{"id":4927,"date":"2025-05-16T15:00:18","date_gmt":"2025-05-16T08:00:18","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=4927"},"modified":"2025-05-18T20:27:47","modified_gmt":"2025-05-18T13:27:47","slug":"sistem-endokrin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin","title":{"rendered":"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan | Biologi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png\" alt=\"Sistem Endokrin\" \/><\/strong><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/biologi\/biologi-sma-kelas-11\">Artikel Biologi kelas 11<\/a><\/strong> ini mengupas tentang sistem endokrin secara mendalam, mulai dari pengertian, macam-macam kelenjar endokrin, hingga hormon yang dihasilkan beserta dengan fungsinya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernahkah kamu merasa deg-degan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Oh, deg-degan kayak kalau lagi naik roller coaster gitu, ya? Pernah, pernah!<\/em><\/p>\n<div class=\"hs-embed-wrapper\" style=\"position: relative; overflow: hidden; width: 100%; height: auto; padding: 0; max-width: 353px; max-height: 353px; min-width: 256px; display: block; margin: auto;\" data-service=\"giphy\" data-responsive=\"true\">\n<div class=\"hs-embed-content-wrapper\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%;\" src=\"https:\/\/media2.giphy.com\/media\/11u7t453jrQxY4\/giphy.gif\" \/><\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: center;\">Ekspresi kamu waktu naik <em>roller coaster<\/em> (Sumber: giphy.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eh, tapi kamu tahu nggak sih, kenapa kita bisa merasa deg-degan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Karena pengaruh hormon bukan?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yup, betul! Meningkatnya detak jantung alias deg-degan merupakan salah satu akibat dari kerja sistem endokrin, atau yang biasa disebut juga sebagai sistem hormon.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian dan Fungsi Sistem Endokrin<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon<\/strong>. Kelenjar pada sistem endokrin disebut juga sebagai kelenjar endokrin. Kelenjar ini akan mengeluarkan hormon langsung menuju aliran darah untuk mempengaruhi kerja organ atau jaringan lain di tubuh kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyaknya organ dan juga jaringan yang kerjanya dipengaruhi oleh sistem endokrin menyebabkan <strong>fungsi dari sistem endokrin juga beragam<\/strong>. Kamu bisa lihat fungsi sistem endokrin pada infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Fungsi%20Sistem%20Endokrin.jpg\" alt=\"Fungsi Sistem Endokrin\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hormon sendiri merupakan<\/strong> <strong>senyawa organik di dalam aliran darah yang bergerak membawa pesan kimiawi menuju sel-sel atau jaringan tubuh<\/strong>. Meskipun hormon ini mengalir bebas di dalam aliran darah, tapi sifat kerja hormon itu spesifik, lho.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis hormon tertentu hanya dapat mempengaruhi aktivitas kerja sel-sel target, jika sel-nya memiliki reseptor yang sesuai. Pengaruh hormon terhadap jaringan tubuh dapat terjadi dalam waktu singkat (beberapa detik) hingga beberapa tahun.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/biologi-kelas-11-mengenal-sistem-saraf-manusia\">Mengenal Sistem Saraf Manusia<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eits, balik lagi ke obrolan kita tadi, tubuh kita bisa merasa deg-degan karena adanya pengaruh <strong>hormon adrenalin<\/strong>, atau juga disebut sebagai hormon epinefrin. Hormon ini disekresikan oleh salah satu kelenjar endokrin yang bernama kelenjar adrenal yang letaknya menempel di bagian atas ginjal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat tubuh merasa stres, tertekan, takut, senang, atau berada dalam situasi yang menegangkan atau berbahaya, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan bekerja lebih keras, sehingga membuat kewaspadaan meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sekarang, kita bahas lebih lanjut tentang kelenjar endokrin, yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Karakteristik Kelenjar Endokrin<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar endokrin memiliki beberapa karakteristik, antara lain seperti yang tercantum pada infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Karakteristik%20Kelenjar%20Endokrin.jpg\" alt=\"Karakteristik Kelenjar Endokrin\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah tahu karakteristik kelenjar endokrin, sekarang saatnya kita mengupas tuntas macam-macam kelenjar endokrin!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Macam-Macam Kelenjar Endokrin<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar endokrin terdiri atas 7 macam yaitu <strong>hipofisis (pituitari)<\/strong>, <strong>tiroid<\/strong>, <strong>paratiroid<\/strong>, <strong>adrenal<\/strong>, <strong>pankreas<\/strong>, <strong>gonad<\/strong>, dan <strong>timus<\/strong>. Ketujuh macam ini dibedakan berdasarkan letaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Letak%20Kelenjar%20Endokrin.jpg\" alt=\"Letak Kelenjar Endokrin\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang, kita bahas ketujuh macam kelenjar endokrin tersebut satu per satu, yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Hipofisis (Pituitari)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar endokrin yang terbesar. Kelenjar ini disebut <strong><em>master of gland<\/em><\/strong> karena mempengaruhi aktivitas kelenjar yang lain. Hipofisis terbagi menjadi tiga lobus, masing-masing lobus mengeluarkan beberapa hormon yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk lebih jelasnya, kamu bisa lihat di infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hormon-Hormon%20Kelenjar%20Hipofisis.jpg\" alt=\"Hormon-Hormon Kelenjar Hipofisis\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manusia dapat mengalami kelainan pada kelenjar endokrin, termasuk kelenjar hipofisis yang dapat menyebabkan terjadinya hiposekresi atau hipersekresi hormon yang diproduksinya. <strong>Hipersekresi adalah sekresi hormon yang berlebihan. Sebaliknya, hiposekresi merupakan sekresi hormon yang terlalu sedikit<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelainan pada kelenjar hipofisis salah satunya yaitu gigantisme (tubuh raksasa). Gigantisme disebabkan oleh hipersekresi Growth Hormone (GH). Selain itu, ada juga dwarfisme (kekerdilan) yang disebabkan oleh hiposekresi Growth Hormone (GH).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tiroid (Kelenjar Gondok)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar tiroid menghasilkan tiga hormon yaitu <strong>tiroksin<\/strong>, <strong>triidotironin<\/strong>, dan <strong>kalsitonin<\/strong>. Fungsi ketiga hormon tersebut dirangkum dalam infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hormon-Hormon%20Kelenjar%20Tiroid.jpg\" alt=\"Hormon-Hormon Kelenjar Tiroid\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelainan pada kelenjar tiroid salah satunya yaitu morbus basedowi (grave disease). Morbus basedowi merupakan penyakit gangguan imunitas yang menyebabkan hipersekresi hormon tiroid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ada juga kretinisme (kekerdilan dengan kemunduran mental), yang merupakan kelainan akibat hiposekresi hormon tiroid.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar paratiroid hanya <strong>menyekresi satu hormon <\/strong>saja, yaitu parathormon. Parathormon berfungsi mengendalikan kadar kalsium dalam darah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelainan pada kelenjar paratiroid salah satunya yaitu hipersekresi parathormon. Hipersekresi parathormon memicu pelepasan kalsium dari tulang ke darah, sehingga kadar kalsium darah menjadi tinggi namun tulang menjadi rapuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ada pula hiposekresi parathormon yang dapat mengakibatkan kadar kalsium dalam darah menurun, sehingga menyebabkan sensitivitas sel saraf semakin meningkat dan memicu kejang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Adrenal (Suprarenalis \/ Kelenjar Anak Ginjal)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar adrenal terdiri atas dua bagian, yaitu bagian <strong>kulit (korteks)<\/strong> dan bagian <strong>dalam (medula)<\/strong>. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini beserta dengan fungsinya dapat dilihat pada infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hormon-Hormon%20Kelenjar%20Adrenal.jpg\" alt=\"Hormon-Hormon Kelenjar Adrenal\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelainan pada kelenjar adrenal salah satunya yaitu virilisme. Virilisme ditandai dengan tumbuhnya rambut wajah (kumis\/jenggot) pada wanita. Kelainan ini disebabkan oleh hipersekresi hormon androgen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ada juga penyakit addison, yang disebabkan oleh hiposekresi hormon adrenalin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Pankreas (Pulau-Pulau Langerhans)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada organ pankreas, tersebar kelompok kecil sel-sel yang kaya akan pembuluh darah. Kelompok kecil sel-sel inilah yang disebut sebagai kelenjar pankreas atau <strong>pulau-pulau Langerhans<\/strong>. Kelenjar pankreas menghasilkan dua hormon yaitu insulin dan glukogen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hormon-Hormon%20Kelenjar%20Pankreas.jpg\" alt=\"Hormon-Hormon Kelenjar Pankreas\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelainan pada kelenjar pankreas dapat mengakibatkan penyakit diabetes mellitus atau biasa disebut kencing manis. Diabetes mellitus ini bisa timbul karena hiposekresi hormon insulin yang menyebabkan kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Gonad (Kelenjar Kelamin)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar gonad dibedakan menjadi kelenjar gonad pada wanita dan kelenjar gonad pada pria. Kelenjar gonad pada wanita yaitu <strong>ovarium<\/strong>, sedangkan kelenjar gonad pada pria yaitu <strong>testis<\/strong>. Hormon yang dihasilkan kelenjar ini dapat dilihat dalam infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hormon-Hormon%20Kelenjar%20Gonad.jpg\" alt=\"Hormon-Hormon Kelenjar Gonad\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelainan pada kelenjar gonad salah satunya yaitu hipogonadisme. Kelainan ini disebabkan oleh hiposekresi hormon yang diproduksi kelenjar gonad.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hipogonadisme pada pria terjadi jika hormon testosteronnya terlalu rendah, sedangkan pada wanita terjadi jika hormon estrogen dan progesteronnya terlalu rendah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Timus (Kacangan)<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar timus terdiri atas dua lobus berwarna kemerah-merahan. Pada bayi yang baru lahir, bentuk kelenjar timus sangat kecil, beratnya hanya sekitar 10 gram. Kemudian, ukurannya akan bertambah besar pada masa remaja\/pubertas, menjadi sekitar 30-40 gram. Namun, setelah dewasa kelenjar timus akan <strong>berangsur-angsur menyusut<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hormon yang disekresikan oleh kelenjar timus dapat kamu lihat pada infografik berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Hormon-Hormon%20Kelenjar%20Timus.jpg\" alt=\"Hormon-Hormon Kelenjar Timus\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelenjar timus dapat mengalami kelainan seperti halnya kelenjar endokrin yang lain. Beberapa kelainan yang dapat terjadi pada kelenjar timus yaitu hipoplasia timus, hiperplasia timus, kista timus, dan timoma.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi pembahasan lengkap tentang sistem endokrin, mulai dari pengertian, macam-macam kelenjar endokrin, hingga hormon yang dihasilkan beserta dengan fungsinya. Terima kasih sudah membaca sampai selesai! Jika kamu butuh materi yang lain, kamu bisa klik <em>banner <\/em>di bawah ini untuk meluncur ke <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/f51e0d89-905d-477d-b7f8-546567f121d9.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Purnomo, dkk. (2009). <em>Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA<\/em>. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.<\/p>\n<p>lrnaningtyas, dan lstiadi, Y. (2014). <em>Biologi untuk SMA\/MA Kelas XI<\/em>. Jakarta: Penerbit Erlangga.<\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p>GIF \u2018Cats Riding Roller Coaster\u2019 [Daring]. Tautan: https:\/\/giphy.com\/gifs\/reddit-roller-coaster-11u7t453jrQxY4\/links (Diakses: 16 Juni 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Biologi kelas 11 ini mengupas tentang sistem endokrin secara mendalam, mulai dari pengertian, macam-macam kelenjar endokrin, hingga hormon yang dihasilkan beserta dengan fungsinya. &#8212; &nbsp; Pernahkah kamu merasa deg-degan? Oh, deg-degan kayak kalau lagi naik roller coaster gitu, ya? Pernah, pernah! Ekspresi kamu waktu naik roller coaster (Sumber: giphy.com) &nbsp; Eh, tapi kamu tahu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":4927,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1747574738:1"],"_aioseo_title":["Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan"],"_aioseo_description":["Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Sistem Endokrin"],"_wp_old_date":["2021-06-26"],"_yoast_wpseo_title":["Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!"]},"categories":[506,511],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-4927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-biologi-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-16T08:00:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-18T13:27:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin\",\"name\":\"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png\",\"datePublished\":\"2025-05-16T08:00:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-18T13:27:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\"},\"description\":\"Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan | Biologi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan","description":"Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan","og_description":"Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-05-16T08:00:18+00:00","article_modified_time":"2025-05-18T13:27:47+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin","name":"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png","datePublished":"2025-05-16T08:00:18+00:00","dateModified":"2025-05-18T13:27:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14"},"description":"Menurutmu, apakah kelenjar tiroid termasuk sistem endokrin? Yuk cari tau dengan simak penjelasan lengkap tentang sistem endokrin di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/157e00ae-54aa-433e-9208-a6dcea8a8a18.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sistem-endokrin#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan | Biologi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/2961333999f86a82f666cdabdd06fc14","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4927"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23191,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4927\/revisions\/23191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}