{"id":4828,"date":"2024-05-02T09:00:11","date_gmt":"2024-05-02T02:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4828"},"modified":"2025-10-21T21:18:36","modified_gmt":"2025-10-21T14:18:36","slug":"sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya","title":{"rendered":"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png\" alt=\"sifat-sifat koloid dan cara pembuatannya\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-size: 16px;\">Yuk, kita belajar tentang sifat-sifat koloid dan cara pembuatannya! Simak terus di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/kimia\/kimia-sma-kelas-11\">artikel Kimia kelas 11<\/a><\/strong> ini, yaah~<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Guys<\/em>, pernah kepikiran nggak sih, kenapa ya ketika kita membuka jendela di pagi hari, dan cahaya matahari masuk, terlihat banyak banget debu yang beterbangan? Padahal, sebelum jendela dibuka, nggak ada debu yang terlihat, tuh. <em>Hmmm, <\/em>kok bisa, ya? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, ternyata, itu adalah fenomena sifat dari koloid yang disebut efek tyndall. Wah, emang apa sih koloid itu dan bagaimana sifat-sifatnya? Oke, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita jawab satu per satu di artikel ini, ya! \u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Masih ingatkah kamu tentang koloid?<strong> Koloid adalah jenis campuran heterogen yang terbentuk karena adanya dispersi suatu zat ke dalam zat lain yang dicampurkan<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, koloid berukuran 1 nm hingga 100 nm. Meskipun koloid termasuk jenis campuran, tapi koloid ini berbeda dengan larutan dan suspensi, ya. Karena itulah, koloid juga punyai sifat khas yang berbeda dari sifat sistem-sistem dispersi lainnya.<em> Yuk<\/em>, kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Baca Juga: <\/span><\/strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-sistem-koloid\"><strong>Mengenal Sistem Koloid dan Jenis-Jenisnya<\/strong><\/a><strong><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Macam-Macam Sifat Koloid<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-size: 16px;\">Berikut macam-macam sifat koloid yang bisa kamu pahami satu per satu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Efek Tyndall<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sifat koloid yang pertama adalah Efek Tyndall. Efek Tyndall pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama John Tyndall. Efek Tyndall merupakan <\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid<\/span><\/strong><span style=\"color: #000000;\">. <em>Hmm<\/em>, maksudnya gimana? <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Begini guys, ketika ada berkas cahaya diarahkan ke larutan, cahaya tersebut akan diteruskan, sehingga kita nggak bisa melihatnya. Hal ini karena larutan bersifat homogen. Tapi, ketika berkas cahaya diarahkan ke koloid dan suspensi, berkas cahaya akan dihamburkan, sehingga jejaknya dapat terlihat. Contohnya kayak gambar di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/efek%20tyndall-2.jpg\" alt=\"efek tyndall-2\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh Efek Tyndall dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ketika kita membuka jendela pada siang hari. Saat sinar matahari masuk ke dalam ruangan, maka akan terlihat jelas partikel-partikel debu yang beterbangan. <span style=\"color: #000000;\">Hal Ini karena ukuran partikel debu jauh lebih besar daripada panjang gelombang cahaya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-sifat-dan-klasifikasi-asam-basa\">Mengenal Asam Basa: Sifat, Cara Membedakan, dan Klasifikasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Gerak Brown<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 1827, seorang botanis asal Skotlandia, Robert Brown, berhasil mengamati gerakan partikel koloid. Ia menemukan, ternyata secara mikroskopis, <strong>partikel-partikel koloid akan bergerak secara acak dengan jalur patah-patah (zig-zag) dalam medium pendispersi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, gerakan ini disebabkan karena adanya tumbukan antara partikel koloid dengan medium pendispersi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 500px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gerak%20brown.gif\" alt=\"gerak brown\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"background-color: #f9f9f9;\">Partikel koloid yang bergerak secara acak (patah-patah). (sumber: Dg Tito via YouTube)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Adsorpsi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adsorpsi merupakan <strong>peristiwa menempelnya <\/strong><strong><span style=\"color: #3c4043;\">partikel bermuatan (ion) pada permukaan koloid<\/span><\/strong>. Adsorpsi terjadi karena adanya kemampuan partikel koloid untuk menarik atau ditempeli oleh partikel-partikel kecil. Kemampuan untuk menarik ini disebabkan karena adanya tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, koloid sol besi (III) hidroksida (Fe(OH)<sub>3<\/sub>) yang akan bermuatan positif karena mengadsorpsi ion positif. Sol ini dibuat dengan mencampurkan FeCl<sub>3<\/sub> ke dalam air panas berlebih, sehingga terjadi proses pembentukkan koloid berupa sol hidrat besi (III) oksida atau Fe<sub>2<\/sub>O<sub>3<\/sub>.xH<sub>2<\/sub>O.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 18px;\">FeCl<sub>3<\/sub> + xH<sub>2<\/sub>O \u2192 Fe<sub>2<\/sub>O<sub>3<\/sub>.xH<sub>2<\/sub>O<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika sol Fe(OH)<sub>3<\/sub> terbentuk, ternyata tersisa banyak ion Fe<sup>3+<\/sup> dalam larutan. Ion-ion ini kemudian diserap oleh sol Fe(OH)<sub>3<\/sub> pada bagian permukaannya, yang membuat sol Fe(OH)<sub>3<\/sub> kelebihan muatan positif. Jadi, sol Fe(OH)<sub>3<\/sub> dikenal sebagai koloid bermuatan positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/adsorpsi-1.jpg\" alt=\"adsorpsi-1\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beda lagi dengan sol As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub>. Jika diletakkan di dalam air, maka sol As<sub>2<\/sub>S<sub>3 <\/sub>akan bermuatan negatif karena ion yang diadsorpsinya adalah ion yang negatif. Sol As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub> dibuat dengan mengalirkan H<sub>2<\/sub>S ke dalam larutan As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub>. Bentuk reaksinya seperti ini, guys.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 18px;\">As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub>(aq)+ H<sub>2<\/sub>S(g) \u2192 As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub>(s) +H<sub>2<\/sub>S(l)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sol As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub> yang terbentuk dalam air ini ternyata mengadsorbsi ion-ion sulfida (S<sub>2<\/sub><sup>&#8211;<\/sup>) yang membuat sol As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub> menjadi bermuatan negatif.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-dan-faktor-yang-memengaruhi-laju-reaksi\">Pengertian Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Koagulasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">Koagulasi adalah proses <strong>rusaknya sistem koloid<\/strong> yang ditandai dengan <strong>proses penggumpalan akibat terbentuknya partikel-partikel yang lebih besar ukurannya daripada ukuran koloid<\/strong> (lebih besar dari 100 nm).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: normal;\">Koagulasi dapat dipengaruhi oleh pemanasan, pendinginan, penambahan elektrolit, pembusukan, pencampuran koloid yang berbeda muatan, dan elektroforesis. Contoh koagulasi koloid dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pada penggumpalan susu yang basi dan telur yang direbus hingga menggumpal atau mengeras bagian putih dan kuningnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Oke, guys, itu lah beberapa sifat koloid yang bisa kamu ketahui, ya. Sebenarnya, sifat-sifat khas koloid bukan cuma yang udah dijelaskan di atas aja, ya. Tapi, masih ada elektroforesis, koloid pelindung, dialisis, koloid liofil, dan liofob. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Nah, kalo kamu mau tau penjelasan sifat koloid yang lain, kamu bisa tonton materinya di <strong>ruangbelajar<\/strong>. Sekarang, kita lanjut ke materi berikutnya ya, yaitu cara pembuatan koloid.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Pembuatan Koloid<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pembuatan koloid bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu kondensasi dan dispersi. Biar lebih paham, y<\/span><em><span style=\"color: #000000;\">uk,<\/span><\/em><span style=\"color: #000000;\"> langsung kita simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pembuatan%20koloid-1.jpg\" alt=\"pembuatan koloid-1\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Pembuatan koloid dengan cara kondensasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada cara ini, pembuatan dilakukan dengan <span style=\"font-weight: bold;\">menggabungkan partikel kecil atau partikel larutan dengan partikel yang lebih besar<\/span>. Secara sederhana, pembuatan ini menggabungkan koloid yang sudah ada dengan partikel kecil yang lainnya. Penggabungan ini bisa dilakukan melalui tiga cara, yaitu reaksi redoks, dekomposisi, dan hidrolisis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reaksi redoks<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> merupakan reaksi yang ditandai dengan adanya perubahan bilangan oksidasi. Contohnya, pada pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H<sub>2<\/sub>S ke dalam larutan SO<sub>2.<\/sub><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 18px;\">2H<sub>2<\/sub>S<sub>(g)<\/sub>+ SO<sub>2(aq) <\/sub>\u2192 3S (koloid) +2H<sub>2<\/sub>O<sub>(I)<\/sub><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dekomposisi<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span> merupakan reaksi penguraian suatu zat menjadi zat yang lebih sederhana. Contohnya, pada pembuatan sol As<sub>2<\/sub>S<sub>3<\/sub> dengan mengalirkan gas asam sulfida ke dalam larutan arsenit.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 18px; font-weight: normal;\">As<sub>2<\/sub>O<sub>3(aq)<\/sub> + 3H<sub>2<\/sub>S<sub>(g)<\/sub> \u2192 As<sub>2<\/sub>S<sub>3(s)<\/sub> + 3H<sub>2<\/sub>O<sub>(l)<\/sub><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hidrolisis<\/strong><span style=\"font-weight: normal;\">,<\/span>\u00a0<span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #434856;\">merupakan<\/span><\/span>\u00a0reaksi suatu senyawa dengan molekul air untuk menghasilkan sol logam<span style=\"color: #333333;\">. Contohnya,<\/span> pada pembuatan sol Fe(OH)<sub>3 <\/sub>dengan mencampurkan larutan jenuh FeCl<sub>3<\/sub> ke dalam air mendidih, dan diaduk hingga larutan berwarna merah kecoklatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18px;\"> FeCl<sub>3(aq) <\/sub>+ 3H<sub>2<\/sub>O<sub>(I)<\/sub> \u2192 Fe(OH)<sub>3<\/sub>(koloid) + 3HCl<sub>(aq)<\/sub><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pembuatan koloid dengan cara dispersi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara pembuatan ini terbalik dengan kondensasi, cara dispersi adalah <span style=\"font-weight: bold;\">memecahkan partikel yang besar atau suspensi menjadi partikel kecil atau koloid<\/span>. Untuk melakukan pemecahan ini bisa dilakukan dengan 3 cara, yaitu peptisasi, busur bredig, dan mekanik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Peptisasi<\/strong>: Pada cara ini, partikel-partikel besar dipecah dengan bantuan zat pemeptisasi (pemecah). Contoh: endapan Al(OH)<sub>3<\/sub> dipeptisasi oleh AlCl<sub>3<\/sub>; endapan NiS oleh H<sub>2<\/sub>S; dan agar-agar dipeptisasi oleh air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Busur Bredig<\/strong>: Cara ini digunakan untuk membuat sol-sol logam, seperti Ag, Au, dan Pt. Caranya, arus listrik bertegangan tinggi dialirkan melalui dua buah elektrode logam (bahan terdispersi). Kemudian, kedua elektrode itu dicelupkan ke dalam air, hingga kedua ujung elektrode hampir bersentuhan, agar terjadi loncatan bunga api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/busur%20bredig-1.jpg\" alt=\"busur bredig-1\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mekanik<\/strong>: Pada cara ini, butiran-butiran kasar digerus atau digiling dengan penggiling koloid, hingga tingkat kehalusan tertentu. Lalu, diaduk dalam medium pendispersi. Contoh: sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan gula pasir, kemudian serbuk yang sudah halus tersebut dicampur dengan air.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/isomer\">Pengertian Isomer, Jenis-Jenis, serta Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, guys, selesai sudah bahasan kita mengenai sifat dan cara pembuatan koloid. Materi koloid memang sangat asik buat dibahas karena materi ini banyak ditemukan di kehidupan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalo kamu ingin belajar lebih dalam mengenai materi sistem koloid, kamu bisa banget akses di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a> ya. Sekarang, ruangbelajar punya fitur-fitur baru yang semakin keren dan mempermudah kamu dalam belajar, lho! Buruan download dan nikmati semua fitur-fiturnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Dosen Pendidikan. \u201cSistem\u00a0 koloid: https:\/\/www.dosenpendidikan.co.id\/sistem-koloid\/ \u201c . Diakses 08 Juni 2021.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Suwardi, dkk. 2009. <em>\u201cPanduan Pembelajaran Kimia: Untuk SMA &amp; MA Kelas XI\u201d. <\/em>Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud, Balitbang. CV. Karya Mandiri Nusantara<\/p>\n<p>Video \u2018Gerak Brown\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=9yVhCcQJnC8. (Diakses: 06 Juli 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, kita belajar tentang sifat-sifat koloid dan cara pembuatannya! Simak terus di artikel Kimia kelas 11 ini, yaah~ &#8212; &nbsp; Guys, pernah kepikiran nggak sih, kenapa ya ketika kita membuka jendela di pagi hari, dan cahaya matahari masuk, terlihat banyak banget debu yang beterbangan? Padahal, sebelum jendela dibuka, nggak ada debu yang terlihat, tuh. Hmmm, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4828,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1761056176:1"],"_wp_old_date":["2021-07-19"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!"],"_yoast_wpseo_primary_category":["548"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[548,550],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-4828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-02T02:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-21T14:18:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kak Nazirah MT Saintek\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kak Nazirah MT Saintek\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya\",\"name\":\"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png\",\"datePublished\":\"2024-05-02T02:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-21T14:18:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687\"},\"description\":\"Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687\",\"name\":\"Kak Nazirah MT Saintek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kak Nazirah MT Saintek\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kak-nazirah-mt-saintek\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11","description":"Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11","og_description":"Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2024-05-02T02:00:11+00:00","article_modified_time":"2025-10-21T14:18:36+00:00","author":"Kak Nazirah MT Saintek","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kak Nazirah MT Saintek","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya","name":"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png","datePublished":"2024-05-02T02:00:11+00:00","dateModified":"2025-10-21T14:18:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687"},"description":"Apa saja sih macam-macam sifat koloid dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya secara lengkap, disertai contohnya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/045b6d58-b832-4914-b983-df9f1bd4c505.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sifat-Sifat Koloid dan Cara Pembuatannya | Kimia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/79f4fc1079a403b74d77fb20f8b38687","name":"Kak Nazirah MT Saintek","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kak Nazirah MT Saintek"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kak-nazirah-mt-saintek"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4828"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25083,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828\/revisions\/25083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}