{"id":4657,"date":"2025-09-22T08:18:03","date_gmt":"2025-09-22T01:18:03","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4657"},"modified":"2025-09-22T11:22:21","modified_gmt":"2025-09-22T04:22:21","slug":"penemu-radio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio","title":{"rendered":"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png\" alt=\"Guglielmo Marconi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap perkembangan sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Just when I think you&#8217;re gone<\/em><\/p>\n<p><em>Hear our song <\/em><strong><em>on the radio<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>Just like that, takes me back<\/em><\/p>\n<p><em>To the places we used to go<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/hear%20our%20song%20on%20the%20radio.gif\" alt=\"hear our song on the radio\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Sumber: tumblr.com @niallhgifs)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang kalau dengar lagu di radio tiba-tiba teringat momen-momen kenangan atau orang kesayangan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin kamu lebih familier dengan fungsi radio sebagai teman perjalanan atau belajar, karena bisa mendengarkan lagu-lagu kesukaan, ya. Di samping itu, saat mendengarkan radio, kamu juga bisa mengetahui informasi terkini, seperti lalu lintas jalan atau berita <em>entertainment <\/em>lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih penting lagi, waktu dulu, <em>nih<\/em>, ketika Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945, berita mengenai pembacaan proklamasi dan deklarasi terbebasnya Indonesia dari penjajah, diumumkan melalui radio.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengutip dari Tirto, Joesoef Ronodipoero <em>lah<\/em> yang seorang penyiar di radio milik Jepang, menyiarkan kabar kemerdekaan Indonesia saat itu. Tentang peran dan fungsi radio lainnya, <em>nih<\/em>, kalau pilot lagi menerbangkan pesawat, radio digunakan untuk komunikasi dengan tim kontrol lalu lintas udara atau <em>air traffic control<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, siapa, <em>sih<\/em>, sosok jenius yang jadi penemu radio? <em>Gimana <\/em>sejarah radio pada awalnya dan seperti apa perkembangannya sekarang ini?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Tokoh Penemu Radio<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><span style=\"color: #2eb5c0;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/heinrich%20hertz%20penemu%20gelombang%20elektromagnetik%20atau%20frekuensi.jpeg\" alt=\"heinrich hertz penemu gelombang elektromagnetik atau frekuensi\" width=\"600\" \/><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #2eb5c0; font-weight: normal;\"><span style=\"color: #000000;\">Heinrich Hertz, penemu gelombang elektromagnetik, awal mula &#8216;frekuensi&#8217; yang kita kenal sekarang (Sumber: https:\/\/johnsoniantheory.wordpress.com)<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1890an, sebelum radio dikembangkan, perkembangan teknologi, seperti penggunaan listrik dan telegraf sudah umum digunakan. Bidang ilmu elektromagnetik dan termodinamik terus dipelajari oleh para ilmuwan kala itu. Memang, konsep radio dahulu dengan sekarang berbeda, <em>sih<\/em>. Radio waktu itu berkaitan erat dengan apa yang disebut telegraf nirkabel (<em>wireless telegraph<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guglielmo Marconi adalah penemu radio, memang betul. Beliau <em>lah <\/em>yang dijuluki sebagai \u201c<em>Father of Radio<\/em>\u201d, <em>plus<\/em> secara resmi yang memiliki paten dan menerima Nobel Prize. Meski begitu, ada juga ilmuwan lainnya yang berkontribusi dalam perkembangan radio.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimulai dari Nicola Tesla dengan kumparannya hingga Sir Oliver Lodge dan Heinrich Hertz dengan penelitian terhadap gelombang elekromagnetik. Sejarah radio terus berkembang hingga Guglielmo Marconi berhasil mempelajari penelitian dari para ilmuwan sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tokoh-penemu-televisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Siapa Tokoh Penemu Televisi? John Logie Baird atau Philo Farnsworth?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Guglielmo Marconi, \u201c<em>The Father of Radio<\/em>\u201d<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/benarkah%20guglielmo%20marconi%20adalah%20penemu%20radio%3F.jpeg\" alt=\"benarkah guglielmo marconi adalah penemu radio?\" width=\"600\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\"><span style=\"color: #000000; font-weight: normal;\">Marconi, penerima Nobel Prize atas kontribusi terhadap penemuan radio (Sumber: republika.co.id)<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guglielmo Marconi memulai penelitiannya dengan memelajari hasil penelitian milik Heinrich Hertz pada 1894. Ia menyadari bahwa gelombang Hertz bukan memantul, namun justru menembus objek yang ada di hadapannya. Penelitiannya dimulai pada 1895 ketika ia berhasil melakukan percobaan transmisi atau pengiriman pesan menggunakan kode Morse dengan bantuan <em>coherer<\/em>. Alat ini adalah awal mula pendeteksi sinyal radio.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia kemudian berusaha untuk meningkatkan kapasitas pemancar tersebut dengan menggunakan plat logam yang didesain secara khusus. <em>Gini<\/em>, <em>lho<\/em>, Marconi membuat dua alat, satunya adalah kotak kayu yang merupakan pengirim sinyal, <em>nah<\/em>, alat satunya lagi adalah penerima sinyal yang dilengkapi dengan bel. Ia juga menambahkan kawat pada rangkaian tersebut untuk menguatkan jangkauan sinyal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atas keberhasilan ini, Marconi dan ibunya berangkat ke London untuk mendemonstrasikan penemuan tersebut di Toynbee Hall pada 1896. Peragaan perangkat radio awal milik Marconi bekerja sesuai konsep elektromagnetik tanpa suara. Penemuan Marconi turut berjasa atas terselamatkannya sekitar 700 penumpang kapal Titanic saat insiden kapal tersebut tenggelam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Perkembangan Radio saat Ini<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum adanya teknologi internet, cara satu-satunya mendengarkan radio adalah dengan menyetel perangkat tersebut ke suatu gelombang. Misal, kamu menyetel radio pada frekuensi 107.9 FM atau frekuensi lain di gelombang AM. Sekarang, mendengarkan radio dapat kamu lakukan melalui <em>handphone <\/em>atau bahkan aplikasi <em>streaming<\/em>. Sebenarnya, ketika kamu menonton TV, perangkat tersebut juga menggunakan konsep radio, <em>loh<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bisa kita tahu, bahwa penemuan satu teknologi dapat memengaruhi penemu lainnya, ya. Hasil eksperimen ilmuwan dahulu, ketika dipelajari oleh ilmuwan lain, dapat mendorong penemuan lainnya. Siapa penemu radio? Baik itu Marconi sebagai penemu radio maupun Heinrich Hertz dengan penelitian <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/blog\/konsep-gelombang-elektromagnetik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gelombang elekromagnetik<\/a>, mereka adalah ilmuwan berjasa bagi kehidupan kita saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesamaan ilmuwan yang disebutkan di atas terletak pada rasa ingin tahu yang tinggi dan sikap pantang menyerah. Begitu juga dengan kamu! Jangan putus asa dalam mencapai cita-cita, ya. Apapun yang ingin kamu raih, kuatkan tekad dan teruslah belajar. Kalau ada yang <em>nggak <\/em>paham soal PR atau pelajaran sekolah lainnya, pakai <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/fisika\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangguru Privat<\/strong><\/a>\u00a0saja! Pasti dibantu sampai ilmunya <em>ngeletok<\/em>, hehe.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi, para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\" https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg10-privat\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ed2fe9f-c80a-4e5a-9cfa-d92dfcbab67b.png\" alt=\"CTA Ruangguru Privat\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi<\/strong>:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Raditya, Iswara N. \u201cJoesoef Ronodipoero: Hampir Mati Gara-gara Menyiarkan Proklamasi. Tirto [daring]. Tautan: https:\/\/tirto.id\/cDSf (Diakses 5 September 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Federal Aviation Administration. United States Department of Transportation [daring]. Tautan: \u200b\u200bhttps:\/\/www.faa.gov\/air_traffic\/publications\/atpubs\/aim_html\/chap4_section_2.html (Diakses 5 September 2021)<\/p>\n<p>Regal, Brian. Radio: The Life Story of a Technology. Greenwood West. London. 2005 [daring]. Tautan: https:\/\/books.google.co.id\/books?id=N2rNO6FX8o4C&amp;pg=PA22&amp;redir_esc=y#v=onepage&amp;q&amp;f=false (Diakses 5 September 2021)<\/p>\n<p>Sexton, Michael C. Who Invented Radio? A Strange Controversy. Studies: An Irish Quarterly Review. Vol. 55, No. 220 (Winter, 1966), pp. 415-424 (10 pages) [daring]. Tautan: https:\/\/www.jstor.org\/stable\/30088185?read-now=1&amp;seq=6#metadata_info_tab_contents (Diakses 5 September 2021)<\/p>\n<p>Smith-Rose, Reginald L. Guglielmo Marconi. Britannica [daring]. Tautan: https:\/\/www.britannica.com\/biography\/Guglielmo-Marconi (Diakses 5 September 2021)<\/p>\n<p>Marsh, Alison. Who Invented Radio: Guglielmo Marconi or Aleksandr Popov? IEEE Spectrum [daring]. Tautan: https:\/\/spectrum.ieee.org\/who-invented-radio-guglielmo-marconi-or-aleksandr-popov (Diakses 5 September 2021)<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold;\">Sumber foto<\/span>:<\/p>\n<p>The Contributions of Heinrich Hertz. Tautan: https:\/\/johnsoniantheory.wordpress.com\/2018\/04\/18\/the-contributions-of-heinrich-hertz\/ (Diakses 6 September 2021)<\/p>\n<p>Ariefyanto, M Irwan. Hari ini di 1896, Marconi Mengumumkan Penemuan Soal Radio. Republika [daring]. Tautan: https:\/\/www.republika.co.id\/berita\/mnra0n\/hari-ini-di-1896-marconi-mengumumkan-penemuan-soal-radio (Diakses 6 September 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap perkembangan sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio? &#8212; &nbsp; Just when I think you&#8217;re gone Hear our song on the radio Just like that, takes me back To the places we used to go (Sumber: tumblr.com @niallhgifs) &nbsp; Siapa yang kalau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":4657,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png"],"_edit_lock":["1758514950:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Guglielmo Marconi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["5"],"_wp_old_date":["2021-09-06"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-4657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-22T01:18:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T04:22:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Anggraeni Puspitasari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Anggraeni Puspitasari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio\",\"name\":\"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png\",\"datePublished\":\"2025-09-22T01:18:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-22T04:22:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/5beecb6d5a86a3fb02a1e8305dcb814a\"},\"description\":\"Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/5beecb6d5a86a3fb02a1e8305dcb814a\",\"name\":\"Anggraeni Puspitasari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Anggraeni Puspitasari\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/anggraeni-puspitasari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?","description":"Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?","og_description":"Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-09-22T01:18:03+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T04:22:21+00:00","author":"Anggraeni Puspitasari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Anggraeni Puspitasari","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio","name":"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png","datePublished":"2025-09-22T01:18:03+00:00","dateModified":"2025-09-22T04:22:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/5beecb6d5a86a3fb02a1e8305dcb814a"},"description":"Guglielmo Marconi adalah penerima Nobel Prize pada tahun 1909 untuk kontribusinya terhadap sejarah radio. Namun, benarkah ia satu-satunya penemu radio?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc5fbd13-f5c3-4d4e-854a-c4ff51865bf8.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penemu-radio#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Guglielmo Marconi Penem\u200b\u200bu Radio yang Sebenarnya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/5beecb6d5a86a3fb02a1e8305dcb814a","name":"Anggraeni Puspitasari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Anggraeni Puspitasari"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/anggraeni-puspitasari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4657"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24782,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657\/revisions\/24782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}