realitas palsu bisa dibentuk melalui apa? Jika kamu berpikir bahwa jawabannya adalah media, <em>you<\/em>\u2019<em>re<\/em> <em>absolutely right then<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eits<\/em>, bukan sembarang media <em>loh<\/em>, <em>guys<\/em>! <strong>Studi menunjukkan bahwa realitas bisa dibentuk melalui media-media yang informatif<\/strong>, <strong>edukatif<\/strong>, dan <strong>menghibur<\/strong>. <em>Hayo<\/em>, kebayang nggak contoh-contoh media yang aku maksud? <em>Nih<\/em>, khusus untuk kamu pembaca setia, aku udah siapin contohnya buat kamu. Jadi, media yang seringkali menampilkan simulasi itu adalah iklan, <em>games<\/em>, film atau drama, dan dalam konteks tulisan ini, sosial media. <strong>Melalui media-media<\/strong> <strong>tersebut<\/strong>, <strong>tercipta gambar-gambar yang \u201cterlihat\u201d begitu nyata tanpa asal usul realitas yang mendasarinya<\/strong>. <em>Nah<\/em>, fenomena yang satu ini kemudian <strong>didefinisikan<\/strong> <strong>oleh Baudrillard<\/strong> <strong>sebagai<\/strong> <strong>hiperrealitas<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejujurnya, terutama melalui sosial media, gambar yang dibagikan memproduksi \u201c<em>imagology<\/em>\u201d bagi audiensnya. <em>Wait<\/em>, <em>wait<\/em>, <em>wait<\/em>, <em>imagology<\/em> <em>tuh<\/em> apa <em>sih<\/em>?<strong><em> Imagology<\/em><\/strong> adalah <strong>kondisi dimana citra dianggap lebih penting daripada yang sebenarnya terjadi di dalam dunia nyata<\/strong>. <em>Hm<\/em>, udah keliatan <em>kan<\/em> hiperrealitasnya? Secara, audiens terlihat semakin kesulitan dalam membedakan mana realitas semu dan mana realitas sesungguhnya. Sungguh, perkembangan teknologi informasi memungkinkan setiap orang untuk membangun berbagai citra melalui sosial media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-03.jpg\" alt=\"Makan Cantik Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/redefinisi-maskulinitas-k-pop-idol-pria-lawan-toxic-masculinity-melalui-seni\" rel=\"noopener\">Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Makan Cantik: <em>It&#8217;s Not as Simple as You Think<\/em><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istilah <strong>makan cantik<\/strong> atau <strong><em>aesthetic eating<\/em><\/strong> digunakan untuk menggambarkan <strong>kegiatan makan<\/strong> <strong>yang<\/strong> <strong>dilakukan di restoran-restoran tertentu<\/strong> <strong>yang<\/strong> <strong>dipertunjukkan melalui sosial media<\/strong>. Bagi sebagian besar orang, makan cantik bukanlah suatu kegiatan yang bisa dilakukan setiap hari. Artinya, makan cantik biasa dilakukan sebanyak dua sampai empat kali dalam sebulan. Tidak berlaku untuk seorang Kylie Jenner, dengan total kekayaannya, ia bisa melakukan kegiatan makan cantik setiap hari!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hm<\/em>, kamu penasaran nggak <em>sih<\/em> dengan proses yang dilewati seseorang dari mulai sebelum sampai setelah melakukan kegiatan makan cantik? Untuk kamu yang penasaran, <em>the answer is<\/em> <em>all here<\/em>. <strong>Hal pertama yang paling krusial untuk dilakukan<\/strong> sebelum melakukan kegiatan makan cantik adalah <strong>memilih restoran yang tepat untuk dikunjungi<\/strong>. Ingat, restoran yang akan dikunjungi menentukan apakah kegiatan yang akan dilakukan di tempat itu bisa disebut sebagai makan cantik atau tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, pemilihan restoran <strong>memperhatikan aspek-aspek<\/strong> seperti <strong>desain interior ruangan<\/strong>, <strong>penyajian makanan<\/strong>, dan <strong>lokasi restoran<\/strong> itu sendiri. \u201c<em>Eh<\/em>, <em>kok<\/em> si penulis nggak nyebutin pentingnya mempertimbangkan rasa makanan, <em>sih<\/em>?\u201d <em>Nah<\/em>, itu dia letak keunikannya! <strong>Ternyata<\/strong>, <strong>sejumlah orang mengabaikan rasa dari makanan dalam memilih restoran yang akan dikunjungi<\/strong>, <em>loh<\/em>. <em>Really<\/em>, <em>there is nothing more important than the restaurant<\/em>\u2019<em>s aesthetic itself<\/em>. Makanya, makan cantik cenderung dilakukan di restoran-restoran kelas menengah dan atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-06%20(1).jpg\" alt=\"Makan Cantik Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kedua<\/strong>, setelah melakukan pemilihan restoran, masuklah sekelompok orang ke dalam kegiatan makan cantik. Saat kegiatan makan cantik berlangsung, dua hal yang tidak mungkin terlewatkan adalah <strong>pemotretan makanan yang dipesan<\/strong> dan <strong>pemotretan diri sendiri duduk manis di restoran pilihan<\/strong>. <em>Hayo<\/em>, siapa di antara kamu yang akrab dengan perkataan seperti: \u201c<em>Eh<\/em>, bentar <em>dong<\/em>\u2026 jangan dimakan dulu, belum <em>gue<\/em> foto tau!\u201d? <em>Yup<\/em>, <strong>pengambilan foto makanan tentunya dilakukan secara berulang kali dari berbagai sisi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/AMUZ%20FOOD.jpeg\" alt=\"AMUZ FOOD\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Food from Amuz Gourmet Restaurant (Sumber: https:\/\/www.chope.co\/)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mottonya adalah selama pelaku makan cantik belum mendapatkan gambar terbaik dari makanan yang akan disantapnya, pemotretan akan terus dilakukan. Tidak berhenti pada memotret makanan, <strong>pelaku makan cantik<\/strong> tentunya akan <strong>mengambil foto dirinya sendiri di restoran<\/strong> yang ia kunjungi. <em>But remember<\/em>, <strong><em>the key<\/em><\/strong><em> is to <\/em><strong><em>show off the restaurant<\/em><\/strong><strong>\u2019<\/strong><strong><em>s unique and expensive taste of interior design<\/em><\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 400px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/IMG_6113%203.jpg\" alt=\"IMG_6113 3\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Potret <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">Makan Cantik di Salah Satu Restoran di Four Seasons Hotel Jakarta (Sumber: https:\/\/www.instagram.com\/)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Last but not least<\/em><\/strong>, <strong><em>what<\/em><\/strong><strong>\u2019<\/strong><strong><em>s the point of doing all that without sharing it to the world<\/em><\/strong>? Setelah melewati kedua tahap di atas, pelaku makan cantik menyiarkan kegiatannya melalui sosial media. <em>Eits<\/em>, nama dan lokasi restoran tentunya nggak boleh ketinggalan, <em>dong<\/em>. Ngaku <em>deh<\/em>, kamu yang pernah melakukan aktivitas makan cantik pasti sudah familiar <em>kan<\/em> dengan fitur \u201c<em>share your location<\/em>\u201d di Instagram <em>story<\/em> dan Instagram <em>post<\/em>? <em>Anyways<\/em>, aku jadi penasaran, <em>nih<\/em>. Kamu paling sering melihat sekelompok orang membagikan aktivitas makan cantiknya melalui media sosial apa, <em>sih<\/em>? Tulis jawabanmu di kolom komentar, ya!<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/film-dengan-pesan-terbaik-sepanjang-masa-yang-wajib-kamu-tonton\" rel=\"noopener\">3 Film dengan Pesan Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Tonton<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Makan Cantik Sebagai Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media: How Does It Work?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-07.jpg\" alt=\"Makan Cantik Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media\" width=\"600\" \/><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Okay, enough with the introduction<\/em>, <em>let<\/em>\u2019<em>s get your brain to work<\/em>. Tahukah kamu? <strong>Gaya hidup berhubungan erat dengan kelas sosial dan citra seseorang<\/strong>. Kenapa makan cantik bisa dikategorikan sebagai suatu gaya hidup? Jawabannya tidak lain karena melalui aktivitas makan cantik, status sosial dan citra seseorang seperti menampakkan dirinya. <em>Tell you the truth<\/em>, <strong>aktivitas makan cantik sangat identik dengan gaya hidup masyarakat kelas atas<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kamu renungkan kembali, kamu akan mengerti mengapa restoran yang biasa dikunjungi untuk melakukan aktivitas makan cantik adalah restoran kelas menengah dan atas. Ya, tentunya karena <strong>masyarakat kelas atas<\/strong> <strong>tidak merasa keberatan<\/strong> untuk <strong>membayar mewahnya pengalaman makan di restoran ternama<\/strong>. <em>Also<\/em>, <em>if you notice how <\/em><strong><em>people get flawlessly dressed up for aesthetic eating<\/em><\/strong>, <em>according to <\/em>Baudrillard, orang-orang tersebut sebenarnya sedang berusaha <strong>untuk membangun citra masyarakat kelas atas<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya, bagaimana aktivitas makan cantik itu bisa memproduksi hiperrealitas melalui sosial media? Jika diletakkan dalam kerangka pemikiran Baudrillard, <strong>simulasi<\/strong> dalam konteks tulisan ini <strong>adalah<\/strong> <strong>gambar makanan<\/strong>, <strong>desain interior restoran<\/strong>, dan <strong>pelaku makan<\/strong> <strong>cantik yang disiarkan dalam sosial media<\/strong>. <em>Nah<\/em>, gambar-gambar tersebut memiliki fungsi utama <strong>menyembunyikan \u201crealitas\u201d kelas sosial pelaku makan cantik<\/strong>. Hal ini terutama berlaku pada mereka yang dengan seluruh tenaganya mencoba membayar gaya hidup yang mahal untuk tujuan tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u201c<em>Kadang kalo makanannya dikit tp enak udah nggapapa walaupun gue ga kenyang<\/em>. <em>Gue bakal menuhin kekenyangan gue nanti di tempat lain yang ga mewah gitu<\/em>. <em>Misalnya gue di di hotel Mulia makan salad gitu<\/em>. <em>Ujung<\/em>&#8211;<em>ujungnya gue bakal makan nasi goreng dipinggir jalan sampe kenyang<\/em>.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Wawancara dengan MT, 27 Oktober 2015) dalam (Fitria, 2015)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, <strong>simulasi memproduksi<\/strong> apa yang disebut oleh Baudrillard sebagai <strong>hiperrealitas<\/strong>. \u201c<em>Loh<\/em>, <em>kok<\/em> bisa sampai memproduksi hiperrealitas? Gimana caranya?\u201d <em>Nah<\/em>, kalau kamu ingat, hiperrealitas itu terjadi ketika audiens tidak lagi bisa membedakan mana realitas yang semu dan mana realitas yang sesungguhnya. So, <em>think about it<\/em>, <strong>jika temanmu berhasil memotret aktivitas makan cantiknya dengan begitu apik<\/strong>, <strong>mungkinkah terlintas di pikiranmu bahwa apa yang disiarkannya adalah realitas semu belaka<\/strong>? <em>Nope and guess why<\/em>? Jawabannya tidak lain karena <strong>media sosial adalah arena sosial<\/strong> <strong>terbaik untuk menciptakan hiperrealitas<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u201c<em>Kalo dari apa yang gue lakuin mungkin iya<\/em>. <em>Karena gue yakin orang-orang ngeliat gue ih Bella makan ke tempat mahal mulu<\/em>, <em>Bella tajir ya<\/em>, <em>Bella hedon banget makan ke tempat<\/em>&#8211;<em>tempat cantik mulu<\/em>. <em>Tapi kan pada kenyataannya gue ga makan disana<\/em>, <em>gue cuma minum<\/em>, <em>gue cuma beli sesuatu yang murah lah disana<\/em>. <em>Padahal kan sebelum dateng kesitu gue makan pecel lele di pinggir jalan dulu<\/em>. <em>Jadi rahasianya itu<\/em>, <em>sebelum ke tempat mewah yang kaya Senopati yang makanannya mahal<\/em>, <em>padahal sebenernya gue sih minum doang<\/em>.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Wawancara dengan GO, 8 November 2015) dalam (Fitria, 2015)<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/yuk-mengenal-sejarah-animasi\" rel=\"noopener\">Suka Nonton Marvel? Yuk, Kenali Dulu Sejarah Film Animasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>As you can see<\/em>, satu-satunya hal yang perlu kamu lakukan untuk menampilkan citra masyarakat kelas atas adalah memotret aktivitas makan cantik kamu dengan sebaik mungkin. Setelah itu, kamu hanya tinggal rileks dan membiarkan sosial media melakukan sihirnya. Ya, sosial media memiliki peran yang integral dalam mengkonstruksikan pemikiran masyarakat luas tentang gaya hidup makan cantik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Specifically<\/em>, <strong>sosial media mempunyai kekuatan untuk membantu seseorang merepresentasikan gaya hidup dan citra masyarakat kelas atas<\/strong>. Hari gini, pertanyaannya sudah bukan \u201cApa yang dia makan?\u201d, \u201cKapan dia memakannya?\u201d, dan \u201cDi mana dia memakannya?\u201d tetapi \u201cSiapa dia?\u201d mengingat bahwa gaya hidup baru di atas jelas-jelas sudah bertransformasi menjadi lambang kelas sosial tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana, menarik bukan memahami suatu fenomena melalui kacamata sosiologi? Hal-hal yang secara kasat mata terlihat tidak memiliki celah untuk dipertanyakan, nyatanya menyimpan begitu banyak makna. <em>Truly<\/em>, <em>curiosity can take you to great places<\/em>. <em>So<\/em>, <em>continue to learn<\/em> <em>and<\/em> <em>you<\/em>\u2019<em>ll definitely surprise yourself<\/em>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg\" alt=\"CTA ruangbelajar\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">WHAT&#8217;S NEW JAKARTA. 2020.\u00a0<i>20+ BEST FINE DINING RESTAURANTS IN JAKARTA<\/i>. [online] Available at: https:\/\/whatsnewindonesia.com\/jakarta\/best-fine-dining-restaurants-in-jakarta\/ [Accessed 11 October 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Chope. 2021.\u00a0<i>AMUZ Gourmet Restaurant<\/i>. [online] Available at: https:\/\/www.chope.co\/jakarta-restaurants\/restaurant\/amuz-gourmet-restaurant-scbd [Accessed 15 October 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Andriani, R., 2021.\u00a0<i>Potret Makan Cantik di Salah Satu Restoran di Four Seasons Hotel Jakarta<\/i>. [image] Available at: https:\/\/www.instagram.com\/p\/CNH9jnRrhyA\/?utm_medium=copy_link [Accessed 15 October 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Baudrillard, J., 1981.\u00a0<i>Simulacra and Simulation<\/i>. United State of America: The University of Michigan Press.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Baudrillard, J., 1983.\u00a0<i>Simulation<\/i>. Massachusetts: The University of Michigan Press.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Chope, 2021.\u00a0<i>Food from Amuz Gourmet Restaurant<\/i>. [image] Available at: https:\/\/www.chope.co\/jakarta-restaurants\/restaurant\/amuz-gourmet-restaurant-scbd [Accessed 15 October 2021].<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Fitria, H., 2016. HIPERREALITAS DALAM SOCIAL MEDIA (STUDI KASUS: MAKAN CANTIK DI SENOPATI PADA MASYARAKAT PERKOTAAN).\u00a0<i>INFORMASI<\/i>, 45(2), pp.87-100.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: left;\">Encyclopedia Britannica. n.d.\u00a0<i>Jean Baudrillard<\/i>. [online] Available at: https:\/\/www.britannica.com\/biography\/Jean-Baudrillard [Accessed 11 October 2021].<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini akan membahas tentang gaya hidup makan cantik sebagai sebuah hiperrealitas dalam sosial media. &#8212; &nbsp; \u201cEh, weekend ini kita enaknya ngapain ya, girls? Nongki-nongki gitu asyik kali, ya?\u201d tanya Karina dalam sebuah grup WhatsApp yang terdiri dari dirinya dan ketiga temannya. \u201cWah, itu ide bagus sih, Kar. Kalau gue sih gas terus, gimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":238,"featured_media":4450,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1767606688:1"],"_wp_old_date":["2021-10-15"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_metadesc":["Makan cantik adalah simulasi yang secara sengaja dibentuk melalui sosial media untuk menampilkan citra tertentu, membuat apa yang ditampilkan menjadi hiperrealitas."],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["10"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-4450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Makan cantik adalah simulasi yang secara sengaja dibentuk melalui sosial media untuk menampilkan citra tertentu, membuat apa yang ditampilkan menjadi hiperrealitas.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Makan cantik adalah simulasi yang secara sengaja dibentuk melalui sosial media untuk menampilkan citra tertentu, membuat apa yang ditampilkan menjadi hiperrealitas.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-02T06:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-05T09:53:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clara Pricilla Adiputra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clara Pricilla Adiputra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media\",\"name\":\"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-02T06:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-05T09:53:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373\"},\"description\":\"Makan cantik adalah simulasi yang secara sengaja dibentuk melalui sosial media untuk menampilkan citra tertentu, membuat apa yang ditampilkan menjadi hiperrealitas.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373\",\"name\":\"Clara Pricilla Adiputra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clara Pricilla Adiputra\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/clara-pricilla-adiputra\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media","description":"Makan cantik adalah simulasi yang secara sengaja dibentuk melalui sosial media untuk menampilkan citra tertentu, membuat apa yang ditampilkan menjadi hiperrealitas.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media","og_description":"Makan cantik adalah simulasi yang secara sengaja dibentuk melalui sosial media untuk menampilkan citra tertentu, membuat apa yang ditampilkan menjadi hiperrealitas.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-01-02T06:00:14+00:00","article_modified_time":"2026-01-05T09:53:46+00:00","author":"Clara Pricilla Adiputra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Clara Pricilla Adiputra","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media","name":"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg","datePublished":"2026-01-02T06:00:14+00:00","dateModified":"2026-01-05T09:53:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373"},"description":"Makan cantik adalah simulasi yang secara sengaja dibentuk melalui sosial media untuk menampilkan citra tertentu, membuat apa yang ditampilkan menjadi hiperrealitas.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fakta%20Seru%20-%20Makan%20Cantik%20Sebuah%20Hiperrealitas%20dalam%20Sosial%20Media-02-1.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/makan-cantik-sebuah-hiperrealitas-dalam-sosial-media#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Makan Cantik: Sebuah Hiperrealitas dalam Sosial Media"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/be5fefa411d925b7a6fb1409149d3373","name":"Clara Pricilla Adiputra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clara Pricilla Adiputra"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/clara-pricilla-adiputra"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/238"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4450"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25615,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4450\/revisions\/25615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}