{"id":5410,"date":"2025-11-19T10:00:00","date_gmt":"2025-11-19T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=5410"},"modified":"2025-11-20T13:21:55","modified_gmt":"2025-11-20T06:21:55","slug":"nilai-norma-dan-keteraturan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial","title":{"rendered":"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png\" alt=\"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial\" \/><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pada <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/sosiologi\/sosiologi-sma-kelas-10\">artikel Sosiologi Kelas 10<\/a><\/strong> ini, kita akan mempelajari nilai dan norma; meliputi pengertian, \u00a0perbedaan, serta hubungannya dengan keteraturan sosial. Ayo, kita belajar bareng-bareng!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah nggak orang tuamu lebih memilih menyimpan uang untuk biaya pendidikan anaknya dibanding membeli barang mewah? Bagi mereka, barang mewah bukanlah sesuatu yang wajib dimiliki, lebih baik digunakan untuk kuliah dan tabungan hari tua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di satu sisi, mungkin kamu punya teman yang suka menggunakan barang mewah. Orang tuanya pun gemar mengoleksi jam tangan mahal, tas <em>branded<\/em> sampai hobi ganti <em>gadget<\/em>.\u00a0 Dalam hati, kamu bilang <em>\u201ckok beda banget ya sama keluarga gueeee?\u201d <\/em>dan berujung<em> nge-judge<\/em> kalau keluarga mereka lebih mentingin foya-foya dibanding pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari cerita di atas, kita bisa memahami bahwa setiap orang hidup dalam didikan dan latar belakang yang berbeda. Orang tuamu dan orang tua temanmu mempunyai prioritas masing-masing yang dianggap benar. Orang tuamu menganggap pendidikan adalah nomor satu, sedangkan orang tua temanmu menganggap barang mewah sebagai prioritas utama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Nilai<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, berdasarkan cerita di atas, segala sesuatu yang dianggap penting dan benar oleh kelompok masyarakat inilah yang kita kenal sebagai <strong>nilai. <\/strong>Dengan kata lain, nilai bisa kita sebut sebagai <strong>prinsip<\/strong> atau <strong>pedoman hidup<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dapat dikatakan juga, nilai adalah <strong>segala sesuatu yang dianggap baik dan buruk di dalam masyarakat<\/strong>. Nilai dapat dijadikan dasar pertimbangan setiap individu dalam menentukan sikap serta mengambil keputusan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Sifat Nilai\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai yang dianut setiap orang dapat berbeda karena <strong>nilai bersifat relatif (tidak mutlak). <\/strong>Sesuatu yang kita anggap bernilai belum tentu dianggap sama dengan orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya kayak kasus di atas tadi, <em>nih<\/em>. Kamu tumbuh dari keluarga yang mengutamakan pendidikan. Sejak kecil, kamu disekolahkan di tempat terbaik, ikut les supaya bisa masuk ke perguruan tinggi negeri favorit. Semua cara dilakukan oleh orang tuamu agar anak-anaknya bisa menuntut ilmu hingga jenjang sarjana, termasuk membuat asuransi pendidikan. Sebab, pendidikan adalah tolok ukur kesuksesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara temanmu memiliki orang tua yang bekerja di industri hiburan. Keduanya selebriti yang sering diundang ke acara penting. Bagi mereka, barang <em>branded<\/em> memiliki nilai berarti. Sebab, semakin mewah barang tersebut, berpengaruh terhadap tolak ukur kesuksesan orang yang mengenakannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Proses Terbentuknya Nilai<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana? Sudah paham \u2018kan definisi dan alasan mengapa nilai bersifat relatif? Nah, sekarang kita membahas proses terbentuknya nilai. Pada intinya, <strong>nilai bersumber dari 3 hal<\/strong>, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Tuhan (<em>Theonom<\/em>)<\/li>\n<li>Masyarakat (<em>Heteronom<\/em>)<\/li>\n<li>Individu<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sumber%20nilai%20sosial.jpg\" alt=\"sumber nilai sosial\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Nilai dan Contohnya<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Nilai tercipta secara sosial bukan bawaan lahir<\/strong>.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, seseorang terus menerus mempelajari nilai seiring berjalannya waktu. Contoh: kamu menganggap pendidikan adalah nilai kesuksesan karena orang tuamu mengajarkan hal tersebut di dalam keluarga. Nah, berarti nilai bukan diperoleh dari lahir, melainkan ditanamkan oleh orang tuamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Nilai memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap individu dan masyarakat<\/strong>.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: bagimu, gelar berpengaruh besar terhadap hidup seseorang. Akan tetapi, orang lain belum tentu memandang hal yang sama. Bisa saja menurut mereka, koneksi pertemanan yang lebih penting.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Nilai berlangsung secara terus menerus melalui interaksi, kontak sosial, dan akulturasi<\/strong>.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: Sebelumnya, kamu memandang nilai kesuksesan itu berdasarkan dari gelar pendidikan. Tapi, seiring waktu, kamu berinteraksi dengan orang baru atau masuk ke lingkungan baru. Lama-lama, nilai itu bisa berubah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Nilai melibatkan emosi dan perasaan<\/strong>.<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, dalam menjalankan nilai, kita akan dipengaruhi oleh perasaan atau emosi. Contoh: Orang tuamu menjunjung tinggi nilai pendidikan. Maka mereka rela menabung demi masa depan anak-anaknya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Nilai dan Contohnya<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Notonegoro, nilai terbagi menjadi 3 jenis:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Nilai Material<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai material berguna bagi fisik manusia. Contohnya makanan. Bagi sebagian orang, makanan punya nilai tersendiri. Makan enak bisa meningkatkan mood kalo lagi bete. Nah, contoh nilai material yang lain ada pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan pokok lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Nilai Vital<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai vital berguna bagi manusia untuk melakukan aktivitasnya. Contoh: Bagi abang ojek online, kendaraan bermotor, gadget, dan kuota internet adalah nilai vital karena tanpa barang tersebut, mereka nggak bisa bekerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Nilai Kerohanian<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai kerohanian berguna bagi kebutuhan batin manusia. Nilai Kerohanian dapat dibagi menjadi 4, yaitu:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">&#8211;<strong> Nilai Keindahan<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai keindahan bersumber dari estetika. Contoh: kamu menganggap Lucas adalah personil tertampan di boyband NCT U, tapi menurut teman kamu yang paling ganteng itu Mark Lee. <em>Gak<\/em> perlu berdebat, karena nilai keindahan atau ketampanan seseorang bisa berbeda.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">&#8211;<strong> Nilai Kebenaran<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai kebenaran bersumber dari akal manusia yang dibuktikan dengan fakta. Contoh: Bumi itu bulat, air laut rasanya asin.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">&#8211;<strong> Nilai Kebaikan\/Moral<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai kebaikan\/moral bersumber dari hati manusia. Contoh: sebelum kamu kelas online, kamu menyempatkan diri buat bantuin Mama beres-beres rumah. Tapi teman kamu bilang kalau waktunya lebih baik digunakan buat belajar UTBK.\u00a0 <em>Well, <\/em>balik lagi kalau nilai kebaikan orang bisa berbeda.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>&#8211; Nilai Kerohanian<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai kerohanian bersumber pada Tuhan. Contoh: kamu beragama Kristen, maka ibadahmu dilakukan di gereja dengan berdoa dan nyanyian pujian. Sementara temanmu yang beragama Islam melakukan ibadah di masjid dengan sholat dan mengaji.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Norma\u00a0<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Norma adalah aturan yang mengikat masyarakat. Aturan ini bisa berupa perintah atau larangan. Norma memiliki sanksi. Itu sebabnya norma bersifat mengikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya nih, saat kamu berkendara tanpa mengenakan helm, tiba-tiba ketemu pak polisi. Kira-kira apa yang bakal terjadi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu bisa diberhentikan oleh Pak Polisi. Terus kamu kasih alasan deh, begini kira-kira:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Yah pak, deket kok, cuma mau beli batagor di depan. Jangan ditilang ya, Paaakkk,&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pak polisi geleng-geleng sambil nulis surat tilang. Apapun alasannya, yang kamu lakukan sudah <strong>melanggar aturan dan dikenakan sanksi. Karena naik motor tanpa mengenakan helm adalah bentuk pelanggaran norma hukum.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau <em>gak<\/em> ada norma, keadaan di sekitar kita jadi berantakan. Karena, tidak ada aturan yang membatasi perilaku masyarakat. Manusia bebas melakukan apapun yang mereka sukai, tanpa memikirkan keselamatan diri dan orang di sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Hubungan antara Nilai dan Norma<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum membahas macam macam norma, kamu perlu tau kalau terbentuknya norma dipengaruhi oleh nilai sosial yang ada. Nilai sosial bisa menjadi dasar pedoman atau panduan yang ada di dalam norma untuk menciptakan kehidupan yang aman dan teratur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai akan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai perbuatan apa saja yang boleh dilakukan, dianjurkan, serta perbuatan yang dilarang karena merugikan diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Macam-Macam Norma<\/span><\/h2>\n<p>Ini dia macam-macam norma yang perlu kamu ketahui:<\/p>\n<ol>\n<li>Norma Agama<\/li>\n<li>Norma Kesusilaan<\/li>\n<li>Norma Kesopanan<\/li>\n<li>Norma Hukum<\/li>\n<\/ol>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/macam%20macam%20norma.jpg\" alt=\"macam macam norma\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Daya Ikat Norma<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di awal tadi sudah dijelaskan ya kalo norma itu sifatnya mengikat. Makanya, norma punya sanksi yang bakal diberikan ke siapapun yang melanggarnya. Kekuatan atau daya ikat norma bisa dilihat dari seberapa besar sanksi yang diberikan kepada individu saat melakukan pelanggaran. Oleh karena itu, daya ikat norma terbagi menjadi empat tingkatan, dimulai dari sanksi terendah sampai tertinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Norma Cara (<\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\"><em>Usage)<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Norma Cara atau <em>usage<\/em> adalah suatu aturan yang apabila tidak diterapkan, maka pelaku hanya mengalami celaan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Contoh: pas lagi makan bareng gebetan, tiba tiba dia sendawa kenceng banget, <\/span><em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">ew<\/em><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">. Terus kamu jadi ilfil dan bilang \u201c<\/span><em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">duh,sendawa kamu kenceng banget deh, bikin selera makanku hilang\u201d<\/em><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Nah, kalimat tadi merupakan sanksi celaan. <\/span><em style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Ngecap<\/em><span style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\"> melanggar norma <\/span><em style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">usage <\/em><span style=\"text-align: justify; background-color: transparent; font-size: 1rem;\">karena dianggap mengganggu kenyamanan orang lain saat menyantap hidangan, hingga menurunkan selera makan mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Kebiasaan<em> (Folkways)<\/em><\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Kebiasaan atau\u00a0<em>folkways\u00a0<\/em>adalah suatu aturan yang apabila tidak diterapkan, maka pelaku dianggap menyimpang dari kebiasaan umum di masyarakat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Contoh: mencium tangan orang tua sebelum berangkat sekolah, mengucapkan salam saat masuk atau bertamu ke rumah orang lain.<\/span>Tidak mencium tangan orang tua sebelum bepergian atau tidak mengucapkan salam saat masuk rumah melanggar norma <em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">folkways<\/em><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\"> karena dianggap kurang sopan dan tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Tata Kelakuan (<\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\"><em>Mores<\/em><\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\">)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Tata kelakuan atau <em>mores <\/em>adalah\u00a0suatu aturan yang mengontrol perilaku dan memiliki sanksi di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\"> Contoh: seseorang yang mencuri, mengkonsumsi narkoba, membunuh, dan sejenisnya, memperoleh sanksi berupa hukuman penjara di negara yang bersangkutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mencuri, mengkonsumsi narkoba, dan sejenisnya melanggar norma <em style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">mores<\/em><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\"> karena merugikan diri sendiri dan membahayakan keselamatan orang lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">4. Adat Istiadat (<\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\"><em>Custom<\/em><\/strong><strong style=\"background-color: transparent;\">)<\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Adat istiadat atau <em>custom <\/em>merupakan suatu aturan yang disepakati di kelompok masyarakat tertentu, berisi pedoman untuk bertingkah laku. Jika dilanggar, diberi hukuman berupa sanksi adat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 1rem;\">Contoh: masyarakat yang melakukan pernikahan sesuku di Kabupaten Kampar, Riau, akan dikenakan sanksi berupa pengucilan dan wajib membayar denda satu ekor ayam\/kambing\/kerbau.\u00a0 Sebab, p<\/span>ernikahan sesuku ini melanggar norma <em>custom<\/em> karena sama saja dengan menikahi saudara sedarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/perbedaan%20norma%20dan%20nilai.jpg\" alt=\"perbedaan norma dan nilai\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaitan Nilai dan Norma dengan Keteraturan Sosial.<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Keteraturan sosial<\/strong> adalah kondisi kehidupan yang aman, tentram, dan tertib dari perilaku yang merugikan masyarakat. Untuk mewujudkan kondisi tersebut, maka dibuat nilai dan norma yang berfungsi untuk mengontrol perilaku masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai dan norma akan terus diterapkan dalam kehidupan agar masyarakat merasa aman dan terlindungi dari tingkah laku dan kejahatan yang merugikan di kemudian hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayangin deh, kalau gak ada nilai dan norma, semua individu bebas melakukan apapun yang mereka inginkan. Mencuri, berkelahi, merampas hak orang lain, bahkan tidak ada toleransi dalam kehidupan. Serem ya? Hidup jadi berantakan dan jauh dari kata teratur.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu dia pembahasan tentang nilai, norma serta kaitannya dengan keteraturan sosial. Nilai tidak bisa dikatakan sebagai suatu hal yang mutlak dan pelanggarnya tidak diberi sanksi. Sedangkan norma merupakan aturan mutlak yang wajib ditaati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semoga kamu bisa memahami perbedaan di antara keduanya ya. Kalau sudah paham, asah kemampuanmu dengan menjawab soal di <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruanguji\" rel=\"noopener\">ruanguji <\/a><\/strong>yuk. Semangaaat!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/4d67385e-8dfc-4cd3-8931-2ec9d1ca1c6d.jpeg\" alt=\"IDN CTA Blog ruanguji Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><br \/>\nTintin, Elisanti. 2009. <em>Sosiologi Kelas 10.<\/em> Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.<\/p>\n<p>Dwi Laning, Vina. 2009. <em>Sosiologi Kelas 10.<\/em> Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.<\/p>\n<p>Waluya, Bagja. 2009. <em>Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat<\/em>. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel Sosiologi Kelas 10 ini, kita akan mempelajari nilai dan norma; meliputi pengertian, \u00a0perbedaan, serta hubungannya dengan keteraturan sosial. Ayo, kita belajar bareng-bareng! &#8212; Pernah nggak orang tuamu lebih memilih menyimpan uang untuk biaya pendidikan anaknya dibanding membeli barang mewah? Bagi mereka, barang mewah bukanlah sesuatu yang wajib dimiliki, lebih baik digunakan untuk kuliah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":5410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1764227740:1"],"_knawatfibu_alt":["Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial"],"_yoast_wpseo_primary_category":["534"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk kita cari tahu pengertian nilai, norma, jenis, daya ikat, dan kaitannya dengan keteraturan sosial. di artikel berikut ini!"],"_wp_old_date":["2021-02-04"]},"categories":[534,538],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-5410","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","category-sosiologi-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk kita cari tahu pengertian nilai, norma, jenis, daya ikat, dan kaitannya dengan keteraturan sosial. di artikel berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk kita cari tahu pengertian nilai, norma, jenis, daya ikat, dan kaitannya dengan keteraturan sosial. di artikel berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-19T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-20T06:21:55+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial\",\"name\":\"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png\",\"datePublished\":\"2025-11-19T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-20T06:21:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa\"},\"description\":\"Yuk kita cari tahu pengertian nilai, norma, jenis, daya ikat, dan kaitannya dengan keteraturan sosial. di artikel berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10","description":"Yuk kita cari tahu pengertian nilai, norma, jenis, daya ikat, dan kaitannya dengan keteraturan sosial. di artikel berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10","og_description":"Yuk kita cari tahu pengertian nilai, norma, jenis, daya ikat, dan kaitannya dengan keteraturan sosial. di artikel berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-11-19T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-11-20T06:21:55+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial","name":"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png","datePublished":"2025-11-19T03:00:00+00:00","dateModified":"2025-11-20T06:21:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa"},"description":"Yuk kita cari tahu pengertian nilai, norma, jenis, daya ikat, dan kaitannya dengan keteraturan sosial. di artikel berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5c88404-bb57-4ec9-9616-08c37d81a8e4.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/nilai-norma-dan-keteraturan-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial | Sosiologi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/421a313c52b35df7395f190ba1017faa","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5410"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25342,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5410\/revisions\/25342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}