{"id":6022,"date":"2020-09-25T09:30:51","date_gmt":"2020-09-25T02:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=6022"},"modified":"2024-06-30T09:04:58","modified_gmt":"2024-06-30T02:04:58","slug":"fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika","title":{"rendered":"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png\" alt=\"Migrasi hewan Jepang ke Amerika Timur\" width=\"820\" style=\"width: 820px;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur Amerika.<\/em><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah di antara kamu ada yang ingat, kalau pada tahun 2011, Jepang pernah dilanda sebuah bencana alam tsunami? Pada kejadian itu, dibalik rusaknya bangunan-bangunan dan manusia-manusia yang menjadi korban, ternyata ada sebuah fenomena lain yang terjadi, yaitu <em>mega rafting<\/em> ratusan spesies yang terbesar sepanjang sejarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, mengapungnya hewan-hewan di laut sudah bukan lagi menjadi fenomena baru. Baik lewat benda-benda alami seperti kayu, ataupun non alami seperti plastik, fiber, dan sebagainya. Tapi, fenomena ini cukup menarik untuk dibahas. Oleh karena itu, yuk kita lihat fakta-fakta yang terjadi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/fakta%20migrasi%20hewan%20jepang%20ke%20amerika%20timur.png\" alt=\"fakta migrasi hewan jepang ke amerika timur\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 24px;\"><span style=\"background-color: #ffff00;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">OCEAN GYRE<\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, sebelum kita membahas tsunami Jepang tahun 2011, kamu harus memahami bahwa di dunia, akibat adanya gaya coriolis, arus permukaan laut kita membentuk putaran yang disebut <em>gyre.<\/em> Satu <em>gyre <\/em>bisa terdiri dari beberapa arus. Misalnya <em>gyre<\/em> Samudra Pasifik Utara yang terdiri dari arus Kuroshio, arus Pasifik utara, arus California, dan arus Ekuatorial Utara. Nah, di Belahan Bumi Utara (BBU), <em>gyre<\/em> ini membentuk putaran searah jarum jam, sedangkan di Belahan Bumi Selatan (BBS) berlawanan arah jarum jam. Bentuk gyre dan putarannya dapat kalian lihat pada gambar ini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/apa%20itu%20gyres.jpg\" alt=\"apa itu gyres\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 24px;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">TSUNAMI JEPANG<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang kita bahas Tsunami Jepang nih. Tsunami Jepang di tahun 2011 memang sangat mengerikan, gempa yang terjadi berkekuatan 9 Skala Richter dan tinggi air hampir mencapai 10 meter. Saat air tsunami di Jepang perlahan surut dan kembali ke laut, air tersebut membawa cukup banyak material yang bisa mengapung seperti kayu, perahu, fiber, plastik dan lain sebagainya. Material tersebut kemudian terbawa oleh putaran arus <em>gyre,<\/em> tepatnya <em>gyre<\/em> Pasifik Utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"\/benarkah-penyumbang-oksigen-terbesar-kita-berasal-dari-pohon\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">Benarkah Penyumbang Oksigen Terbesar Bumi Berasal dari Pohon?<\/a><\/strong><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 24px;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">KEDATANGAN SPESIES BARU DI PESISIR TIMUR AMERIKA<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternyata, 1 tahun kemudian, atau tepatnya di tahun 2012, beberapa benda yang terbawa tersebut ditemukan terdampar di pesisir timur Amerika. Entah di Canada, Hawaii, atau Alaska. Luar biasa!! itu jarak perjalanan yang mereka tempuh bisa 7.000 km lho, menyeberangi Samudra Pasifik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benda-benda ini ukurannya bisa bervariasi banget, mulai dari plastik-plastik kecil sampai perahu besar. Tentunya, di air benda ini menjadi habitat yang cocok untuk organisme laut berkoloni. Lalu, begitu benda ini kebawa arus \u2026. Wooooosshh!! Yaudah, organismenya ikutan kebawa deh.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para peneliti sudah mendokumentasikan hewan-hewan pendatang tersebut. Pada tahun 2012, sudah ada sekitar 635 objek termasuk kapal, kayu, pelampung, jaring ikan, dan banyak lainnya. Mereka menemukan setidaknya 279 spesies invertebrata, termasuk ikan-ikan asli Jepang yang tentu saja masih hidup, dan selama ini tidak ada yang dilaporkan pernah mengapung sampai menyebrang benua sebelumnya. Benar-benar rekor baru!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/migrasi%20hewan%20jepang.jpg\" alt=\"migrasi hewan jepang\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Sebuah perahu (JTMD-BF-2), tiba di Ilwaco, Pasific County, Washington pada 15 Juni 2012. Ditemukan bersamaan dengan &nbsp;berbagai hewan endemik Jepang (Foto by A. Pleus)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa benda dikategorikan sebagai <em><strong>\u2018HIGH RICHNESS ARRIVAL\u2019,<\/strong><\/em> yang berarti mereka membawa lebih dari 20 spesies didalamnya. Biasanya benda yang kayak gini, yang <em>non-biodegradable<\/em> (susah hancur) seperti plastik atau perahu fiber gitu. Kalau kayu-kayu, biasanya <em>tuh<\/em> hanya membawa sedikit hewan, soalnya kan gampang hancur. Nah, ini juga yang menyebabkan <em>mega-rafting<\/em> pada jaman dulu tidak ada yang bisa hingga sejauh mega rafting tsunami Jepang ini, karena dulu kan belum ada <em>tuh<\/em> plastik-plastik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedatangan mereka juga membuat kaget para peneliti. Karena mereka tidak menyangka bahwa hewan-hewan tersebut bisa bertahan selama bertahun-tahun. Bahkan hingga kini, material tersebut masih terus berdatangan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/foto%20organisme%20laut.png\" alt=\"foto organisme laut\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 14px;\"><span>Serpihan kayu dipenuhi organisme laut<\/span><span>&nbsp;<\/span><span>yang ditemukan di Oregon pada tahun 2013<\/span><span><br \/><\/span><span>(Foto by <\/span><span>&nbsp;<\/span><span>Hatfield Marine Science Center Oregon State University<\/span><span>)<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 24px;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">DAMPAK<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian saintis menjadi khawatir, jika kedatangan spesies-spesies Jepang ini, bisa mengancam makhluk-makhluk lokal karena ketidakseimbangan ekosistem. Kan nggak lucu ya, dateng-dateng menjajah pesisir wilayah lain. Kasian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi ya kita doakan saja, semoga pesisir timur Amerika dan penghuninya baik-baik saja. Tidak hanya itu, kedatangan mereka juga meningkatkan kesadaran bahwa seiring perkembangan jaman, jumlah material <em>non biodegradable<\/em> harus dikurangi, apalagi melihat kebanyakan kota-kota besar di dunia terletak di pesisir pantai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Overall, that was such a great phenomena for biological scientist<\/em> dan semuanya bisa dipahami dengan jelas kalau kita paham tentang pergerakan arus laut<em> (ocean gyres)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gimana, kamu mau lebih paham lagi nggak? Kalau kamu ingin memahami fenomena-fenomena alam yang menarik seperti ini, yuk belajar bareng di aplikasi ruangguru, lewat video-video belajar di <a href=\"https:\/\/ruangguru.com\/belajar\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a>. Kita buat jadwal belajar sendiri, dan jadikan belajarmu menjadi menyenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span>Kak Astina adalah Master Teacher Geografi Ruangguru, ia memiliki ketertarikan pada fenomena-fenomena alam. Mulai dari yang biasa terjadi, sampai yang sangat unik. Nah, kamu bisa bertemu dengan Kak Astina di video-video belajar Geografi yang ada di&nbsp;<\/span><strong>ruangbelajar<\/strong><span>. Yuk belajar seru bareng Kak Astina, dan hidupkan mimpimu sekarang juga!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/download-for-desktop\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/f51e0d89-905d-477d-b7f8-546567f121d9.jpeg\" width=\"800\" height=\"195\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><span><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span>Carlton JT, Chapman JWC, Geller JB, Miller JA, Carlton DA, McCuller MI, Treneman N, Steves BP, Ruiz GM (2017). <\/span><em><i><span>Tsunami-driven rafting : Transoceanic species dispersal and implications for marine biogeography<\/span><\/i><\/em><span>&nbsp;[Online].<\/span><span>&nbsp;<\/span><span>Available at : <\/span><span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1126\/science.aao1498\"><u>https:\/\/doi.org\/10.1126\/science.aao1498<\/u><\/a><\/span><span>&nbsp;<\/span><span>(Accessed: 20 September 2020).<\/span><\/p>\n<p><span>\u2018Tsunami &#8216;mega-rafts&#8217; of debris ship hundreds of animal species from Japan to US\u2019 ABC Science 29 September 2017 [Online]. Available at : <\/span><span><a href=\"https:\/\/www.abc.net.au\/news\/science\/2017-09-29\/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species\/8987708\"><u>https:\/\/www.abc.net.au\/news\/science\/2017-09-29\/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species\/8987708<\/u><\/a><\/span><span>&nbsp;<\/span><span>(Accessed: 20 September 2020).<\/span><\/p>\n<p><span>\u2018Megarafting animals rode from Japan to US and Canada after the 2011 tsunami\u2019 Science Magazine. Available at : <\/span><span><a href=\"https:\/\/youtu.be\/L3QGiPpXaC0\"><u>https:\/\/youtu.be\/L3QGiPpXaC0<\/u><\/a><\/span><span>&nbsp;(Watched : 19 September 2020)<\/span><\/p>\n<p><span>\u201cInvasive Sea Creatures Mega-rafting\u201d Blueocean.net. Available at : <\/span><span><a href=\"https:\/\/blueocean.net\/invasive-sea-creatures-mega-rafting-to-a-beach-near-you\/\"><u>https:\/\/blueocean.net\/invasive-sea-creatures-mega-rafting-to-a-beach-near-you\/<\/u><\/a><\/span><span>&nbsp;<\/span><span>(Accessed: 20 September 2020).<\/span><\/p>\n<p><span><strong>Sumber Foto:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span>Ilustrasi rute megarafting [Online]. Available at : <\/span><span><a href=\"https:\/\/www.abc.net.au\/news\/science\/2017-09-29\/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species\/8987708\"><u>https:\/\/www.abc.net.au\/news\/science\/2017-09-29\/japan-tsunami-rubbish-rafting-invasive-species\/8987708<\/u><\/a><\/span><span>&nbsp;<\/span><span>(Accessed: 20 September 2020).<\/span><\/p>\n<p><span><\/span><span>Foto <\/span><span>Sebuah perahu (JTMD-BF-2<\/span><span>) [Online]. Available at : <\/span><span><a href=\"https:\/\/science.sciencemag.org\/content\/357\/6358\/1402\"><u>https:\/\/science.sciencemag.org\/content\/357\/6358\/1402<\/u><\/a><\/span><span><\/span><\/p>\n<p><span>(Accessed: 20 September 2020).<\/span><\/p>\n<p><span><\/span><span>Foto <\/span><span>Serpihan kayu dipenuhi organisme laut<\/span><span><\/span><span>yang ditemukan di Oregon pada tahun 2013 [Online]. <\/span><span>Available at : <\/span><span><a href=\"https:\/\/www.theverge.com\/2017\/9\/28\/16374092\/tsunami-debris-migration-invasive-marine-species-ocean-rafting\"><u>https:\/\/www.theverge.com\/2017\/9\/28\/16374092\/tsunami-debris-migration-invasive-marine-species-ocean-rafting<\/u><\/a><\/span><span>&nbsp;<\/span><span>(Accessed: 20 September 2020).<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur Amerika.<\/p>\n","protected":false},"author":244,"featured_media":6022,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1719713098:1"]},"categories":[562],"tags":[19],"class_list":["post-6022","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakta-seru","tag-fakta-seru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-25T02:30:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-30T02:04:58+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kak Asthina MT Geografi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kak Asthina MT Geografi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika\",\"name\":\"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png\",\"datePublished\":\"2020-09-25T02:30:51+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-30T02:04:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/d08b33b3b2da25b99776d37af863fa92\"},\"description\":\"Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/d08b33b3b2da25b99776d37af863fa92\",\"name\":\"Kak Asthina MT Geografi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kak Asthina MT Geografi\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kak-asthina-mt-geografi\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika","description":"Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika","og_description":"Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2020-09-25T02:30:51+00:00","article_modified_time":"2024-06-30T02:04:58+00:00","author":"Kak Asthina MT Geografi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Kak Asthina MT Geografi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika","name":"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png","datePublished":"2020-09-25T02:30:51+00:00","dateModified":"2024-06-30T02:04:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/d08b33b3b2da25b99776d37af863fa92"},"description":"Artikel ini membahas tentang fenomena terjadinya tsunami Jepang tahun 2011, yang secara tidak sengaja membawa ratusan spesies sampai ke pesisir Timur","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Migrasi%20hewan%20Jepang%20ke%20Amerika%20Timur.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fenomena-datangnya-ratusan-spesies-baru-di-pesisir-timur-amerika#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fenomena Datangnya Ratusan Spesies Baru di Pesisir Timur Amerika"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/d08b33b3b2da25b99776d37af863fa92","name":"Kak Asthina MT Geografi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kak Asthina MT Geografi"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/kak-asthina-mt-geografi"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/244"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6022"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18987,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6022\/revisions\/18987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}