{"id":5080,"date":"2025-10-10T09:00:43","date_gmt":"2025-10-10T02:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=5080"},"modified":"2025-10-10T11:31:50","modified_gmt":"2025-10-10T04:31:50","slug":"selingkung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung","title":{"rendered":"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda, Kok Bisa?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png\" alt=\"selingkung\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>Artikel ini membahas apa itu selingkung dan kenapa gaya selingkung bisa membuat setiap media atau penerbit punya gaya penulisan yang berbeda untuk karya yang mereka terbitkan.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><em>&#8212;<\/em><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah nggak kamu melihat dua buku yang beda penerbit? Atau dua artikel dari dua media yang berbeda? Kalau diperhatikan, kadang ada perbedaan penulisan satu kata yang sama, lho. Misalnya penulisan kata \u201cRamadan\u201d. Media A, menulis \u201cRamadhan\u201d, dan media B menulis \u201cRamadan\u201d. Di KBBI terbaru, yang benar adalah \u201cRamadan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus, kalau seperti ini, apakah berarti media A salah dan media B benar? Atau berarti media A nggak taat KBBI?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belum tentu seperti itu. Dalam dunia penulisan, ada istilah <strong>gaya selingkung<\/strong>. Hah? Selingkung? Itu yang kalau pacaran diduain bukan? BUKAN. Itu selingkuh \ud83d\ude41 yang ini namanya <strong>selingkung<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Itu Gaya Selingkung?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut KBBI, <strong>selingkung artinya terbatas pada satu lingkungan<\/strong>. Berasal dari kata \u201clingkung-melingkung\u201d yang berarti memberi batas pada sekeliling. Seperti pagar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, gaya selingkung adalah <strong>gaya penulisan<\/strong> <span style=\"font-weight: bold;\">yang disepakati pada satu lingkungan tertentu<\/span>. Lingkungan di sini maksudnya bisa penerbit atau media, ya. Bisa media cetak, bisa juga media elektronik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Faktor yang Menyebabkan Selingkung<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gaya selingkung dapat tumbuh dan berkembang dalam suatu rentang waktu, sehingga sifatnya dinamis. Terdapat <strong>tiga komponen yang menentukan gaya selingkung<\/strong>, di antaranya;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Pola penulisan,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. perwajahan dan format,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. kerincian penyajian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Selingkung di Berbagai Media<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Setiap media atau penerbit punya gaya selingkungnya masing-masing<\/span>. Ada yang mengikuti KBBI, ada juga yang nggak. Memilih untuk mengikuti KBBI atau nggak, setiap media pasti punya alasannya sendiri. Mempertimbangkan kalangan, usia, dan kenyamanan pembaca, misalnya. Atau karena kata tersebut sudah menjadi kebiasaan orang banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti cerpen berjudul \u201csetengah\u201d ini. Biasanya, judul cerpen atau artikel diawali dengan huruf kapital, kan? Tapi cerpen yang satu ini judulnya sengaja ditulis tanpa kapital. Di dalam ceritanya bahasa daerah dan istilah asing tidak dimiringkan. Media tersebut punya alasannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 522px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/contoh-selingkung-judul-cerpen-kumparan.jpg\" alt=\"contoh-selingkung-judul-cerpen-kumparan\" width=\"522\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Contoh gaya selingkung penulisan judul kumparan.com<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanya ada media yang menuliskan kata-kata tertentu nggak mengikuti KBBI. Bukan berarti nggak taat atau nggak punya KBBI, tapi bisa jadi itu adalah kesepakatan para penulis dari media atau penerbit itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, di KBBI kata yang baku adalah \u201cIdulfitri\u201d, tapi beberapa media seperti Tempo dan Harian Kompas menulisnya \u201cIdul Fitri\u201d. Berarti, ini adalah kesepakatan dari lingkungan mereka. Pasti ada alasan di baliknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atau memilih kata \u201cnggak\u201d daripada \u201ctidak\u201d karena dianggap lebih santai untuk pembacanya. Media tersebut ingin membuat tulisan seperti percakapan sehari-hari dengan pembaca, misalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya, namanya juga \u201cgaya selingkung\u201d. Ada kata gaya di dalamnya. Jadi, kalau beda media atau penerbit beda gaya, itu sesuatu yang wajar kan? Kamu sama temanmu juga kadang beda gaya, dia fiminin, kamu agak tomboy. Tapi tetap sama-sama perempuan, kan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gaya selingkung, nggak cuma tentang pemilihan diksi, ini bisa mencakup, isi, tata letak sampul, penomoran halaman, jenis dan ukuran huruf, gaya bahasa sampai jenis kertas juga termasuk dalam gaya selingkung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/penggunaan-tanda-baca-fungsi-dan-contohnya\">Pengertian Tanda Baca: Penggunaan, Fungsi, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, koran Tempo. Dari ukuran, koran Tempo lebih kecil dibanding koran lainnya. Selain itu, sampul koran Tempo juga beda. Kalau di koran lainnya sampulnya tentang berita utama, sampul koran Tempo biasanya dibuat seperti majalah dan punya makna yang dalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/perbedaan-selingkung-tempo-dan-kompas.jpg\" alt=\"perbedaan-selingkung-tempo-dan-kompas\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, gaya bahasa yang digunakan koran Tempo juga berbeda, mereka lebih banyak menggunakan diksi-diksi sastra, seperti temaram dan semburat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/gaya-bahasa-koran-tempo.jpg\" alt=\"gaya-bahasa-koran-tempo\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nggak cuma media atau penerbit saja yang menerapkan gaya selingkung, penulisan tesis, tugas akhir, jurnal ilmiah, karya ilmiah, dan skripsi juga punya gaya selingkungnya masing-masing. Setiap universitas pasti memiliki gaya selingkung untuk penyusunan jurnal dan tugas akhir yang berbeda-beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Malaysia, mereka punya buku khusus untuk gaya selingkung yang diterapkan secara seragam dan wajib diikuti oleh seluruh penerbit atau media. Terutama dalam masalah penerbitan buku. Namanya buku Gaya Dewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 300px;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/buku-gaya-dewan.jpg\" alt=\"buku-gaya-dewan\" width=\"300\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Buku Gaya Dewan (buku gaya selingkung) milik negara Malaysia.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau di Indonesia, belum ada buku gaya selingkung yang dikeluarkan Dinas Perbukuan atau Pusat Bahasa. Karenanya, penerbit atau media menentukan gaya selingkung mereka sendiri. Selain untuk keseragaman karya yang terbit dari suatu media atau penerbit, gaya selingkung ini juga bisa menjadi ciri khas suatu media atau penerbit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Blog Ruangguru juga punya gaya selingkung sendiri. Kalau kamu perhatikan, artikel-artikel di blog ini menggunakan kalimat-kalimat santai dan sederhana. Sebenarnya bisa aja pakai bahasa yang formal dan kaku. Tapi, bahasa santai dan sederhana dipilih agar kamu nggak bosan atau malah jadi semakin bingung setelah membaca tulisan dari blog ini. Biar kamu merasa kalau lagi baca blog ini kayak lagi diceritain sesuatu yang baru aja sama teman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan gaya selingkung bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan. Selama itu nggak merusak dasar kepenulisan seperti tanda titik (.) untuk mengakhiri kalimat dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, kalau pas lagi baca sesuatu terus ketemu kata yang nggak baku atau nggak sesuai dengan KBBI tapi konsisten digunakan sepanjang artikel atau banyak artikel di media tersebut. Jangan suudzon dulu \u201cAh penulisnya nggak taat KBBI nih\u201d atau \u201cAh typo nih nulisnya\u201d. Bisa jadi, itu adalah gaya selingkung yang diterapkan oleh media artikel yang kamu baca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang sudah tahu ya, kenapa ada perbedaan media yang satu dengan yang lain dalam penulisan suatu kata? Yup, karena mereka punya gaya selingkung yang sudah disepakati bersama. Untuk belajar materi menarik lainnya, kamu bisa <em>download<\/em> aplikasi <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar?hsCtaTracking=22431f1c-3009-465c-bc81-f4cdccf18208%7Cc8e149fd-5ba9-4666-9d66-7f43016dc90d\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a> di <em>smartphone<\/em> atau desktop juga. Selamat belajar~<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Blog Diva Press. \u2018Selingkung? Makhluk Apa Itu?\u2019 [daring]. Tautan:\u00a0 http:\/\/blogdivapress.com\/dvp\/mengenal-selingkung-penerbitan\/ (Diakses pada: 16 April 2021)<\/p>\n<p>Trim, Bambang. 2011. \u2018Gaya Selingkung: Perlu Tidak?\u2019 [daring]. Tautan: https:\/\/manistebu.com\/2011\/04\/gaya-selingkung-perlu-tidak\/ (Diakses pada: 19 April 2021)<\/p>\n<p>Pring. 2019. \u2018Selingkung Bukan Selingkuh\u2019 [daring]. Tautan: https:\/\/catatanpringadi.com\/selingkung-bukan-selingkuh\/\u00a0 (Diakses pada: 20 April 2021)<\/p>\n<p>Damayanti, A.R. Ragam Gaya Selingkung Pada Artikel Jurnal di<br \/>\nIndonesia [Daring]. Tautan: https:\/\/osf.io\/ke5ur\/download\/?format=pdf#:~:text=Terdapat%20tiga%20komponen%20yang%20menentukan,kesan%20pertama%20yang%20diamati%20orang. (Diakses pada 4 September 2023)<\/p>\n<p><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p>Foto sampul koran Tempo: https:\/\/koran.tempo.co\/edisi\/7239\/2020-03-02<\/p>\n<p>Foto sampul Harian Kompas: https:\/\/ebooks.gramedia.com\/id\/koran\/kompas\/19-mar-2020<\/p>\n<p>Foto buku Gaya Dewan: https:\/\/www.kkdbooks.my\/judul-am\/Language-Grammar\/gaya-dewan-edisi-ketiga<\/p>\n<p>Foto cerpen &#8220;setengah&#8221;: https:\/\/kumparan.com\/ratri-ninditya\/setengah-1vFcTP87I7E<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas apa itu selingkung dan kenapa gaya selingkung bisa membuat setiap media atau penerbit punya gaya penulisan yang berbeda untuk karya yang mereka terbitkan. &#8212; &nbsp; Pernah nggak kamu melihat dua buku yang beda penerbit? Atau dua artikel dari dua media yang berbeda? Kalau diperhatikan, kadang ada perbedaan penulisan satu kata yang sama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":241,"featured_media":5080,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png"],"_edit_lock":["1760070571:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2021-04-23","2023-09-04"],"_yoast_wpseo_title":["Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Selingkung adalah salah satu istilah yang umum dalam dunia penulisan. Selingkung ini membuat setiap media punya gaya penulisan yang berbeda."],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-5080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Selingkung adalah salah satu istilah yang umum dalam dunia penulisan. Selingkung ini membuat setiap media punya gaya penulisan yang berbeda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selingkung adalah salah satu istilah yang umum dalam dunia penulisan. Selingkung ini membuat setiap media punya gaya penulisan yang berbeda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-10T02:00:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-10T04:31:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung\",\"name\":\"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png\",\"datePublished\":\"2025-10-10T02:00:43+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-10T04:31:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb\"},\"description\":\"Selingkung adalah salah satu istilah yang umum dalam dunia penulisan. Selingkung ini membuat setiap media punya gaya penulisan yang berbeda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda, Kok Bisa?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda","description":"Selingkung adalah salah satu istilah yang umum dalam dunia penulisan. Selingkung ini membuat setiap media punya gaya penulisan yang berbeda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda","og_description":"Selingkung adalah salah satu istilah yang umum dalam dunia penulisan. Selingkung ini membuat setiap media punya gaya penulisan yang berbeda.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-10-10T02:00:43+00:00","article_modified_time":"2025-10-10T04:31:50+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung","name":"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png","datePublished":"2025-10-10T02:00:43+00:00","dateModified":"2025-10-10T04:31:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb"},"description":"Selingkung adalah salah satu istilah yang umum dalam dunia penulisan. Selingkung ini membuat setiap media punya gaya penulisan yang berbeda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cda550f7-344c-44fd-9be5-8e50e296a38e.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/selingkung#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda, Kok Bisa?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9cd48697a746da0aaa4fc69e38f30fcb","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/241"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5080"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25014,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5080\/revisions\/25014"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}