{"id":4489,"date":"2021-10-05T08:00:00","date_gmt":"2021-10-05T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4489"},"modified":"2021-10-05T08:00:00","modified_gmt":"2021-10-05T08:00:00","slug":"4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya","title":{"rendered":"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg\" alt=\"tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya\" width=\"820\" loading=\"lazy\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\"><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\">Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini!<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4 tahun dan termasuk bagian dari proses perkembangan mereka. Anak belum mampu mengekspresikan keinginannya dengan bahasa verbal sehingga mereka <strong><a href=\"\/blog\/5-strategi-orang-tua-saat-anak-mengambek\" rel=\"noopener\">menangis<\/a><\/strong>, berteriak, dan menjerit untuk mendapatkan perhatian orang tua. Namun, seiring bertambahnya usia anak, frekuensi tantrum pun akan mulai berkurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, meskipun tantrum normal terjadi pada anak, orang tua tetap harus memperhatikan setiap episode tantrum tersebut. Sebab, tantrum yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya masalah pada perkembangan anak <em>lho<\/em>. Yuk, simak 4 tanda tantrum anak sudah melebihi batas normal.<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold;\">1. Frekuensi tantrum yang sering<\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.stayathomemum.com.au\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/toddler-tantrum2.jpg\" alt=\"cara mengatasi tantrum anak\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Anak yang mengalami tantrum lebih dari 5 kali sehari sudah melebihi batas wajar (Sumber: stayathomemum.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di usia prasekolah, anak-anak biasanya masih banyak menghabiskan waktu di rumah dan <a href=\"\/blog\/aktivitas-bersama-keluarga-di-rumah\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">bermain bersama orang tua<\/a>. Jadi, Anda pun bisa dengan mudah mengawasi tantrum pada anak. Kalau dalam satu hari anak Anda tantrum hingga lebih dari 5 kali, lalu hal ini terjadi pada hari-hari berikutnya, maka Anda bisa mulai <a href=\"\/blog\/mencegah-anak-stress-dengan-self-talk\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">berbicara pada anak<\/a> atau meminta pendapat psikolog anak.<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold;\">2. Durasi tantrum yang lama<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Normalnya, setiap episode tantrum anak berdurasi sekitar 15 menit. Bila tantrum anak Anda seringkali melebihi batas itu, atau suasana hatinya tetap memburuk sehabis tantrum, Anda perlu mulai mengkhawatirkan kemungkinan adanya masalah pada perkembangan anak.<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold;\">3. Melakukan kontak fisik dengan orang lain saat tantrum<\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/zero-to-three.s3.amazonaws.com\/images\/780\/9ac17bd4-a003-42f2-a092-d0905e6da047-landscape_medium.jpg?1467750069\" alt=\"cara mengatasi tantrum anak\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Memukul atau menendang orang yang ada di dekat mereka mungkin dilakukan anak ketika tantrum (Sumber: zerotothree.org)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika anak mengalami tantrum, mereka bisa saja menjerit sambil memukul atau menendang orang yang ada di dekat mereka. Namun, jika perilaku ini terus-menerus terjadi, maka Anda bisa menganggap tantrum anak sudah di luar batas wajar. Terkadang, orang tua melindungi diri mereka sendiri dari pukulan atau tendangan anak. Perilaku orang tua dalam menghadapi tantrum anak pun perlu diperhatikan.<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold;\">4. Tantrum hingga melukai diri sendiri<\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sheknows.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sad-toddler-boy-600_damg9t.jpeg\" alt=\"cara mengatasi tantrum anak\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Melukai diri sendiri ketika anak tantrum merupakan salah satu tanda tantrum yang ia alami melebihi batas wajar (Sumber: sheknows.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau anak Anda mengalami tantrum sampai melukai dirinya sendiri, kemungkinan hal itu menjadi tanda adanya masalah pada <a href=\"\/blog\/mengapa-orang-tua-perlu-memperhatikan-kesehatan-mental-anak\" rel=\"noopener\" style=\"font-weight: bold;\">kesehatan mental anak<\/a>. Dalam beberapa kasus depresi pada anak, mereka cenderung menggigit dan mencakar anggota tubuhnya, bahkan membenturkan kepala mereka ke dinding ketika sedang marah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, bila tantrum yang dialami anak Anda sesuai dengan tanda-tanda tersebut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\">Cara Mengatasi Tantrum pada Anak<\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"color: #000000;\">1. Berempati pada anak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda harus paham, tantrum memang umum terjadi pada anak. Oleh karena itu, setiap kali anak tantrum, orang tua bisa berempati pada anak dan tidak turut memarahi mereka.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Mencari tahu penyebab tantrum anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, orang tua harus mencari tahu mengapa anak mengalami tantrum. Apakah karena lapar, sakit, atau lelah. Hal ini dilakukan agar orang tua bisa mengantisipasi tantrum berulang kembali.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Berbicara dan membahas tantrum dengan anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah anak selesai tantrum, Anda bisa mencoba berbicara dan membahas kebiasaan buruk mereka. Anda bisa mengetahui apa yang sebetulnya diinginkan anak, menjelaskan bahwa tindakan yang ia lakukan ketika tantrum kurang baik, dan memberi contoh hal baik yang bisa dilakukan anak saat mereka marah atau sedih.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">4. Berkonsultasi dengan psikolog anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsultasi dengan psikolog anak bisa menjadi alternatif pilihan orang tua jika kebingungan mengatasi tantrum anak yang berlebihan. Pendapat psikolog mungkin akan memberikan perspektif baru bagi orang tua mengenai tantrum yang dialami anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hal normal terjadi dalam tumbuh-kembang anak, namun Anda tetap harus mengawasi dan memperhatikan setiap perilaku mereka. Hal-hal yang normal pun bisa jadi berlebihan dan menimbulkan masalah di tahap perkembangan yang selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, setelah melewati usia prasekolah, Anda boleh mengenalkan <strong><a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/92bc481d\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">ruangbelajar <\/a><\/strong>kepada mereka. Sewaktu anak belajar hal-hal baru, aplikasi ini bisa membantu mereka memperluas pengetahuannya melalui video pembelajaran beranimasi, latihan soal, rangkuman, dan infografis. Ayo daftar sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini! &#8212;<\/p>\n","protected":false},"author":100,"featured_media":4489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg"]},"categories":[1],"tags":[226],"class_list":["post-4489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-for-kids"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini! -- Tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini! -- Tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-05T08:00:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Andrea Lidwina\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Andrea Lidwina\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya\",\"name\":\"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg\",\"datePublished\":\"2021-10-05T08:00:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2142bdef25adb5639ee03eadb54d114e\"},\"description\":\"Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini! -- Tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2142bdef25adb5639ee03eadb54d114e\",\"name\":\"Andrea Lidwina\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Andrea Lidwina\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/andrea-lidwina\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya","description":"Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini! -- Tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya","og_description":"Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini! -- Tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2021-10-05T08:00:00+00:00","author":"Andrea Lidwina","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Andrea Lidwina","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya","name":"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg","datePublished":"2021-10-05T08:00:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2142bdef25adb5639ee03eadb54d114e"},"description":"Bagaimana cara mengatasi tantrum pada anak? Yuk, simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini! -- Tantrum anak memang umum terjadi pada usia 1-4","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Parenting_4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/4-tanda-tantrum-anak-sudah-melebihi-batas-normal-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4 Tanda Tantrum Anak Sudah Melebihi Batas Normal dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2142bdef25adb5639ee03eadb54d114e","name":"Andrea Lidwina","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Andrea Lidwina"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/andrea-lidwina"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}